
.
.
.
Ratu tersenyum lembut melihat Xabara yang sangat mencintai anaknya, menurut Ratu sangat wajar karna Xabara-lah yang mengandung sikembar hanya saja yang sangat Ratu istimewakan adalah kesibukan Xabara. sebagai wanita Karir jelas menjaga anak kecil sungguh merepotkan dan kebanyakan wanita tidak mau mengurus anak serta menyewa Babysister bahkan mengandung pun wanita karir tidak mau.
"mau Mom suapin sayang?" tanya Ratu.
Xabara melihat Ratu dan ikut tersenyum, "tidak usah Mom..! aku makan salad ini sendiri juga bisa."
"kalau begitu Mom buatkan Jus ya?" Ratu.
"tapi Mom..?" Xabara hendak mencegah Ratu tetapi Ratu tidak mendengarkan Xabara tetap dengan pendiriannya membuatkan jus sendiri padahal punya pelayan.
Xabara menghela nafas, "Mom minta Nina saja yang buatkan Jusnya, dia yang buat sangat pas rasanya dilidahku."
"lalu Mom ngapain sayang? apa Jus buatan Mom tidak enak?" tanya Ratu memelas.
Xabara pun menjadi tidak tega, "maaf Mom..! aku hanya tidak mau Mom kelelahan karnaku."
Ratu terkekeh, "kalian pasti lebih lelah, Mom mah di Rumah saja main sama sikembar."
Xabara tidak lagi bisa berkata-kata jika Ratu sendiri sudah tetap bersikeras, Ia memandang An yang masih dipangkuannya.
"Anak Mommy lapar banget ya?" Xabara mencium kening An sekali lagi.
20 menit kemudian Xabara menyus*i An akhirnya Putra Kecil Xabara tertidur pulas dan melepaskan put*ng Xabara dengan sendirinya, Ratu yang baru siap membuat Jus spesial untuk Xabara segera mengambil alih An dan memberi kode akan mengantarkan An ke Kamar.
Xabara tersenyum melihat An yang terlelap dibahu Ratu ketika dibawa pergi, An pasti kekenyangan sampai tertidur lalu Xabara mencari Ana yang ternyata sudah tertidur memeluk Rovert di sofa Ruang tamu.
"Putriku sudah tertidur saja?" batin Xabara merasa takjub Putri Kecilnya tertidur pulas di pelukan Rovert tanpa asinya.
Xabara jadi mengerti mengapa ketika Ia mengandung tidak bisa jauh dari Rovert bahkan tidak bisa tertidur sama sekali jika tidak dipeluk oleh Rovert dan ajaibnya lagi Ia tidak mengelak sentuhan serta ciuman Rovert malah Xabara begitu suka dengan kecupan Rovert.
"ternyata Putriku yang begitu lengket dengan Papanya." gumam Xabara tersenyum lalu mengambil selimut yang terlipat rapi dibawah meja sofa langsung menyelimuti Rovert dan Ana.
__ADS_1
Xabara mengecup kepala Ana yang bersandar manja di dada bidang Rovert, Ia bangkit lalu beranjak pergi ke Kamarnya untuk membersihkan diri membiarkan Rovert tidur disofa dan Xabara juga yakin Ana sangat aman dijaga oleh Rovert dilihat posisi tidur Rovert begitu menguntungkan Ana.
.
ke esokan harinya,
Xabara pergi ke Perusahaannya yang akan menyiapkan set perhiasan terbaru untuk hari pernikahannya.
"Heii.!!? Wanita tidak tau Malu...!" teriak seorang Ibu-ibu.
Xabara yang tidak merasa sama sekali terus saja melangkahkan kakinya hingga tiba-tiba langkahnya terhenti Orang itu memaki Xabara.
Xabara memutar tubuhnya ke arah wanita itu, "kenapa lampir ini bisa ada disini? apa dia sedang membeli perhiasan?" batin Xabara.
Wanita yang Xabara sebut lampir itu adalah Ampi yaitu Ibu kandung Dr. Bramasta yang telah meninggal karna kecelakaan, ternyata wanita sombong itu semakin angkuh saja pada Xabara yang jelas lebih kaya-raya dibanding Ampi.
Ampi berjalan angkuh ke arah Xabara ditatap banyak Orang yang berbisik-bisik tentang Ampi, Wanita itu keliatan tidak malu sama sekali.
