Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
siapa dia?


__ADS_3

.


.


.


sejak saat itu Randy tidak bisa tidur nyenyak memikirkan tentang perkataan Xabara yang selalu terngiang-ngiang dalam pikirannya.


sesampainya di Rumah Ia kaget melihat tempat tinggalnya sangat ramai segera Ia berlari menerobos tempat itu seketika Randy terkulai lemas melihat keadaan Bando.


"Buu?? Ayah kenapa??" tanya Randy.


"kenapa lama sekali Ran?? ini semua karna mereka yang terus saja memukul Ayahmu sampai meninggal." marah Nandini menggebu-gebu.


Randy melihat sekitar lalu mereka semua malah dengan entengnya menjawab salah Bando yang berhutang, sudah miskin tapi berani berhutang banyak hanya untuk berfoya-foya jika bukan karna Xabara yang baik hati mereka tidak akan mau meminjamkan uang untuk keluarga gila itu.


Randy begitu marah mendengar nama mantan Istri nya yang tidak berguna itu dipuji sementara Kedua orangtuanya di hina karna suka berhutang dimana-mana tapi giliran ditagih ada aja alasannya.


"kalian bilang apaa?? aku akan laporkan kalian ke Polisi!!?" teriak Randy.


mereka semua tertawa, "kami sudah melaporkan Ayahmu ke Polisi jauh sebelum hari ini."


Randy terperangah lalu para warga memilih pergi meninggalkan Bando yang meninggal karna tidak mau membayar hutang.


"bagaimana ini Ran?? bisa kita bawa Ayahmu ke Rumah Sakit??" tanya Nandini menghiba.


Randy mencari tau denyut nadi Bando yang ternyata memang sudah tidak ada.


"tidak bisa !!? kita bawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa lalu menuntut mereka semua." ujar Randy.


Nandini mengangguk setuju sambil menghapus air matanya, seketika Randy melupakan masalah Xabara malah dapat masalah baru dengan kematian Ayahnya.


kabar itu sampai telinga Xabara yang menyunggingkan senyum tipisnya, "bagaimana Aya?? sudah aku bilang kan?"


Aya menganggukkan kepalanya setuju, "maafkan saya yang terlalu tergesa-gesa Nona !! saya tidak tau kalau mereka benar-benar akan terpecah dengan sendirinya."


Xabara bersandar di sofanya, "aku mau kau memberi ramuan pelumpuh pada wanita itu, ingat!! jangan sampai dia mati."


Aya tersenyum lebar dan mengangguk-ngangguk semangat, "kenapa Nona langsung bergerak cepat?? biasanya Nona akan bermain-main terlebih dahulu."


Xabara tersenyum misterius saja, "aku akan membuat Randy kewalahan lalu dia harus memilih Pekerjaan atau Ibunya, berdasarkan penilaianku Pria itu pasti memilih Pekerjaan dan menitipkan Ibunya ke Panti Jompo !! aku akan beraksi disana."


Aya semakin semangat saja entah apa rencana Xabara yang jelas pergerakan Xabara dipercepat itu jauh lebih baik dari apapun.

__ADS_1


"berhati-hatilah !! jangan gunakan Mobil khususku" peringatan Xabara.


Aya menoleh ke Xabara, "apa ada masalah Nona?"


"Lios dan Colder bekerja sama, mereka semakin semangat saja menargetkanku." jawab Xabara dengan tenang.


Aya seketika membelalak, "bed*bah sinting itu !?? Nona saya akan menghabisinya."


Xabara menatap Aya serius seketika Aya menundukkan kepalanya dan meminta maaf.


"Lios adalah Ketua Mafia terkuat dikalangan dunia kita, jika kau melawannya sudah jelas kau akan tertangkap dan kau tau maksudku setelah itu kan?" Xabara.


Aya mengangguk cepat, "maafkan saya Nona!! saya tidak akan bertindak gegabah sehingga menjadi masalah untuk Nona."


"bagus!!" puji Xabara.


Aya menatap Xabara, "lalu Pria Serigala hitam itu siapa Nona? apa bukan Lios?"


Xabara menggeleng kepalanya, "bukan Lios!! aku harus minta bantuan Rovert tapi aku akan bicarakan setelah pulang dari Singapura."


Xabara meminta Aya untuk berhati-hati lalu melamar pekerjaan demi menutupi identitasnya karna Xabara merasa musuh mulai menyusup di berbagai tempat demi menemukan salah satu dari Anggota Higanbana, jika Aya tidak bekerja akan besar kecurigaan setiap orang.


