
.
.
.
sejak saat itu Mood Randy sangat baik selalu bekerja dengan semangat, walau begitu Ia masih mencari si dekil yang harus dimanfaatkan membayar hutang-hutang kedua orangtuanya sampai Randy mendapatkan Istri kaya-raya.
sementara di tempat lain,
Xabara tiba di Perusahaan X Company Group, Ia tersenyum miring melihat gedung raksasa itu lalu memasuki Perusahaan milik Rovert.
"apa anda sudah punya janji Nona?." tanya salah satu satpam dengan hati-hati.
"aku sudah ada janji dengan Rovert, kalian hubungi saja dia jika tidak percaya." jawab Xabara sambil memainkan kukunya.
"Rovert?" batin 2 Satpam kompak.
Satpam yang lain menghubungi Barrest untuk menanyakan tentang Xabara, tentu saja Pria itu tidak mengenalnya dan malah mengira Xabara hanya mengada-ngada saja tapi satpam itu berbisik mengatakan Xabara sangat cantik dan mungkin saja Xabara tidak berbohong.
Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas, Ia segera menghubungi Rovert.
"haloo?" sapa dari ujung telfon.
"Rovert aku sudah didepan..! cepat jemput aku sebelum aku marah." titah Xabara.
"baiklah." sahut Rovert.
kedua satpam menoleh ke Xabara bahkan sambungan telfon satpam masih terhubung dengan Barrest.
"apa dia menghubungi Tuan Rovert?" tanya Barrest.
Xabara melirik ponsel salah satu Satpam lalu merampasnya, "tunggu saja aku akan melihatmu." kata Xabara.
Barrest mematung di sana malah segera mematikan panggilannya dan Xabara menyerahkan ponsel itu ke Satpam.
"siapa pria itu?" tanya Xabara dengan dingin.
"T.. Tuan Barrest ! A.. Asisten Tuan Muda." jawab kedua satpam tergagap.
Xabara mendelik kesal, "apa Rovert tidak memberitau Asistennya? dasar menyebalkan." batin Xabara yang semakin menukik alisnya menunggu terlalu lama.
Kedua Satpam gemetar seketika melihat Rovert berlari ke arah mereka semua tapi Xabara malah melipat kedua tangannya memandang datar Rovert.
__ADS_1
"inikah penyambutan untukku?." tanya Xabara dengan datar.
"aku tidak tau kau akan datang, kenapa kau tidak memberitauku 1 jam sebelumnya? aku sedang rapat penting." jawab Rovert yang bicara melebihi kata yang diketahui banyak orang.
Rovert tidak pernah banyak bicara dengan lawan jenis, kedua Satpam sangat takut Xabara akan memecat mereka dilihat dari cara Rovert sepertinya begitu dekat dengan Xabara.
"apa rapatmu itu lebih penting dari aku?" tanya Xabara dengan tatapan tajam.
pertanyaan Xabara malah membuat kedua satpam semakin yakin kalau Xabara memiliki hubungan serius dengan Rovert padahal apa yang Xabara pikirkan tidak sama dengan yang dipikirkan kedua satpam itu.
Rovert menghela nafas panjang, "ayo masuk!" ajak Rovert menarik pergelangan tangan Xabara.
"aku belum selesai bicara Rovert..! kau membuatku menunggu terlalu lama didepan sana, aku tidak mau bertemu denganmu lagi." kesal Xabara berusaha melepaskan tangannya dari Rovert.
Xabara berbalik pergi dan Rovert malah menggendong Xabara seperti karung beras di bahu kokohnya, seketika kedua Satpam tadi langsung terduduk lemas bahkan para karyawan yang mengintip sampai ada sebagian yang pingsan dan melotot tidak percaya.
"Rovert...!" pekik Xabara memukul punggung Rovert.
"sial*n kau..! akan aku beri kau Bunga Higanbana." geram Xabara.
Rovert malah mengacuhkannya, "hanya menunggu sebentar saja kau sangat rewel bahkan mengancam memberi bunga itu? apa kau mau menjadi Janda sekali lagi? aku ini calon suamimu." jawab Rovert terlalu santai.
Xabara tak lagi berkata-kata hanya diam saja di gendongan Rovert tapi hatinya menyumpah serapahi Rovert dan berjanji akan balas dendam pada Rovert dengan caranya karna memperlakukan dirinya seperti perempuan sungguhan.
Rovert mengulum senyum merasakan pergerakan Xabara yang tidak lagi melawannya, "calon Istriku yang patuh."
