
.
.
.
selama 2 Minggu Xabara merasa aman dari kejaran Lios dan Ray.
di tempat lain,
Ray berhasil membawa salah satu Pria yang pernah melihat sosok yang menghabisi Ketua perampok yang sedang mereka caritau selama 2 Minggu terakhir.
bruugghh..
Lios menatap dingin pria itu, "apa dia berguna?"
"dia saksi yang melihat sosok XeniaXabara itu Lios." jawab Ray.
Ray menepuk kedua tangannya dengan bangga bahwa Ia berhasil menemukan saksi yang sudah membuat mereka semua cukup kerepotan mencari bukti mengenai sosok XeniaXabara.
Lios bangkit dari duduknya dan berjongkok didepan Pria itu mencengkram rahang Pria berumur 30-tahunan itu.
"am-ampuni saya Tu-Tuan? say-saya tidak melihat dengan jelas sosok Nona XeniaXabara, ha-hanya saja wa-wajahnya tidak secantik yang di rumorkan." jawab Pria itu tergugu gagap.
Ray ikut berjongkok disamping Pria itu, "jadi katakan bagaimana ciri-ciri perempuan itu."
Pria yang ditangkap berjanji akan memberitau semua yang Ia lihat tapi Ia juga memohon untuk dilepaskan tentu saja disepakati sebab mereka hanya butuh informasi tentang XeniaXabara.
Lios dan Ray saling pandang mendengar pengakuan Saksi itu yang mengatakan Sosok XeniaXabara itu jelek, rambut kepang 2, gigi kelinci besar.
"kau berusaha menipuku ya?" Lios mencengkram lengan Pria itu yang meringis meminta ampun.
"dengarkan dulu pengakuannya!" pinta Ray.
Lios melepaskan tangannya dengan kasar, "lanjutkan!"
"di-dia memainkan Pistol de-dengan sangat baik dan kecepatan menembaknya sangat tepat walau saat itu Ketua saya bergerak dan peluru dari sosok itu melayang tanpa meleset dari sasarannya, dia membawa taksi tapi platnya saya tidak ingat waktu itu dia pernah menabrakkan Mobilnya ke Motor kami yang terparkir !? Taksi itu rusak cukup parah bagian depannya pasti masih dibengkel sekarang."
"Lios supir taksi itu bisa menjadi saksi yang lebih akurat." ujar Ray seketika bahagia seperti mendapat secercah harapan.
Lios menoleh ke para bawahannya, "kalian dengar? cari semua bengkel yang ada di Kota ini dan cari taksi yang bagian depannya rusak."
setelah bergerak cepat dan berbagi tugas akhirnya Lios bersama Ray menemukan sebuah bengkel besar yang mengatakan memang ada Taksi yang bagian depannya rusak 2 minggu yang lalu tapi baru saja telah dijemput oleh pemiliknya.
__ADS_1
"sedikit lagi Lios." senyum lebar Ray ke Lios.
selama 2 Minggu mereka telah melakukan pengejaran mencari para bawahan Ketua Perampok itu yang tersebar kemana-mana untuk mendapatkan petunjuk tentang sosok XeniaXabara.
di tempat lain,
Xabara merasa mual dengan bau parfum Rovert.
Rovert mengendus tubuhnya lalu berlari mengikuti Xabara.
"berhentiii!!? menjauh Rovert !? aku tidak suka baumu." Xabara merentangkan kedua tangannya menghalangi Rovert yang mencoba mendekatinya.
Rovert mundur 2 langkah, "ba-baiklah ! bagaimana jika kita ke Rumah Sakit sayang?"
"ganti pakaianmu Rovert jangan memakai parfum!" titah Xabara.
"iya sayang -iya." Rovert terus saja mundur lalu berlari ke arah tempat ganti pakaian.
.
Rovert mengantarkan Xabara ke Rumah Sakit tanpa memakai parfum yang membuat Xabara mual padahal sebelumnya semua baik-baik saja.
"tidak apa Nona, Tuan!? Nona muda akan segera menjadi Nyonya." kata dokter wanita dengan senyuman.
"ap-apa?" Rovert tergagap.
"untuk lebih memastikan lagi silahkan pergi ke Dokter Kandungan Nona, Tuan? saya yakin konfirmasinya pasti lebih tepat." kata si Dokter dengan ramah.
Rovert menggendong Xabara yang kaget seketika tapi tidak berteriak, si Dokter tertawa bukannya marah akan ketidaksopanan Rovert yang langsung membawa kabur Xabara.
.
