Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
habisi saja


__ADS_3

.


.


.


Sikembar menjadi lebih riang belajar meneliti sejarah sebab tujuan mereka StudyTour memang untuk belajar hingga guru dan anak lain terheran-heran mengapa Sikembar berubah riang padahal sejak awal bersikap layaknya Orang dewasa tidak banyak bicara.


"aku tidak sabal beltemu penjahat An." senyum lebar Ana.


An mengangguk membenarkan, "aku juga tidak sabal."


Ana bersenandung senang, "tapi sejak kapan papa tau ya An?"


An mengangkat bahunya yang artinya Ia tidak tau sejak kapan Papa nya tau dengan pelajaran diam-diam mereka berdua.


ditempat lain,


Rovert memasuki Perusahaannya ternyata sudah ada Xabara yang menunggunya, Xabara bangkit dan berlari menyambut Rovert.


"Rovert bagaimana keadaan Sikembar?" tanya Xabara khawatir.


Rovert merangkul pinggang Xabara, "sayang? mereka baik-baik saja..!"


"kenapa kamu balik? kenapa tidak membawa mereka pulang?" tanya Xabara cemas.


Rovert tersenyum, "kamu tau sendiri betapa keras kepalanya Putra-Putri kita kan?"


Xabara menarik nafas dalam-dalam, "kalau begitu aku akan menyusul mereka." Xabara hendak pergi tapi ditahan oleh Rovert.


"aku sudah memastikan mereka aman sayang, lebih baik ikut denganku ya?" pinta Rovert.


Xabara menggeleng kepalanya dengan ekspresi memelas, Rovert malah mengulum senyumnya dan membawa Istrinya ikut dengannya setelah mengambil surat penting di Ruangannya.


Rovert dan Xabara tiba di sebuah Restaurant mewah, Xabara menekuk saja alisnya ketika bertemu dengan Klien yang tengah membelakangi mereka pun Rovert menyapa. Kursi yang membelakangi mereka pun berputar ke arah Rovert dan Xabara, Rovert memicingkan matanya seketika melihat Orang itu.


"kau??" Rovert.


"bagaimana kabarmu Rovert Maldev?" seringai Zein.


Zein melihat ke arah tangan Rovert yang menggenggam tangan Xabara lalu matanya perlahan pandangannya naik ke paras Xabara yang berkali-kali lipat tambah cantik.


Rovert tersenyum miring, "jadi kau kembali untuk balas dendam padaku?" tebak Rovert langsung mengerti.

__ADS_1


Xabara memasang wajah datarnya saja tampak tidak tertarik sama sekali ikut campur masalah Rovert dan Zein.


"aku tidak balas dendam padamu Rovert, aku hanya ingin menunjukkan padamu kalau aku bisa berdiri sendiri walau kau berusaha menjatuhkanku." kata Zein dengan seringaian.


Rovert menatap dingin saja Zein yang terang-terangan menyerangnya, Rovert memperhatikan Zein dari ujung rambut sampai ujung kaki memang memakai barang limited.


"kau bekerja ilegal?" tebak Rovert meremehkan.


"apa masalahnya? apapun akan aku lakukan supaya sampai ke titik ini, oh ya? apa Istrimu tau betapa kejamnya kau sebagai Pria? hanya karna aku menyukai Istrimu kau membuatku jatuh bangkrut." sindir Zein.


Rovert menghela nafas lalu Xabara terlihat acuh saja diam-diam Zein memperhatikan Xabara yang terlihat biasa saja membuatnya semakin heran.


"apa kau tidak tau seberapa mengerikannya suamimu ini?" tanya Zein seolah memprovokasi Xabara.


Rovert memijit pelipisnya karna merasa telah membuang waktunya bersama Zein padahal niatnya mau membahas pekerjaan, jika Rovert tau kalau calon rekannya adalah Rival cintanya sudah jelas Ia tidak akan menerima hal ini.


"kau bicara padaku?" tanya Xabara malah menunjuk wajahnya sendiri seakan merasa tidak bersalah sama sekali telah mengabaikan pertanyaan Zein yang berulang kali itu.


Zein tersentak, "Nyonya? kenapa anda tidak berubah? masih saja sombong seperti dulu dan itu memang sangat seksi."


Rovert meninju Zein yang tersungkur seketika, "dasar manusia hina..! apa nyawamu yang aku ampuni itu tidak cukup? aku sudah bersabar dengan melepaskanmu tapi masih berani-beraninya kau balas dendam padaku dan sekarang kau berani sekali menggoda istriku didepan mataku sendiri."


