
.
.
.
"nak Anita?" sapa Wanita pedagang Ikan yang Xabara lindungi.
"Iya Bu." jawab Xabara yang memperkenalkan diri sebagai Anita.
"terimakasih banyak telah membantu kami." ucap Wanita itu begitu tulus.
Xabara tersenyum lembut dengan gigi kelincinya itu, "kebetulan saja sedang berada disini bu."
Xabara melihat sekeliling para pedagang mengerumuninya, tidak ada yang mengenal Xabara sebagai Istri Rovert.
"kalau begitu saya permisi Bu!" ucap Xabara sembari menenteng plastik berisi hadiah dari para pedagang itu.
mereka semua melambaikan tangan ke Xabara sementara yang lainnya membersihkan jasad Preman pasar yang telah bercecer di injak-injak massa.
Xabara berjalan menjauhi tempat yang ramai itu melewati beberapa pengemis dan memberikan belanjaannya sampai Ia melihat pedagang jajanan anak-anak, Xabara berlari ke Jajanan itu dan ikut antrian tapi dengan anak-anak sampai tiba gilirannya.
"pak?? saya pesan ini martabak telurnya 5 dan Telur sosis gulung 20." ucap Xabara.
mendengar suara Orang dewasa si Pedagang melihat ke Xabara dan terkejut sosok gadis gigi kelinci memakai Topi tampak berbinar melihat panci berisi minyak panas.
"Martabak telurnya 5 neng?" tanya si pedagang memastikan lagi.
"iya Pak." jawab Xabara yang begitu tidak sabar.
dengan gerakan cepat si Pedagang memasakkan pesanan Xabara yaitu makanan yang biasa dibeli anak-anak.
"kak? kenapa beli makanan disini?? inikan khusus anak-anak, apa makanan Orang dewasa tidak ada?" tanya anak kecil dibelakang Xabara yang ternyata juga ikut antrian.
"apa tidak boleh?" tanya Xabara tanpa melihat ke anak itu.
ada anak remaja perempuan yang mendengar pembicaraan itu menoleh dan kaget, "bukankah itu kakak yang tadi Ma?" tunjuk anak itu ke Xabara.
semua melihat ke arah Xabara yang tidak peduli sekitar malah begitu tidak sabar menunggu pesanannya selesai.
"iya kayaknya memang itu kakak yang tadi nak." balas Ibu dari anak remaja perempuan itu.
__ADS_1
Ibu dan Anak itu mendekati Xabara untuk memastikan ternyata benar, tadi mereka berdua hanya melihat dari jauh tapi tanda dengan pakaian yang Xabara kenakan.
"Kak? kakak hebat sekali ya?" anak remaja perempuan itu memuji Xabara.
Xabara yang ditarik-tarik pakaiannya menoleh ke Anak remaja itu, "ada apa? mau beli juga? antri ya?." Xabara ternyata tidak mendengar ocehan anak itu.
"bu-bukan Kakak hebat sekali tadi !? aku jadi ingin pandai berkelahi seperti kakak." kata anak remaja perempuan itu lalu Xabara melihat ke arah lain banyak yang melihatnya begitu juga ibu dari anak remaja perempuan itu.
"biasa saja ya? saya kesini lagi masa ngidam tolong jangan buat saya merasa tidak nyaman, bukankah kita sebagai sesama manusia wajib tolong menolong? tidak ada yang istimewa dalam diri saya hanya tidak suka dengan ketidakadilan." pinta Xabara.
seketika mereka pun kembali beraktifitas sesekali melihat Xabara, terkadang hormon Ibu hamil tidak bisa diremehkan sebab bisa saja Xabara mengamuk dan membanting semuanya kalau amarahnya meledak.
"Ayo nak!!" ajak si Ibu anak Remaja itu berpamitan ke Xabara.
"Ma?? aku mau beli jajanan ini juga." kata si Anak perempuan.
anak remaja itu pun ikut antrian sampai pesanan Xabara terpenuhi, Xabara bahagianya minta ampun sampai lupa membayarnya lalu si Pedagang menanyakan bayarannya, Xabara menepuk keningnya.
"maaf Pak!! saya terlalu bahagia akhirnya mendapatkan apa yang saya inginkan." ucap Xabara segera mengeluarkan uang saku yang ia punya dan diberikan ke Pedagang itu.
"apa tidak ada uang kecil Neng? kenapa uangnya besar sekali?"
