Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
untuk sesaat lupa


__ADS_3

.


.


.


"hai Xabara? apa kabar?" sapa Shen.


"baik." jawab Xabara memutar pandangannya melihat ke arah Rovert.


Shen berdehem, "Xabara apa kamu sakit?"


Xabara hanya memegang perutnya sehingga Shen melihat ke perut Xabara sambil menautkan kedua alisnya.


"maksudnya apa Xabara?" tanya Shen berusaha mencerna gerakan Xabara.


"menurutmu? apa yang membuatnya bisa terlihat bahagia begitu?" Xabara hanya bertanya balik sambil melihat ke arah Rovert.


Shen melihat ke Rovert.


"aku sedang senang, aku tambah uang kalian." Rovert berkata dengan lantang.


saking gembiranya Rovert tidak melihat ke Xabara justru sibuk berbagi-bagi rezeki demi merayakan calon anaknya dari rahim wanita yang sangat Ia cintai. para antrian menebus obat di Apotik pun ikut bersorak senang, siapapun tau Rovert tidak pernah bersikap baik begitu terang-terangan atau tersenyum pada publik tapi sekarang Rovert tertawa dan wajahnya berbinar-binar seperti anak kecil.


Shen melihat Rovert seperti itu lalu beralih ke Xabara turun pandangan ke Perut Xabara yang dielus lembut oleh Xabara.


"Xabara ka--kamu ha-mil?" tanya Shen tergagap dan tercekat.


"hmm." jawab Xabara masih mengelus perutnya tidak peduli apa yang Shen rasakan sebab menurutnya Shen itu sama saja dengan Pria lainnya hanya Rovert yang berbeda.


"se-selamat ya?" ucap Shen tersenyum getir dan sangat dipaksakan.


Xabara melirik Shen, "terimakasih. apa pernikahan mu dengan Clara baik-baik saja?"


Shen diam tanpa menjawab sambil menatap nanar perut Xabara, hatinya seperti ditusuk pisau tumpul berkali-kali ternyata wanita yang diam-diam Ia cintai telah Ia pendam perasaan itu selama bertahun-tahun lama nya kini telah hamil anak Pria lain.


Xabara melirik Shen sekilas ternyata tengah memandang perutnya, "setelah menikah dia masih berani memiliki perasaan padaku ! huh pasti Clara sangat menderita." batin Xabara diam-diam menahan senyumnya membayangkan penderitaan Clara.


Rovert berhasil mendapatkan Vitamin untuk Istrinya dalam jumlah yang terbilang cukup banyak, Rovert mengucapkan terimakasih pada mereka semua yang mau memberikan antrian nya ke Rovert sehingga Pria itu tidak terlalu lama membuat sang Istri lelah menunggunya.


Rovert melihat Xabara yang tersenyum ke Rovert tapi ketika ada Shen disamping Xabara membuat Rovert terbakar api cemburu, Rovert berjalan dengan langkah lebar ke arah Xabara lalu memeluk Xabara dengan posesif.

__ADS_1


"sayang? apa yang dia lakukan?" tanya Rovert menatap tajam Shen.


Xabara melepaskan pelukannya dari Rovert, "dia hanya menyapa saja !? cepat pulang Rovert!! aku tidak sabar memberitau Mom." desak Xabara.


Rovert pun luluh lalu membawa Xabara pergi tak menganggap Shen ada.


"Rovert? kejutan apa yang bagus untuk Mom?" tanya Xabara menoleh ke Rovert yang merangkul pinggang Xabara dengan mesra.


"Mom pasti bahagia sekali sayang!? aku harus bawa dokter untuk jaga-jaga Mom pingsan mendengar kabar kamu hamil." tawa Rovert.


Xabara terkekeh, "aku tidak sabar melihat ekspresi bahagia Mom-ku." ucap Xabara yang tidak sadar bibirnya mengatakan Ratu adalah Ibunya.


Rovert tersenyum saja melihat senyum bahagia Xabara, Ia tidak menyangka Ratu begitu berarti bagi Xabara walaupun Rovert belum mendapatkan hati Xabara sepenuhnya sebab Xabara hanya menganggap Rovert algoj* s**snya saja tapi yang penting bagi Rovert itu adalah Xabara mau mengandung anaknya dan Ia tidak akan serakah memaksa Xabara untuk mencintainya sebesar perasaan Rovert yang sangat mencintai Xabara.


Shen mendengar itu sungguh sakit hati, "dia sangat bahagia." lirih Shen.


"apa semua yang aku lakukan tidak ada artinya bagimu Xabara?" gumam Shen lalu berbalik pergi menuju Ruangannya.


