Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
tidak menyangka


__ADS_3

.


.


.


Malam harinya,


Xabara mengenakan gaun seksi dengan rambut di ikat ekor kuda serta heelsnya yang setinggi 17 cm, penampilan Xabara persis seperti model papan atas saja padahal tidak banyak juga yang mengenal Xabara.


"Nona?." Aya sumringah kecil melihat penampilan Xabara.


Xabara mengibaskan gaya rambutnya hingga Aya menunduk sopan.


"selamat datang Nona XeniaXabara." ucap Aya.


"tidak perlu terlalu formal, ayo kita berangkat! aku tidak sabar melihat misimu memberantas kecoak." balas Xabara.


Aya menutup pintu Mobil dan berlari ke arah kemudi. hubungan Aya dan Xabara sudah lama bersama, bisa dikatakan Xabara membantu Aya yang saat itu menjadi korban kekerasan dalam Rumah Tangga antara Kedua Orangtuanya, Ayahnya Aya ditembak langsung oleh Xabara yang saat itu masih berumur 17 tahun lalu dengan santainya menawarkan kerja sama dengan Aya.


Aya yang sudah lama menantikan kematian Ayahnya itupun tanpa ragu mengikuti seorang pembun*h Ayahnya, karna Pria brengs*k itulah Ibunya meninggal dunia malam itu juga sehingga amarah Aya memuncak dan adegan kekerasan pun terjadi.


.


Xabara memainkan Ponselnya sambil memperhatikan target balas dendamnya yaitu Randy dan Kedua Orangtuanya sepertinya tengah sibuk mencari keberadaan Xabara si kulit hitam karna titik GPS yang Xabara letak di Ponsel ketiga manusia itu tengah berpencar.


"Nona saya mau bertanya, apa isi paperbag yang Nona bawa sejak tadi?" tanya Aya.


Xabara melirik ke arah sampingnya lalu mengambilnya tentu dengan wajah datar Xabara menyerahkan Paperbag itu kepada Aya, Aya menepikan Mobilnya sambil melihat isinya penasaran.


"selamat ulang tahun Aya yang ke 25 tahun." ucap Xabara.


Aya seketika berkaca-kaca haru, "Nona hadiah ini terlalu berlebihan padahal beberapa bulan yang lalu Nona ulang tahun yang ke-25 saya hanya membeli Heels biasa, tapi ini berlian nya terlalu mahal Nona."


"tidak usah sungkan, kita hidup berdua sejak umur 17 tahun kenapa kau menganggapku orang asing?." cetus Xabara sambil menggeleng kepalanya lalu fokus memainkan ponselnya lagi.


Aya tersenyum haru dan mengucapkan terimakasih pada Xabara.


"ckk..! tidak usah cengeng..! kau seorang penjaga serigala kenapa suka mewek hmm? kau mau aku ganti sama yang lain?." Xabara yang perkataannya kasar.


Aya menggeleng kuat lalu mengusap air matanya, Aya sangat mengenal Xabara walau omongannya pedas tapi sebenarnya Xabara hanya tidak ingin Aya menangis.


setibanya di Bar,

__ADS_1


Xabara melangkahkan kaki memasuki tempat penuh musik dan kebisingan itu mulai memekakkan gendang telinga, tidak ada halangan apapun saat kedua gadis itu masuk ke Bar.


penampilan Xabara dan Aya memasuki Bar menjadi pusat perhatian terutama Xabara yang telah memperlihatkan wujud aslinya sebagai XeniaXabara bukan sebagai Xabara si Istri tak berguna Randy.


"permisi Nona!" ucap pelayan dengan sopan.


Xabara menoleh ke Aya yang mengangguk lalu mereka berdua mengikuti pelayan itu menuju Ruangan khusus.


"dimana mangsanya?" tanya Xabara.


"kamar sebelah Nona." jawab Aya.


Xabara mengangguk lalu membenahi gaunnya, "aku akan menjadi pancingannya serahkan padaku alat perekam itu."


Aya terdiam seperti tidak mau melibatkan Xabara karna Nona nya itu baru saja terbebas dari Penjara memuakkan yaitu pernikahan dengan Pria yang tidak sepadan dengan sosok Xabara yang sebenarnya.


"aku bisa melakukannya sayang." bisik Xabara lalu merampas alat perekam itu dari tangan Aya yang tadi menggenggamnya cukup kuat.


Aya menghela nafas, "padahal saya tadi hanya ingin mengajak Nona berpesta atas kebebasan Nona. kenapa malah begini?." gumam Aya.


Xabara tertawa kecil lalu mencubit pipi Aya dengan gemas, "ratu Higanbana akan beraksi."


.


ceklek..!


Xabara memasuki Ruangan sebelahnya dengan raut wajah yang langsung berubah persis seperti gadis yang tengah mabuk.


