
.
.
.
sementara si Kembar masih asik dengan mainan ekstrim mereka itu sampai tidak sadar Xabara telah berada di belakang mereka.
"sedang apa?" tanya Xabara.
pragghhh...!
Ana menjatuhkan pisaunya sedangkan An memutar kepalanya melihat Xabara bersidakap dada memiringkan pandangannya ke An dan Ana.
Xabara mengulurkan tangannya dengan raut wajah serius, begitu polosnya An dan Ana berdiri dengan raut wajah menggemaskan mereka tapi sayangnya Xabara tidak terpengaruh dengan tingkah imut putra-putrinya itu.
"momhh?"
"sekarang serahkan sayang..!?" titah Xabara.
dengan kepala tertunduk mereka memberikan pisau masing-masing ke Xabara lalu Ratu tiba sikembar melangkahkan kaki kecil mereka ke Ratu serta bersembunyi dibelakang Ratu.
"ada apa sayang?" tanya Ratu penasaran.
Xabara memainkan 2 pisau dihadapan Ratu, "maaf Mom..! aku sudah berapa kali mengatakan tidak boleh ada benda tajam disini tapi kenapa mereka bisa mendapatkan ini?"
Ratu membelalak, "hah?"
Xabara menunjuk hasil karya kedua tangan nakal Putra-Putrinya itu yang sudah menghancurkan karpet mahal Ratu.
"Ya Tuhann..!" Ratu mendadak pusing.
"Mom?" Xabara berlari ke Ratu dan menahan tubuh Ratu yang hampir tumbang sementara sikembar sudah menghilang entah kemana.
"maaf sayang..! Mom lalai, mereka benar-benar sangat menakutkan bagaimana bisa tau coba dimana Mom menyembunyikan pisau." Ratu.
Xabara menoleh ke arah anak-anaknya yang sudah tidak ada, Ia benar-benar ingin mengikat kedua tangan mungil sikembar itu biar tidak lagi mencuri tapi sangat tidak mungkin karna kasih sayangnya membuatnya menjadi Iba dengan umur mereka yang masih belia itu.
"maksud Mom bagaimana? aku tidak mengerti." tanya Xabara dengan lembut.
"mereka punya hidung kecil itu tajam banget sayang, bau pisau mereka bisa tau bahkan pernah Mom kubur dalam tanah pun mereka tau." jawab Ratu dengan serius dan khawatir jadi apa cucu-cucunya nanti.
Xabara tersentak mendengarnya, "ja-jadi mereka menemukan dimanapun pisaunya berada."
"Iya sayang..! Para Pelayan sampai sembunyikan pisau di dalam lemari baju mereka sayang dan mengunci pintu kamar masing-masing supaya tetap aman." keluh Ratu.
__ADS_1
Xabara menganga mendengar cerita Ratu, ternyata selama ini Sikembar tidak pernah protes ditinggal biar lebih leluasa main pisaunya.
.
Xabara mencari sikembar yang tidak ditemukan dimanapun berada.
di kamar Rovert,
"pah..? pahh?" Ana merengek duduk diatas dada bidang Papanya.
Rovert menggeliat lalu melihat Putrinya Ia pun duduk, "sayang?" Rovert mengecup sayang kening Ana.
An duduk bersila disamping Rovert pun kaget ternyata ada An juga.
"apa salah kalian?" tanya Rovert langsung mengerti.
Rovert tau kalau An bukan tipe anak yang mau masuk ke Kamar Orangtua nya jika tidak ada masalah terlebih lagi An mencari Rovert, jelas Rovert tau kalau Putranya berbuat salah.
"sayang?" Rovert beralih menatap Ana yang sumringah.
Rovert menggeleng kepalanya, "kalian jadi buronan Mommy kalian ya?" sambar Rovert tiba-tiba menunjuk hidung kecil Putra-Putrinya.
Pintu tiba-tiba terbuka sehingga ketiganya melihat ke arah pintu kamar yang ternyata Xabara tengah bersidakap dada, Ana memeluk Rovert seketika dan An segera bersembunyi dibekakang punggung Rovert.
"kalian pikir Papa kalian bisa membantu? hmm? tidak ada yang bisa selamat dari teguran Mommy." kata Xabara dengan serius.
"Rovert tetap diam disitu biar aku yang membawa mereka..!" titah Xabara.
Xabara mendekati sikembar yang terus bersembunyi.
"sayang?" Rovert menahan lengan Xabara sehingga sikembar segera turun dari ranjang Rovert dan pergi dari Kamar Orangtuanya.
