Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
hari itu tiba


__ADS_3

.


.


.


hari-hari berlalu begitu cepat sampai waktu yang ditentukan telah tiba.


diam-diam Xabara memang sudah mengumpulkan para bawahannya dan akan hadir dengan jumlah 35 orang termasuk Xabara, Barrest dan Ade yang diikut sertakan oleh Rovert.


di dalam Mobil,


Xabara dan Rovert didepan sementara dibelakang mereka ada Aya dan Barrest serta bagian belakangnya lagi Ade yang seorang diri walau sendiri tapi jantungnya berdegub kencang karna Ia akan berkolaborasi dengan Mafia yang sangat disegani dan dikagumi oleh orang lemah dan ditakuti oleh Penjahat.


"apa yang kau fikir Ade?? apa kau fikir kami mau tampil jadi Boyband atau penyanyi? ckk.. bisa-bisanya berpikir kolaborasi." batin Ade merutuki kepalanya yang penuh dengan kata-kata Kolaborasi.


Rovert melirik Xabara, "kenapa sayang?" tanya Rovert memegang tangan Xabara.


"tidak ada..!" jawab Xabara sambil menurunkan penutup wajahnya dan memakai gigi kelincinya.


Rovert mengusap kepala Xabara, "semua akan baik-baik saja karna kami bersamamu."


Xabara melirik Rovert dan Barrest serta Aya yang memang membantunya.


"kita akan hadapi bersama." senyum lebar Aya dibalik penutup wajahnya.


Aya melihat ke arah samping dan tanpa sengaja matanya menangkap tatapan Barrest ke jaketnya sendiri, "kenapa kamu memandang jaketmu sendiri?"


"Ehh? bukan..! hehe, aku tidak menyangka akan memiliki Jaket dengan lambang bunga Higanbana." cengir Barrest.


"awas saja kamu pingsan melihat rekan-rekanku nanti." ancam Aya.


"aku tidak selemah itu Beb." jawab Barrest dengan bangga menepuk-nepuk dadanya sendiri.


"apa bawahanmu itu sedang bermasalah Rovert? kenapa dia diam saja sejak tadi?" tanya Xabara ke Rovert melirik Ade yang diam seperti patung.


Rovert melihat dari pantulan cermin dan menggeleng kepalanya, "dia mungkin terlalu kagum bergabung denganmu..! dia dari kalangan rakyat kecil yang kata dia Ayahnya pernah diselamatkan oleh Orang-orang Higanbana."


Aya melihat ke arah Rovert, "pernah kami selamatkan?"


Rovert melirik Aya dan menoleh ke Xabara sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"benarkah? dari kejadian apa?" tanya Xabara yang tidak pernah mengingat Orang-orang yang tidak bersalah ditolong olehnya.


Aya memutar kepalanya ke Ade yang melototkan mata dengan kaget, "apa kami pernah menyelamatkan Keluargamu?"


Ade melihat Rovert yang sibuk dengan kemudinya lalu Xabara dan Barrest yang melihat mereka dengan wajah tenang.


"kenapa?" tanya Aya heran ketakutan Ade.


"hmm? i.. iya Nyonya..! Ayah sa..saya terjebak penyeludupan barang ilegal, hari itu Ayah saya terpaksa melakukan itu supaya bisa membayar uang Ujian sekolah saya tapi malah tertangkap. saya tidak tau apa yang akan terjadi jika Ayah saya tertangkap oleh Orang jahat itu tapi Ka-kalian menyelamatkan Ayah saya, terimakasih...! saya menjadi petarung karna ingin seperti kalian menolong orang-orang lemah." Ade mengutarakan segala isi hatinya walau terbata-bata tapi cukup jelas dimengerti oleh mereka semua.


Aya tertawa, "apa kau ingat ciri-ciri Orangnya?"


Ade menceritakan ciri-ciri orang yang menyelamatkan Ayahnya berdasarkan cerita Ayahnya.


Xabara dan Aya saling melihat satu sama lain lalu saling melempar senyum, "Mex...!"


"Mex?" beo Barrest dan Rovert diam saja karna Ia kenal siapa Mex.


"tenang saja ya? kau akan bertemu dengan rekan kami, dia Mex yang membantu Ayahmu." kata Aya menepuk-nepuk bahu Ade.


Barrest menarik tangan Aya dan mengecupnya berkali-kali, "dia lelaki Beb..! kenapa menyentuhnya?"


