Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
minta rekomendasi


__ADS_3

.


.


.


begitu acara selesai,


di Kamar Hotel,


Xabara yang begitu mengantuk memberi asi Putra kecilnya sampai tertidur seakan tubuhnya terasa remuk berdiri dan terus tersenyum berlama-lama sampai Ia merasa menyesal merayakan pesta pernikahan yang sungguh membuatnya lelah.


Rovert memasuki kamar seorang diri sebab Ana tidur dikamar sebelah bersama Taylor, Ratu dan Lienda. Ana terlalu aktif sampai kelelahan sendiri lalu Ana ketiduran di sisi Ratu yang pasti sangat bahagia tidur bersama cucunya.


Rovert tersenyum lembut melihat Xabara yang tertidur begitu pulas, "pasti dia menyesal merayakan pesta pernikahan denganku."


Rovert terkekeh seakan sudah terpancar di wajah Xabara yang sedang tertidur pulas itu, Rovert tau Xabara adalah wanita yang sangat unik.


Rovert menurunkan AC kamar lalu menyelimuti Xabara dan memilih tidur disofa saking tidak mau nya membuat Xabara terbangun jika Rovert ikut berbaring di ranjang yang sama dengan Xabara.


.


ke esokan harinya,


Xabara terbangun mengucek-ngucek matanya sehingga Ia bisa melihat An berlarian mengelilingi sofa sedangkan Rovert begitu sabar menyuapi Putra kecilnya sarapan dan Xabara bisa menebak An sudah mandi.


"Mom??" An berlari ke arah Xabara dan tubuh kecilnya begitu lucu memanjat Ranjang yang tinggi bagi ukuran anak 1 tahun.


Rovert tergelak melihat hal itu bukannya membantu Putranya menaiki ranjang yang tingginya seleher An, sungguh Ia tidak menyangka akan memiliki Keluarga bahagia seperti sekarang.


An menekuk kesal wajah imutnya itu tapi karna darah Xabara mengalir dalam tubuh An membuat Bocah menggemaskan itu tidak menyerah sampai berhasil memanjat Ranjang itu, dengan sumringahnya An menginjak Ranjang itu lalu berlari ke arah Xabara yang menangkap tubuh An yang sangat wangi.


"Putra Kecil Mommy hebat sekali." Xabara sebenarnya terkejut dengan tekat Putra kecilnya berusaha menaiki ranjang yang tinggi bagi anaknya itu.


Rovert yang tadinya tertawa kini berdecak bangga, "memang anakku." batin Rovert yang malah merasa An memiliki Gen pemberani serta pantang menyerah darinya padahal sebenarnya sangat mirip dengan Xabara.


"apec? mom? pek?" tanya An dengan suara cadel yang belum jelas.


Xabara tersenyum, "Putra kecil Mom udah wangi, Mom pasti bau ya?"


An dengan tingkah polosnya mencium tubuh Xabara lalu menggeleng kepalanya membuat Xabara memeluk sayang tubuh mungil An.


Rovert mendatangi Xabara, "mandilah sayang..! aku akan akan menyuapi An yang tidak mau jauh darimu, sementara Ana sama Mom sudah pulang ke Mansion."

__ADS_1


Xabara menganggukkan kepalanya setuju, "lanjutkan makanmu sayang."


An mengangguk semangat lalu Xabara mencium sayang bibir mungil An membuat Rovert cemburu tentu minta diperlakukan dengan sama.


"jangan didepan anakku." Xabara melototkan matanya dengan galak.


Rovert melihat raut wajah menggemaskan An yang terlihat sekali bingung dengan percakapan kedua Orangtuanya, Rovert memejamkan matanya dengan pasrah.


"sama anak sendiri pun tidak mau kalah." ledek Xabara sambil bangkit dari ranjangnya.


Rovert ikut mengecup bibir An yang mengerjab-ngerjab tiba-tiba Rovert tertawa hal itu membuat Xabara memutar pandangannya ke Rovert yang aneh menurutnya karena Xabara tidak melihat apa yang Rovert lakukan pada anak laki-lakinya itu malah langsung memilih pergi ke Kamar Mandi untuk membersihkan diri.


Rovert mencium bibir An jelas salah tapi karna An masih kecil pasti tidak akan mengerti nanti kalau An sudah besar sudah jelas lah tidak akan mau dicium oleh Rovert yang sejenis dengan An.


