Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
lagi-lagi


__ADS_3

.


.


.


Rovert memegang bahu Xabara, "lalu siapa Pria dihotel tadi?" tanya Rovert mengalihkan kesedihan Xabara.


Xabara mendongak lalu menautkan kedua alisnya, "siapa?"


Rovert menghela nafas pasrah mengusap kepala Xabara dengan lembut.


"sepertinya dia kamu tidak mengingatnya ya?." tebak Rovert.


Rovert pun pergi meninggalkan Xabara yang terdiam, "siapa memangnya?" gumam Xabara yang memang tidak ingat lelaki yang Rovert maksud.


Xabara mencuci perkakas dapur yang Ia gunakan, kehidupan Rovert dan Xabara memang masing-masing kalau siapa yang memakai benda di apapun di Apartemen maka dialah yang membersihkan, walau begitu mereka hidup aman dan tentram tanpa ada perdebatan panjang diantara keduanya seperti pasangan lainnya.


Xabara melepas celemeknya lalu berangkat ke Rumah Sakit mengunjungi Aya, Aya pulih dengan cepat ternyata sudah bisa pulang hanya akan berkunjung ke Rumah Sakit mengganti perban dan beli Obat.


"aku bisa mengganti Perbannya." kata Xabara dengan serius ke Shen.


Shen menganggukkan kepalanya, "apa kau baik-baik saja Xabara?"


Xabara heran, "tentu saja! kenapa kau bertanya seperti itu?"


"aku dengar dari Bramasta tadi pagi kau pingsan digendong oleh Tuan Rovert, apa dia baik padamu? kami yang pernah bekerja denganmu sangat tau kalau kau bukan tipe perempuan yang mudah pingsan walau tidak tidur berhari-hari."


"Bramasta?" beo Xabara.


Shen mendengar perkataan Xabara langsung mengerti, "jadi dia memang melukaimu?"


Xabara kaget mendengar Intonasi bicara Shen, "kenapa dia melukaiku?"


Shen terdiam, "kenapa? jadi dia tidak melukaimu?"


Xabara berdiri dari duduknya, "dia adalah Suamiku tentu saja dia tidak akan berbuat jahat padaku, lagian kenapa Bramasta bisa tau aku dan Suamiku ada dihotel? memangnya dia ada disan -..???"


Ucapan Xabara terhenti seketika teringat pertanyaan Rovert tentang siapa Pria itu, "oh jadi ini maksud dia bertanya padaku tadi." gumam Xabara.


"suamimu? ckk..! bagaimana pertemuan kalian Xabara? kenapa kau menolak Para lelaki yang datang padamu sementara kau mau menikahi Pria seperti dia." tanya Shen juga ikut berdiri.


Xabara tersenyum tipis, "sudah ku duga kau juga sama dengan Pria lainnya."


Shen kehabisan kata-kata lalu panik melihat Xabara berbalik pergi segera Ia berlari mengejar Xabara dan memegang lengan Xabara.

__ADS_1


"lepas!!? kau sekarang berani menyentuhku?" Xabara menatap tajam Shen.


"Xabara dengarkan aku terlebih dahulu!? aku hanya tidak mau ada Pria yang mempermainkanmu apalagi ada yang melukaimu, aku sungguh mengkhawatirkanmu." jelas Shen memelas.


Xabara menepis tangan Shen, "kenapa aku dia harus mempermainkanku saat aku tau dialah Pria yang selama ini aku cari." Xabara berkata dengan dingin sambil melipat kedua tangannya begitu elegan.


Shen mundur 1 langkah, "ja-jadi dia memang?" lirih Shen tidak meneruskan kata-katanya.


Xabara menyunggingkan senyum tipisnya, "sudah tau kan? sekarang jangan mengharapkanku lagi."


Xabara pun melangkah pergi, Shen berlari mengejar Xabara dilihat oleh Para Suster dan Pengunjung Rumah Sakit.


"Xabara?" Shen berusaha menggapai Xabara yang terus saja berjalan hingga Tiba-tiba muncul Bramasta yang ternyata bekerja di Rumah Sakit ini.


"Xabara?" panggil Bramasta.


Xabara melirik tajam Shen dibelakangnya dan Bramasta di depannya.


"sebenarnya apa masalah kalian? apa kalian tidak tau aku sudah menikah?" Xabara memamerkan cincinnya.


