
.
.
.
Ratu tersenyum lebar menerima minuman spesial buatan menantunya.
"kamu semakin seksi dan cantik sayang!? Mom yakin Rovert tidak akan berniat melirik perempuan lain." kata Ratu dengan gemas mencubit pipi Xabara.
Xabara tersenyum saja, "hmm? pernikahan Kontrak kami tinggal 92 hari lagi ya?" batin Xabara yang tidak terasa waktu berlalu begitu cepat.
Xabara membayangkan Ia harus meninggalkan Ratu pun langsung memeluk Ratu hingga Ratu kaget.
"Mom!!" panggil Xabara.
"iya sayang." sahut Ratu begitu senang mengelus lembut rambut panjang dengan warna abu-abu Xabara.
"apapun yang terjadi Mom harus tetap sayang sama aku ya? aku baru senang memiliki Mom." kata Xabara membuat kening Ratu berkerut heran.
"iya sayang! Mom akan berada di pihakmu, lalu bagaimana mantan suamimu sayang? apa kamu sudah balas dendam?" tanya Ratu sembari melepaskan pelukannya dari Xabara dan mengelus lembut pipi Xabara.
"sudah Mom! Rovert yang melakukannya." jawab Xabara berbohong.
Ratu pun percaya tanpa ada sedikitpun rasa curiga lalu Ratu menangkup kedua pipi Xabara menanyakan mengapa Xabara berbicara seperti itu.
"Mom sangat ingin memiliki keturunan tapi kami belum berhasil untuk memberi Mom cucu, huuh!! Rovert sangat payah Mom!!? aku takut Mom membawakan jal*ng yang bisa melayaninya diatas ranj*ng." kata Xabara dengan raut wajah sedih.
Ratu menggeleng kepalanya, "Mom bisa menunggu Kok !!? tidak usah terlalu takut ya sayang? Mom tidak terburu-buru untuk memiliki cucu."
"benarkah Mom? aku pikir Mom tidak akan sayang padaku lagi, maafkan aku yang belum pandai diatas ranj*ng ya Mom." ucap Xabara.
Ratu semakin sayang saja sama Xabara, entah mengapa Ia merasa ketika melihat Xabara sorot mata menantunya itu begitu tajam dan menyimpan rasa sakit yang begitu dalam. Ratu memikirkan Rovert juga punya masalalu menyakitkan jadi langsung berpikir Xabara dan Rovert memanglah serasi.
Ratu memanjakan Xabara seperti Putri Kandung sendiri, hingga tiba-tiba Ratu mendapat panggilan dari temannya meminta Ratu membawa menantu yang katanya sangat cantik bak dewi khayangan.
Xabara mendengar pembicaraan Ratu dengan rekannya itu, dari nada bicara sepertinya teman-teman sosialita meremehkan Ratu bahkan menganggap sosok dewi itu hanyalah gadis bayaran Rovert supaya status G*ynya pulih.
"maaf ya teman-teman !!? menantuku baru saja selesai berolahraga aku tidak mungkin membawanya ketempat perkumpulan kita." tolak Ratu dengan nada setengah berbisik.
Xabara memeluk Ratu dari belakang, "Mom aku akan ikut menemui teman Mom! kenapa Mom tidak bilang hmm?"
__ADS_1
Ratu menoleh ke Xabara, "sungguh sayang? kamu keliatan kelelahan, Mom tidak akan memaksamu sayang."
Xabara tersenyum lebar, "Mom baik sekali sama aku tapi sayangnya kebaikan Mom tidak bisa mengalahkan keras kepalaku."
Ratu tersenyum lembut mengelus pipi Xabara lalu mengatakan pada teman sosialitanya akan membawa menantunya. sejujurnya Ratu memang berniat mengajak Xabara karna teman sosialitanya tidak percaya bahwa Rovert Normal dan telah menikah dengan Xabara, walau media dan semua orang telah mempercayai mereka tapi namanya Ibu-Ibu gosip tidak percaya hal itu jika tidak melihat secara langsung.
.
Xabara berdandan sangat cantik sehingga Ratu sangat pangling,
"kenapa harus berdandan seperti ini sayang? Rovert bisa marah padamu." omel Ratu.
Xabara menyibakkan rambutnya kebelakang, "aku tidak mau membuat Mom malu. mom harus memamerkan menantu Mom pada mereka yang merendahkan mertua kesayanganku."
Ratu semakin menyayangi Xabara lalu mencium kening Xabara yang bergelayut di lengan Ratu sungguh seperti seorang anak perempuan manja pada Ibunya.
