
.
.
.
Rovert bekerja semalaman sampai tidak sempat mandi tapi tidak membuat tubuhnya bau sebab Rovert bekerja di Ruangan AC dan tidak kepanasan.
Aya dan Barrest ternyata tidak berbeda jauh, mereka bekerja siang malam tertidur hanya beberapa jam saja di dalam Mobil, ternyata banyak kompleks perumahan di sekitar tempat tinggal Xabara berpuluh tahun yang lalu dan Orang yang pernah tinggal di masa Orangtua Xabara masih hidup sudah lama pindah keluar Negeri, sisanya Rumah di jual pada penghuni baru yang tidak tau tempat kepindahan Tuan Pemilik yang lama, ada juga sebagian yang sudah meninggal dunia. kini hanya ada satu-satunya Rumah yang mereka cari tinggal di sekitar bekas Rumah Keluarga Xabara tapi penghuninya sedang Keluar Kota terpaksa mereka berdua harus menunggu tapi tidak mau pulang.
siang harinya,
Xabara tiba di Perusahaan Rovert membawa bekal makanan berlapis-lapis untuk Rovert yang tidak pulang semalaman.
"Nona?!" sapa para karyawan ramah ke Xabara yang mengangguk dengan wajah datarnya saja.
Xabara memasuki Lift Privat ketika pintu Lift tertutup para Karyawan berkumpul lalu bergosip karna kecantikan Xabara yang tidak normal. siapa yang mampu bersaing dengan Xabara? siapa yang mengalahkan kecantikan Xabara? mereka bercanda ria kalau anak perempuan Xabara nanti pasti mengalahkan Xabara.
Xabara tiba di Lantai tertinggi kawasan tempat kerja Rovert, ada beberapa karyawan yang membersihkan lantai memberi hormat pada Xabara.
ceklek..!
Xabara tersenyum ternyata Rovert tidak mengunci Ruangannya, ketika Xabara masuk tidak ada Rovert.
"dimana dia?" batin Xabara mengedarkan pandangannya.
Xabara akhirnya melihat sepasang kaki panjang di sofa, Ia menebak Rovert tengah tertidur di sofa.
"apa dia benar-benar lembur? aku bahkan tidak bisa tidur tadi malam, enaknya dia bisa tidur." batin Xabara mendumel sembari melangkah ke arah Sofa Rovert.
Xabara tertegun melihat banyaknya berkas berserakan di Meja Sofa, kertas tercecer di Kursi lain dan banyak susunan dokumen di Sofa lainnya yang pasti sudah di tandatangan oleh Rovert.
"apa semua ini dia lakukan semalaman?" batin Xabara tercengang.
Xabara merasa Rovert lebih sibuk darinya padahal Xabara menjadi Presdir Perhiasan Tiffany tidak serepot ini, Xabara tidak memegang berkas-berkas Rovert sebab Ia tau arti sebuah kertas bagi seorang Pengusaha hebat.
Xabara meletakkan bekal makanan yang ia bawa di Meja yang kebetulan ada tempat kosong dari kertas penting Rovert.
__ADS_1
Xabara duduk di samping kepala Rovert, Ia bisa melihat Rovert seperti sedang kelelahan meletakkan lengannya di atas keningnya namun Xabara masih bisa melihat wajah Rovert yang tidak tertutup sepenuhnya.
"kenapa aku baru sadar dia sangat tampan?" batin Xabara mengulas senyum.
jari telunjuk Xabara terangkat lalu dengan polosnya menusuk pipi Rovert yang melenguh perlahan menggerakkan matanya, Rovert membuka matanya ingin mencekik pelaku yang berani mengganggu tidurnya tapi ketika Ia melirik terkejut melihat Xabara yang tengah mengerjab-ngerjab dengan jari telunjuk yang masih di pipinya.
"sayang?" Rovert mengucek kedua matanya memastikan pandangannya.
"a-aku tidak bisa tidur semalaman." cicit Xabara sambil menurunkan jari telunjuknya.
Rovert bangkit lalu sebelah tangannya memijit keningnya sedangkan tangan lainnya terulur ke Xabara, Xabara dengan ragu-ragu menyambut tangan Rovert.
"maaf sayang!!? tadi malam aku tidak sempat pulang, tapi kenapa kamu kesini hmm? apa sudah bosan di puncaknya?" tanya Rovert sambil menoleh ke Xabara yang sudah duduk disampingnya.
