Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
mesra


__ADS_3

.


.


.


Ratu memegang kedua tangan Xabara, "terimakasih sudah mau mengandung mereka dan melahirkan mereka bersusah payah sayang." ucap Ratu berkaca-kaca ke Xabara.


Xabara tersenyum mendengarnya lalu mengusap mata Ratu, "Terimakasih Mom aku terima, aku juga berterimakasih karna Momlah yang membuatku merasakan rasanya punya Ibu."


"Mom tidak akan bertanya masa lalumu sayang, Mom sangat menyayangimu, percayalah Kedua Orangtuamu pasti bangga denganmu." kata Ratu.


Xabara menundukkan kepalanya, "benarkah Mom?"


Ratu mengangkat dagu Xabara lalu mencium kelopak mata Xabara dengan penuh kelembutan seorang Ibu, "tentu saja..!"


Xabara memeluk Ratu dan menangis di pelukan Ratu, Rovert hanya termangu melihat adegan itu karna tidak tau mau berbuat apa supaya Xabara tidak menangis padahal Xabara terharu bukan sedih.


"terimakasih Mom..! terimakasih telah menjadi mertua sekaligus Ibu bagiku." ucap Xabara dengan nada bergetar.


"Terimakasih telah mau berkorban membuat tubuh rampingmu harus menjadi gendut sayang, tidak bisa tidur, mempertaruhkan nyawa. Mom tidak menyangka penantian Mom malah membuat Tuhan memberi Mom 2 Cucu sekaligus." Ratu.


Xabara melepaskan pelukannya dari Ratu, "Mom harus sehat terus ya?"


Ratu tertawa lalu memuji Xabara yang lebih baik dari Putranya sendiri, mereka berdua menoleh ke Rovert yang segera menunduk berpura-pura sibuk dengan sarapannya.


satu harian itu Xabara dan Ratu bersama-sama bermain dengan Baby kembar, Rovert bekerja pun di dekat mereka bermain sebab kebahagiaan terbesar Rovert bukan Harta melainkan Xabara yang tertawa bisa melupakan masalah hidupnya.


Rovert melihat layar ponselnya yang bergetar lalu Ia segera berjalan ke Balkon dan mengangkat panggilan itu.


"bagaimana?" tanya Rovert.


"Tuan? kenapa anda tiba-tiba ingin tau Mafia di Rusia itu? mereka tidak memiliki identitas khusus, aku menemukan Mafia terkuat disana tapi dari informasi yang aku dapat Mafia terkuat itu akan ke Negara ini. apa dia musuhmu Tuan?" tanya Barrest.


"akan kesini?" beo Rovert.

__ADS_1


Barrest menceritakan Informasi yang Ia dapatkan sehingga tangan Rovert terkepal.


"bisa ceritakan masalahmu Rovert? kenapa berhubungan dengan Pria itu? dia Pria yang gila dengan senjata tajam dan perempuan, aku tidak tau detail yang sebenarnya tapi desas-desus di Negara sana sosok Pria ini benar-benar gila." Barrest.


Rovert menarik nafas dalam-dalam, "baiklah..!? terimakasih Informasimu walaupun tidak akurat tapi aku rasa sudah cukup untukku."


Rovert mematikan panggilannya dengan Barrest, Barrest pasti mengomel-ngomel di sana sebab Ia juga diberi tugas oleh Istri tercintanya untuk memata-matai Rovert tentang apapun yang bisa saja melibatkan Xabara, Aya tidak mau ketinggalan berita apapun tentang Xabara.


Rovert menoleh ke Xabara yang tertawa melihat Baby kembarnya sudah pandai merangkak, Ratu sampai mengabadikan moment itu dengan merekam aksi Baby kembar itu yang sangat aktif padahal umur mereka belum genap 7 bulan.


tangan Rovert terkepal kuat dan memejamkan matanya, "Xabara aku akan menjagamu, walaupun aku harus menjadi perisaimu apapun akan aku lakukan supaya kamu tetap baik-baik saja sayang." batin Rovert.


Rovert menenangkan diri lalu ketika Ia membuka mata tiba-tiba saja Ia kaget sudah ada Xabara di hadapannya, Rovert hampir saja lupa kalau Xabara adalah Ratu Higanbana yang langkah kakinya jelas tidak akan terdengar apalagi hawa keberadaannya mudah di tutupi oleh seorang XeniaXabara.


"ada apa Rovert? aku lihat kamu dalam masalah." tanya Xabara serius.


