Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
apakah benar?


__ADS_3

.


.


.


Irene datang mengantarkan minuman langsung untuk sahabat baiknya.


"Xabara?" panggil Irene sambil duduk disamping Xabara memberikan botol mineral yang Ia bawakan.


"aku baik-baik saja Iren, kenapa kamu seperti ini hmm? acaramu bagaimana?" tanya Xabara.


Irene meminta maaf pada Xabara telah membuat Xabara dipukul padahal bukan salah Irene, Xabara tersenyum lalu memeluk Irene serta mengatakan semua baik-baik saja dan meminta Irene melupakannya.


"kamu baik sekali Xabara!? pantas saja Tuan Rovert sangat mencintaimu bahkan langsung melamarmu tanpa berpikir lama." puji Irene yang sangat menyukai Xabara padahal Irene perempuan.


"iya ! iya sana pergi urus masalah yang ditinggalkan oleh Clara." kekeh Xabara.


Irene mendengus pelan, "kalau begini siapa yang bisa menjadi modelku? aku kesulitan mencari model utamanya."


"kalau tidak ada aku saja." jawab Xabara.


"hah? kamu mau? berapa aku harus menggaji Nona Muda Maldev?" kaget Irene.


Xabara tersenyum manis, "bayarannya kamu harus memakai perhiasan baruku selama 1 bulan, tidak apa dicicil sekalian bantu aku PROMOSI!"


Irene tersentak lalu tertawa lebar segera Ia memeluk Xabara dengan gemas, "aku akan beli Kontan."


Xabara pun didandani oleh tim penata rias Irene, gaun simpel yang Xabara kenakan milik Taylor dan segala perhiasan sederhana ditubuh Xabara adalah dari perhiasannya sendiri, Xabara memang sangat terobsesi perhiasan dari Tiffany semakin terkenal, yaitu nama Perusahaan besar pembuatan perhiasan langka milik Xabara.


Irene sangat gembira semua rencana nya berjalan lancar karna Xabara walaupun Irene terkadang sampai pusing mendengar celotehan para wanita bertanya kalung yang Xabara kenakan yang sedang perpose didepan kamera itu.


.


malam hari,


"Xabara kamu yakin tidak mau dibayar?" tanya Irene semakin tidak enak pada Xabara.


Xabara terkekeh lalu mencubit kedua pipi Irene yang sangat menggemaskan hingga tiba-tiba sebuah buket Bunga muncul di samping Xabara.


"selamat ya Irene.!" ucap seorang Pria saat Irene dan Xabara menoleh ternyata Ray.


Xabara terkejut sesaat, "ehh?? kenapa Mafia tulen ini bisa ada disini?" batin Xabara sembari menelisik tubuh Ray yang ternyata sudah sehat dari racun Anggota Higanbana.


Ray memperhatikan Xabara yang sungguh menawan, "haii?." Ray menyapa Xabara.

__ADS_1


"Ray kau jangan menggoda Sahabatku ?" ancam Irene memukul lengan Ray.


Ray menoleh ke Irene, "siapa dia emangnya?" tanya Ray tersenyum tampan ke Xabara yang diam dengan wajah datarnya.


Irene tidak menjawab Ray sebab Irene tau Ray bukan tipe orang yang suka melihat berita tentang perempuan yang menurutnya tidak ada yang menarik, Ray hanya suka perempuan yang pandai bertarung bahkan terobsesi ingin menjadikan Ratu Higanbana sebagai Ratu di hidupnya.


Irene melihat ke Xabara, "Xabara kenalkan dia ini sepupuku yang gila itu."


Xabara mengangguk, "oh dia ya? kenapa wajahnya ada luka?"


Irene tertawa melihat wajah merah Ray dengan pertanyaan polos Xabara seperti gadis yang tidak pernah melihat Orang terluka.


Ray pun tidak mencurigai Xabara karna setau Ray perempuan dimatanya hanya tau berdandan dan bergaya saja bukan bermain pistol, pisau serta beladiri.


"dia hobi berkelahi !" jawab Irene.


"beruntung kamu cantik sayang kalau lelaki mungkin sudah aku tanya balik, bagi kami lelaki yang tidak punya bekas luka itu hanya banci." kata Ray dengan senyuman tipisnya.


"apa maksudmu?" tanya Irene sekali lagi memukul Ray.


"kalian perempuan hanya tau berdandan dan berpose saja, mana mungkin kulit kalian bisa tergores karna benda tajam." celutuk Ray.


