
.
.
.
"sayang? kamu dengar Mom? jangan angkat kakimu seperti tadi ya? kalau sebelah kakimu tergelincir bagaimana? ingat kandunganmu masih rawan sayang." omel Ratu.
Xabara memasang wajah datar nya di omeli oleh Ratu, beberapa saat Ratu mengomel Rovert tiba di kamar itu membawa banyak makanan seketika Xabara merubah ekspresi wajahnya berlari ke arah Rovert.
"sayang? baru saja tadi Mom peringati kok malah lari?" omel Ratu.
Rovert mengerutkan keningnya melihat Xabara mengenakan daster tapi jujur saja Istrinya itu sangat seksi dengan pakaian apapun.
"ada apa sayang?" tanya Rovert.
Xabara tidak mengubris Rovert malah mengambil semua makanan yang Rovert belikan untuknya sambil mengintip namun kakinya melangkah menuju Sofa.
Rovert tidak marah pada Xabara malah pergi ke Ratu, "ada apa mom? kenapa mom mengomeli Xabara? aku sudah bilang kan Xabara tidak boleh Stress dengan omelan Mom."
Ratu mengelus dada, "mom tidak bisa menahan mulut Mom Rovert, Xabara tadi tiba-tiba saja mengangkat sebelah kakinya tinggi-tinggi seperti seorang petarung saja."
Rovert tercengang, "jadi mom mengomelinya karna itu?"
Ratu menatap Rovert heran, "tentu saja."
"Mom dia sebenarnya Petarung! dia pernah menjadi dokter dan sangat bar-bar melawan para dokter lelaki yang suka padanya, dia sangat terkenal Mom maka nya bisa bertarung."
Ratu menganga, "benarkah?"
Rovert memegang kedua tangan Ratu sambil menarik nafas dalam-dalam,
"apapun yang Xabara lakukan Mom jangan mengekangnya ya? Xabara adalah Wanita yang unik Mom, ku Mohon jangan mengomelinya terlalu berlebihan." Rovert menurunkan harga dirinya memohon pada Ratu yang semakin menjatuhkan rahangnya.
Ratu mengelus rahang Rovert, "baiklah nak! Mom tau kamu sudah lama menunggu anak."
Rovert tersenyum lembut lalu mereka berpelukan begitu tulus untuk pertama kalinya seumur hidup.
"terimakasih Mom selalu memperhatikanku selama ini, tanpa aku sadari Mom-lah yang membuat Xabara berada disisiku." ucap Rovert lembut dan penuh makna.
Ratu tersenyum haru, sungguh itu pertama kalinya Rovert berbicara selembut ini padanya biasa nya mereka selalu saja berdebat masalah perempuan, ada saja pertengkaran mereka berdua.
"Mom tau nak!! kamu adalah Putra Mom yang kuat." kata Ratu mengelus punggung Rovert tapi Ratu tidak faham makna kata-kata Rovert.
mereka berdua melepaskan pelukan lalu tertawa dan Rovert menghapus air mata Ratu, Ratu mencium telapak tangan Rovert yang berlaku lembut padanya.
"kamu sudah pantas menjadi seorang Ayah nak." puji Ratu yang merasakan perubahan Rovert yang tidak egois lagi.
__ADS_1
Rovert menoleh ke Xabara yang makan begitu lahap sampai tidak melihat situasi, Ratu gemas dengan cara makan Xabara yang begitu lahap itu.
Rovert dan Ratu mendekati Xabara yang tidak menganggap ada manusia lain di sekitarnya, Xabara merasa sangat lapar padahal Ia bukan tipe wanita yang banyak makan.
"kemana semua makanan yang aku beli? kemana masuknya?" gumam Rovert takjub semua makanan yang Ia beli habis tidak tersisa hanya bekas-bekasnya saja.
Rovert melihat tubuh Xabara yang langsing sangat ideal itu menelan semua makanan yang Ia beli lalu Ratu berinisiatif mengambilkan minuman untuk Xabara.
.
malam hari,
Rovert tersenyum memandang wajah Xabara yang tertidur memegang tangannya, Xabara tidak bisa tidur jika tidak memegang tangan Rovert atau memeluk Rovert.
tangan Rovert perlahan terulur meraba alis, hidung, bulu mata serta bentuk bibir Xabara yang sangat cantik.
"Xabara kamu adalah jembatanku menjadi lebih dekat dengan Mom." batin Rovert dengan lembut.
Rovert tau hanya Xabara yang bisa membuat seorang Rovert mau melepas Ego dan harga dirinya, baik Rovert maupun Ratu semakin menyayangi Xabara berbeda dengan Xabara hanya mencintai Ratu sebagai seorang Ibu yang telah lama Ia rindukan.
