
.
.
.
Xabara benar-benar tidak bisa tidur lalu melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB, Xabara tidak habis fikir mengapa sulit sekali tidur tanpa Rovert.
"sebenarnya apa masalahku? kenapa aku hanya bisa tidur dengan Rovert? aku harus ke Rumah Sakit untuk periksa." gerutu Xabara.
Xabara yang sudah terlalu kesal pun Keluar dari Apartemennya, tapi ketika pintu terbuka Rovert yang bersandar di pintu Xabara pun terjatuh.
"sayang?" Rovert terlentang sambil tersenyum ternyata tetap setia menunggu Xabara di depan pintu.
"bangun!!?" titah Xabara.
Rovert segera bangkit lalu berdiri tegak dihadapan Xabara, "apa sudah minum Vitamin sayang?" tanya Rovert.
Xabara menggeleng kepalanya lalu masuk kembali ke Apartemennya, Rovert segera menyusul tak lupa mengunci Pintu Apartemen yang sengaja dibuka oleh Xabara seolah mengizinkan Rovert masuk.
Xabara membawa Rovert ke dapur tapi Ia malah duduk manis di kursi, Rovert yang sudah faham dengan cepat mengeluarkan Vitamin yang Ia bawa untuk Xabara dan membuatkan Xabara minuman hangat.
diam-diam Xabara memperhatikan Rovert, "apa dia menungguku sejak tadi?" batin Xabara tidak menyangka Rovert begitu setia menunggunya berjam-jam di depan Apartemen demi memastikan Xabara minum Vitamin untuk bayinya.
Xabara mengelus perutnya, "apa yang membuatku marah pada Rovert? dia hanya memikirkan calon anaknya tapi tidak mengikat erat kakiku dengan tetap membiarkan aku pergi kemanapun aku suka dan boleh balas dendam walaupun dengan cara menyebalkan dirinya."
Xabara menjadi merasa bersalah telah marah pada Rovert padahal tau semua itu demi kebaikan anaknya sendiri, Xabara tidak mau meminta maaf pada Rovert karna harga dirinya.
"ini sayang!?" Rovert memberikan segelas air hangat dan Vitamin untuk Xabara.
Xabara meneguknya didepan Rovert sedangkan Rovert duduk disamping Xabara, beberapa kali Rovert merapikan anak rambut Xabara.
"apa kamu bisa tidur sayang? aku tidak bisa tidur tanpa memeluk anakku." tanya Rovert.
Xabara meletakkan gelasnya yang sudah kosong, "ya sudah kamu boleh tidur memeluk anakmu."
Rovert sumringah padahal Ia tau Xabara yang tidak bisa tidur tanpa nya tapi karna Perasaan Cintanya Rovert mengatakan bahwa dirinya lah yang tidak bisa tidur tanpa Xabara.
mereka tidur berdua tanpa gangguan, Rovert mengecup kening Xabara yang sudah tertidur di pelukannya.
sekitar jam 10 pagi,
Rovert terbangun karna Ponselnya bergetar, Ia mengangkatnya ternyata dari Ratu yang khawatir dengan Xabara.
"Xabara tidur disampingku mom." jawab Rovert dengan suara khas bangun tidur.
"susu? apa Xabara sudah minum susu?" tanya Ratu.
"nanti kami akan pulang Mom, lagian kata Dr. Astah Vitamin lebih penting dari susu." Rovert.
__ADS_1
"apaaaa?? Susu itu juga PENTING untuk calon cucuku supaya tumbuh jenius!?" teriak Ratu dengan kesal.
Rovert menjauhkan ponselnya, "iya-iya tapi anakku akan jenius tanpa harus minum susu Mom." keluh Rovert.
"pokoknya Rovert kamu harus bawa Xabara PULANG!? TITIK!!." teriak Ratu dengan tegas lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
"Mom?? Momm?" Rovert memanggil Ratu lalu ketika melihat layar ponselnya ternyata sudah mematikan panggilannya.
Rovert menghela nafas lalu menoleh ke Xabara yang tampak terganggu dan perlahan membuka matanya.
"maaf sayang! aku mengganggumu ya?" bisik Rovert.
Xabara mengucek matanya, "jam berapa?" tanya Xabara dengan suara pelan.
"10." jawab Rovert.
Xabara pun segera bangkit, "Mom pasti cemas."
Rovert pun ikut duduk sambil memutar pergelangan lengannya yang terasa pegal menjadi bantal Xabara.
"sayang? nanti malam acara Perusahaan, apa kamu mau datang denganku?" tanya Rovert.
Xabara menatap Rovert, "acara Perusahaanmu? kenapa aku baru tau?"