Xabara merasa senang akhirnya bisa memberi Cucu untuk Ratu tapi ketika Ia menoleh ke Rovert jauh lebih aneh.
"Rovert?? kau kenapa?" Xabara menonyor-nonyor bahu Rovert yang bergetar memandang foto USG janin Xabara yang ternyata sudah berumur 5 minggu.
Rovert mendongakkan pandangannya ke Xabara yang terkejut.
"ka-kau menangis? kenapa?" tanya Xabara heran.
"ak-aku terlalu bahagia." kata Rovert mengangkat tangannya yang bergetar memegang perut Xabara.
Xabara beralih menatap dokter wanita yang tersenyum melihat kebingungan Xabara.
__ADS_1
"bagi sepasang suami-istri keturunan itu sangat berharga Nona, Tuan Muda pasti terharu akan menjadi seorang Ayah." jelas si Dokter.
Xabara tidak menyangka Rovert sangat menginginkan bayi dalam kandungannya, saat berada di dunia Mafia janin itu adalah petaka sehingga harus disingkirkan, ketika Xabara mau hamil itu demi Ratu yang sudah dianggap seperti Ibu kandung olehnya tanpa memikirkan perasaan Rovert. namun, sekarang Xabara bisa melihat Rovert jauh lebih bahagia.
Xabara kaget melihat Rovert mencium perutnya dengan penuh cinta, Ia berdebar seakan ada gelenyar aneh meresap dalam aliran darahnya.
"apa Papa dulu seperti ini ketika aku hadir di perut Mama?". batin Xabara tersenyum tipis tingkah Rovert membayangkan sosok Papanya pasti melakukan hal yang sama.
"kamu itu belahan jiwa Papa sayang, kamu Putri Kecil Papa yang berharga." sepenggal kata-kata Papa Xabara terlintas di benak Xabara.
"selamat Nona! Tuan Muda yang akan segera menjadi Orangtua." ucap dr. Astah.
"terimakasih dok." ucap Rovert menghapus air matanya sambil mencium foto USG bayinya dalam perut Xabara.
"Nona Muda masih dalam tahap pertama, janinnya masih terlalu rawan dan saya berharap Tuan Muda harus memperhatikan Nona Muda untuk tidak boleh terlalu lelah."
Rovert berubah khawatir, "Istriku tidak bisa berdiam dok dia malah bisa stres ! bagaimana caranya kandungan anakku tetap kuat tanpa mengekang pekerjaannya? aku tidak mau mengekang Istriku tapi aku juga tidak mau kehilangan anakku."
Xabara tertegun mendengar perkataan Rovert yang ternyata sangat memperhatikannya sehingga membebaskan apapun yang Xabara lakukan.
"dia benar!!? kenapa aku tidak menyadarinya selama ini ternyata sejak awal Rovert tau aku bisa stres kalau malas-malasan." batin Xabara.
dr. Astah memberi resep obat ke Rovert yang menerima dengan kedua tangannya seolah secarik kertas itu begitu berharga melebihi dokumen penting yang bisa menghasilkan uang Milyaran.
.
perlakuan Rovert yang begitu menjaga Xabara membuat hati Xabara sedikit tersentuh, diam-diam Ia mengelus perutnya.
"sayang? nasibmu sangat baik disayang oleh Nenekmu dan sangat diperhatikan oleh Papamu." batin Xabara.
"tunggu disini sayang? aku akan tebus Vitaminnya ya?" pinta Rovert menangkup kedua pipi Xabara yang mengangguk.
Rovert berlari terbirit-birit ke Apotik, Xabara melihat itu tertawa bahkan Rovert sampai menyuap para antrian di Apotik dengan beberapa lembar uang ratusan Ribu yang kebetulan mereka adalah rakyat kecil yang membutuhkan uang.
"Xabara?" gumam Dr. Shen yang kebetulan lewat melihat Xabara tengah tertawa menutupi bibir merah cerinya itu.
Shen melihat tatapan Xabara yang tertuju pada Rovert tengah menyuap antrian terlihat olehnya mereka semua terlihat senang dengan Uang yang Rovert berikan dengan gembira mereka semua mau memberikan posisi pertama pada Rovert.
Shen menatap sendu Xabara yang bisa tertawa seperti itu, "apa Xabara sakit?" gumam Shen cemas lalu mendekati Xabara.
Xabara merasa seseorang mendekatinya pun menoleh dan melihat Shen yang tersenyum manis kepadanya, wajah Xabara berubah datar karna Ia sudah tau Shen bekerja di Rumah Sakit ini tapi tidak mengira akan bertemu padahal RS itu sangatlah luas.
.
__ADS_1
.
.