
.
.
.
Rovert tiba-tiba membalik tubuhnya lalu tangan Xabara yang sedang memijit pun ikut tergelincir mengikuti pergerakan Rovert.
cupp!!
bibir Xabara tidak sengaja mencium perut seksi Rovert yang sangat kokoh serta berbentuk.
DEG!!
Rovert mengerjab-ngerjabkan matanya merasa desiran aneh menjalar dialiran darahnya hanya karna sebuah kecupan tidak sengaja dari bibir Xabara.
"aah?" Xabara pun harus bangkit tapi tangannya ditarik oleh Rovert hingga sekali lagi menimpa tubuh Rovert.
gerakan Rovert sangat cepat yang membuat Xabara mengutuk dalam hati mengapa harus kalah cepat dari Rovert, Xabara terlalu kehilangan fokus sampai bisa kalah cepat dari Rovert.
"punggungku semakin sakit karnamu." kata Rovert memejamkan matanya.
"lalu kenapa kau menarikku?" tanya Xabara dengan datar lalu Rovert membuka matanya dan mengetuk kening Xabara.
Xabara memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya, Xabara kalau kesal pasti akan bertingkah seperti itu dan Rovert melihat itu menahan diri untuk tidak tertawa.
"seharusnya aku yang bertanya, bagaimana kepala batu seperti milikmu ini bisa menjadikan punggungku bantal?" tanya Rovert dengan ledekannya.
wajah seketika memerah bukan karna suka tapi sungguh memalukan Rovert menanyakan hal yang tidak bisa Xabara jawab.
"kepalaku tidak batu !" ketus Xabara meninju dada Rovert yang terbatuk sekejab.
Xabara bangkit dari tubuh Rovert lalu segera Ia membenahi rambutnya, "aku hanya penasaran luka di punggungmu."
Rovert mengulurkan tangannya dengan malas Xabara membantu Rovert duduk.
"luka dipunggungku?." beo Rovert.
"iya, kenapa punggungmu bisa memiliki luka itu? apa aku boleh tau?" tanya Xabara.
Rovert tampak berpikir mencoba mengingat tentang asal luka dipunggungnya, "aah iya !! dulu aku sama Papaku sempat mencari rekan bisnisnya tapi saat kami Tiba Rumah itu malah kebakaran. semua Warga sangat sibuk memadamkan api dan berteriak kalau didalam masih ada Orang, Papa berani memasuki Kobaran api dan itu membuatku kagum pada Papaku lalu Aku mendengar suara tangis anak kecil langsung saja aku menolongnya dengan menerobos api, aku senang berhasil menjadi Superhero untuk pertama kalinya dalam hidupku tapi aku malah tertimpa pilar itu dan tidak sadarkan diri, ketika aku bangun sudah ada di Rumah Sakit."
__ADS_1
Xabara melebarkan matanya mendengar cerita Rovert, "kau ingat alamat Rumah itu?"
"tentu saja." jawab Rovert lalu memberitau lokasi tempatnya.
"aku memiliki daya ingat yang kuat, hanya saja aku tidak tau keadaan gadis kecil itu." sambung Rovert terdengar pelan.
Xabara membalik tubuh Rovert yang meringis seketika lalu dengan serius Xabara memperhatikan luka itu dan merabanya.
"Xabara? kau bisa membuat tulang rusukku patah." gerutu Rovert.
Rovert mematung seketika saat Xabara memegang punggung Rovert semakin intens, bukan maksud Xabara menggoda tapi jemari lentik Xabara hanya mengikuti bekas luka dipunggung Rovert yang sangat panjang.
"Aya?? aku menemukan Pria itu." batin Xabara tersenyum tipis.
Rovert menggeleng kepalanya pelan, "aku mau mandi."
Xabara hanya bisa memegang angin saat Rovert tiba-tiba bangkit dan berjalan cepat ke arah Kamar Mandi.
Xabara tidak tau apa yang Rovert pikirkan tapi yang jelas bibir Xabara melengkung sempurna, "kau menyelamatkanku dulu dan aku juga menyelamatkanmu hari hujan itu."
