
.
.
.
Rovert pun mengajak Xabara ke Restaurant lain.
Xabara menaikkan sebelah alisnya melihat Rovert yang terlihat memikirkan sesuatu.
"apa ada masalah?" tanya Xabara.
Rovert membuang nafas pelan, "aku tidak tau aku harus bangga memilikimu atau sedih." keluh Rovert.
Xabara tertawa lebar sungguh membuat Rovert terpana.
"setauku banyak lelaki yang sangat bahagia jika memilikiku lalu kau malah sedih? apa yang membuatmu sedih?"
Xabara merasa gemas dan sungguh merasa lucu atas ucapan Rovert yang bimbang memiliki Xabara.
"karna kau terlalu cantik Xabara." jawab Rovert tanpa segan memuji Xabara.
Xabara tersenyum, "itu suatu kebanggaan bukan?"
"tapi aku tidak." jawab Rovert membuang muka.
Xabara tidak marah hanya merasa gemas saja bahwa ada makhluk (laki-laki) yang merasa tidak senang dengan kecantikan Xabara.
"tenang saja!!? aku akan menjaga diriku dengan baik." kata Xabara tersenyum tipis.
"lain kali kalau kita jalan di Luar aku akan membawamu dengan penampilan hitam-mu, aku rasa itu bukan ide yang buruk." decak Rovert.
"kau tidak malu?" tanya Xabara sempat terkejut ada lelaki yang malah mau menemaninya saat jadi jelek.
"aku tidak malu bahkan aku juga akan berpakaian culun supaya kita serasi dan yang penting kita cari aman dari tatapan manusia jahat." jawab Rovert.
Xabara mengulum senyumnya, "boleh."
mereka menikmati hidangan yang ada, Rovert merasa Xabara sedikit terbuka padanya walau tidak tau mengapa Xabara bisa seperti itu tapi yang pasti Rovert senang dengan perubahan kecil Xabara itu.
didalam Mobil,
"Xabara?" panggil Rovert.
"hmm?" sahut Xabara menoleh ke Rovert.
"kenapa aku merasa kamu menjadi sedikit berbeda padaku, apa kamu melakukannya karna aku adalah Serigala Hitam yang kamu cari?" tanya Rovert to the Point.
Xabara tersenyum, "aku akan ceritakan saat di Apartemen nanti."
__ADS_1
Rovert menaikkan sebelah alisnya, "Bukan karna itu? lalu karena apa? Xabara keliatannya tidak menyukaiku sebagai lawan jenis." batin Rovert.
Rovert tidak tau arti tatapan Xabara padanya, Xabara adalah satu-satunya perempuan yang ekspresinya tidak bisa ditebak oleh Rovert.
Rovert merasa aneh melihat jalan besar ditutup, Xabara hanya melirik saja lalu meminta Rovert pergi lewat jalan pintas.
"apa hanya perasaanku saja?" batin Rovert melihat sekitar.
Xabara sudah tau ada masalah dengan Rovert tapi Ia tidak mengoceh ataupun bertindak seperti wanita lain kalau ada bahaya berteriak, menangis atau lari.
"tinggal berhati-hati saja !" seru Xabara dengan suara pelan.
Rovert menginjak remnya sedikit sulit tidak seperti biasanya, "kenapa remnya?" gumam Rovert.
"kalau begitu tinggalkan Mobilnya disini! sepertinya ada yang menyabotase Rem mobilmu." kata Xabara tenang sambil melepas seatbeltnya.
"benarkah? tapi aku sudah bawa ke bengkel saat di Luar Kota." tanya Rovert.
Xabara mengatakan kalau Ia sudah biasa menghadapi Rem blong ketika masa-masa nya menjadi anggota Higanbana jadi tau gejala awalnya.
"Xabara tunggu!" Rovert pun ikut turun lalu meninggalkan Mobilnya dipinggir jalan.
Rovert berlari mengejar Xabara yang berjalan tenang dengan Gaunnya itu, Rovert melepaskan jaketnya lalu memasangkannya di tubuh Xabara.
"aku tidak kedinginan." kata Xabara.
Xabara tersenyum tipis saja jalan dipinggiran jalanan besar bersama Rovert hingga tiba-tiba ujung heels Xabara terjepit dan Ia kehilangan keseimbangan dengan cepat Rovert menangkap tubuh Xabara.
"Rovert kau?" Xabara mendorong Rovert tapi dorongan Xabara malah membuat Rovert terjatuh dan Xabara pun ikut terjatuh menimpa Rovert.
