Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
Bonus Chapter 3


__ADS_3

.


.


.


malam harinya,


Rovert tersenyum manis melihat Xabara yang terus membelai rambut panjang Putri Bungsunya, sebenarnya Alena bisa tidur di Kamar sendiri tapi karna Ia masih sangat dimanja tidak diizinkan tidur sendiri padahal Alena kecil berani. Alena harus dibawa tidur di kamar Ratu, terkadang di Kamar Ana dan An pun ikutan tidur dengan Alena. namun, malam ini Xabara yang memaksa ingin Alena tidur dengannya dan Rovert.


"kenapa sayang?" tanya Rovert dengan lembut.


"Apa benar yang Alena katakan tadi Rovert? dia membantu anak yang sedang sedih?" tanya Xabara melihat ke arah Rovert dengan serius.


Rovert mengulum senyumnya, "kamu tidak percaya ceritanya sayang? dia memang Putri yang jago menipu dengan wajah menggemaskannya ini, tapi kalau denganmu dia tidak pernah berbohong karna kamu tau kebohongannya kan?? hmm walaupun aku akui tangan mungilnya ini memang suka mencuri."


Xabara terkekeh pelan lalu mengecup tangan mungil Alena yang memang suka mencuri terutama makanan manis padahal Xabara selalu melarang Alena makan manis karna bisa merusak gigi Putri Kecilnya itu.


"sudah aku bilang sayang, anak kita akan mengikuti jejakmu." ujar Rovert dengan serius sambil menepuk pelan perut Alena yang tidur ditengah-tengah mereka dengan posisi terlentang dan mulut mungilnya menganga seperti kelelahan saja.


"aku senang." ucap Xabara dengan tatapan lembutnya menatap Alena yang terlelap.


Xabara mencium kening, pipi dan bibir Alena yang langsung menggeliat lalu kedua kaki kecilnya terangkat diatas perut Xabara dan Rovert yang terdiam seketika, Xabara dan Rovert berpandangan cukup lama lalu kompak saja mereka tertawa tanpa suara.


"sayang..!" gemas Rovert memeluk Xabara tapi tidak membuat Alena yang berada ditengah mereka kesempitan.


Xabara memejamkan matanya memeluk pinggang kecil Alena dan wajahnya bersandar di pipi Alena yang begitu nyenyak tidurnya, Rovert tidak mau kalah pun ikut-ikutan seperti Xabara ternyata lebih menyenangkan.


.


ke esokan harinya sekitar jam 8 pagi,


An dan Ana berlari memasuki kamar Kedua Orangtuanya serta mengendap-ngendap menaiki ranjang Xabara dan Rovert.


An dan Ana akan berubah menjadi anak-anak normal jika di dalam Mansion tapi kalau di Luar Mansion pasti berubah lagi seperti anak dewasa yang tidak mudah di remehkan.


"adekkk?" bisik An dan Ana ke Alena yang mengucek-ngucek matanya.


"adek?" panggil An dan Ana sekali lagi pun membuat mata Alena mulai bergerak dan mengerjab melihat sekeliling.


"ayo keluarrr..!" ajak An dan Ana yang penyebutan R nya belum terlalu jelas kalau pun bisa huruf R nya akan panjang (seperti ERRRRR...!)


Alena pun melepaskan diri dari kedua Orangtuanya lalu turun ranjang mengekori Kakak dan Abangnya yang sedang libur sekolah.

__ADS_1


.


Xabara tersentak tidak merasakan buah hatinya lalu Ia bangkit dan mengedarkan pandangannya.


"Rovert dimana Alenaa?" pekik Xabara mengguncang bahu Rovert yang terlelap.


"palingan sama Sikembar ke Kolam berenang sayang, mereka kan lagi libur." jawab Rovert dengan suara serak sambil mengucek kedua matanya dan duduk lalu menguap.


Xabara baru ingat sekarang adalah hari Sabtu, setiap hari Sabtu-Minggu maka Alena akan punya teman bermain di Mansion.


"aku melihat mereka dulu..!" kata Xabara turun dari ranjangnya dan berlari tanpa memakai sendal kamarnya.


"sayang? nanti masuk angin!" teriak Rovert yang khawatir Xabara tidak mengenakan sendal.


Rovert turun dari ranjangnya mengambil sendal kamar Xabara dan berlari menyusul Xabara, Rovert merasa heran sendiri mengapa Xabara begitu cemas pada Anaknya padahal Xabara sendiri tau bagaimana sayangnya sikembar pada Alena.


.


Xabara ternganga melihat Alena begitu lancar berenang di usianya yang masih 3 tahun, Ia melihat An dan Ana bertepuk tangan bangga akhirnya Alena bisa berenang.


"ayo dek...! ayo..!?" pekik Ana.


