Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
penasaran


__ADS_3

.


.


.


"aku tidak mungkin jatuh cinta padamu saat itu, pikiranku sangat kacau sampai aku tidak mengenali wajahmu. bagaimana aku bisa jatuh cinta padamu? dasar bodoh..!" gerutu Xabara.


Rovert masih asik dengan tawanya sambil mengangguk membenarkan kata-kata Xabara yang memang masuk akal.


"lalu sejak kapan kamu jatuh cinta padaku?" tanya Xabara dengan mata memicing.


"sejak kulitmu berubah seperti Ular ditengah hujan saat itu." jawab Rovert berubah serius.


Xabara tertegun, "kau benar-benar mengerikan."


"kenapa?" tanya Rovert mengulum senyum.


"aku tidak menyangka kalau kau sudah jatuh cinta sejak saat itu, aktingmu terlalu mengerikan sampai aku terkecoh bahkan aku tidak sadar kamu telah mengetahui jati diriku." Xabara.


Rovert senyam-senyum yang tau Xabara memuji aktingnya yang bagus, "Xabara sudah banyak bicara denganku, apa aku sudah ada di dalam hatinya?" batin Rovert.


Xabara berdecak sebal, "aku menyesal memberikan tubuhku pada serigala berbulu domba sepertimu."


Rovert tertawa, "aku merasa beruntung memiliki tubuh cantikmu Ratuku." ucap Rovert membungkukkan setengah badannya.


Xabara diam-diam menahan kedutan bibirnya.


Xabara berdehem, "aku mau ke Pasar..!"


"aku ikut." jawab Rovert.


"apa kamu tidak bekerja Rovert?" tanya Xabara merasa heran.


"aku sudah cuti panjang Sayang, demi menunggu anak kita lahir." jawab Rovert sumringah mengelus perut Xabara.


Xabara tersenyum karna Ia merasa senang anaknya kelak akan dicintai oleh Rovert maupun Ratu, sebenarnya Xabara tidak menyesal memberikan dirinya sepenuhnya kepada Rovert sebab dari penilaian sebagai seorang Wanita tidak akan ada celah diri Xabara rugi besar malah untung besar.


anak Xabara akan menjadi pewaris tahta X Company Group, disayangi oleh Ratu dan dinanti-nanti oleh Rovert jadi Xabara tidak berpikir lain akan punya perasaan pada Rovert. setiap kali Xabara merasa kesal Rovert didekati serta ditatap oleh wanita pasti Ia menyalahkan janinnya padahal Ia sudah punya perasaan pada Rovert cuma tidak mau mengaku saja.


.


Rovert dan Xabara pergi ke Pasar,


Rovert menganga melihat kondisi pasar yang dimaksud Xabara.


"sayang? kamu yakin ini tempat yang cocok untukmu? apa tidak kepanasan?" tanya Rovert cemas melihat kondisi Pasar itu tidak ada atap melainkan terpal saja dan tidak ada pendingin ruangan sebab berada di alam terbuka berbentuk pondok saja.


"lalu kenapa kamu minta ikut?" ledek Xabara.

__ADS_1


"sayang? ini tidak aman untukmu lebih baik kita ke Pasar Elit aja ya?" bujuk Rovert dan Xabara menggeleng tidak setuju.


"aku tidak mau." jawab Xabara memekik senang berlari memasuki Pasar itu.


"sayang?" Rovert sampai panik menyusul Xabara.


awalnya Rovert tidak suka dengan kondisi pasar itu sangat ramai, becek, panas, sesak karna terlalu padat. akan tetapi, lama-lama Rovert menikmati kebersamaan itu dengan Xabara seperti pasangan anak muda yang berasal dari kalangan bawah.


"itu..! martabak kacang." tunjuk Xabara.


Rovert tidak bisa memakan kacang jadi memesan rasa lain lalu mereka makan sambil bergandengan tangan mengelilingi Pasar itu, sesekali Xabara mampir di toko baju membeli Daster yang membuat seorang XeniaXabara ketagihan mengenakannya.


"Rovert bayar!!?" pinta Xabara dengan santai.


Rovert menanyakan harganya betapa terkejutnya Rovert mendengar jumlah belanjaan Xabara hanya berkisar ratusan ribu saja, jika belanja di Mal atau di Toko pasti sudah jutaan.


"kenapa murah banget sayang?" tanya Rovert ke Xabara.


"Anita siapa Abang tampan bak aktor ini?" tanya si penjual Daster semangat.


"Anita?" beo Rovert sangat pelan.


"aah..? dia Ayah dari calon bayiku Bu." jawab Xabara tersenyum manis.


"waah..! halo abang tampan bak Aktor? kok bisa tampan ya? apa abang plastik-plastik yang sedang terkenal itu?" tanya si Ibu Penjual Daster.