"baik Nona." jawab Aya sopan lalu langsung pergi.


.


di dalam pesawat,


"apa?" tanya Xabara melihat Rovert yang menatapnya.


"aku ingin bertanya." jawab Rovert membuat Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas.


"tidak usah bertele-tele." ketus Xabara.


Rovert terkekeh, "gaunmu bagaimana?"


Xabara diam lalu Rovert mengerti dan akan membeli gaun berlian disana, Xabara baru tau kalau di Singapura ada Toko cabang milik Taylor.


di dalam pesawat itu mereka tidak lagi berbicara sampai tiba di Hotel Singapura pun tidak ada yang mulai pembicaraan, Rovert bahkan menahan bibirnya sekuat tenaga untuk tidak mengganggu Xabara yang tampak berpikir akan sesuatu.


"tunggu??" Rovert menahan tangan Xabara yang menoleh ke arah Rovert.


"kau ingin meminta bantuanku?? katakan saja!" tanya Rovert serius.

__ADS_1


Xabara terkejut saat Rovert tau, "apa terlihat jelas diwajahku?"


"tidak !! wajahmu hanya memasang tampang dingin, datar dan tidak ada ekspresi, aku yakin kau sedang ada pikiran walau aku tidak tau pikiran apa itu, entah membuatmu sedih atau senang aku pun tidak tau. jadi aku pikir kau ingin sesuatu dariku." Rovert.


"kau seorang pendata besar yang bisa mencuri data siapapun kan?" tanya Xabara.


"yaahh!! Perusahaanku memiliki kinerja terbaik dalam mengumpulkan data setiap manusia bahkan kami bisa menembus data milik pejabat kecuali para anggota mafia Higanbana." jawab Rovert.


Xabara mengatakan langsung pada Rovert membantunya mencari siapa itu manusia dengan julukan serigala hitam dari Kanada yang bukan dari kalangan mafia tapi kemampuannya melebihi orang mafia yang sudah terlatih.


Rovert terdiam, "apa kau penasaran siapa Serigala hitam dari Kanada?"


Rovert menyunggingkan senyum tipisnya melihat Xabara langsung duduk disampingnya menunggu jawaban Rovert.


"Aku !" ujar Rovert seketika Xabara mengerutkan keningnya memperhatikan ekspresi Rovert yang tidak bercanda.


"jadi kau??" tunjuk Xabara.


"aku Serigala Hitam dan aku dengar Ketua Higanbana belajar dari Kanada, apa itu benar? julukan Ketuamu itu Kelinci Putih Kecil yang mematikan." Rovert.


Xabara menggeleng kepalanya, "lalu kenapa kau bisa kalah saat itu?" tanya Xabara memicing tidak percaya malah mengalihkan pertanyaan Rovert yang tidak penting juga untuk dijawab olehnya.


"aku memikirkan Perusahaan karna Pria tua itu membuat rencanaku kacau dan pada akhirnya aku memilih rencana C dengan mempublikasikan masalah, aku tidak bisa menghabisinya kalau semua sudah terkuak media." jelas Rovert.


Xabara mendengar cerita Rovert yang dikhianati sehingga melakukan cara itu dan yang tentu saja Rovert tidak bisa bergerak sendiri berkat dukungan dan ide seorang yang juga berkuasa dulu. ternyata Agen Tentara bayaran yang sangat tinggi serta melatih Rovert banyak hal ke Kanada dalam jangka 1 tahun setelah Rovert menjadi pemimpin X Company Group. namun, Pria itu meninggal dijebak oleh Barron si Jenderal besar yang haus akan kekuasaan dan ketika Rovert mau balas dendam XeniaXabara sudah menghabisinya terlebih dahulu.


Xabara melebarkan matanya, "kau Korban dari Jenderal haus kekuasaan itu??"


"kau bersembunyi dengan baik." ucap Xabara memuji Rovert yang bisa menipunya dengan berpura-pura kalah di hari pertama mereka bertemu.


"kau juga bersembunyi dengan sangat baik bahkan aku sampai terkecoh." gumam Rovert sungguh pelan melihat arah lain dan Xabara menoleh ke Rovert dengan wajah andalannya yaitu datar (karna mendengar) sedangkan Rovert nyengir.


mereka terdiam beberapa saat, Rovert diam-diam melihat Xabara.


"aku jujur padamu Xabara semoga kedepannya kamu juga akan terbuka padaku." batin Rovert mengulum senyum tipisnya.


"dia jauh lebih berguna dari yang aku pikirkan." batin Xabara.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2