"ak-aku minta pulang." jawab Xabara.
"jadi tadi malam kamu tidak tidur sayang?" tanya Rovert dengan cemas.
Xabara menggeleng, "tidak bisa kalau tidak dipeluk olehmu." jawab Xabara sambil melihat arah lain.
Rovert tersenyum dengan wajahnya yang sedikit memucat, "maaf ya sayang? aku dikenal sebagai penggila kerja sementara Barrest sedang mencari hal penting jadi aku kerjakan semua sendiri sampai tidak ingat waktu, jam berapa sekarang sayang?"
Rovert tersenyum saja tidak menjawab lalu Ia melihat ponselnya ternyata sudah siang, "sayang aku belum mandi padahal aku ingin memelukmu."
Xabara kaget, "belum mandi?"
Xabara mengendus-ngendus tubuh Rovert malah berkata tidak bau, Rovert terkekeh lalu memeluk Xabara dengan rindu tak sengaja Rovert melihat bekal makanan.
"apa kamu yang bawa sayang?"
"iya.!" jawab Xabara sambil melepaskan pelukannya dari Rovert.
Rovert begitu gemas dengan tingkah Xabara yang sangat pengertian, tidak ada Ungkapan cinta dari bibir Xabara tapi Rovert tau kalau Xabara menyukainya entah sebagai sahabat? Ayah dari anak Xabara atau sebagai lelaki, Rovert tidak tau yang penting Rovert memiliki Xabara dan Ia senang dengan apapun bentuk perhatian Xabara.
Rovert membawa Xabara ke Ruangan khususnya dan beberapa berkas yang harus Ia selesaikan dengan cepat, Rovert meminta Xabara tidur di pangkuannya sementara Ia akan makan. dengan mudahnya Xabara tertidur di paha Rovert yang setia menunggu Xabara yang sangat nyenyak dalam tidurnya.
setelah selesai makan, Rovert perlahan mengambil berkas kerjanya dengan teliti Ia membacanya lalu menantangani jika tidak ada yang dicurigakan tapi kalau tidak suka, maka Rovert tidak akan tandatangan.
__ADS_1
.
Rovert mengulum senyum pekerjaanya sudah selesai tapi Xabara masih tertidur, Rovert mengelus kepala Xabara dengan lembut.
"aku tidak menyangka akan tergila-gila pada seorang wanita." batin Rovert yang merasa lucu dengan kehidupannya.
sejak dulu Rovert tidak mengira akan ada perempuan yang akan Ia cintai melebihi harga diri Rovert yang setinggi langit itu, pertemuan Rovert dengan Xabara masih jelas teringat oleh Rovert.
malam harinya,
Xabara menggeliat di pelukan Rovert ketika membuka mata Xabara melihat Rovert tepat berada di depan nya, Xabara melirik Sofa yang menjadi tempat tidur mereka berdua.
"jam berapa sekarang?" batin Xabara melihat jam dinding seketika Ia tampak berpikir apakah jam itu benar tiba-tiba Ia melotot.
"9 ?" pekik Xabara lalu segera Ia membekap mulutnya.
Rovert membuka matanya, "sudah jam 9 malam sayang? apa kamu sudah puas tidurnya?"
Xabara langsung duduk sambil membenahi rambutnya, "haiissh..!! kenapa aku tidur begitu lama di pelukannya?" batin Xabara.
Rovert duduk lalu mengajak Istrinya mandi berdua dan Xabara menerimanya dengan terpaksa padahal sebenarnya tidak. awalnya Xabara memang sempat menolak tapi diam-diam Xabara memang ingin melihat bentuk tubuh Rovert lagi, sejak Ia hamil Rovert belum menyentuhnya dengan alasan Rovert takut melukai calon anaknya.
Xabara tercekat melihat roti sobek didepannya sedangkan Rovert sibuk menggosok badannya yang belum mandi selama 2 hari.
tukkk!!
Rovert menoleh ke perutnya ternyata jari telunjuk Xabara tengah menusuk perutnya, "kenapa sayang?"
glek..!
"hmm? ti-tidak ada." jawab Xabara segera melihat arah lain.
"ada apa dengan diriku? apa ini bawaan anakku? kenapa aku jadi mes*m?" batin Xabara menggerutu.
.
.
__ADS_1
.