Xabara berbalik pergi sambil memakan jajanan anak-anak yang Ia beli, Xabara tidak peduli tatapan Orang lain dan ucapan terimakasih pedagang itu.
si Anak remaja itu menanyakan tentang Xabara ke Mamanya yang ternyata Xabara sedang hamil kalau lagi Ngidam keinginannya harus terpenuhi, mereka bercerita banyak hal tapi jujur saja anak perempuan itu sangat mengagumi Xabara yang mudah sekali menjatuhkan Orang jahat.
Xabara kembali ke Mansion sambil menggigit jajanannya sangat mirip dengan anak-anak.
"Xabara sayang?" Ratu berlari melihat Xabara.
Xabara berhenti mengunyah sambil memutar kepalanya melihat Ratu, Rovert mendengar Ratu memanggil Xabara pun berlari dari dapur.
"Sayang? kamu kemana aja sih? aku sampai tidak bekerja karna mencemaskanmu, kenapa Ponselnya tidak dibawa?" Rovert pun muncul dengan baju Formalnya.
Rovert tadi mau berangkat bekerja tapi tidak menemukan Istrinya langsung panik, Ia tidak berangkat bekerja malah melihat CCTV ternyata Xabara keluar diam-diam karna merasa cemas Rovert tidak jadi bekerja malah lebih memilih menunggu di Mansion sambil menghubungi Xabara yang pergi tanpa permisi.
Xabara memamerkan plastik belanjaannya ke Rovert dan Ratu.
"ak-aku pengen makan ini!" jawab Xabara dengan nada memelas.
"ya ampun sayang!! kenapa harus pergi diam-diam hmm? aku bisa membelinya untukmu kan?" Rovert menangkup pipi Xabara.
__ADS_1
"cuma ada di Pasar biasa yang tidak pernah dikunjungi oleh Orang Kaya sepertimu, hanya Orang dari kelas menengah kebawah yang bisa memasuki Pasar bau itu." balas Xabara.
"apa-apaan kamu sayang? apapun akan kami belikan untukmu sekalipun mendapatkan seekor Ikan besar di lautan lepas." kata Ratu dengan cemas tapi juga lega Xabara kembali dalam keadaan baik-baik saja.
"Sayang dengar?? apapun yang kamu mau akan aku penuhi sekalipun aku harus mencari seekor ikan didalam lumpur bau, lain kali bawa aku bersamamu ya?" pinta Rovert serius.
Xabara mengangguk diam-diam Ia terharu, "boleh aku makan? aku sudah tidak sabar memakan ini, aku mengantri 20 menit dan menunggu selama 30 menit juga."
alhasil mereka menemani Xabara makan dengan sangat lahap, walaupun jajanannya aneh menurut Rovert dan kurang gizi menurut Ratu tapi tidak melarang Xabara memakan itu sebab Xabara memang sulit makan.
.
kini Xabara berada di hadapan Rovert tepatnya di Ruangan Kerja Rovert, Ia melipat kakinya dengan anggun.
"kenapa aku harus disini? apa kau mau mengekangku?" tanya Xabara dengan datar.
Rovert pun berpindah disamping Xabara lalu memegang tangan Xabara, "Sayang? aku baru dapat kabar kalau Orang-orang Lios sudah mengangkat wanita yang menjadi musuhmu itu sebagai pemimpinnya, apa semudah itu mereka berpaling sementara mereka belum menemukan may*t Lios?"
Rovert memang sudah menghapus jejak Lios tapi Ia merasa heran dengan cara Orang Mafia yang bisa mengangkat Ketua padahal belum lama Lios menghilang karna nya.
Xabara berubah serius, "sudah ku duga dia akan memanjat posisi itu, kamu tenang saja Rovert aku bisa bersembunyi dengan baik dan dia tidak mengenaliku."
Xabara dan Rovert berbicara serius tentang Ralista, wanita itu sudah menjadi pemimpin Mafia.
"jadi kalian sudah musuhan saat itu karna Wanita tua itu ingin menjadi yang terkuat?" tanya Rovert.
Xabara terkekeh mendengar kata Wanita Tua dari bibir Rovert, "apa dia terlihat Tua?"
"Aya yang bilang berarti benar." jawab Rovert.
"sekarang fokuslah dengan pernikahan Aya dengan Barrest saja Rovert, asal kamu tau Aya juga populer dikalangan Pria jika ada yang mengenalinya." kata Xabara.
"maksudmu sayang? memang ada yang mengenalnya?" tanya Rovert.
"Aya itu gadis yang ceroboh dia suka bertindak tanpa berpikir dengan akibatnya, tapi kalau masalah pekerjaan dia sangat bersih hanya saja sifatnya yang ceroboh itu bisa dikenali oleh orang yang pintar." jawab Xabara.
.
.
.
__ADS_1