
.
.
.
Xabara tidak mengubrisnya bahkan memainkan gas Mobilnya seperti mengancam akan menabrak siapapun yang ada didepannya.
"aku harus pergi dari sini!" gumam Xabara.
"Keluar!!" marah Lios.
Para Bawahan Lios pun hanya mengelilingi Mobil Xabara sementara Mobil yang lain sudah jalan perlahan-lahan karna teralihkan oleh Xabara.
"aku tinggal menghabisinya kalau berjumpa lagi." gumam Xabara segera melajukan Mobilnya menabrak bawahan Lios yang sebagian tidak sempat mengelak.
"kejar dia!!" teriak Lios.
"baik Tuan." jawab mereka berhamburan ke dalam Mobil namun Mobil mereka berada disebrang jalan cukup kerepotan ditengah banyaknya Mobil menghalangi aktifitas mereka.
Lios memejamkan matanya menahan rasa marah karna wanita yang Ia sebut jal*ng itu menendang keperk*s**nnya, bawahan Lios yang tertabrak oleh Xabara tidak terluka parah hanya tergores biasa saja.
"aku tidak akan memaafkan jal*ng itu." Lios mengepalkan tangannya dengan penuh dendam.
Xabara terus saja melajukan Mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai tiba di gerbang Mansion Ratu, Xabara tidak peduli masalah yang akan terjadi karna berani melukai Lios.
"salahnya sendiri yang menyebutku jal*ng." gumam Xabara yang saat ini pikirannya kalut dengan masalah Ratu yang sakit.
Gerbang Mansion Keluarga Maldev pun dibuka selebar-lebarnya untuk Xabara, lalu ditutup rapat sementara Mobil yang mengejar Xabara kehilangan jejak.
wajah Xabara sudah terekspos jelas tidaklah sulit lagi mencari Xabara, mereka semua juga mendengar Xabara sangat terkenal jadi melihat lewat berita. betapa terkejutnya para bawahan Lios saat tau ternyata perempuan itu adalah Istrinya Rovert Maldev yang Terkenal itu.
di tempat Lios.
"kalian tidak menemukannya?" tanya Lios dengan dingin.
"Tuan, perempuan itu adalah Istri Tuan Muda Maldev yang terkenal itu."
"oohh!? wanita yang tidak mau di gil*ri lelaki itu sampai Rovert Maldev rela memutus kerja sama nya yang bertahun-tahun itu?" Lios.
"ceritakan tentang jal*ng yang berani melukaiku itu, aku tidak akan memaafkan wanita itu dan aku pastikan membalas penghinaan ini dengan kedua tanganku sendiri." titah Lios.
__ADS_1
Lios tidak tau sosok yang Ia rendahkan itu adalah XeniaXabara yang asli dan semua sudah terikat bisa dipastikan identitas Xabara akan diketahui oleh Lios yang sangat mengenal gerakan Xabara ketika bertarung dengannya.
ditempat lain,
Xabara berlari dengan langkah lebar mencari Ratu yang tertidur lemah di atas Ranjang.
"Mom?" Xabara mendekati Ratu dengan mata berkaca-kaca melihat wajah pucat Ratu.
dengan tangan gemetar Xabara memegang kening Ratu yang sangat panas, ketika Pelayan datang Xabara memerintahkan mereka pergi supaya Xabara yang mengobati Momnya.
tidak ada yang menolak perintah Xabara sebab tau Ratu sangat mengasihi Xabara, sebelumnya mereka juga tau malam itu Ratu berlari Keluar Mansion dengan wajah bahagia tapi pagi-paginya Ratu kembali terlihat murung dan tidak mau makan sampai jatuh sakit, mereka tidak tau masalah Ratu hanya bisa menghubungi Rovert memberitau keadaan Ratu.
Xabara merawat Ratu dengan penuh perhatian seperti Ibu kandungnya sendiri sampai demam Ratu turun lalu Xabara ketiduran disisi Ratu, Ratu perlahan membuka matanya dengan lemah melihat kesamping bibir pucatnya tersenyum ada Xabara yang menggenggam erat tangannya menempelkan punggung tangan Ratu di bibir Xabara.
tangan Ratu yang lain mengelus kepala Xabara yang tersentak menegakkan badannya ketika sadar Xabara melihat Ratu tersenyum lembut kearahnya.
"Mom? kenapa Mom bisa sakit? aku minta maaf belum bisa membuat mom bahagia." Xabara memegang tangan Ratu meletakkannya di pipinya sambil berkaca-kaca.
Ratu jadi ikutan sedih telah membuat Xabara khawatir padanya, "maafkan Mom sayang! Mom janji tidak akan sedih lagi."