Rovert terkekeh ketika punggungnya di pukul Xabara, "galak banget sih."
Rovert membawa Xabara ke Ruangannya melewati Barrest yang ingin memastikan perempuan yang mengaku punya janji dengan Rovert itu, Barrest menganga ditempat melihat pemandangan itu bahkan Ia bisa melihat dengan jelas Rovert terkekeh dan tersenyum.
"mati aku." gumam Barrest merasa dirinya dalam bahaya.
"berarti dia gadis yang Tuan bicarakan kemarin-kemarin itu." gumam Barrest lagi.
Rovert berhenti lalu menoleh ke Barrest, "aku akan bicara dengannya kau lanjutkan saja Rapatnya atau ditunda."
"ba.. baik Tuan." jawab Barrest.
Xabara melihat Barrest yang buru-buru pergi entah kemana, "cepat turunkan aku!" titah Xabara.
"aku hanya tidak mau kau lelah, bukankah kakimu kemarin sakit?." Rovert.
"aku tidak selemah itu." ketus Xabara.
__ADS_1
Rovert tak jua menurunkan Xabara tapi menurunkan Xabara saat berada di sofanya.
"apa kontraknya sudah siap?." tanya Rovert tak merasa bersalah sama sekali.
Xabara mendelik lalu mengeluarkan sebuah flasdisk dan menyerahkannya ke Rovert, "cepat print!"
Rovert seperti kerbau di cucuk jarum saja saat ini malah mendengarkan perintah Xabara, Ia tampak sibuk membaca semua ketentuan Kontraknya di Komputernya sebelum dicetak.
"kenapa aku seperti terkekang disini? aku tidak mau Kontraknya hanya menguntungkanmu saja." protes Rovert.
"apa maksudmu hanya menguntungkanku saja?." tanya Xabara dengan datar.
Rovert menjelaskan kalau Ia juga membutuhkan Xabara menemui rekan kerja, Rovert menginginkan sebuah kerja sama dengan Perusahaan Besar di Singapura tapi ketentuannya harus punya Istri. jika Rovert dimanfaatkan oleh Xabara maka Rovert juga harus boleh memanfaatkan Xabara karna mereka harus bekerja sama satu sama lain.
"kontak fisik? bagaimana jika aku menyentuh tangan atau bahu serta pinggangmu?" tanya Rovert masih protes.
Xabara tersenyum miring, "tidak boleh."
"kalau begitu kenapa harus menikah? kau boleh menyentuhku untuk balas dendam tapi aku tidak boleh menyentuhmu untuk kepentingan Perusahaanku, aku merasa dirugikan disini."
Xabara tampak berpikir, "ya sudah kau boleh merubahnya tapi hanya didepan orang saja kalau di saat berdua tidak boleh."
"nah itu baru adil." kata Rovert segera mengotak-ngatik kontraknya dengan Xabara.
Xabara sudah terbiasa bekerja sama dengan keuntungan sepihak jadi tidak berpikir lawannya akan merasa di rugikan atau sebaliknya yang penting dirinya tidak rugi, tapi Ia baru pertama kalinya melakukan Kontrak pernikahan dengan Pria yang tidak pernah rugi seperti Rovert.
.
Xabara membaca Kontrak kerja samanya dengan Rovert yang bagian pertama tidak diubah sama sekali oleh Rovert yaitu Rovert tidak pernah menyentuh perempuan lain selagi masih berstatus suami Xabara, hanya bagian kedua dan seterusnya yang cukup di ubah oleh Rovert tapi tidak merugikan Xabara juga.
"baiklah..! pernikahan kita berlaku selama 99 hari." Xabara mengulurkan tangannya.
Rovert menyambut tangan Xabara, "setidaknya pernikahan ini membuat rumor itu hilang." bisik Rovert.
"kau bicara apa?." tanya Xabara dengan datar.
"aah.. tidak ada hanya merasa ini sangat menguntungkanku sebagai pengusaha besar, kau akan terkenal menjadi Nona Maldev yang kaya-raya." puji Rovert.
"ckk..! aku tidak membutuhkan hartamu tapi hanya status Istri dan Nona Maldev saja yang aku inginkan." jelas Xabara.
Rovert mengangguk saja lalu membaca kontrak pernikahannya dengan Xabara. Rovert tentu tau kalau Xabara juga punya banyak uang karna bayaran dari pekerjaannya sebagai anggota Higanbana, mungkin Rovert bisa pingsan kalau tau Xabara adalah Ratu Higanbana yang sangat di inginkan oleh banyak musuh.
.
__ADS_1
.
.