"bukan?? undangan dari Zein, sepertinya dia sengaja mengundangku dan kamu sayang." jawab Rovert.
"Zein? yang menyiram jus itu?" tanya Xabara dan Rovert balas anggukan.
"iya." jawab Rovert.
"baiklah!? sekalian aku mau melihat wanita sombong itu apa masih bisa berani meremehkanku." ujar Xabara menyeringai.
Rovert tersenyum lalu mencubit pelan pipi Xabara, "tidak usah mandi sayang, kita harus kembali ke Mansion sebelum Nyonya Besar menendangku."
Xabara terkekeh, "terkadang aku merasa Mom-mu itu adalah Mom-ku."
"ya..! dia Mom-mu, aku hanya butuh dirimu saja." balas Rovert.
Xabara memandang Rovert tak percaya, "kamu membuang Mom-mu sendiri?"
Rovert terkekeh, "sejahat apapun anak pada Ibunya percayalah tidak ada seorang Ibu yang akan membuang anaknya."
Xabara mendengus, "aku juga anaknya, ingat Rovert aku mau mengandung anakmu karna Mom."
"iya sayang aku tau." balas Rovert mengelus pipi Xabara.
.
Rovert dan Xabara pun langsung kembali ke Mansion Ratu, Xabara menekuk alisnya.
__ADS_1
"sayang? apa yang kamu lihat disana hmm? kamu tau sendiri tempat mereka sudah digaris polisi dan kalau kamu kesana sudah jelas akan dicurigai." jelas Rovert.
"apa melihat saja tidak bisa? kan sekalian lewat." kesal Xabara.
"sayang?" Rovert begitu gemas dengan tingkah Xabara.
Xabara menepis tangan Rovert, "entah kenapa aku ingin mencekikmu Rovert, aku minta kamu jauh-jauh dariku karna aku tidak mau anakku menjadi anak yatim sebelum dia lahir."
Rovert tertawa lalu menangkup pipi Xabara dan mencium bibir Xabara, Xabara memukul kuat dada bidang Rovert segera melarikan diri dari Mobilnya.
nafas Xabara naik-turun tidak beraturan dengan tangan terkepal kuat, "seharusnya aku cekik saja dia tadi." umpat Xabara.
amarah Xabara benar-benar mudah terpancing walau hanya masalah spele.
.
malam harinya,
Xabara tidak marah lagi pada Rovert, memang mood Xabara itu mudah berubah-ubah.
"sayang kamu yakin mau ikut Rovert? apa kamu tidak lelah sayang?" tanya Ratu.
Xabara tersenyum, "tidak apa Mom..!? kebetulan Tiffany lagi terbitkan Produk Perhiasan model terbaru dan aku harus memamerkannya untuk Promosi."
Ratu geleng-geleng kepala, "kamu ini Istri Tuan Muda Maldev kenapa masih memikirkan uang hmm? apa Rovert tidak memberimu uang?"
"aku tidak menerima seperpun uang darinya Mom." jawab Xabara.
"Apa? apa dia tidak memberinya sejak dulu?" tanya Ratu syok ketika tau Xabara tidak pernah terima uang SEPESERPUN dari Rovert sudah jelas ada yang salah.
"Mom!? aku meminta uang Rovert nanti harus atas nama anak-anakku, aku tidak akan membiarkan hak anakku terbagi walau Rovert punya anak lain dari wanita lain." kata Xabara memegang tangan Ratu.
Ratu menggeleng tak suka, "kalau itu sudah jelas sayang tapi Rovert harus menafkahimu secara lahir dan batin tidak boleh seperti ini sayang, Rovert salah jika dia tidak memberimu uang."
"Mom? seorang Xabara tidak butuh apapun selain rasa cinta kalian pada calon bayiku nanti, aku sangat serakah Mom dan tidak suka calon anakku nanti punya saingan."
Ratu tersenyum lembut, "kamu serakah demi anakmu itu biasa sayang tapi kamu juga harus egois, Rovert punya penghasilan banyak itu untukmu dan juga calon anaknya."
"aku sering memanfaatkannya Mom demi bisnisku, aku menggunakan popularitasnya dan Mom harus tau yang aku butuhkan itu adalah tubuh, tampang serta kepopuleran Rovert Mom. itu semua bisa menghasilkan banyak uang untukku."
Ratu terkekeh, "kamu menginginkan harga dirinya ya?"
Xabara tergelak, "aku harus membuatnya tunduk padaku Mom supaya tidak berani mencari perempuan lain." canda Xabara.
Ratu tertawa lepas lalu mencium pipi Xabara dengan gemas.
"Mom akan habisi wanita lain itu untukmu nak." gemas Ratu.
.
__ADS_1
.
.