Xabara melangkah mundur lalu berbalik dan duduk anggun disofa menunggu Rovert menyelesaikan pekerjaannya, Xabara terlalu malas ikut campur jika masalah Pria karena itu merepotkan dan Ia sudah terbiasa dengan Rovert yang selalu mengatasi masalah Pria untuknya.


"iya aku memukulmu !? kenapa? coba kau lawan aku dengan cara jantan!" tantang Rovert sambil melonggarkan dasinya.


Zein mengepalkan tangannya, "kau tidak mau membahas pekerjaan ini ha?"


"kenapa aku peduli? aku sudah sangat kaya-raya dengan tidak bekerja sama denganmu Perusahaanku akan tetap berjaya." jawab Rovert sembari melangkah ke Zein dan memainkan pergelangan tangannya.


Zein terus melangkah mundur seperti sedang merencanakan sesuatu.


"Rovert tunggu.. !?" Xabara tiba-tiba berdiri lalu Rovert menoleh ke Xabara dengan bingung.


"dia merekam aksimu..! disana ada kamera.!" tunjuk Xabara ke vas Bunga yang sangat banyak bunga tapi Xabara bisa menemukan ada yang beda diantara 1 bunga diantara banyak bunga dalam vas itu.


Rovert menoleh tajam ke Zein yang terkejut tak percaya menatap Xabara yang tau rencananya, padahal Ia sudah begitu rapi merencanakan semua itu.


"berani sekali kau mencoba menjebakku." sinis Rovert lalu berbalik pergi ke arah Xabara dan memeluk Istrinya dengan erat.


"terimakasih sayang telah menahanku." ucap Rovert dengan lembut.


Xabara menepuk-nepuk pelan punggung Rovert sambil menatap tajam Zein yang malah terpana dengan Xabara bisa tau rencananya.

__ADS_1


"kau semakin menarik calon Nyonya Zein." ucap Zein dengan senyuman.


Xabara menyunggingkan senyum meremehkannya, "hanya pengecut berani menginginkan seorang Nyonya Maldev bukan Nyonyamu." sinis Xabara.


Rovert tersenyum dibela oleh Xabara seakan amarahnya hilang entah kemana, Xabara melepaskan pelukannya dengan Rovert lalu membawa Suaminya pergi.


"woow...! bagaimana dia bisa tau rencanaku?" Zein menoleh ke Vas bunga yang telah ia desain sebaik mungkin untuk menyembunyikan setitik kamera diantara hiasan Bunga itu.


.


di dalam Mobil,


"kenapa?" tanya Xabara dengan jengah dipandang seperti itu oleh Rovert.


"cantik sekali Istriku..! bagaimana kamu bisa tau sayang? apa matamu memang sejeli itu?" tanya Rovert dengan senyuman.


"bukankah sudah jelas? dia bukan tipe Pria yang berani mencela seseorang tapi tadi dia berani mencelamu hanya untuk membuatmu marah lalu terekam CCTV dengan jelas, setelah itu sudah jelas kamu akan hancur Rovert." jelas Xabara santai.


Rovert mengangguk, "aku benar-benar tidak habis fikir dengan semua pemikirannya, kenapa dia berani balas dendam bukannya hidup tenang menikahi perempuan lain."


Xabara menggeleng kepalanya, "dia Pria tenang dan sangat impulsif, menurutku dia bisa melakukan apa saja sampai keinginannya terwujud."


Rovert menarik nafas dalam-dalam, aku ingin menghabisinya."


"lakukan saja." jawab Xabara dan Rovert mengangguk menyakinkan kalau Ia tidak akan bersabar lagi.


Rovert yakin Zein selama ini hidup untuk balas dendam dan bisa saja nanti akan melakukan hal yang diluar pemikirannya.


tiba-tiba saja mereka dapat kabar kalau ada penculik yang hendak menculik anak-anak yang sedang StudyTour termasuk Putra-Putrinya tapi malah mati ditangan kedua tangan kecil sikembar.


Xabara dan Rovert segera mendatangi Polisi dimana Sikembar duduk manis disana menunggu kedatangan kedua Orangtuanya ditemani 3 Guru yang sangat pucat, Para Polisi malah takut dengan ekspresi kedua anak kecil itu yang tidak ada rasa bersalah sama sekali telah menghabisi nyawa para penculik itu.


"sayang?" panggil Xabara.


"Nak?" panggil Rovert juga.


sikembar menoleh dan turun dari bangkunya berlari ke Xabara juga Rovert malah melompat dengan riang kepelukan kedua Orangtuanya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2