
.
.
.
Xabara tidak menyangka Rovert bisa tau banyak hal sementara Xabara masih banyak acuhnya, Ia tau siapa Pria itu tapi tidak pernah berpikir bahwa kedudukannya akan setinggi itu dan jujur saja Xabara terlalu meremehkannya.
"mau aku kenalkan padanya?" tanya Rovert.
Xabara menggeleng kepalanya, "aku takut tidak bisa mengontrol diriku jika berhadapan langsung dengan otak pembunuh kakekku."
"kamu tidak akan menemukannya sayang, dia bermain kotor menghabisi lawannya lewat tangan orang lain tanpa mengotori tangannya dengan darah musuh." balas Rovert.
Xabara menyandarkan keningnya dibahu Rovert, "aku sangat malu padamu yang lebih tau banyak hal dibanding aku."
Rovert mengulum senyum, "otakku memang sangat encer tapi kalau soal kelicikan dan akting aku sangat tau kamulah juaranya."
Xabara tersenyum dibahu Rovert, "apa kau baru saja memujiku?"
"tentu saja!? jangan merasa malu padaku sayang, justru aku merasa senang bisa berguna untukmu setidaknya aku tidak menjadi pecundang dibanding Ratu-ku yang tidak terkalahkan ini." bisik Rovert sambil merangkul pinggang Xabara.
Xabara terkekeh, sungguh Ia merasa lucu sejak awal pernikahan Kontrak mereka berdua selalu saja berdebat tapi sejak Rovert mengakui perasaannya tidak ada pertengkaran lagi, Rovert sering mengalah dan tidak lagi menutupi perasaannya walau masih menyebalkan bagi Xabara.
Rovert tersenyum saja mendengar tawa Xabara, "aku senang bisa menghiburmu sayang, setidaknya kamu melupakan Monster ini." batin Rovert.
Xabara menjauhkan dirinya dari Rovert sembari mengangkat gelas berisi minumannya.
beberapa tamu yang ada tidak sengaja menyenggol Rovert yang sedang memandang lekat Xabara.
dugghh..
"Ehh?"
cupp!!
bibir Rovert mengecup kening Xabara, Xabara terdiam sambil memegang gelasnya yang nyaris saja jatuh saking kagetnya.
"sayang aku tidak berniat sengaja melakukannya." Rovert menjauhi bibirnya dari kening Xabara.
__ADS_1
Xabara heran mengapa reaksi Rovert seperti itu, "setauku kalau lelaki cinta ke perempuan suka mencium apa kau tidak suka menciumku?" pertanyaan Xabara yang sungguh polos.
Rovert mengulum senyumnya, "tapi perempuan mahal sepertimu tidak bisa diperlakukan seperti itu! apa aku boleh menciummu?"
Xabara mengerjabkan kedua matanya lalu segera melihat arah lain dengan wajah memerah, kenapa Ia merasa malu saat ada Pria yang izin ingin menciumnya? Rovert memang berbeda dan Xabara bisa merasakan Rovert sangat menghormatinya.
Rovert mengelus kepala Xabara dengan lembut, "aku tidak terburu-buru lagian aturan nikah Kontrak kita sudah tidak berlaku lagi kan?"
Xabara diam sambil minum berpura-pura tidak dengar membuat Rovert gemas dengan tingkah Xabara yang sangat imut dimatanya.
tiba-tiba pandangan Xabara tertuju pada Barbel yang tengah berjalan ke arahnya, jemari lentiknya meremas gaunnya. Rovert menyadari ada yang berbeda dengan Xabara lalu menoleh ke arah tatapan Xabara membuatnya tersadar.
"Xabara tidak boleh ketahuan." batin Rovert.
Rovert menggenggam tangan Xabara lalu membisikkan sesuatu ditelinga Xabara, "rencana kita berhasil sayang sekarang kamu bisa suntikkan jarum beracun itu di kepalanya. apa perlu aku yang melakukannya?"
Xabara tersadar lalu tersenyum ke arah Rovert yang seakan membuatnya tetap berpikir jernih, ini kesempatan emas Xabara untuk balas dendam. jujur saja mereka sudah menerka-nerka hal ini bisa saja terjadi tapi perkiraan mereka hanya sekitar 2% saja, tak disangka kecantikan Xabara memang berhasil mengundang tatapan Barbel.
(Translete)
"halo Nona!" sapa Barbel yang sudah tua namun masih terlihat gagah.
Rovert menoleh bersamaan dengan Xabara, "ada apa Tuan Barbel?" tanya Rovert.