.


di Mansion Ratu,


Ratu terdiam menyirami bunga-bunga nya di taman belakang.


Ratu kembali menyiram tanaman nya tapi fokusnya hanya sebentar saja lalu melamun lagi.


Rovert membawa Xabara ke taman belakang, "itu Mom sayang."


Xabara tersenyum manis menatap punggung Ratu sambil memegang foto USG nya.


"aku akan masak untukmu ya?" kata Rovert mengelus kepala Xabara yang memutar kepalanya ke Rovert sambil mengangguk pelan.


Rovert meninggalkan Xabara disana, Xabara berjalan ke arah Ratu yang tampak melamun sampai tanamannya kebanjiran.


"mom pasti sangat sedih!?" batin Xabara mengubah ekpresi wajahnya lalu mengambil botol siraman Bunga yang dipegang Ratu.


Ratu terkejut lalu melihat ke Xabara, "sayang?"


"mom? ini bunganya bisa mati loh kebanyakan airnya." senyum lebar Xabara.


Ratu gelagapan, "maaf sayang!!? mom tidak sadar kamu datang."

__ADS_1


Xabara meletakkan botol siramannya lalu menoleh ke Ratu,


"Mom ayo duduk!!" Xabara menuntun Ratu berjalan ke Kursi ayunan tak jauh dari tanaman itu.


Ratu dan Xabara pun saling berhadapan lalu Xabara memegang tangan Ratu sambil tersenyum lembut.


"terimakasih pada Mom yang sudah membuatku merasa memiliki seorang Ibu." ucap Xabara sedangkan Ratu terkejut dengan kata-kata Xabara.


"sayang?? kamu jangan bicara seperti itu, kamu memang Putri Mom sedangkan Rovert itu menantu Mom." ujar Ratu.


Xabara tertawa dengan mata memerah sungguh terharu akan rasa sayang Ratu terhadapnya, pantaslah Xabara ingin memberi Ratu Cucu karna Xabara begitu merasa bersalah telah mempermainkan hati Ratu.


Xabara meletakkan tangan Ratu diperutnya, "aku hamil Mom."


Ratu terbelalak dan terdiam beberapa saat dengan ekspresi terkejutnya, "be-benarkah sayang? ka-kamu sudah hamil?" tanya Ratu tergagap memastikan.


Xabara tersenyum manis lalu memberikan bukti foto USG nya ke Ratu, "jika Mom tidak percaya boleh dites lewat tespek, mau?"


Ratu berdiri sambil membekap mulutnya dengan pandangan berkaca-kaca, Ia sampai berjongkok memandang perut Xabara. Xabara bangkit dan hendak berjongkok menanyakan keadaan Ratu yang membuatnya cemas tapi Ratu segera berdiri serta menahan Xabara untuk tidak boleh berjongkok.


.


Xabara dengan senang hati mengikuti Ratu yang berbunga-bunga ke Kamar Ratu sambil diperiksa dengan tespek, Ratu melakukannya sendiri dengan hati berdebar memegang alat tes kehamilan itu.


Xabara beberapa kali tertawa dan bercanda dengan Ratu yang begitu tegang padahal Xabara sudah ke Dokter untuk periksa tapi demi menyenangkan hati Ratu tentu Xabara akan melakukan apa saja itu.


"ga-garis dua?? sa-sayang? ka-kamu memang hamil." Ratu begitu bahagia dan kegirangan melompat-lompat ditempat.


Xabara memegang tangan Ratu, "jangan lompat-lompat mom!"


"iya sayang! iya, aahh? maaf ya sayang? mom benar-benar gugup, aduuhh!! kacau ini kenapa jantung mom kian berdebar ya?"


Xabara tersenyum mendengar celotehan Ratu, tak berapa lama Rovert datang meminta Xabara untuk makan siang.


Ratu dan Rovert memperlakukan Xabara seperti Ratu penguasa yang sedang mengandung benih penerus tahta kerajaan saja, Xabara sampai terharu ternyata memiliki Keluarga sebahagia ini, untuk sesaat Xabara lupa kalau dirinya adalah Ketua Mafia yang tidak pernah merasa bahagia setelah kejadian menimpanya di umur 5 tahun itu.


Rovert menyuapi Xabara begitu juga Ratu berlarian ke dapur membuatkan buah sebagai makanan penutup untuk Xabara, berapa kali Xabara mengelak tapi mereka berdua tetap keras kepala memanjakan Xabara sampai para Pelayan pun ikut bahagia membayangkan akan ada suara bayi di Mansion sunyi ini.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2