Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
tidak menyangka


__ADS_3

.


.


.


Xabara menoleh sekeliling semua penonton sudah hilang entah kemana lalu Ia melihat Rovert dan Barrest lah yang membuat kekacauan itu.


"tidak buruk..!" gumam Xabara lalu melihat arah lain dan Ia mengerutkan keningnya Polus sudah terkapar membuat para bawahan Polus begitu ramai mengelilingi Polus.


Xabara tau gejala itu karna racunnya tapi yang menjadi pertanyaan Xabara siapakah pelaku yang bisa menembakkan jarum beracun dengan jarak yang begitu jauh dan sangat akurat mengenai Polus tanpa disadari olehnya.


"kenapa Xabara?" tanya Aya mendekati Xabara yang tampak berpikir walau hanya melihat mata Xabara saja Aya tau kalau Xabara sedang berpikir.


Xabara menunjuk dengan ekor matanya lalu Aya melihat ke arah tatapan Xabara, betapa terkejutnya Aya kekacauan diatas sana bahwa Ketua mereka keracunan.


Xabara melihat sekeliling dan tidak ada yang Ia curigai sampai matanya menangkap mata Rovert yang menatap tajam Polus yang diangkat oleh Rombongan Polus dibawa pergi entah kemana.


"apa dia pelakunya?" batin Xabara menebak antara percaya dan tidak percaya.


Xabara memperhatikan lebih serius lagi, mata tajam Rovert menyipit seakan bangga telah mengalahkan Pria yang katanya terkuat sekali itu.


"semudah itu?" batin Xabara yang tidak menyangka menghabisi Polus semudah itu bahkan dengan cara yang tidak disangka-sangka sama sekali.


"sudah??" Mex mendekati Aya dan menatapnya serius.


"iya, kita sudah aman..? kalian bubarlah? terimakasih atas bantuan kalian semua." ucap Aya.


Mex melihat ke Xabara yang tengah menatap Rovert lalu Ia menunduk sopan saja dan pergi, sebab Ia tidak mau mengganggu pasangan suami-istri yang terlihat manis itu padahal Xabara hanya penasaran dengan apa yang Rovert lakukan sehingga bisa menjatuhkan Polus tanpa menyentuh apalagi jarak mereka sangat jauh begitu banyaknya penjaga.


Barrest mengedarkan pandangannya, "waahh...? sudah selesai kah?" tanyanya malah tidak percaya pertarungan begitu mudah diselesaikan oleh mereka.


Rovert mengangguk, "selesai..? ayo pergi..!" ajak Rovert menepuk pundak Barrest melangkah ke arah Xabara dan Aya.


Rovert terkejut ternyata sang Istri tengah memandangnya dengan mata memicing curiga, Rovert merasa bangga dengan insting Xabara yang begitu kuat sampai bisa mencurigainya dari sekian banyaknya Orang dilapangan itu.


"ada apa?" tanya Barrest ke Rovert yang tiba-tiba saja berhenti.


Rovert tidak menjawab malah terus melangkah meninggalkan Barrest yang termangu lalu menghela nafas panjang memilih pergi ke Aya saja.

__ADS_1


Rovert berhadapan dengan Xabara yang masih menatapnya seperti menuntut jawaban, "kita cerita nanti ya? apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Rovert menangkup pipi Xabara.


Xabara mengangguk, "aku baik-baik saja..! cepat ceritakan bagaimana kamu melakukannya?"


Rovert mengelus kepala Xabara lalu melihat sekeliling, "kemana mereka semua? kenapa malah bubar?" tanya Rovert melihat Orang Higanbana pergi.


"mau bagaimana lagi? siapa yang mau diserang sementara musuh sudah mati." sahut Aya dengan santai.


Ade berdiri tegak melihat Orang-orang Xabara sudah pergi, Ia diam melihat Mex yang pergi tanpa menoleh seolah pertolongan Mex dahulu itu tidak ada apa-apanya, Ade semakin bersemangat ingin menjadi semakin kuat dan bisa melakukan kebaikan seperti Mex yang tidak peduli dengan kebaikannya sendiri telah banyak menyelamatkan banyak Orang termasuk Ayahnya Ade.


Barrest membawa Aya yang langsung digendong olehnya, Aya memekik meminta diturunkan tapi tidak didengar oleh Barrest dan Aya punya kelemahan yaitu jika membahas Putranya merindukan Aya serta butuh asi sehingga Aya tidak bisa berkutik lagi.


