Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
minta maaf


__ADS_3

.


.


malam harinya,


Rovert dan Xabara semakin sibuk saja dengan tamu Undangan yang tiada habisnya sampai Xabara melihat Irene.


"Irene?" Xabara tersenyum melihat temannya itu.


Irene berjalan cepat ke arah Xabara lalu melompat memeluk Xabara yang tertawa, Irene meminta maaf karna terlambat datang ke Acara pernikahan Xabara.


"aku mengerti Nona Irene sangat sibuk dengan Perusahaan barumu itu." jawab Xabara yang tau Irene sibuk mengurus Perusahaan baru Irene yang membuat minuman yang laris dipasaran.


"ini semua karnamu yang mau mengumumkan Minumanku di Akun X Company Group dan Tiffany, aku bahagia sekali Perusahaanku semakin berkembang pesat." jawab Irene begitu senang.


Xabara terkekeh, "ingat balasanku ya? kamu harus membeli set berlianku."


Irene terkekeh, persahabatan mereka sungguh lucu saling mempromosikan penjualan masing-masing.


"aku bawa mobil lamborgini keluaran terbaru untuk Sahabat baikku ini." kata Irene menyerahkan sebuah kunci yang diikat dengan pita.


Xabara melebarkan matanya, "Irene itu terlalu berlebihan."


Irene menggeleng kepalanya lalu kembali memeluk Xabara, "aku mau kamu memberiku hadiah Mobil yang lebih mahal dihari pernikahanku kalau bisa didesain langsung olehmu."


Xabara tertawa kecil mengelus punggung Irene, "baiklah..! aku akan balas di hari pernikahanmu, apa sudah ada calonnya?"


Irene melepaskan pelukannya sambil mengerucutkan bibirnya, "belum ada."


"aku akan carikan bagaimana? aku punya kenalan tapi seorang Mafia." bisik Xabara.


Irene bukannya takut malah berbinar seketika, "benarkah??"


Xabara terkejut melihat Irene tidak takut dengan kata-katanya, "tidak takut sama Mafia?" tanya Xabara berbisik heran.


"kenapa takut? aku memang penasaran bagaimana berhubungan dengan Pria Mafia, aku mau..!" jawab Irene dengan santai memilin rambut panjangnya begitu genit.


Xabara menjatuhkan rahangnya melihat sisi berbeda Irene, "ini akibat terlalu lama jomblo..!" ketus Xabara menonyor kening Irene.


Irene tertawa lalu merengek dikenali oleh Xabara padahal Xabara hanya bercanda saja, alhasil Xabara pun berjanji akan mencarikan satu dari yang terbaik untuk sahabatnya yang tidak pernah perhitungan itu.


"sudah...! kalian tidak lihat antrian dibelakang kalian apa?" Rovert menatap datar kedua wanita cantik dengan berbeda level itu.

__ADS_1


Irene bukannya tidak cantik tapi juga sangat cantik hanya saja Xabara diatas level kecantikan Irene.


"hehe..! sorry..! aku cari anak kembar kalian aja deh!" kata Irene santai lalu melenggang pergi mengacuhkan Rovert.


Rovert memutar kedua bola matanya dengan malas lalu melihat Xabara terkikik membuatnya tersenyum, setidaknya Xabara sedikit terhibur karna berbicara dengan Irene.


Xabara dan Rovert pun kembali menerima ucapan selamat dari para tamu undangan yang semakin ramai saja, Barrest dan Aya segera turun tangan membantu pasutri itu supaya tidak berlama-lama berdiri.


Rovert menoleh ke Xabara yang memegang perutnya, "sayang? kamu lapar?" tanya Rovert.


"aku lapar lalu anakku bagaimana?" tanya Xabara balik sambil mengedarkan pandangannya mencari kedua anaknya.


"sikembar sudah banyak makan roti kesukaannya bersama Tante Taylor dan Mom, kamu tenang saja sayang..? sekarang kamu yang makan ya?" bujuk Rovert.


Xabara pun mengangguk karna Ia memang sudah lapar lalu mereka berjalan berdua sehingga membuat tamu undangan gemas bercampur takjub melihat pasangan itu.


"kemana Xabara?" tanya Aya mendekati Xabara.


"aku mau makan." jawab Xabara sambil mengulurkan tangannya dipegang cepat oleh Aya.


"hei..? suaminya itu aku atau kau Aya?" tanya Rovert dengan wajah masam.


"berisik." ketus Aya.


