Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
menitipkan


__ADS_3

.


.


.


"Tari? kau tau apa tentang Nona Ariel? dia itu model kita." bisik rekan Pelayan yang menegur temannya.


Xabara memperhatikan raut wajah semua pelayan itu.


"lalu mau kalian bagaimana? bukankah kita bekerja untuk mencari keuntungan? Artis yang kalian bilang model gaun ini masa iya suka kredit sih? gaun ini kata Madam sangat mahal, bukankah rugi jika dibiarkan ada yang menyicil?." pelayan bernama Tari itu tidak terima akan pilih kasih rekan-rekannya.


Xabara melipat kedua tangannya, "jadi aku boleh ambil gaun manapun kecuali ini?."


semua Pelayan membenarkan perkataan Xabara kecuali Tari yang malah kesal ke Teman-temannya yang tidak mengizinkan Xabara membeli gaun itu.


"siapa namamu tadi? Tari?" Xabara melihat nametage gadis yang membelanya.


"Iya Nona..! saya akan beritau Madam ya Nona?." kata Tari lalu berlari mencari pemilik Toko.


Xabara memperhatikan mereka semua, "aku tidak menyangka Toko ini sangat memprioritaskan popularitas daripada uang." sindir Xabara.


"maafkan kami Nona..! tapi Nona Ariel Terre sangat keras kepala, dia akan menghentikan kontrak kerja dengan Madam kami jika apapun yang Ia inginkan tidak tercapai."


Xabara mengangguk-ngangguk dan beberapa saat kemudian pemilik Toko datang meminta maaf pada Xabara karna gaun itu sudah dipesan khusus untuk Model mereka malam ini.


Xabara melihat pipi Tari yang merah, "apa dia ditampar?." batin Xabara menebak.


Xabara langsung mengerti, "kalau begitu aku beli ditempat lain saja." kata Xabara lalu memilih pergi tapi saat didepan pintu Ia mendengar Pemilik toko memecat Tari yang hampir saja menjual gaun pesanan Ariel Terre.


"hanya perempuan sangat cantik sudah membuatmu besar kepala ingin menjual gaun ini padanya? kalau aku kehilangan Ariel Terre bagaimana? Tokoku bisa tutup." marah pemilik Toko.


"tapi Madam Key?".


"pergi..!" usir Key seorang Desaigner terkenal dikalangan Artis dan model top.


Xabara melanjutkan langkah kakinya menuju mobilnya, Ia bahkan tersenyum miring menatap label Toko baru itu.


Tari keluar dari Toko itu dengan mata yang memerah, tiba-tiba Ia menghentikan langkah kakinya mendengar klakson dengan cepat Tari menghapus air matanya berlari ke arah Mobil mewah berwarna merah tak jauh darinya.


"masuklah!" titah Xabara.


"Nona Cantik?" Tari terkejut melihat Xabara masih ada di Toko itu.

__ADS_1


Xabara meminta Tari masuk walau tidak mengerti Pelayan yang baru saja dipecat itu pun duduk manis di Mobil Xabara, pertama kali Tari melihat Xabara jujur saja hati Tari berdebar karna kecantikan Xabara pasti gaun apapun sangat cocok ditubuh Xabara. itulah penyebab Tari bersikeras menjual Gaun mahal itu pada Xabara yang pasti akan menaikkan penjualan Toko itu.


Drrrttt..


Xabara mengangkat panggilan itu, "halo Tante?."


"sayang? apa kamu sudah beli gaun untuk nanti malam sayang? kamu dimana nak? mau Tante temani beli Gaun? kamu datang kan keacara Rovert?." cecar Ratu beruntun.


Xabara tertawa kecil, "maaf Tante..! tadi ada kesalahan saat membeli Gaun. awalnya aku mau beli Gaun limited supaya Rovert tidak malu membawa aku Tan, apalagi aku dengar kata Rovert semua wanita yang pernah Tante calonkan padanya juga datang ke acara itu."


"aku tidak mau Tante dipermalukan juga kalau aku hanya memakai gaun biasa." keluh Xabara lagi.


DEG!!


"Rovert? apa pikiranku kesana? nama Rovert di negara ini hanya satu setauku." batin Tari.