Rovert menarik pinggang Xabara dan memeluk Xabara dengan erat, "Aku tidak bisa menemukan Informasi apapun tentang Pria itu, yang aku tau dia akan datang ke Indonesia."


Xabara melepaskan pelukannya dari Rovert, "apa dia yang dimaksud Ralista?" tanya Xabara.


Xabara terdiam, sungguh Ia tidak berpikir akan hal itu tapi pemikiran Rovert memang bisa saja terjadi dilihat Ralista selalu saja berani melawannya padahal takut padanya, demi status Wanita terkuat itu Ralista rela melakukan berbagai cara demi menyingkirkan XeniaXabara.


"apa kamu takut sayang?" tanya Rovert.


Xabara berubah datar menatap Rovert, "aku takut?"


"iya takut ada orang-orang pasar terluka." jawab Rovert bingung apa yang Xabara pikirkan.


Xabara berdehem, Ia berpikir Rovert bilang Xabara takut padahal maksud Rovert Orang-orang yang tidak bersalah terluka karna Xabara.


"pah.. pah.. pah..!"


Baby Ana menunjuk Rovert dan Xabara yang tengah berbicara serius, Ratu tertawa lalu memanggil Rovert dan Xabara.


"kalian sedang apa ha?? Baby kembar itu sudah pandai meracau memanggil Papah." teriak Ratu.

__ADS_1


Xabara yang tadinya datar seketika berubah ekspresi berlari meninggalkan Rovert yang juga ikut berlari dengan sumringah.


Rovert mendekati Baby Ana yang merangkak ke arah Rovert lalu segera digendong oleh Rovert di cium penuh cinta.


"siapa sayang?" tanya Rovert sumringah.


"Pah.. pah.. pah..?" Baby Ana *******-***** hidung Rovert dengan tangan mungilnya.


hati Rovert begitu tergelitik hanya dengan sentuhan tangan mungil Putri kecilnya, rasa Cintanya pada buah hatinya semakin besar saja.


Xabara tersenyum manis melihat Rovert menciumi Putri kecilnya sedangkan Ratu tergelak keras, Rovert sudah persis seperti seorang Ayah padahal dulu Ratu mengira Rovert kelak berkeluarga hanya akan mementingkan pekerjaan saja apalagi jikalau sudah punya anak tapi berbeda ketika Xabara-lah yang melahirkan Keturunan Rovert.


"Rovert pekerjaanmu bagaimana? serahkan Ana kepadaku.!" pinta Xabara mengulurkan tangannya.


Rovert menggeleng kepalanya memeluk Putri kecilnya dengan gemas, "jangan pisahkan aku dengan buah cinta kita sayang."


Xabara melebarkan matanya, "buah Cinta mana?"


Ratu terkikik sambil bermain dengan Baby An yang sibuk memasukkan Puzzle ke dalam tempatnya, Baby An sangat cerdas di usianya yang masih kecil itu.


"ini buah Cinta kita." jawab Rovert memperlihatkan tampang imut Baby Ana yang mengerjabkan mata besarnya ke Xabara.


Xabara yang tadi malu mengakui semakin malu saja melihat wajah menggemaskan Putrinya itu adalah cerminan Rovert hanya versi imut namun hidung serta mata nya ternyata mirip dengan Xabara, bisa dikatakan Baby Ana perpaduan gen Rovert dan Xabara sehingga hasilnya adalah paras Baby Ana yang sangat imut dan dipastikan Baby Ana akan tumbuh menjadi gadis yang sangat menawan.


"lihat sayang..! mata besarnya mirip denganmu tapi garis tajam di sudut matanya ini mirip denganku kan?" tanya Rovert dengan gemas semakin menggoda Istrinya saja.


"tidak ada..! Ana anakku hanya mirip denganku saja." ketus Xabara membuang muka padahal Ia sangat malu mengakui hal itu.


Rovert terkekeh lalu membubuhi ciuman sayangnya di wajah menggemaskan Ana, mereka sangat bahagia sampai lupa masalah sendiri sedangkan Baby Ana memekik riang dalam gendongan Papanya. diam-diam Xabara memperhatikan perlakuan Rovert ke Baby Ana dan mengulum senyumnya tapi berusaha di tutupi oleh Xabara sekuat tenaga.


"sayang kita main ya? ikut Kakak yuk?" ajak Rovert ke Baby Ana sambil merangkul pinggang Xabara menuntun kedua perempuan yang sudah terukir indah di hati Rovert (Xabara dan Baby Ana).


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2