Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
siapa?


__ADS_3

.


.


.


"masalah itu ternyata belum selesai, aku tidak akan mengampuni pelakunya." batin Xabara beralih meraup wajahnya dan mengusap nya berkali-kali.


Rovert keluar dari Kamar Mandi dan melihat Xabara tampak masih gelisah, Ia mendekat lalu masuk ke ranjang mereka yang membuat Xabara kaget tidak sadar Rovert datang.


"sini !!?" Rovert melebarkan tangannya.


dengan malu Xabara masuk ke pelukan Rovert dan memejamkan matanya sebab hanya dekapan hangat Rovert saja yang bisa membuat Xabara tertidur walau punya segudang masalah.


"Rovert aku mengakui kamu sangat jenius." puji Xabara untuk pertama kalinya.


Rovert mengulum senyum, "Istriku memiliki Logika yang sangat sempurna."


Xabara tersenyum, " selama ini aku begitu percaya diri kalau aku yang terbaik dari semua orang tidak ku sangka masalah keluargaku sendiri aku bisa sangat bodoh."


"terkadang kita pasti bisa bodoh jika membahas Keluarga, rasa sayang kita kepada Keluarga yang begitu tulus membuat akal kita mati sehingga tidak bisa berpikir selain hanya mengedepankan hati, dan aku sangat tau itu dari apapun."


"terimakasih Rovert kau tidak menertawakanku." ucap Xabara dengan nada kian melemah seperti alam mimpi mulai menarik Xabara untuk segera tertidur.


Rovert mengecup lama kening Xabara, "aku akan balaskan dendammu sayang..! kita sama tentu saja aku tidak akan menertawakanmu, aku berharap dalang dibalik kematian Keluargamu bukan dari kalangan Keluargamu sendiri."


Rovert sangat tau bagaimana rasanya di khianati oleh Orang yang sudah dianggap seperti keluarga, sungguh sulit melawan rasa sakit di khianati oleh Orang yang sangat dipercaya berusaha membunuhnya hanya karna kekuasaan.


Rovert tau Xabara tidak punya Keluarga tapi Ia tetap cemas karna takut Xabara masih punya saudara atau seseorang yang dulu dianggap Ayah atau Kerabat baiknya tapi malah menghianati keluarganya.


ke esokan harinya,


Xabara terbangun mencari Rovert, Ia keluar dari Kamarnya dengan penampilan yang berantakan tapi bukannya bertemu Rovert malah bertemu dengan Ratu yang tertawa gemas dengan penampilan Xabara mencari Rovert.


"Rovert kembali ke Kota sayang, katanya sedang mencari hal penting tentang dirimu." jawab Ratu.


Xabara yang sedang sibuk mengucek matanya tersadar seketika, "apa Rovert langsung mencari tau?" batin Xabara.


"ayo sarapan sayang!?" ajak Ratu menuntun Xabara ke meja sarapan.


"tadi Rovert bilang kamu mengigau Roti kacang ya sayang? jadi Mom buatkan Roti kacang untukmu." senyum manis Ratu.


"benarkah Mom? ak-aku ngigau?" tanya Xabara kaget.

__ADS_1


Ratu terkekeh, "tidak usah malu sayang! ayo makan!?"


Xabara dengan wajah malunya memulai sarapan roti kacang yang si*lnya tadi malam Ia memang sedang memikirkannya tapi tidak disangka Xabara mengigau dipagi hari, pasti Rovert menertawakannya begitulah pikiran Xabara yang sangat malu.


"apa Rovert tidak makan roti ini Mom?" tanya Xabara.


"Rovert alergi kacang sayang." jawab Ratu.


"alergi kacang?" beo Xabara.


Ratu mengangguk sambil menyerahkan segelas susu dan vitamin untuk Xabara.


"terus kenapa aku bisa pengen makan kacang Mom?" tanya Xabara heran.


Ratu tergelak, "sayang? dulu saat Mom mengandung Rovert juga sama sepertimu mengidam jagung bakar, Roti Kacang."


Xabara mengelus perutnya, "apa anakku akan mirip Rovert Mom? kenapa ngidamnya bisa sama seperti Mom ketika mengandung Rovert?"


Ratu kembali tertawa, "kenapa sayang? kamu tidak suka anakmu mirip Rovert? bukankah sangat wajar? dia memiliki gen Rovert kan?"


Xabara menekuk kedua alisnya, "kalau begitu aku harus punya anak kembar supaya mirip Rovert dan yang lain mirip aku saja." gerutu Xabara pelan sambil menggigit Roti kacangnya dengan kesal.