"ohh.. sayangku kamu manis sekali masih memikirkan harga diri Rovert dan Tante ya? kalau begitu datang ke Toko Berlian sayang, dia adalah teman Tante namanya Taylor, dia Desainer yang terkenal di Amerika walau sering bolak-balik tapi dia ada disana hari ini untuk menghadiri acara nanti malam." kata Ratu.


"baiklah Tante, kirimkan alamatnya ya Tan? aku baru kali ini harus beli Gaun. huuhh..!! sebenarnya sangat menyebalkan tapi harus dilakukan juga." kata Xabara dengan raut wajah kesal.


Xabara memang sangat jujur pada Ratu sehingga wanita diujung telfon tertawa bukannya malu malah gemas akan kejujuran Xabara.


panggilan selesai.


"maaf ya? aku akan mencarikan pekerjaan untukmu tapi tolong temani aku beli Gaun baru." pinta Xabara ke Tari.


"benarkah? coba nanti aku pastikan sekali lagi." batin Tari yang merasa semua harus di konfirmasi.


.


Xabara tiba di sebuah Toko besar yang memang sangat terkenal di Mancanegara tapi jujur saja Gaun di tempat ini memiliki harga yang sangat fantastis karna terbuat dari berlian, mutiara dan sebagian emas, perak asli tidak imitasi.


"ayo!" ajak Xabara.


Tari berlari mengekori Xabara memasuki Toko yang seumur hidup tidak pernah Tari masuki, bahkan beberapa kali Ia melamar pekerjaan disana selalu gagal.


"selamat datang Nona Maldev." ucap Para Pelayan dan Pemilik Toko besar itu bernama Taylor.


Tari membeku ditempat ternyata tebakannya benar.


"terimakasih, bisa santai saja? aku tidak nyaman." pinta Xabara serius.


"baik Nona." jawab Taylor segera menuntun Xabara yang sangat cantik dengan tubuh proposional.

__ADS_1


Taylor adalah Desaigner mapan terkenal di mancanegara, hanya dengan sekali melihat model sudah langsung tau bentuk tubuhnya walau targetnya memakai baju balon sekalipun.


Tari diperlakukan dengan ramah oleh Pelayan lain karna berpikir Tari adalah teman Xabara, setelah mendapatkan gaun yang di inginkan tentu Xabara meminta diantarkan kealamatnya.


"tidak usah dibayar Nona." ucap Taylor dengan sopan menolak Blackcard Xabara.


Xabara menautkan kedua alisnya, "lalu gaun itu?"


"Nyonya Ratu sudah membayarnya." jawab Taylor.


Xabara menghela nafas, "aku lihat tadi didepan kalian butuh karyawan ! apa aku boleh menitipkan dia pada kalian? dia dipecat karna membelaku."


"aehh?" Tari sampai gelagapan.


"dengan senang hati Nona." jawab Taylor tanpa berpikir.


Tari seperti menang Lotre berkali-kali.


Xabara menepuk pundak Tari, "selamat bekerja..! hutangku sudah terbayar." ucap Xabara berlalu pergi.


Tari menunduk hormat berkali-kali mengucapkan terimakasih pada Xabara yang sudah menghilang, Taylor meminta bawahannya membawa Tari kebelakang untuk diberi pakaian baru dan diajarkan cara melayani pelanggan.


Tari merasa terharu mendapatkan pekerjaan di Toko yang sangat Ia inginkan tanpa jalur tes, memang Koneksi adalah yang paling utama dalam bekerja.


.


Malam harinya,


Xabara mengenakan gaun megah berwarna putih keemasan, Ia berdandan seorang diri tapi di temani oleh Aya.


"apa Nona tidak akan membawa senjata?" tanya Aya.


"aku akan bawa senjata dan menitipkannya ke Rovert." jawab Xabara.


"titip? apa itu baik Nona? Nona memberitau siapa diri Nona kepadanya?" tanya Aya.


"tidak, dia tau sendiri." jawab Xabara.


"ha?."


"tenang saja dia hanya tau kalau aku anggota Higanbana bukan Ratunya, aku pikir dia akan pingsan berdiri kalau tau akulah Ratu yang diincar oleh banyak pengusaha hebat dan kalangan Mafia serakah." jelas Xabara begitu santai.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2