Xabara tertawa, "bukan Plastik-plastik bu tapi Operasi Plastik dan asal ibu tau Suami saya ini tampan sejak bayi."


Rovert begitu senang dipuji oleh Xabara, hatinya meledak-ledak banyak kembang api tapi Ia penasaran mengapa Xabara dikenal oleh setiap Orang dipasar ini dengan sebutan Anita, siapa Anita? begitulah pemikiran Rovert yang sangat penasaran.


"waah...! nanti anak Anita juga seperti ini dong." ujar si penjual Daster sumringah sambil menerima uang yang diberikan oleh Rovert.


"oh..? tidak usah dikembalikan Bu berikan saja sama...?" Xabara berkata namun tergantung.


"ibu yang jual ikan itu ya?" tebak si penjual Daster.


Xabara tersenyum, "benar sekali bu."


Rovert sampai kagum Xabara dikenal oleh orang banyak tapi dengan sebutan Anita.


"sayang? siapa Anita?" bisik Rovert.


"namaku kalau memasuki Pasar ini." jawab Xabara lalu menarik lengan Rovert menuju jajanan anak-anak.


Rovert tercengang begitu banyaknya antrian tempat jajanan itu namun kebanyakan anak-anak, ketika Rovert melihat Xabara begitu bersemangat Ia tidak berani protes.


"itu Es tebu beli Rovert..!" pinta Xabara.


Rovert melihat arah tunjuk Xabara lalu meminta Istrinya untuk tidak kemana-mana, Xabara juga tidak membantah karna Ia memang menunggu antrian.

__ADS_1


Rovert memesan Es Tebu khusus untuk Xabara tidak memakai Es sebab Dr. Astah meminta Rovert untuk menjaga Xabara dari nama nya Es. Rovert tidak mau berat anaknya melebihi batas normal sehingga Xabara sulit melahirkan calon anaknya nanti.


setelah puas berbelanja mereka makan di Taman hiburan, Rovert memandang lekat Xabara yang berbeda dari kebanyakan wanita.


"kenapa?" tanya Xabara meraba sudut bibirnya mengira ada sesuatu diwajahnya sehingga Rovert memandangnya begitu intens.


"sayang? apa kamu tidak suka ke salon? Mal atau perhiasan? kenapa kamu seperti anak remaja yang suka bermain? kamu keliatan bebas sayang." Rovert.


Xabara tersenyum mendengarnya, "aku sudah terbiasa hidup sederhana sejak kecil bahkan aku pernah hanya minum air putih saja demi membuat perutku kenyang."


Rovert tertegun mendengarnya lalu Xabara mengatakan Ia sekarang memang Kaya sebelum bertemu dengan Rovert tapi ketika Xabara baru-baru pindah ke Indonesia Ia tidak memiliki banyak uang walau Ia seorang Mafia Higanbana ketika itu.


"itu sebabnya..?" Rovert tidak melanjutkan kata-katanya.


"iya..! tapi aku memang suka kebebasan dan alam membuatku nyaman maka nya mereka mengenalku sebagai Anita bukan Xabara." jawab Xabara begitu santai sambil menyedot minuman Es tebunya.


Xabara melihat gelas plastik Es tebunya, "kenapa tidak dingin?" tanya Xabara menoleh ke Rovert.


"sayang kamu tidak boleh meminum Es nanti anak kita bisa gembung." balas Rovert.


Xabara menghela nafas, "terserahmu saja."


Rovert tersenyum lebar ternyata Xabara tidak mempermasalahkan hal itu karna demi kebaikan anaknya juga.


Xabara seketika melihat sosok yang lumayan jauh dari dirinya dan Rovert melihat Xabara begitu serius tentu mencari arah tatapan Istri tercintanya.


"Ralista? dia Ralista kan?" tanya Rovert ke Xabara.


Xabara menganggukkan kepalanya lalu mengedarkan pandangannya, "sepertinya dia mengincar sesuatu disini."


"apa pekerjaanmu saat itu tidak ada bukti Rovert?" tanya Xabara serius.


"iya sayang, aku benar-benar sudah menghanguskan buktinya dan aku jamin tidak akan ada yang berani membocorkan masalah itu walau Orang yang terlibat itu dipaksa untuk buka mulut." Rovert.


Xabara mengangguk lalu menyandarkan sisi kepalanya di bahu Rovert, "biarkan kita bertingkah seperti pasangan normal, aku ingin tau apa yang dia lihat disini."


Rovert mengulum senyum lalu mengecup sayang puncak kepala Xabara.


"apa kamu suka warna abu-abu sayang?" tanya Rovert penasaran.


"hmm." jawab Xabara mengakui menyukai Abu-abu terutama warna hitam.


"pantas saja dia suka rambutnya warna abu-abu." batin Rovert.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2