"begini rasanya punya Ibu." batin Xabara berkaca-kaca lalu Ia memejamkan matanya untuk menutupi rasa sedihnya.
.
Xabara dan Ratu jalan bergandengan tangan, kecantikan Xabara seperti itu sangat memikat siapapun yang melihatnya bahkan saat para Pelayan yang melihat Xabara pun sampai terhipnotis.
Xabara yang manis didepan Ratu sangat menggemaskan sebab Xabara suka merasakan kasih sayang ibu, sejak dulu mana pernah Xabara merasakannya karna masa lalunya yang kelam membuat hidupnya hanya penuh dengan kegelapan tidak ada cahaya terang dan usapan lembut dari seorang Ibu.
"Mom aku ke Toilet dulu ya?" pinta Xabara memelas.
"perlu Mom temani?" tanya Ratu khawatir.
cupp!!
Xabara mencium pipi Ratu lalu berbisik pelan, "kebelet Mom!! bentar doang ya? lagian mereka pasti sudah menunggu mom."
Ratu pun tersenyum mengelus pipi Xabara, "begini rasanya punya anak perempuan." batin Ratu begitu senang.
dulu Ratu tidak punya siapapun untuk ditemani kalau mau kemana-mana, Ia hanya sibuk mengomeli Rovert yang membuatnya malu didepan temannya karna disebut G*y.
Xabara berlari dengan langkah yang sangat anggun, beberapa pelayan yang melewati Xabara tidak bisa berkedip, para tamu Resto dan Pelayan laki-laki pun terpikat pada Xabara tapi Xabara hanya memasang wajah dingin nya yang tidak tersenyum sedikitpun.
"beruntungnya aku punya menantu sepertinya." gumam Ratu lalu memilih masuk ke Ruangan yang telah dikumpulkan.
ceklek!!
__ADS_1
Saat Ratu masuk semua Teman Sosialitanya menoleh lalu tatapannya seperti menyelidik tidak menemukan sosok menantu yang dikatakan Ratu, mereka tentu bertanya tapi saat Ratu jawab dengan jujur malah tidak ada yang percaya mengira Ratu hanya mempermainkan mereka saja.
"kenapa mulut mereka semakin pedas saja?" batin Ratu mengabaikan sindiran terang-terangan teman sosialitanya itu.
"aku penasaran siapa yang bisa membuat Tuan Muda Rovert tunduk ya?"
"aku dengar Tuan Muda Rovert sampai rela memutus kerja samanya demi perempuan yang katanya sangat cantik itu."
Bruugghhh
Ratu memukul meja, "aku tau kalian semakin sinis padaku karna apa yang Putraku lakukan kan? seharusnya kalian yang sadar diri dan beritau pada Putri kalian untuk punya harga diri yang tinggi, jadi mereka tidak akan mau memberikan tubuhnya pada lelaki lain dengan murah bahkan gratis."
"K--Kauu??"
mereka berdiri tak senang menatap Ratu.
"aku sudah muak mendengar sindiran kalian, dulu aku memang sedih dan tidak bisa melawan tapi sekarang aku bisa melawan, aku mengerti kenapa anakku tidak memilih anak-anak kalian sebagai calon istrinya." sinis Ratu merendahkan teman sosialitanya itu.
12 lawan 1 tentu saja Ratu akan kalah telah melawan 12 mulut pendendam itu pada Ratu, hampir merata mereka pernah menjadi besan Ratu tapi gagal.
"kalau tidak punya menantu kenapa bilang tadi akan membawanya?" ejek yang lainnya begitu sinis.
"kenapa lagi denganmu Pink?? apa karna Putrimu hamil? kan aku sudah bilang bukan anakku yang melakukannya." ketus Ratu.
"itu karna peraturan Putramu itu, kalau saja dia dahulu melindungi Putriku pasti hidupnya tidak akan sehancur ini." ucap Ibu Pink dengan nada tinggi.
Bruukkkhhh
Pintu terbuka dengan kasar lalu Xabara muncul dengan langkah anggunnya, seketika atmosfer didalam langsung berubah dingin padahal tadi hawanya sungguh panas karna amarah semua orang.
"sayang?" Ratu tersenyum lalu mendekati Xabara.
Xabara tersenyum ke Ratu, "maaf Mom !? aku kelamaan ya?" ucap Xabara lembut ke Ratu.
"tidak sayang." jawab Ratu.
Xabara menuntun Ratu duduk, melihat Xabara yang begitu cantik membuat Ibu-Ibu sosialita Ratu semakin kesal dan tidak senang saja akan kecantikan Xabara memang diatas kecantikan anak perempuan mereka masing-masing.
.
.
__ADS_1
.