Xabara menatap tak suka Ray, "dia memang hanya Pria gila." ketus Xabara lalu Irene mengangguk membenarkan.


Ray melebarkan matanya tak percaya dengan perkataan Xabara yang tidak disaring sama sekali.


Ray menoleh ke Rovert, "sedang apa dia disini? apa dia mengejarmu?" tanya Ray ke Irene.


Irene memutar kedua bola matanya dengan malas lalu melihat Xabara dan Ray beralih ke Xabara.


"apa kamu kelamaan menungguku?." tanya Rovert memeluk Xabara dari belakang.


Xabara tersenyum kikuk ke Irene yang tertawa cekikikan lalu Ray malah mendengus malas.


"kalau dia pandai bertarung pasti aku suka, apa gunanya punya wajah sangat cantik dan seksi kalau hanya bisa berdandan serta bergaya saja." batin Ray.


"tidak juga! kenapa kamu memelukku didepan Irene?." kesal Xabara.


Rovert memeluk Xabara semakin erat karna jujur saja Ia cemburu ada Pria lain yang menatap Xabara yaitu Ray.


"dia juga si gila." ujar Xabara tanpa canggung mengejek Pria nomor 1 yang diidamkan wanita itu tengah memeluknya.


Irene tertawa lalu Xabara pun pamit pergi tanpa berbicara dengan Ray, Ray malah tak suka dengan tingkah bucin Rovert.


"dia sahabat baikku sangat cantik, sangat baik, keren serta menawan tentu saja Pria akan bucin padanya." bela Irene ketus sambil berkacak pinggang ke Ray.

__ADS_1


"terima bungamu !" Ray menyodorkan bunganya ke Irene yang mengomel tak senang make-upnya jadi luntur.


Ray pun pergi karna kalau membahas make-up membuatnya tidak senang kecuali tentang pisau atau sejenis pistol.


Rovert dan Xabara perpegangan tangan dengan mesra, Xabara sudah tidak canggung perlakuan Rovert yang memang sangat manis di luar Mansion atau Apartemen seperti Xabara sangat dicintai padahal kalau di dalam Kamar mereka berdua selalu saja berdebat seperti kucing dan anj*ng saja.


"Hoeeekkk !!?" Xabara tiba-tiba merasa mual.


Rovert pun panik memegang bahu Xabara, "Xabara kenapa?" tanya Rovert.


"ti-tidak tau Hoeekkk!!?" Xabara menepis tangan Rovert dan terduduk memuntahkan isi perutnya.


beberapa orang yang lalu lalang tertawa lebar, Rovert marah-marah pada mereka yang berani menertawai Istrinya yang sedang muntah.


Rovert menggendong Xabara yang mual menutup mulutnya itu serta membawa Xabara ke Apartemen, baru beberapa menit kemudian Ratu masuk ke Apartemen mereka dengan tergesa-gesa menanyakan keadaan Xabara.


"dari mana mom tau Xabara muntah? aku belum bilang apa-apa." tanya Rovert.


Rovert tercengang melihat Ponsel yang ditunjukkan Ratu,


"Nona Xabara tadi Mual-Mual didepan Bandara, aku rasa dia Sedang Hamil." begitulah status seseorang dilayar Ponsel Ratu.


"Menantuku harus dicek !" kata Ratu berlari mencampakkan tas serta sepatunya kesembarang arah menuju kamar Xabara.


"mana mungkin Xabara hamil sementara kami tidak pernah melakukan hubungan itu." gumam Rovert menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


seketika pikiran Xabara berselingkuh pun menari-nari di otaknya, Rovert menggeleng keras.


"seorang XeniaXabara tidak akan melakukan hal serendah itu." ujar Rovert segera menghubungi dokter perempuan yang bisa menjawab apa yang terjadi dengan Xabara.


Rovert tau Xabara adalah perempuan yang sangat mahal.


.


"Mom? a-aku? Hoeeekkk!" Xabara seketika membekap mulutnya dan kembali berlari memasuki kamar mandi.


Ratu pun mengikuti dengan terburu-buru, "semoga saja kamu memang hamil sayang."


Xabara yang mual-mual semakin terasa mual, "habis aku !!? mana mungkin aku hamil, pasti karna masuk angin ! si*l siapa yang menyebarkan gosip ini." batin Xabara.


Ratu mengelus-ngelus punggung Xabara sambil mengeluarkan alat tes kehamilan dari saku bajunya.


"Uhuk-uhukk...! Hoeekk!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2