"aahh?" Rovert mengelus kepala belakangnya yang sakit sementara tangannya yang lain memeluk pinggang Xabara.
"kenapa kepalamu? apa berdarah?" tanya Xabara sontak memegang kepala Rovert padahal situasi mereka sangat intim.
Rovert terdiam mendapat perhatian seperti itu dari Xabara, "apa dia suka padaku? sebenarnya apa yang membuatnya berubah?" batin Rovert menatap lekat Xabara.
"tidak apa!? kakimu bagaimana?" tanya Rovert.
Xabara tersadar dari posisinya pun memaksa untuk bangkit tapi ditahan oleh Rovert hingga pipi Xabara mengenai bibir Rovert.
"pelan-pelan bangkitnya! punggungku sakit." pinta Rovert berbisik.
Xabara pun menganggukkan kepalanya lalu Rovert memindahkan Xabara disampingnya dengan perlahan, Xabara merasa tergelitik dengan perlakuan lembut Rovert.
prok ! Prok!!! Prok !!
suara tepuk tangan membuat Xabara dan Rovert menoleh ke sana.
"kalian pasangan yang sangat manis ya?" decak seorang Pria muda meremehkan lalu melihat Xabara yang terkena sinar lampu jalanan membuatnya terpana.
__ADS_1
"woohhh!!? pantas saja kau tidak mau berbagi ya? ternyata ISTRIMU jauh lebih cantik dilihat langsung dari di TV." puji Pria itu menyeringai melihat Xabara.
Xabara membantu Rovert berdiri.
"apa kau yang menyabotase Mobilku?" tanya Rovert dengan dingin.
"ahahaahaha!! aku tidak menyangka kau akan meninggalkan Mobilmu sebelum tali remnya benar-benar putus."
Rovert menoleh ke Xabara, "dia Noven Adik kandungnya Elang." bisik Rovert.
"Elang?" beo Xabara mencoba mengingat siapa itu Elang ternyata adalah salah satu Pria yang mati ditangannya didepan Rovert saat itu.
Noven menatap tajam Rovert yang memperlakukan Xabara begitu manis, "pasti karna dia kau membunuh abangku kan?" tuduh Noven.
"dia mati ditanganku!?" jawab Xabara membuat Noven terdiam sesaat lalu tertawa terpikal-pikal.
"Xabara biar aku yang tangani dia, aku akan melindungimu." kata Rovert menangkup kedua pipi Xabara.
DEG!!
Xabara membeku ditempat karna kata-kata itu sangat membekas dihati Xabara, "kenapa dia mengatakan hal yang sama dengan Kakek?" batin Xabara teringat Kakek angkatnya.
Rovert menoleh ke Noven sambil melepaskan tangannya dari pipi Xabara, "sudah cukup tertawanya Noven! aku tidak melakukan apapun pada abangmu yang sudah aku lepas baik-baik tapi dia mencoba menyingkirkanku."
Noven menatap benci Rovert, "hanya karna perempuan kau menghabisi Abangku?"
"aku tidak menghabisinya tapi aku hanya membela diriku saja dari rencana jahat abangmu itu." jawab Rovert dengan datar.
Noven mengepalkan tangannya, "aku akan menghabisimu lalu menid*ri perempuan yang kau bangga-banggakan ini didepan matamu sendiri! aku akan menyiksamu sampai menangis darah."
Rovert tersenyum miring, "apa yang bisa dilakukan bocah ingusan sepertimu?"
Noven segera bersiul seketika puluhan Pria berpakaian serba hitam bermunculan dari tempat persembunyiannya, Xabara diam saja seperti sudah tau akan hal ini.
"ini lah yang bisa dilakukan oleh bocah ingusan sepertiku." kata Noven dengan bangga.
"seharusnya kau mati kecelakaan tapi karna kau memilih keluar dari Mobil itu artinya kematianmu harus seperti ini." kata Noven lagi.
Rovert memperhatikan mereka semua, "selagi bukan anggota Higanbana aku bisa menghabisi mainanmu ini."
"banyak bac*t !!? kami juga bisa menghabisimu tanpa harus dihabisi oleh Orang Higanbana." teriak Pria diantara mereka yang tidak suka direndahkan oleh Rovert bahkan membandingkan mereka dengan Higanbana.
selama ini tidak ada yang bisa menemukan Mafia terkejam itu, mereka bukan pembun*h bayaran melainkan membun*h tanpa bayaran, membela keadilan tapi merampok para pejabat atau siapa saja yang suka main jual-beli barang Ilegal.
.
.
.
__ADS_1