Xabara memeluk Ratu dengan erat dengan posisi tidur tapi tidak menimpa badan Ratu, "mom tenang saja, aku sudah datang ke Rumah Sakit serta banyak belajar supaya cepat memberimu cucu."
Ratu terenyuh dengan kata-kata Xabara yang berjuang untuk memberinya Cucu, "maafkan Mom ya sayang? Mom tau kalian lebih sedih tapi Mom merasa kalau Mom lah yang paling menderita."
Xabara tidak memikirkan apa-apa lagi demi Ratu bahagia dan mau hidup maka Xabara akan memberikan apapun yang Ratu inginkan, Xabara terus saja memberi harapan pada Ratu sampai semua kebohongan itu melukai hati Xabara sendiri padahal Ratu sangat tulus menyayanginya.
Ratu tersenyum lebar dan mengangguk lalu Xabara meminta Ratu untuk mengisi perut, melihat mangkuk berisi buburnya sudah dingin Ia pun izin menghangatkannya lagi.
Ratu menatap kepergian Xabara, "apa yang kau lakukan Ratu? Xabara tidak boleh stres karnamu dan itu bisa menghambatnya untuk cepat hamil, lagian pernikahan anak dan menantumu belum cukup 3 bulan tapi kau sudah begitu menderita padahal dulu kau dan suamimu butuh waktu 1 tahun dapat Rovert."
Ratu mengutuki dirinya sendiri yang membuat Xabara khawatir padanya, Ratu terlalu menginginkan cucu sampai melupakan umur pernikahan Xabara dan Rovert belum terlalu lama.
beberapa puluh menit kemudian,
Ratu tersenyum lembut dengan perhatian Xabara padanya, Ratu memeluk Xabara begitu erat.
"maafkan Mom ya sayang." ucap Ratu.
Xabara tersenyum lembut, "jangan sakit lagi ya Mom? aku hampir saja kecelakaan dijalan tadi ketika tau Mom sakit."
"apa?" Ratu melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Xabara memeriksa keadaan menantu kesayangannya itu.
__ADS_1
Xabara terkekeh, "aku baik-baik saja Mom hanya hampir saja."
Ratu kembali memeluk Xabara dan berjanji tidak akan membuat Xabara khawatir lagi sampai celaka karna dirinya, Ratu semakin menyayangi Xabara melebihi rasa sayangnya pada Rovert yang selama ini dibesarkan oleh Ratu seorang diri.
sore harinya,
Rovert berlari ke kamar Ratu dan kaget melihat Xabara juga ada disana, Ia terlalu khawatir dengan keadaan Ratu sampai tidak sadar ada Mobil Xabara terparkir di tempat khusus parkiran Mansion Itu.
"sayang kamu sudah datang?" Rovert mendekati Xabara yang menoleh ke arahnya bersama Ratu juga.
Ratu tersenyum lebar melihat Rovert tanpa ragu memanggil Xabara sayang didepannya sebab selama ini Rovert hanya memanggil Xabara.
"hmm." jawab Xabara yang tidak mengelak ketika Rovert mengecup keningnya.
Rovert duduk diranjang dan memegang kedua tangan Ratu, "apa Mom masih sakit? perlu aku panggilkan dokter? atau kita ke Rumah Sakit saja untuk periksa?"
Ratu memukul lengan Rovert, "bagaimana bisa menantuku yang merawatku ha? aku sekarang sedang berpikir mungkin Xabaralah anakku."
Rovert menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu melihat ke Xabara yang tersenyum saja mendengar omelan Ratu ke Rovert bahkan Xabara disebut anaknya Ratu, hatinya sangat senang di akui anak oleh Ratu.
"jadi Mom sudah sehat sayang?" tanya Rovert ke Xabara.
Xabara sudah biasa dipanggil sayang oleh banyak lelaki jadi tidak mempermasalahkan panggilan Rovert padanya.
"demamnya sudah turun." jawab Xabara.
"apa pekerjaanmu sudah siap? kita harus ke Amerika untuk memenuhi undangan Itu." ujar Rovert.
Xabara menatap Rovert, "secepat itukah?" tanya Xabara sedikit bersemangat.
Rovert tersenyum merapikan rambut Xabara, "aku harus membuatmu bahagia supaya cepat hamil."
Xabara memukul kepala Rovert, "jangan bicara hal seperti itu didepan Mom, hanya aku yang boleh bicara tentang hamil sama mom, lebih baik kau fokus saja belajar supaya lebih profesional !?."
Ratu tertawa melihat hiburan kecil didepan matanya itu.
"tapi Mom masih belum sehat sepenuhnya." Xabara menoleh ke Ratu.
Ratu tertawa dan berjanji akan makan dengan baik karna Xabara tidak percaya jadi mengutus Aya tinggal di Mansion menjaga Ratu.
.
__ADS_1
.
.