"Maafkan Papa yang cemburu padamu sayang, kamu harus tau Papa sangat mencintai Mommy mu kan?" gemas Rovert pada sosok bocah kecil yang mirip dengan dirinya dan Xabara itu.


An memiringkan kepalanya menatap Papanya tanda tidak mengerti membuat Rovert tertawa sehingga gigi rapi nya terlihat jelas.


"ahhh??" Rovert kembali menyuapi An sambil mengelus-ngelus kepala An.


"aku sudah gila..! kenapa aku cemburu pada buah hatiku sendiri?" batin Rovert yang gemas menatap lekat-lekat paras An yang terbilang cantik bagi ukuran anak laki-laki.


"Flower Boy.!" ucap Rovert tersenyum lebar.


.


.


"kemana kado ku?" tanya Xabara.


"kado apa?" tanya Rovert.


"mobil pemberian Irene." jawab Xabara serius.


"sudah diangkut dengan Mobil lain ke Mansion sayang, tenang saja tidak ada yang membawa Mobilmu." jawab Rovert.


Xabara pun mengikuti Rovert menuju Mobilnya, Rovert memberikan An dipangkuan Xabara yang sudah duduk lalu memastikan tidak ada kaki Xabara yang terjepit setelah aman pintu di tutup.


"Sayang Mom makan roti dulu ya?" Xabara mengambil roti di laci Mobil suaminya sambil memangku An.


An menggapai-gapai bungkus Roti itu seolah menginginkannya juga, Xabara mengunyahnya terlebih dahulu sampai lembut baru diberikan ke An tapi An sepertinya tetap mau yang ditangan Xabara.


"berikan saja sayang..! tapi jangan besar-besar potongannya." Rovert tersenyum melihat tingkah An.

__ADS_1


Xabara menurutinya lalu Rovert menjalankan Mobilnya akan kembali ke Mansion, hadiah-hadiah pernikahan Xabara telah sampai ke Mansion.


.


sore harinya.


Xabara melihat Mobil pemberian Irene yang didesain khusus untuknya.


Xabara tersenyum manis, "anak itu benar-benar sangat baik." gumam Xabara memuji Irene.


seketika senyum Xabara langsung hilang lalu Ia tampak berpikir, "siapa yang cocok dengan Irene ya? aku harus tanya Mex.!"


Xabara memang seorang Ketua Mafia tapi tidak terlalu banyak dekat dengan Mafia lain kecuali Mex yang banyak teman dari kalangan Mafia walau begitu Mex tidak pernah memberi tau identitas Xabara pada siapapun kecuali Istrinya.


"sekalian coba mobil baru..!" senyum tipis Xabara sambil memainkan kunci Mobilnya baru pemberian Irene.


Xabara mengajak Mex bertemu ternyata bersama Istrinya (Yeri).


"maaf Nona saya tidak bisa mencegah Istri saya yang ingin bertemu anda..! dia sangat ingin bertemu anda karna tadi malam dia sakit perut jadi tidak bisa ikut." ucap Mex dengan malu.


Xabara terkekeh lalu mengulurkan tangannya, "Xabara..!"


Yeri tersenyum senang, sungguh Ia takjub sekali dengan kecantikan Xabara membuatnya merasa minder sebagai perempuan tapi Mex selalu mengatakan kalau Xabara terlalu luar biasa sehingga tidak akan serasi dengan siapapun kecuali Rovert yang punya kekayaan berlimpah juga pemberani.


"selamat atas pernikahan Nyonya..! sa-saya sangat menyukai anda ehh? tidak-tidak..! ngefans maksudnya." Yeri dengan gugup sendiri.


Mex mengelus kepala Istrinya membuat Xabara tertawa pelan.


"terimakasih..!" ucap Xabara.


"ada apa Nona?" tanya Mex berubah serius.


"aah..! iya, aku ingin bertanya siapa Pria yang sangat bagus dimatamu di kalangan Mafia? aku ingin satu untuk sahabat baikku."


Mex mengerutkan keningnya, "Nona jika saya meminta bantuan mereka pasti mereka ingin bertemu dengan Nona walaupun saya pilih yang terbaik pasti ingin bertemu dengan anda juga."


Xabara tampak berpikir, "kalau dia memang baik menurutmu berarti bisa dipercaya kan?"


"saya akan cari lagi Nona untuk memastikan lagi sebelum merekomendasikan untuk sahabat Nona." jawab Mex yang tidak mau gegabah menyebut Orang yang baik menurutnya.


Xabara tersenyum tipis, "inilah kau Mex..! sangat berhati-hati."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2