Barrest akan membawa Aya naik taksi atau pesan taksi Online saja tidak mau bergabung dengan Rovert dan Xabara.


Ade malah melihat sekeliling tidak ada siapapun selain Xabara dan Rovert saja, Ade berlari kencang menyusul Mex untuk menumpang sebab Ia tidak mau menjadi nyamuk antara Rovert dan Xabara.


"sudah menatapku sayang?" tanya Rovert menunduk gemas ke arah Xabara.


Xabara menghembuskan nafasnya dengan pelan, "ayo cepat kita kembali..!"


Xabara langsung melangkah pergi melewati Rovert begitu saja, Rovert berlari menyusul Xabara merangkul pinggang Xabara tapi ditepis oleh Xabara karna Rovert tidak tau malu tetap saja merangkul pinggang Xabara sampai Xabara bosan dan membiarkan saja apa yang dilakukan Rovert.


Xabara mendengar cerita Rovert pun hanya bisa tercengang tapi hanya sedetik saja langsung berubah tenang.


"rencanamu tidak buruk bagaimana jika lemparanmu meleset?" tanya Xabara dengan raut wajah tenang.


Rovert tersenyum tampan, "bukankah tidak meleset sayang? kenapa harus membahas yang sudah berlalu? aku sudah bilang kan kalau aku sangat mencintaimu, membunuh Orang terkuat tidak harus pakai otot tapi dengan ini..?" Rovert berkata dengan bangga sembari mengetuk pelipisnya.


Xabara tersenyum tipis, "kamu sangat mencintaiku?"


"iya sangat." jawab Rovert mendekatkan wajahnya ke arah Xabara yang tidak malu sama sekali ditatap lekat oleh Rovert yang sangat tampan.


Xabara mendorong dada bidang Rovert, "aku tidak akan berterimakasih padamu."


"aku tidak butuh itu sayang, asalkan aku selalu melihatmu." jawab Rovert.


Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas lalu Ia memilih memainkan ponselnya sedangkan Rovert senyam-senyum memandang Xabara yang semakin cantik saja.


"sayang aku jadi ingin... hmmm?" Rovert tidak melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Xabara beralih ke Rovert melototkan matanya begitu galak ke Rovert yang nyengir kuda menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"sayang aku butuh kamu, lihat punyaku sudah berdiri karnamu." Rovert berkata dengan tak tau malunya sambil melihat celananya.


Xabara melihat itu pipinya langsung merona, "jangan macam-macam Rovert, ak-aku lelah karna perkelahian tadi." elak Xabara.


"kamu hanya berbaring saja sayang biar aku yang melakukannya." kata Rovert yang sudah kehilangan urat malunya.


"tidak mau..!" jawab Xabara ketus.


Rovert terkekeh langsung mengangkat kaki Xabara dan meluruskan kaki Xabara lalu Rovert langsung menindihnya, bisa-bisanya Xabara menyerang Rovert yang begitu cepat mengelak.


perkelahian tangan diantara mereka benar-benar cepat sampai Xabara berhasil mengalahkan Rovert tapi namanya laki-laki mes*m begitu mudah melakukan serangan balik sampai Xabara tidak habis fikir mengapa Ia menikahi Pria mesum seperti Rovert.


.


malam harinya,


Xabara dan Rovert kembali ke Mansion setelah memberi asi Sikembar, Xabara memainkan Ponselnya muncul berita tentang Higanbana ditantang oleh Orang jahat tapi malah mati mengen*skan di lapangan sepak bola.


Xabara terkekeh membaca komentar di Artikel itu,


"apa-apaan mereka? kenapa menantang seorang Ratu Higanbana?"


"*ahaha....! aku boleh ketawa tidak?"


"ya ampun...! kasihan sekali, siapa suruh menantang Orang Higanbana yang sangat baik membantu Orang lemah? Higanbana sangat tulus menolong orang tanpa meminta imbalan apapun*."


"Nona Higanbana aku mengagumimu..! aku Fans beratmu...!"


"Hebattt...!!"


Xabara merasa terhibur, Ia tidak menyangka kalau begitu dicintai oleh Orang banyak padahal Xabara membantu Orang lemah karna belajar dari masa lalunya yang hancur dalam sekejab akibat tidak punya kekuatan, Xabara menjadi kuat demi melindungi Keluarga yang tidak bersalah supaya tidak berakhir sepertinya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2