Rovert mendengus lalu menoleh tajam ke Barrest yang menepuk pundaknya seperti meminta Rovert harus sabar menghadapi tingkah Istrinya (Aya) padahal bos nya kan Rovert bukan Barrest.


"lebih baik anda juga makan Tuan Rovert!" titah Aya.


"makan saja Rovert.!" Barrest mendukung Aya.


"kau ini? sebenarnya siapa Bosnya disini?" tanya Rovert dengan mata melebar ke Barrest.


"kalau begitu silahkan pecat saya Tuan Muda." ucap Barrest membungkukkan setengah badannya seperti mengejek Rovert.


Rovert mendengus kesal terpaksa Ia makan sendiri sambil melihat Xabara yang makan dibantu Aya, Aya seperti saudara kembar Xabara saja (sedarah) sehingga begitu baik mau membantu Xabara.


.


Xabara melihat ke arah wanita yang berjalan dengan pelan ke arah Xabara membuat bibir Xabara terangkat tipis.


"kau datang juga Clara?" sapa Xabara yang lumayan kaget juga wanita itu mau mendatangi acara pernikahannya.


Clara mengulurkan tangannya, "selamat.!" ucap Clara dengan wajah kikuk tidak berani melihat Xabara.

__ADS_1


Xabara terkekeh pelan lalu menerima uluran tangan Clara sehingga mereka berjabat tangan, Xabara bisa melihat gelang tangan Clara adalah Perhiasan miliknya Tiffany dengan logo khas Perusahaannya.


"terimakasih..!" balas Xabara.


Clara melepaskan tangannya dari Xabara, "pernikahanmu sangat megah dan anakmu juga lucu." puji Clara dengan nada terbilang lucu.


Xabara menahan senyumnya sekuat tenaga, ia bukan wanita bodoh yang tidak tau kalau Clara seperti ingin berteman dengannya.


"bagaimana? apa Shen berhasil kau tundukkan?" tanya Xabara.


Clara yang tadinya tidak berani menatap Xabara pun kini menatap Xabara, "bagaimana kau bisa tau?"


"apa yang aku tau? aku bertanya kan?" tanya Xabara berpura-pura heran maksud pertanyaan Clara itu.


Clara berdehem, "ak-aku dan Shen sudah saling mencintai, sekarang aku tidak lagi bekerja sebagai model tapi sebagai penjual sate madura..! kalau kau mau datang aku akan layani dengan baik."


Xabara mengangguk, "baiklah..!"


"ha?" Clara malah cengo.


"karna kau menang aku akan memujimu telah melakukan hal yang hebat bisa membuat Pria itu jatuh cinta padamu."


"ehh?" Clara jadi malu dipuji oleh Xabara.


Clara membuang nafas panjang lalu meminta maaf pada Xabara setelah melewati banyak hal kebencian Shen padanya itu hukuman akibat kejahatannya sendiri pada Xabara, sebenarnya Clara tidak sanggup dengan hukuman yang menimpanya tapi demi Cintanya yang bodoh itu membuatnya tetap bertahan.


Xabara mengangguk, "aku memaafkanmu setelah melihat gelang dari perusahaanku itu."


Clara menutupi tangannya karna malu, "aku menyukainya bukan karna alasan apapun memang modelnya bagus."


Xabara terkekeh pelan, "baiklah, aku anggap itu pujianmu."


Clara hanya membuang muka dengan wajah yang malu, sebenarnya Ia juga malu bertemu Xabara tapi karna harus meminta maaf jadi memberanikan diri supaya hidupnya aman dan damai setelah ini.


"lalu kenapa kau sendiri?" tanya Xabara.


"Shen bilang terlalu malu bertemu denganmu jadi menungguku didepan, dia hanya menitipkan ucapan selamat padamu semoga berbahagia selalu." jawab Clara.


"baiklah..! jangan cemburu padaku hanya karna dia menitipkan ucapan selamat padaku, harusnya kau percaya waktu aku bilang kalau aku tidak menyukainya ..! sejak dulu aku hanya mau bersama Rovert apapun alasannya hanya Rovert yang aku terima bukan yang lain tapi kau tetap saja bersikeras, huhh..!! inilah derita seorang wanita super cantik yang banyak pesona."


Clara melebarkan senyumnya merasa lucu mendengar Xabara begitu percaya diri tapi apa yang Xabara katakan memang benar, Ia dulu selalu iri pada Xabara yang sangat cantik sehingga Shen mengejarnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2