"berhenti menggangguku!?" titah Xabara.


beberapa Suster yang melihat Xabara diperebutkan lelaki Tampan membuat mereka sungguh iri, memang menjadi perempuan super cantik memiliki keberuntungan dalam hal Cinta, jarang sekali Cinta seorang Perempuan Cantik bertepuk sebelah tangan.


"cukup!!?" Xabara mengangkat tangannya ke Udara memberi kode pada Bramasta untuk tidak mendekatinya.


"apa kalian sudah kehilangan akal sehat?" tanya Xabara dengan dingin.


"Xabara aku hanya ingin tau alasannya?" bela Bramasta.


"Xabara? apa kamu yakin dia lelaki yang baik? lebih baik ikut aku saja!" kata Shen menatap tajam Bramasta.


Shen dan Bramasta saling menatap tajam satu sama lain sembari melangkah mendekati Xabara, Xabara yang jengah hanya berdecak berkali-kali.


"Aku ingin sekali mencekik mereka berdua." batin Xabara yang sedang menahan jiwa mafianya supaya tidak diketahui oleh siapapun terutama banyak Orang yang menonton nya saat ini.


"Nona?" panggil Aya.


Xabara menghela nafas lega, "Aya kau menyelamatkanku." gumam Xabara sangat pelan.


Aya berlari ke Xabara dan memegang tangan Xabara sambil mengomeli Xabara yang lama sekali datang kepadanya padahal tadi pamitnya mau bicara dengan Shen.


Aya tidak peduli Pandangan Orang lain sementara Xabara dengan cepat menarik Aya yang tiada henti mengomel, Bramasta dan Shen pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika Xabara dibawa pergi oleh Aya karna tau Aya sangat hebat dalam bertarung tanpa mereka ketahui sebenarnya Xabara lebih hebat dibanding Aya.


.

__ADS_1


"kenapa Nona?" tanya Aya dengan serius.


"mereka berdua sangat menggelikan." geram Xabara dengan gigi merapat.


"apa bisa saya bunuh saja Nona?" tanya Aya mengepalkan tangannya di Udara dengan ekspresi serius seperti seorang Prajurit sejati.


Xabara menggeleng kepalanya, "pulihkan dirimu."


Aya mengerucutkan bibirnya, Xabara menoleh ke samping seperti merasakan ada yang datang padanya.


"Nona?" pekik Aya syok ketika menyadari dibelakang Xabara ada seseorang.


Xabara berbalik cepat lalu menahan kayu yang hendak dipukulkan ke kepalanya.


"kau adalah wanita yang membuat Shen menolakku kan?" geram wanita seksi itu yang ternyata tunangan Shen.


"ha?" Aya dengan geram menendang perut Wanita itu seketika terjatuh bersama dengan Kayu yang dipegang wanita itu.


"Nona? apa Nona terluka?" tanya Aya panik sambil memegang kedua tangan Xabara hingga Ia seketika sedih melihat goresan kayu di telapak tangan Xabara.


"Aku akan memberi perhitungan denganmu, bukankah kau Istri Tuan Maldev? kenapa kau mengganggu Tunangan perempuan lain ha?" maki wanita itu yang bernama Clara.


Aya yang hendak membalas Clara pun ditahan oleh Aya, "Nona?" protes Aya.


"ada CCTV." bisik Xabara dan Aya menghentikan emosinya yang ingin menjungkir balikkan wanita sombong itu.


"Woii!! kalau kau marah dengan Nonaku artinya kau yang bodoh, Nona Xabara adalah Istri Tuan Muda Maldev bukan pembantu melainkan ISTRI sahnya, kenapa juga dia mengejar Tunanganmu padahal Tunanganmu itu tidak lebih kaya dari Tuan Rovert." kata Aya dengan marah menggebu-gebu.


Xabara tersenyum tipis, Aya bisa mengendalikan amarahnya yang ingin meledak walau harus dilampiaskan dengan kata-kata pedas.


Clara bangkit, "aku tidak tau apapun tapi sejak dia datang ke Rumah Sakit ini sudah membawa masalah pada hubungan kami, berani-beraninya dia minta bantuan Shen."


Clara kali ini mendekat hendak melayangkan tamparannya ke Xabara yang cepat menahan tangan Clara.


"coba saja kau sentuh aku !!? maka habislah karirmu." ancam Xabara sungguh singkat tapi berhasil membuat Clara mematung.


Xabara membawa Aya masuk ke Mobilnya meninggalkan Clara yang menjerit tidak terima.


"awas saja jal*ng itu !? aku tidak memaafkannya kalau sampai Shen benar-benar membatalkan pertunangan kami."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2