"uuhhh?? Mayaaa?" racau Xabara dengan mata terpejam.


3 Pria didalamnya menoleh ke Xabara dan memicingkan matanya sambil melihat ke arah Manager Bar seperti memberi ancaman.


Pria tua pemilik Bar segera berdiri dan memerintahkan kedua pelayan perempuan mengusir Xabara karna tidak boleh ada orang lain yang tau rahasia kedua Pria didalam Ruangan itu.


"Mayaaa?." Xabara menepis tangan kedua Pelayan perempuan dan aktingnya seperti gadis mabuk benar-benar sangat meyakinkan.


salah satu Pria memperhatikan wajah Xabara dengan hati-hati ternyata mengenal Xabara, "gadis itu? ke.. kenapa dia bisa disini?." batin Pria itu yang tak lain adalah Rovert.


"Mayaa??" pekik Xabara.


"cantik juga, boleh aku ambil sicantik itu." kata Pria Playboy didepan Rovert.


Xabara meracau tapi hatinya menyumpah serapahi Pria yang melec*hkannya walau tidak secara langsung tapi menganggapnya sebagai perempuan panggilan saja.

__ADS_1


Rovert membelalak lalu bangkit dari duduknya berjalan ke arah Xabara, "jangan ambil gadis ini..! dia milikku." Rovert merangkul pinggang Xabara.


Xabara berbelok-belok ditempat tidak bisa menahan beban tubuhnya dengan memakai heels setinggi 17 cm karna mabuk padahal tidak.


"wooo..!! apa aku tidak salah Tuan Muda? dia kekasihmu?." tanya Pria Playboy tadi berdiri dengan pandangan syok, ternyata Ia seorang band*r nark*b* yang selama ini diincar oleh Xabara dan Rovert.


"jaga mulutmu Bian, aku tidak suka kau menatap kotor dirinya." Rovert melepas jasnya lalu memakaikannya di tubuh Xabara yang memakai gaun seksi.


"bertahanlah! aku sedang mengawasi Pria ini yang sudah merusak seluruh bawah*nku." bisik Rovert terlihat seperti sedang mencium Xabara.


Xabara tertegun sejenak, "apa Pria ini tau kalau aku sedang berpura-pura mabuk?." batin Xabara.


Rovert menggendong Xabara lalu membawa gadis itu di Sofa nya, Rovert meletakkan Xabara dengan sangat berhati-hati dan mengambil selimut terlipat didekatnya tentu saja Ia selimuti Xabara yang sedang memejamkan matanya. Rovert tentu tau Xabara tidak mabuk karna mulut Xabara tidak tercium bau minuman.


Bian memperhatikan Xabara, "apa dia dewi? kekasihmu cantik sekali."


"jangan banyak bicara..! cepat katakan berapa harga yang ditawarkan padamu sampai Pria tua itu merusak karyawanku menjadi seorang pecandu ha?." tanya Rovert dengan tajam sambil menaikkan selimut tadi menutupi bibir dan hidung Xabara.


Bian menimang-nimang perkataan Rovert sambil sesekali melirik Xabara, "kalau begitu serahkan kekasihmu semalam saja padaku."


"bed*b*h !!" Rovert langsung kalap memukul Bian bertubi-tubi hingga terjatuh.


Bian tidak terima perkelahian pun terjadi, Manager Bar meminta Pelayannya memanggil Pengawal Pria dan datanglah 2 Pria berbadan besar bawahan Rovert malah memegang Bian sehingga Rovert puas memukuli Bian sampai muntah dar*h.


Bian terbatuk-batuk masih bisa tertawa, "woow..! aku tidak menyangka kalau kau akan memiliki seseorang yang tidak bisa kau serahkan pada siapapun ya? aku bisa pastikan Pak Bowo senang dengan berita ini."


"cuiiihhh...! aku akan menangkap Pria Tua pengecut itu, larilah sejauh-jauhnya karna dia sudah menjadi Buronanku." kata Rovert dengan dingin lalu mengibaskan tangannya dan kedua Pengawal tadi menyeret paksa Bian serta melemparnya keluar Bar bagai barang tidak berharga.


Rovert menatap tajam Pria tua pemilik Bar yang buru-buru keluar serta berjanji akan tutup mulut demi usahanya tetap berjalan lancar.


Ruangan itu tinggal Xabara dan Rovert saja, Rovert menoleh ke Xabara. "kau boleh bangun!"


Xabara membuka matanya, "huhh..! tidak ku sangka akan bertemu denganmu secepat ini." kata Xabara sembari duduk menyingkirkan selimut dari kaki mulusnya.


Rovert duduk di sofa tak jauh dari Xabara, "aku cukup kesulitan dengan masalah Pria Tua itu."


"itu sebabnya aku tidak mengganggumu dengan menagih hutang budimu." jawab Xabara tersenyum tipis.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2