Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
sampai


__ADS_3

.


.


.


"aku merasa terhormat sayang!?" ucap Rovert menundukkan kepalanya membuat Xabara tersenyum kecil.


"habiskan..?" titah Xabara.


"kamu sudah makan sayang?" tanya Rovert membuat Xabara melihat arah lain.


Rovert yang sangat tau pun menarik lengan Xabara sampai terduduk dipangkuannya, "siapa yang memberi izinmu tidak makan hmm? bagaimana bisa Ratuku memperlakukan alg*j*nya seperti Raja?"


Xabara diam saja lalu Rovert menyuapi Istrinya dan beberapa kali Xabara juga memutar sendoknya masuk ke mulut Rovert, mereka makan berdua dengan 1 sendok yang sama jika ada yang melihat pasangan itu pasti akan malu sendiri terutama yang jomblo apalagi Xabara tidak berpindah dari pangkuan Rovert karna saking nyamannya.


.


.


malam hari,


Rovert sedang menghubungi Barrest tentang tempat yang sudah disiapkannya untuknya juga Xabara.


"sudah..! semua sangat aman dan juga Beb-ku ikut membantuku menghias Ruangan kalian, awas saja anda tidak membantuku di hari Universarry pernikahanku nanti untuk Beb-ku." celoteh Barrest.


Rovert memutar kedua bola matanya dengan jengah, "kenapa kau semakin rewel? apa kau sudah ketularan Aya?"


"benar sekali...!" sahut Barrest begitu semangat sampai Rovert menjauhkan ponselnya.


"berisik !" umpat Rovert sambil memutar pandangannya mendengar pintu terbuka.


Rovert terpana melihat penampilan Xabara dengan dres lengan panjang tapi bahu terbuka serta hanya dresnya sampai paha, ini pertama kalinya Xabara memakai dress pendek biasanya sampai mata kaki atau lebih tapi sekarang malah memperlihatkan paha yang seksi juga kaki panjangnya ke Rovert.


"haloo?" sapa Barrest.


Rovert mematikan panggilannya secara sepihak lalu berjalan seperti robot ke arah Xabara, "sayang kamu berdandan?"


Xabara mengangguk sambil menyibakkan rambutnya kebelakang sehingga bahu Xabara semakin terlihat jelas, Rovert mengumpat dalam hati.


"sayang kita mau keluar kenapa malah membuatku malas keluar." keluh Rovert.


Xabara menautkan kedua alisnya, "maksudmu? apa penampilanku aneh? tapi kata Irene kamu akan suka gaun kekurangan bahan ini, aku merasa bersalah melupakan janjiku jadi memakai gaun ini sebagai permintaan maaf keduaku."

__ADS_1


Rovert menarik nafas dalam-dalam lalu memegang kedua bahu Xabara yang kulitnya sangat lembut.


"justru karna aku terlalu suka maka nya malas keluar." jawab Rovert.


Xabara mengerut tidak mengerti, "jangan main teka-teki denganku Rovert..!"


"sayang aku jadi ingin menarikmu ke Ranjang lalu kita bertempur sampai pagi." jawab Rovert dengan tidak tau malunya.


Xabara seketika melebarkan matanya karna rasa bersalahnya Ia lupa kalau Rovert adalah Pria mesum, bagaimana bisa Xabara punya penyakit aneh itu (lupa)? Xabara melupakan semua tentang Rovert jika membuat Rovert marah membuat Xabara panik dan tidak bisa memikirkan hal lain selain permintaan maafnya diterima oleh Rovert.


Rovert hendak mencium Xabara tapi Xabara segera mengelak lalu tertawa pelan.


"ayo kita pergi..!" ajak Xabara dengan kikuk mengambil tasnya dan meninggalkan Rovert yang senyam-senyum.


"Istriku imut sekali..! aku jadi pengen cepat-cepat punya anak lagi." kekeh Rovert dengan gemas.


.


di Taman LoveXabara,


Xabara terperangah melihat banyaknya manusia yang berada di Taman itu, mereka sibuk berfoto, menjerit, memekik, teriak-teriak dan berbagai hal gila lainnya.


"aku tidak menyangka Taman ini akan sangat sukses." senyum tampan Rovert.


"ehhh?" Xabara menepis tangan Rovert secara spontan saja tapi Ia tersadar dan jujur saja sedikit merasa bersalah telah menepis tangan Rovert.


"kenapa sayang?" tanya Rovert dengan gemas.