"dari tadi aku sudah memanggilmu apa kau sengaja mengabaikanku?" tanya Ampi dengan tatapan merendahkan.
Ampi mengepalkan tangannya, "kau semakin angkuh saja ya? apa kau fikir kalau kau itu sudah berkuasa sekarang? dimataku kau masih wanita angkuh padahal memanjat ranj*ng Tuan Muda Maldev."
Xabara tidak terpancing sama sekali, "ciih..! kita tidak sama, Rovertlah yang mengejarku sama seperti Putramu yang mengejarku dengan tidak tau malunya."
"ka--kauuu??" Ampi menunjuk wajah Xabara yang ditepis langsung oleh Xabara.
"aku sedang tidak mood meladeni dramamu, silahkan kau lanjutkan saja pekerjaanmu aku sangat sibuk." kata Xabara lalu melenggang pergi meninggalkan Ampi yang tidak menyangka Xabara semakin angkuh dan tidak tau malu.
"dasar anak pembawa si*l...! aku yakin anakku meninggal karna terkena kesialannya sepertinya aku harus beritau Tuan Rovert biar langsung mencampakkan wanita sombong itu." gumam Ampi seketika pemikiran jahat semakin meluap saja.
sebenarnya Ampi selama ini memperbaiki keuangannya dengan menjadi jal*ng serta menjual semua peninggalan Putranya demi membutuhi kehidupannya yang tidak punya suami lagi, Ampi semakin membenci Xabara yang sangat sukses dengan Perusahaan Tiffany nya itu sementara Ia kehilangan Putranya dan tidak punya apa-apa lagi.
Xabara mencari Nur yang tersenyum lebar menyambut kedatangan Xabara, "bagaimana keadaanmu Nur?"
"baik Nyonya..!" jawab Nur semakin riang lalu memberikan Kotak perhiasan yang Xabara pesan.
Xabara menerima nya lalu membuka isinya, Ia tersenyum puas sebab suka dengan hasilnya jauh lebih indah dari pemikirannya.
__ADS_1
"Nyonya? Nur juga membuat desain Mahkota untuk acara Pernikahan Nyonya..!?" ucap Nur membuat Xabara menoleh ke Nur.
Nur membawa Xabara ke sebuah kotak kaca khusus untuk perhiasan limited yang memperlihatkan patung kepala dengan Mahkota berlian diatasnya.
"bagaimana Nyonya?" tanya Nur berbinar penuh harap akan disukai atau dipuji oleh Xabara.
"sangat elegan..! aku suka." jawab Xabara tersenyum ke arah Nur yang memekik senang.
Xabara tertawa, "aku akan pakai mahkota ini dimalam hari."
"kan aku sudah bilang kamu bertalenta Nur..!" puji Xabara dengan serius.
"terimakasih Nyonya..! itu semua karna ajaran Nyonya juga telah membimbing saya belajar sampai saya punya skil seorang diri lalu hidup tanpa kekurangan Biaya."
Xabara mengangguk saja, "jangan lupa besok datang di acara pernikahanku.!"
"iya Nyonya, saya akan datang." jawab Nur.
Xabara pun mengumpulkan seluruh karyawannya lalu memberi tau mereka semua untuk besok libur bekerja selama 1 harian dan meminta mereka semua untuk datang ke acara pernikahannya jikalau mau maka disuruh ambil undangannya sendiri di aplikasi Online supaya biss masuk dengan barkot.
sama seperti Xabara, Rovert juga meliburkan seluruh Karyawannya dan meminta mereka datang mendoakan Keluarga tercintanya, para Karyawan Rovert yang penasaran dengan anak-anak Rovert pun bersorak gembira akan menghadiri acara Pernikahan Rovert dan Xabara yang tertunda.
Rovert berada di Perusahaan Xabara dan bertemu dengan Ampi.
"Tuan Muda?" panggil Ampi.
Rovert menghentikan langkahnya sambil melihat asal suara ternyata ada seorang Ibu-ibu memanggilnya, Ampi berlari ke arah Rovert serta membungkukkan badannya.
"Tuan Muda..! anda datang kesini?" Ampi bertanya hal yang tidak penting pun membuat Rovert melirik tak senang.
"tidak usah membuang waktuku..!" kata Rovert dengan dingin walau Ampi dikatakan Orangtua tapi bagi Rovert tidak ada yang bisa membuatnya harus tunduk pada Orang lain kecuali atas perintah Xabara.
.
.
.
__ADS_1