Alena berenang ke Ana dan memeluk Kakaknya dengan kegirangan, para Pelayan pun begitu gembira melihat kepintaran Alena.


Irish dengan semangat mengambilkan Kue yang Alena inginkan lalu disuapi ke Alena yang kembali berenang ke An yang ikut tertawa dengan tingkah Alena.


Xabara mengulum senyum melihat kebahagiaan Alena lalu Ia terkejut ketika ada yang memeluknya dari belakang, "Rovert?"


"iya sayang..!? kamu tidak percaya pada Putra-Putri sulungmu hmm?" gemas Rovert.


"aku tetap khawatir Rovert, aku senang An dan Ana pintar meminta di temani oleh teman-temanku." jawab Xabara tersenyum melihat Para Pelayan yang begitu setia dengannya bahkan sudah menikah pun tetap bekerja sebagai Pelayan di Mansion Maldev hanya karna ingin menjadi Pelayan setia keturunan Maldev.


Rovert pun berpindah lalu berjongkok didepan Xabara memasangkan sendal di kaki Xabara yang memakai tadi tidak memakai alas kaki.


"lain kali jangan lupa mengenakan sendal ya? lantainya dingin nanti masuk angin." pinta Rovert dengan lembut.


Xabara menganggukkan kepalanya pelan dan mengelus rambut halus Rovert yang memang terkadang seperti sosok Ayah bagi Xabara.


"ayo kita ikut berenang dengan mereka..!" Kata Rovert yang tiba-tiba menggendong Xabara.


"aahhh!" Xabara memekik di gendongan Rovert yang membawanya berlari ke Kolam berenang yang sudah diatur dengan air hangat.


Byuuurrrrrr!!!

__ADS_1


"ahahahaha!!"


An dan Ana tertawa lepas melihat Xabara memukul-mukul serta menjambak rambut Rovert yang membuatnya tercebur keKolam berenang.


"Mommy?"


Xabara yang tadinya marah seketika memutar kepalanya melihat Alena yang memiringkan wajahnya ke arah Xabara, hilang sudah kemarahan Xabara malah merentangkan tangannya.


Rovert tergelak saja dibela oleh Alena, sejak dulu memang Xabara sudah bar-bar bahkan sudah mencintai Rovert pun tetap beringas dan mudah marah tapi tidak memb*nuh Rovert hanya memukuli serta menjambak saja.


"sayang? kamu tidak dingin hmm?" tanya Xabara menangkup pipi Alena yang memekik kegirangan mengayun-ngayun kaki kecilnya dengan kedalaman kolam berenang yang tidak biasa.


"ndak...! Momm." jawab Alena dengan riang.


1 Keluarga berenang sampai 2 jam-an dan ternyata daya tahan tubuh sikembar serta Alena sangat kuat dengan air hangat yang berubah dingin juga. mereka menikmati liburan dalam Mansion di hari sabtu.


.


"ayo kalian ngapain?" tanya Rovert melihat sikembar malah memasak.


"Alena mau kue ini Papa tapi ada kacangnya, kami akan buatkan tidak pakai kacang!" jawab Ana memperlihatkan cara memasak Kue di layar Ponsel Ana.


"biar Papa yang buat ya? kalian main aja..!" pinta Rovert yang tidak tega membiarkan anak-anaknya memasak.


"baik Papa..!" jawab Ana lalu berlari ke Alena dan An yang segera saja An menggendong Alena membawa pergi ke Ruang Tamu main kuda-kudaan.


Alena memekik kegirangan dipunggung An yang rela menjadi kuda nya Alena, Ana naik Kuda dari Robot canggih yang dipesan langsung oleh Rovert untuk anaknya bermain.


"sedang apa ini?" tanya Xabara yang baru saja pulang bersama Ratu dari Mal.


Ratu terkekeh saja melihat tingkah Cucu-cucunya yang celingukan takut ditanya oleh Xabara, Xabara menghela nafas lalu berjongkok didepan Anak-anaknya.


"Mommy tidak melarang kalian main sayang..! tapi jangan sampai terluka atau terjatuh ya?" pinta Xabara dengan serius.


"siap Mom..!" jawab sikembar memberi hormat bendera dan Alena pun ikut-ikutan melihat gerakan Kakak kembarnya malah menirunya membuat Ratu dan Xabara tertawa seketika dengan tingkah lucu Alena itu.


"heheh..! siap Mommy..!" ucap Alena memberi hormat dengan wajah lucunya itu kembali membuat yang lainnya tertawa.


Alena yang tidak mengerti hanya mengerjab-ngerjabkan saja mata besarnya, apapun tingkah Alena pasti akan membuat siapapun gemas walau memasang wajah serius sekalipun akan membuat orang sedih pun tertawa.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2