
.
.
.
Xabara meneteskan air mata harunya sambil memperhatikan kedua tangannya yang telah berhasil membalaskan dendam kematian Kakeknya.
"Kakek aku sudah membalasnya." gumam Xabara sungguh lirih.
Xabara sangat bahagia bisa mengalahkan Pria yang katanya sangat kuat itu, sehebat apapun dia jika sudah racun Higanbana menggerogoti tubuhnya tidak akan ada yang bisa selamat walaupun orang itu anti racun sekalipun, malah lebih mematikan lagi Jika racun milik Higanbana memasuki tubuh yang kebal racun.
Rovert berhasil menutup akses CCTV ditengah kekacauan yang menimpa Barbel, semua petugas yang berjaga jadi kocar-kacir tidak bertugas lagi.
"huuhh!! tidak ada yang tersisa." Rovert menghapus keringat di pelipisnya yang bekerja hampir setengah jam menghapus semua CCTV yang bisa saja menargetkan Xabara.
"sebenarnya Xabara tidak akan dicurigai juga jika CCTV itu bocor tapi aku tidak mau Xabara di kepung dan diwawancarai, itu sama saja membuang waktu Istriku saja." keluh Rovert.
di dalam CCTV itu jelas terekam bahwa Barbel sangat tertarik pada Xabara lalu mengikuti Xabara sampai ke Toilet, tiba-tiba saja didalam Toilet itu Barbel meninggal sudah jelas pelakunya tidak akan diketahui karna tidak ada jejak pembun*han yang dilakukan Xabara melainkan saksi yaitu Xabara saja, Rovert tidak mau semua pekerja Barbel mewawancarai Xabara atas kematian Barbel sebab menurutnya tidak penting.
Rovert keluar dari CCTV yang sudah Ia hentikan selama 1 jam tentu Rovert bisa keliaran tanpa takut direkam.
"dimana Xabara?" gumam Rovert lalu berjalan ke Toilet wanita.
"sayangg?" panggil Rovert.
"hiks.. hiks..!"
Rovert langsung panik mendengar suara tangis Xabara, Rovert terlalu mencintai apa saja yang ada dalam diri Xabara sehingga suara tangisnya pun Rovert tau padahal Xabara tidak pernah menangis.
"sayang?" Rovert berlari langkah seribu memasuki Toilet tanpa memikirkan apa-apa lagi, peduli amat Rovert disebut cab*l memasuki Toilet Wanita yang penting Ia hanya ingin memastikan Istrinya baik-baik saja.
"sayang?" Rovert mengetuk-ngetuk pintu Toilet yang tertutup.
"Rovert? ak-aku?" suara Xabara terdengar bergetar.
__ADS_1
Rovert menggedor-gedor pintu Toilet itu, "sayang? buka sayang! aku janji akan menjaga apapun tentangmu, jangan malu padaku!" bujuk Rovert dengan nada khawatir.
Xabara membuka kunci Toiletnya lalu pintu pun terbuka, Rovert mendekati Xabara dan menangkup kedua pipi gadis pujaan hatinya itu.
"ada apa sayang? bukankah semua berjalan lancar?" tanya Rovert cemas.
Xabara mengangguk, "semua berjalan lancar ak-aku hanya terlalu bahagia, ka-kau tau Rovert? selama ini aku benci dengan kecantikanku sendiri yang membuatku hidup bersembunyi dari semua Orang yang menargetkanku tapi sekarang aku bahagia, kecantikanku berhasil membuat pelaku pembun*h Kakekku datang sendiri padaku! a-aku terlalu bahagia."
Rovert tersenyum lembut lalu memeluk Xabara mengelus punggung Xabara dengan penuh kasih, "sayang? jangan menangis lagi ya? hatiku sakit melihatmu menangis."
Xabara terdiam seketika mendengar perkataan Rovert mengingatkannya pada sosok Ayahnya.
"jangan menangis lagi Putri Kecil Papa ya? hati papa sangat sakit melihat Putri kesayangan Papa menangis." ingatan sosok Cinta pertama nya.
bagi seorang anak perempuan sosok Cinta pertamanya adalah Ayah kandungnya sendiri.
Rovert tak mendengar Xabara menangis lagi pun melepaskan pelukannya lalu menghapus sisa air mata Xabara, "Istriku yang tangguh tidak akan meneteskan air mata lagi."
"Putri Kecil Papa yang tangguh tidak akan meneteskan air mata lagi, iya kan?." ingatan perkataan Sosok Papanya muncul lagi dibenak Xabara.
.
sesampainya di Hotel dan tiba dikamar Rovert membaringkan Xabara ke ranjangnya.