Rovert mengecup kening Xabara lalu memeluk Istrinya itu dengan lembut, Xabara mencari posisi ternyaman dalam pelukan Rovert. sejak Xabara benci bau parfum Rovert, Ia tak lagi memakai Parfum namun Xabara suka dengan wangi asli tubuh Rovert.
.
pagi-pagi,
Rovert berangkat kerja tanpa membangunkan Xabara, Ia harus menghasilkan lebih banyak Uang untuk Xabara tak lupa Ia meninggalkan surat bahwa Ia sedang mempersiapkan pameran perhiasan Xabara di dalam Acara besar Perusahaan Rovert.
hal pertama yang disebut oleh Xabara ketika baru bangun adalah suaminya, Xabara tidak merasa aneh lagi kalau dipelukan Rovert tidurnya pasti sangat nyenyak sebab sudah terbiasa.
"apa dia sudah berangkat kerja?" gumam Xabara mengucek-ngucek kedua matanya.
Xabara membersihkan diri lalu memakai pakaian Formal dan melihat kertas yang di tinggalkan Rovert.
"Rovert bekerja sangat keras." gumam Xabara tersenyum tipis lalu melihat ke perutnya dan mengelusnya lembut.
"julukan anakku nanti terlahir dengan sendok emas." kata Xabara.
Xabara keluar dari Kamarnya ternyata Ratu telah menyiapkan sarapan untuk Xabara, dengan bahagia Xabara memakannya karna Ia suka merepotkan Momnya itu tapi jujur saja Ratu sangat bahagia.
"Mom? aku harus bekerja untuk Pameran di acara Rovert, ini kesempatan emas untukku Mom." ujar Xabara setelah selesai sarapan.
"kenapa harus bekerja keras sayang? Rovert bisa mencukupi kebutuhanmu." senyum lembut Ratu.
"anak kami harus menjadi Pewaris terkaya di Negara ini Mom, aku tidak mau anak kami menjadi manja kalau aku bermalas-malasan di Kamar."
Ratu tak melarang Xabara demi kebaikan Xabara dan janinnya Ratu harus kuat menahan dirinya untuk tidak khawatir justru membungkuskan cemilan sehat untuk Xabara setelah memastikan menantunya minum susu serta Vitamin.
__ADS_1
Xabara merasa bahagia diperlakukan begitu baik oleh Ratu, "terimakasih Mom." ucap Xabara dengan haru.
.
.
di Perusahaan Milik Xabara (Tiffany).
"dimana Aya?" tanya Xabara.
"Maaf Nona!! Nona Aya tadi pergi ke Perusahaan Tuan Muda Maldev untuk mengurus Acara Pameran kita nanti."
Xabara pun mengangguk mengerti, "bagaimana Perhiasan yang aku inginkan? apa sudah siap? aku mau lihat."
walaupun Xabara hamil tetap saja Ia bekerja dengan Profesional, tidak ada yang tau Xabara tengah hamil selain orang terdekat Xabara saja.
Xabara tiba-tiba sakit perut (mules) lalu segera ke Toilet umum Perusahaannya bukan Toilet di Ruangan Kerjanya, Xabara mengeluh dalam hati karna terlalu banyak makan kemarin membuatnya seperti ini tapi jujur saja selera makan Xabara tidak bisa ditahan.
Xabara tersentak mendengar percakapan para Karyawan nya diluar Toilet.
"kalian dengar? ada wanita yang menang pertandingan Kandidat lawan kuat XeniaXabara nanti."
"iya-iya?"
"kemampuannya sangat hebat banyak tersebar luas di sosmed."
"tapi aku penasaran siapa Nona XeniaXabara itu ya?"
"iya aku juga penasaran, sosok yang dicari-cari banyak Ketua Mafia dan Penguasa bisnis."
"apa diantara puluhan ribu wanita ada yang disebut Nona XeniaXabara?"
"tidak ada!! Tuan tampan Lios sangat mengenali gerak-gerik Nona Higanbana itu saat bertarung."
"Tuan Tampan Lios begitu terobsesi ingin menemukan Nona Higanbana itu, tapi kenapa Nona itu selalu bersembunyi ya? bukankah dia seharusnya bangga disukai banyak lelaki kaya dan tampan?"
Xabara mendengar itu memutar kedua bola matanya dengan malas, "kalian tidak tau saja itu merepotkan." batin Xabara.
para Karyawan itu terus saja bergosip sedangkan Xabara hanya diam sambil mendengar pembicaraan mereka semua yang penonton setia acara perkelahian antar wanita menjadi anggota Lios atau Ray.
"aku dengar Nona Higanbana itu jelek."
"ahahaha!! bisa jadi maka nya dia bersembunyi."
Xabara tersenyum saja mendengarnya, "ternyata gosip itu sudah menyebar, baguslah aku yakin pasti mereka yang menargetkanku akan berkurang." batin Xabara yang tidak marah dikatakan jelek.
.
__ADS_1
.
.