"siapa suruh tiba-tiba memegangku." decak Xabara sambil keluar dari Mobil Rovert yang tertawa.


Rovert dan Xabara jalan perpegangan tangan membuat Orang-orang yang ada diTaman itu menjerit gemas serta tanpa ragu memotret pasangan itu, ada juga yang merekam Xabara dan Rovert yang terlihat sebagai sepasang kekasih padahal sudah punya anak.


Rovert begitu menjaga Xabara sampai tiba di Ruangan Kaca, Xabara lagi-lagi bisa melihat keindahan Taman Air Mancur dari ketinggiannya sekarang.


"ayo makan sayang..!" ajak Rovert.


Rovert makan tapi matanya terus memandang Xabara yang saat makan pun masih sangat kelihatan anggun dan seksi, matanya tak luput memandang bibir Xabara yang ingin sekali dilahap olehnya.


"Rovert?" panggil Xabara.


Rovert tersadar lalu memandang Xabara dengan gemas.


"kenapa kamu melamun? jangan mikir kotor ya?" tuding Xabara dan Rovert malah tertawa lebar.

__ADS_1


"ketahuan deh." cengir Rovert.


Xabara mendengus, "bisakah pikiran kotormu itu disimpan baik-baik?"


Rovert sumringah, "jadi nanti boleh dibuka kan?"


Xabara melototkan matanya, "makan dengan benar..! penyakitmu tambah parah."


"bukankah kamu yang menyembuhkanku sayang? aku rasa efeknya membuatku begini malah tambah parah." ujar Rovert tidak nyambung.


Xabara menggeleng kepalanya, "jangan salahkan ramuan tanganku karna pikiran kotormu itu hanya kamu yang buat."


Rovert senyam-senyum saja memandang Xabara yang tiada bosan ditatap olehnya, terkadang Rovert tidak menyangka takdirnya begitu baik bisa memiliki seorang Wanita luar biasa seperti Xabara.


malam perayaan hari pernikahan mereka berjalan sangat baik beberapa kali mereka harus bertengkar mulut dan tangan yang membuat Xabara kesal karena Rovert yang begitu suka mencuri kesempatan mencium leher, bahu dan bibirnya.


begitu kembali di Mansion sekitar jam 11.36 malam lagi-lagi Rovert tidak memberi waktu Xabara untuk istirahat, Rovert begitu buas menerkam Xabara yang awalnya lembut tapi karena tidak tahan akhirnya segala pose di lakukan, beruntung Sikembar tidak menangis atau merengek seperti anak-anak normal lainnya yang tidak mau pisah dari Kedua Orangtua nya sehingga mereka aman berduaan.


pagi-pagi,


Xabara perlahan membuka matanya melihat Rovert yang begitu dekat dengan wajahnya, Xabara menyentil kening Rovert yang membuatnya lemas semalaman. Rovert malah nyenyak dalam tidurnya seolah tidak terganggu dengan sentilan dendam Xabara.


Xabara teringat kata-kata banyak wanita tadi malam ketika Ia pergi ke Toilet, hampir semua wanita yang menginginkan posisi Xabara yaitu dicintai oleh seorang Pria mapan dan tampan seperti Rovert, juga tidak pernah terkena berita punya kekasih atau dekat dengan perempuan, kalau yang menggoda banyak tapi jika Rovert sudah turun tangan bisa membuat wanita penggoda kejang-kejang melarikan diri karena takut.


Rovert malah dikenal G*y bahkan Xabara pun mengatai Rovert seperti itu, tapi jika dipikir-pikirkan lagi Rovert adalah Pria yang normal bahkan menurutnya Rovert adalah Pria yang baik.


"Nyonya Xabara sangat beruntung...!"


"sangat beruntung..!"


"aku iri..!"


"awalnya aku menikahimu karna ingin balas dendam pada Randy dan keluarganya, aku hanya memanfaatkanmu saja. tapi, entah sejak kapan aku tertarik padamu yang mengingatkanku pada Kakek dan Papaku, mungkin tanpa aku sadari hatiku sudah menyukaimu." batin Xabara memandang Rovert dengan seksama.


Xabara bangkit dari ranjangnya dan membersihkan diri lalu pergi ke Kamar anak kembarnya.


tiba-tiba Xabara melebarkan matanya melihat An dan Ana memainkan pisau dan mengiris-ngiris benda tajam itu ke Karpet sampai koyak-koyak bahkan bercecer di semua tempat.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2