Rovert mengelus kedua pipi Xabara, "istirahat lah sayang, pasti kamu lelah."
Rovert dan Xabara saling berpandangan cukup lama entah makna apa yang tersirat antara tatapan keduanya.
Flasback On,
"Kakek? apakah ada Pria yang akan mencintaiku sepenuh jiwa dan raganya padaku? semua lelaki sangat brengs*k Kek." tanya Xabara kecil yang umurnya sekitar 9 tahun.
sejak Xabara berumur 8 tahun telah menjadi seorang Mafia tunggal dengan bunga Khasnya Higanbana, saat itu Xabara belum memiliki siapapun hanya dilepas oleh King Demon untuk balas dendam lalu kembali lagi ke King Demon, sejak kecil Xabara yang bergabung ke dunia Mafia sudah terbiasa melihat hubung*n s**s padahal matanya masih polos dan tidak pantas melihat adegan dewasa.
"tentu saja anakku, dari 1000 Pria brengs*k ada 1 Pria yang baik yang akan mencintaimu dengan tulus, Pria itu tidak akan memaksamu untuk membalas perasaannya dan tidak mengekangmu tetap bersamanya."
__ADS_1
"bagaimana ciri-cirinya Kek?" tanya Xabara kecil.
"dia mengingatkanmu pada Orang yang sangat kamu cintai Anakku, jika kamu menemukan kemiripan itu maka janganlah ragu anakku!!? kamu harus genggam dia bagaimanapun caranya, ingatlah satu hal keberuntungan tidak akan datang kedua kalinya." kata King Demon memberi nasehat.
"kalau dia tidak mencintai aku bagaimana Kek?" tanya Xabara kecil.
King Demon tertawa kecil lalu menggendong gadis kecil yang sangat menggemaskan itu namun mematikan jika sudah menghabisi lawan walaupun tubuhnya kecil tidak sebanding dengan umurnya.
"Cucu angkatku ini sangat cantik! pikat dia dengan kecantikanmu sayang." bisik King Demon.
Xabara kecil menyeringai lebar lalu memeluk Demon dengan erat sebagai pengganti Kedua Orangtuanya yang telah meninggal dunia, bagi Xabara saat itu Demon adalah penyelamat keduanya setelah Rovert menyelamatkannya dari api dan Demon satu-satunya Orang yang sangat ingin Xabara lindungi tapi kenyataannya malah terbalik, Xabara tidak bisa melindungi Kakeknya tepat di umur Xabara yang genap 10 tahun King Demon meninggal dunia dan pelakunya Xabara tidak tau, King Demon hanya meminta Xabara pergi sejauh mungkin dan suatu saat nanti Xabara akan tau siapa yang melakukan hal itu padanya.
semua yang berkaitan tentang King Demon terputus, disaat pemakamannya Xabara hanya bisa melihat dari jauh, sungguh Ia tidak tau pelakunya, hanya berpikir dunia mafia memang kejam terlebih lagi berada di Luar Negri jauh lebih mengerikan, Xabara banyak menghabisi Mafia di Luar Negri demi membalas kematian Kakeknya lalu pulang ke Indonesia mengira semua sudah selesai dan Xabara di targetkan karna dianggap berbahaya telah menghabis* banyak orang tanpa Xabara ketahui yang menjadi otak pemb*n*han Kakeknya masih hidup dan itu sungguh membuat Xabara merasa bodoh dan tidak berguna sehingga membuatnya menangis merutuki kebodohannya itu.
Flasback Off,
"tidurlah!" kata Rovert mengecup kening Xabara lalu bangkit dan berbalik.
Xabara menahan lengan Rovert yang menoleh ke Xabara dan Rovert kembali duduk menanyakan keadaan Xabara.
Xabara tidak menjawab hanya duduk lalu memegang kedua rahang Rovert dan menci*m bibir Rovert, seketika Rovert mengerjab-ngerjabkan matanya dan kedua tangannya melingkar di pinggang Xabara.
Xabara melepaskan ci*mannya, "apa kau tidak menginginkanku?"
Rovert menatap Xabara serius, "apakah boleh?"
Xabara mengangguk lalu Rovert pun menc*um Xabara dengan agresif dan tangannya yang berada di punggung Xabara menurunkan resleting gaun Xabara.
.
.
.
Nae : Manusia tidak ada yang sempurna ya? hehe.. jangan kecewa masa lalu nya Xabara ya Readers! terkadang manusia pasti punya kesalahfahaman apalagi Xabara punya rasa percaya diri yang sangat tinggi dan Arogan. menurut Nae kepribadian sempurna serta keberhasilan itu berasal dari jatuh bangunnya setiap manusia.
__ADS_1
.