Xabara menepis tangan Rovert pelan, "mereka memainkan pisau kata Mom hidung mereka persis seperti anj*ng bisa melacak pisau disimpan dikubur."
Rovert terkejut lalu berubah tenang, "aku tau mereka salah sayang tapi anak kita belum cukup 2 tahun bisakah kamu tidak terlalu memperlihatkan wajah menakutkanmu hmm?"
Xabara melototkan matanya, "kata siapa aku memperlihatkan wajah menakutkanku pada anak-anakku? aku hanya ingin mereka mengerti kalau mereka belum boleh memegang benda tajam seperti itu."
lama-lama Rovert dan Xabara berdebat tapi Rovert masih bicara dengan lembut sedangkan Xabara yang kesal hanya pergi dari sana tanpa menoleh ke Rovert.
.
sejak saat itu sikembar tidak berani memegang pisau lagi karna baru pertama kali melihat wajah seram Mommy mereka yang biasanya sangat manis terlihat menakutkan ketika marah.
hari berlalu begitu saja mulai muncul masalah-masalah aneh di Taman LoveXabara yang ramai diperbincangkan medsos bahwa ada hantu di Taman itu hingga sepi.
__ADS_1
di Mansion tepatnya diRuangan Kerja Rovert,
"bagaimana Rovert? sudah dapat masalahnya?" tanya Xabara dengan tenang.
Xabara membantu masalah Rovert mencari dalang dari sosok hantu yang ditakuti Orang itu sampai tidak berani datang.
"sebentar lagi sayang." jawab Rovert sambil fokus memainkan komputernya yang mencari sesuatu dari hasil rekaman cctv.
"dapat..!" Rovert seketika memukul meja sedangkan Xabara berpindah tempat dan duduk dipangkuan Rovert yang gemas dengan tingkah Xabara tentu Rovert begitu senang dengan sifat Xabara itu yang terbilang manja itu.
"lihat...!" Rovert mengulang rekaman yang Ia dapatkan.
Xabara menyeringai melihat banyaknya kumpulan orang keluar dari Mobil dengan pakaian serba putih tapi banyak darah (hantu-hantu palsu).
"beruntung aku memasang cctv dimanapun itu dan sekarang akan aku Uploud ke Medsos." ujar Rovert
"tunggu..? perlu diedit." potong Xabara menepis tangan Rovert.
"bagaimana Rovert? aku sudah lama tidak pemanasan." tanya Xabara.
Rovert mengangguk, "aku setuju sayang..! apapun rencanamu aku ikuti !!! ciih...! hantu-hantu palsu ini sepertinya harus kita kerjai dengan cara yang sama sayang." ujar Rovert serius.
"apa kamu tau dalangnya?" tanya Xabara.
"Pemiilik Taman Hiburan Ayang, sepertinya dia tidak suka Taman kita digemari banyak peminat jadi berniat merebut kembali pelanggan - pelanggan setia.
Xabara mengotak-ngatik Komputer Rovert mengedit sebuah Vidio CCTV yang tertangkap, butuh waktu 3 jam bagi Xabara menyelesaikan semuanya dalam durasi 20 menit lebih lalu Xabara menguploudnya ke medsos.
Rovert masih setia memangku Xabara sampai siempunya sadar langsung berdiri.
"Rovert kenapa kamu tidak menyadarkanku? selama 3 jam kamu menggendongku apa tidak terasa sakit?" tanya Xabara dengan malu.
"aku senang sayang..! tapi bisakah kamu membantuku berdiri? kakiku terasa keram." pinta Rovert memelas.
Xabara pun menurut membantu Rovert berdiri dan memapahnya ke Sofa sedangkan Rovert senyam-senyum tidak jelas.
"Rovert aku akan mencekikmu jika ketahuan berbohong." Xabara menatap tajam Rovert.
Rovert menggeleng kepalanya, "aku tidak berani sayang!"
ditengah kekacauan Taman LoveXabara, Rovert masih bisa bahagia dengan Xabara tanpa ada masalah padahal bisa dikatakan Rovert seharusnya sedih karna rugi. mungkin karena dari awal niat Rovert membangun Taman itu bukan untuk jadi ladang bisnis bagi seorang Rovert.
entah apa yang akan Rovert lakukan pada pemilik saingan Taman Liburan yang bermain curang itu, sejujurnya Rovert itu malah tidak suka ada Orang yang bermain kotor juga suka menggunakan cara licik tentu membuat Rovert marah saja karna bukannya bersaingan sehat malah bermain kelicikan.
.
__ADS_1
.
.