Aya memutar kedua bola matanya dengan malas akan kecemburuan Barrest, sementara Ade diam-diam sumringah akan bertemu dengan sosok Pria yang menyelamatkan hidup Ayahnya sehingga hidup mereka menjadi lebih baik, saat itu Mex memberi Ayahnya uang yang cukup banyak supaya tidak berkerja barang Ilegal lagi.


.


Mobil samaran Rovert pun tiba di tempat yang dijanjikan, mereka melihat sekeliling begitu banyaknya kendaraan yang berparkir.


"apa kita jadi tontonan banyak Orang?" tanya Barrest tiba-tiba.


"itulah tujuan mereka." jawab Xabara yang tidak heran lagi sebab Ia kenal dengan Ralista yang suka mempertontonkan perkelahian mereka.


ketika mereka semua sudah keluar, banyak sekumpulan Mobil lambang Bunga Higanbana didepannya membuat kaki Ade lemas saja padahal Ia terbilang sangat kuat bagi seorang pemula.


jumlah mereka benar-benar 30 Orang segera memberi hormat pada Xabara dengan sebutan Ratu-Ku, Rovert berdecak dalam hati saja padahal hal itu sudah biasa didengar olehnya tapi memang Ia dasarnya pencemburu pasti tidak suka.


"bagaimana keadaan kalian?" tanya Xabara.


"baik Nona." jawab mereka semua serentak.


"kita akan perang besar, kalian sudah menyiapkan semuanya kan? saatnya kita harus memberitau Orang-orang kalau kita bersembunyi bukan karna takut tapi ingin hidup tenang saja." Aya berkata dengan serius.

__ADS_1


"setuju..!" jawab mereka semua serentak lalu kompak saja 30 anggota Higanbana melihat Ade yang asing bagi mereka.


"aahh..! kenalkan dia Adetio, kalian panggil dia Ade orang-ku" Rovert bersuara.


Ade membungkukkan setengah badannya memberi hormat pada Orang-orang keren itu, matanya tampak mengedar mencari sosok yang ingin Ia temui.


"Mex?" panggil Xabara.


"iya Nona." Mex pun melangkah ke arah Xabara tapi jaraknya masih aman.


Ade semakin gugup melihat sosok yang Ia cari lalu Ayalah yang menceritakan siapa Ade ingin sekali bertemu Mex, Mex bukannya bangga malah biasa saja karna tugas mereka memang menolong orang-orang lemah.


"sudah..! ayo kita lanjut!! sepertinya acaranya sudah lama dimulai." Rovert mengedarkan pandangannya.


sekumpulan Orang-orang Higanbana berjalan dengan rapi dan tenang seperti Orang biasa saja, pantaslah mereka sulit ditemukan ketika berbaur dengan rakyat.


"aaahhhh!!"


pekikan histeris terdengar oleh Orang-orang Xabara.


"apa-apaan ini?" kesal Aya melihat banyaknya Orang-orang Mafia dari berbagai tempat tengah berkumpul seperti menonton konser Boyband atau Girlband.


Rovert menggenggam tangan Xabara yang tenang saja melewati para tamu undangan Ralista, sebenarnya mereka semua cukup takut untuk pertama kalinya melihat Mafia Higanbana menunjukkan diri didepan banyak orang walau tidak tau wajah mereka.


Xabara tiba dihadapan Ralista sambil bersidakap dada, "kau mengundang banyak Orang ya?"


Ralista tersenyum lebar, "akhirnya kau datang juga XeniaXabara, aku pikir kalian tidak akan datang."


Xabara berdecih, "aku tidak mau kau sebut pengecut.!? aku tau kau akan mengundang banyak Orang kalau aku tidak datang pasti aku yang dipermalukan, inilah keahlianmu."


Ralista tertawa lebar, "pujianmu aku terima..! XeniaXabara saatnya kita bertarung sampai lelah saja bukan mati."


"bukan mati?" beo Xabara seakan menganggap lucu tawaran Ralista.


"aku tidak boleh menghabisimu demi Tuan-ku disana." Ralista menunjuk Sosok Pria gagah dan terlihat beringas duduk angkuh di daratan tinggi lapangan itu.


Xabara melirik sekilas Orang itu dengan mata memicing sebab Ia memang tidak pernah melihat Orang itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2