"Istri saya." jawab Rovert.
Barbel mengangguk sambil memperhatikan bentuk tubuh Xabara yang sangat menggiurkan bagi penggila wanita sepertinya, Rovert mengepalkan tangannya dan Xabara menyadari itu sebenarnya geram tapi Ia tahan, segera tangan Xabara menarik ujung jas Rovert.
Rovert menoleh ke Xabara, "ada apa sayang?"
"boleh aku berdansa dengannya?" tanya Barbel dengan tidak tau malunya.
Rovert memicingkan matanya, "anda terlalu berkuasa membuat anda suka menganggap rendah istri Orang lain? anda tau sendiri negara kami tidak memiliki pergaul*n terlalu bebas seperti negara anda."
Barbel tertawa pelan, "aku tipe Pria yang akan mendapatkan apapun yang aku inginkan."
"apa anda barusan mengancam saya untuk menuruti keinginan anda?" tanya Rovert dengan sorot mata tajam.
Barbel memperhatikan Rovert, "apa kau tidak tau siapa aku?"
__ADS_1
"kenapa saya harus mengikuti kemauan anda? saya tidak suka memberikan apa yang saya miliki kepada orang lain." jelas Rovert malah menantang.
Rovert membawa pergi Xabara dari Barbel yang menyeringai sinis memainkan wine di gelas yang dipegangnya kini.
tingkah Rovert yang melawan seorang Barbel sudah jelas membuat Barbel tersinggung dan semakin menginginkan Xabara.
Rovert membawa Xabara ke sudut Ruangan lalu mengunci tubuh Xabara, "sayang aku minta kamu berhati-hati, dia sudah terpancing."
Xabara mengangguk mengelus rahang Rovert, "aku tidak akan menyia-nyiakan 5 menit yang kamu berikan padaku."
Rovert memeluk Xabara dengan sayang, "aku tidak menyangka pemikiran 2% kita benar-benar terjadi."
awalnya Rovert dan Xabara akan balas dendam yaitu membun*h lewat tangan lain tapi tak disangka rencana mereka berubah, ternyata Barbel tertarik dengan kecantikan Xabara.
Xabara berjalan ke Toilet di ikuti oleh Barbel yang sudah memperhatikan gerak-gerik Xabara dari jauh, Ia tidak tau kalau Xabara sangat beracun alias bukan perempuan biasa, menurut Barbel semua wanita sama saja.
Xabara menyeringai menyadari dirinya di ikuti oleh Barbel, "dunia mafia memang biasa menargetkan perempuan cantik." batin Xabara yang merasa baru kali ini kecantikannya sangat menguntungkan dirinya sendiri.
Xabara masuk ke Toilet wanita lalu Barbel pun masuk ke Toilet wanita tanpa berpikir panjang dan Ia tidak melihat ada Xabara disana kecuali pintu salah satu Toilet tertutup.
Pria tua itu menunggu Xabara didepan Toilet itu sementara Xabara tengah melipat kedua tangannya melihat sepasang sepatu di depannya, jemari lentik Xabara pun terulur ke kepalanya dan mengambil tusuk Konde kecil yang ada dikepalanya tepat diujungnya ada bunga.
Xabara pun hendak membuka pintu tapi mendengar suara langkah kaki segera Xabara berjongkok tidak memikirkan gaunnya dan dengan cepat menancapkan jarum sepanjang 10 Cm itu di kaki Barbel yang membeku ditempat.
"ap-apa ini?" batin Barbel yang anehnya tidak bisa bergerak sama sekali.
Xabara mengelap jarum nya dengan tisu lalu membuangnya ke Kloset serta menyiramnya, setelah menghilangkan jejak Ia menancapkan jarum itu di kepalanya seperti konde rambut.
bruughh!!
tubuh Barbel pun terkapar di lantai yang langsung saja mat* ditempat tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Xabara berdiam diri didalam Toilet, ketika banyak perempuan seksi masuk tertawa bahagia satu sama lain sambil berdebat mulut tapi mereka menjerit seketika ada lelaki Tua tergeletak di lantai, Teriakan itu membuat para petugas berlari ke arah Toilet wanita.
"Bos?"
terjadi kekacauan detik itu juga, mereka berbondong-bondong menyelamatkan Barbel dan tidak melihat Xabara lagi saking paniknya dengan keadaan Pria yang sangat berkuasa itu mati konyol ditangan Xabara.
.
__ADS_1
.
.