Ratu menahan tawanya sekuat tenaga, "Mom lebih bahagia kalau anak kalian Triple sayang." batin Ratu begitu gemas.


di Perusahaan Rovert,


"saya harus memasak untuk calon Istri saya Tuan." jawab Barrest tanpa beban.


Rovert mendengus, "kalian sudah tinggal bersama padahal belum menikah."


"kami masih dalam batas wajar Tuan." jawab Barrest.


"hentikan sampai disini, aku mau kau cari Orang-orang yang tinggal lebih dari puluhan tahun di kawasan alamat ini." titah Rovert melemparkan sebuah buku yang sudah tertera alamat tempat tinggal Xabara dulu.


Barrest mengerutkan keningnya, "jika saya mencari tau ini anda harus lembur disini kecuali anda tidak butuh informasinya dengan cepat."


Rovert mendengus, "cepat cari !!? bawa Aya bersamamu jika membahas tentang Xabara pasti dia akan senang, sekalian aku memberimu waktu untuk menjadi lebih dekat dengannya."


Barrest terkejut, "ini tempat tinggal Nona Xabara dulu Tuan?"


"hmmm!! cepat cari tau sisanya biar aku yang datangi mereka nanti yang bisa jadi saksi kematian trag*s keluarga Istriku." balas Rovert.


Barrest semakin tidak mengerti, "bukankah anda bilang kisah Nona sangat mirip dengan anda? lalu kenapa mencari tau? Mafia yang membant*i Keluarga Nona Xabara sudah dibasmi oleh Higanbana kan?"

__ADS_1


"kau bodoh? lebih baik kau cari tau saja sana tidak usah bertanya, aku merasa ada yang janggal dengan Kematian mereka. bagaimana bisa Mafia Ilegal mendatangi Orang yang bekerja bersih selama sisa hidupnya ha?"


Barrest menjatuhkan rahangnya dengan mata kian melebar.


"pergi..! apa yang kau pikirkan itu memang benar." usir Rovert.


Barrest menunduk sopan segera melarikan diri karna Ia tidak sabar untuk menjemput calon Istrinya di Perusahaan Xabara.


Rovert pun melanjutkan pekerjaannya seorang diri tanpa bantuan Barrest walau repot Ia harus menyelesaikannya sebab Rovert sendiri memang tidak sabar ingin mengetahui kebenaran tentang masa lalu Istri nya.


entah mengapa Rovert penasaran akan hal itu dan bertanya pada Xabara, tidak disangka reaksi Xabara sangat berbeda malah terlihat syok sedang memikirkan pertanyaannya itu seakan benar saja.


.


"Apaaa?" Aya terbelalak mendengar bisikan Barrest.


"bagaimana? mau ikut?" tanya Barrest tanpa pikir panjang Aya mengangguk memegang lengan Barrest.


"bawa aku!" pinta Aya dengan serius.


Barrest melihat lengannya yang dipegang oleh Aya mengulum senyumnya.


Aya meninggalkan Pekerjaannya langsung mengikuti Barrest yang sedang mencari tau tentang Keluarga Xabara, Ia tidak peduli apapun yang penting dendam Xabara harus dituntaskan sampai akar-akarnya.


"bagaimana Tuan Rovert bisa berpikir ada beberapa hal janggal tentang kematian Keluarga Nona-ku?" tanya Aya.


"aku juga tidak tau dengan jelas tapi dalam perjalanan aku memasuki tempat kerjamu tadi aku mencari tau lewat berita, aku pikir benar juga apa yang Tuan pikirkan."


"apa yang Tuan Rovert pikirkan?" tanya Aya.


"kalau Tuan Abaroni memang dikenal sebagai Pengusaha yang pekerjaannya paling baik dan bersih lalu kenapa para Mafia itu mendatangi Papanya Nona Xabara?"


Aya terdiam, "maksudmu ada yang sengaja...?"


"hmm.. dalam hal pekerjaan seorang karyawan tidak akan bisa naik jabatan jika bukan karna kerja keras di iringi rekomendasi Managernya, kamu mengerti maksudku kan?"


Aya mengepalkan tangannya, "siapa yang mengadu domba Keluarga Nona Xabara?"


"itu tugas kita mencari tau Aya, masalah pernikahan kita tidak usah dipikirkan semua sudah di selesaikan oleh Mama dan Tante Taylor."


Aya mengangguk, "sekalipun aku tidak tidur siang-malam aku akan mencari tau kebenarannya."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2