Xabara menepuk kedua pipinya, "sadar Xabara !! yang sebelumnya itu tidak masuk hitungan karna kau meminta bayarannya dengan menikahimu, ckk !! kau hanya mencari untung saja bukan mau balas budi." gumam Xabara mengomeli diri sendiri.
.
"Xabara?" panggil Rovert.
"...??" .
Rovert tak mendengar sahutan pun kembali berbicara dengan Barrest yang terkejut mendengar aduan Barrest mengenai artikel buruk tentang Xabara bahkan dilebih-lebihkan.
"aku minta kau atasi masalah itu, aku akan cari Xabara untuk konfirmasi." titah Rovert lalu mematikan panggilannya.
Rovert segera berpakaian lalu mencari Xabara yang baru saja keluar mengurus sesuatu, Rovert berdecak.
"kenapa Rovert? apa ada masalah?" tanya Ratu khawatir.
Rovert menceritakan masalah artikel buruk tentang Xabara yang membuat Ratu seketika naik pitam.
"dasar wanita gila itu !!? aku tidak akan mengampuni mereka." teriak Ratu hendak berlalu mencari cara untuk memperbaiki nama baik Xabara tapi ditahan oleh Rovert.
Rovert mencecar Ratu berbagai pertanyaan hingga Ratu memberitau masalahnya, Rovert memijit pangkal hidungnya sambil berkacak pinggang dengan sebelah tangan.
__ADS_1
"Nyonyaaa??" para Pelayan seketika berlari ke arah Ratu dan melihat Rovert langsung mereka membungkuk tidak berani mengganggu.
"ada apa?" tanya Ratu.
Ratu dan Rovert langsung melihat satu sama lain mendengar laporan Pelayan itu, dengan cepat keduanya ke Ruang tamu dan melihat siaran langsung yang diadakan oleh Xabara. Rovert melihat Xabara tengah melakukan siaran langsung diRuang aula pertemuan Rovert dengan wartawan, ada Barrest disamping Xabara.
Ratu terduduk lemas, "menantuku cerdas sekali." gumam Ratu dengan lega.
Rovert tidak bisa berkata-kata ternyata Xabara bisa mengatasi masalahnya sendiri tanpa membutuhkan bantuan Rovert.
"aku terima di maki, dicaci dan dimarahi tapi aku tidak suka Orang yang kusayangi di rendahkan dengan kata-kata kejam tidak manusiawi, Aku peringatkan pada kalian semua bahwa Rovert Maldev adalah Pria yang sangat Normal tapi dia mengalami sedikit keistimewaan terhadap wanita yang pernah disentuh lelaki lain."
Rovert menaikkan sebelah alisnya tampak oleh Rovert bahwa Barrest pun tampak tidak faham mengapa Xabara mengatakan hal itu.
Ratu melihat di Ponsel mengenai siaran langsung Xabara banjir rasa simpati semua netizen, mereka sepertinya juga terhipnotis dengan pembicaraan Xabara yang sangat berterus terang tapi Elegan dan terlihat sekali begitu jujur.
"Yes !!!?" Ratu bersorak senang.
Rovert menatap datar Ratu yang bersiul heboh dan para Pelayan pun bertepuk tangan gembira akan kepintaran Nona Mudanya.
Rovert memilih pergi menyusul Xabara, "aku tidak tau harus bersedih hati atau bangga dengan akting Istriku itu." Gumam Rovert sembari memasuki Mobilnya lalu mengulum senyumnya.
12 Ibu Sosialita yang mencoba menjatuhkan Xabara lewat artikel seketika semakin jatuh sedalam-dalamnya, Xabara menyinggung nama mereka semua yang mencela Xabara tidak cocok dengan Rovert awalnya Xabara sabar, tapi Xabara marah karna mereka mencela Ratu. ternyata Barrest pun ikut berakting dengan Xabara mengatakan ke Media bahwa mereka semua adalah calon besan Ratu tapi anak mereka ditid*ri oleh rekan kerja Rovert karna Kontrak itu tapi seharusnya itu semua adalah kesalahan Putri mereka yang tidak menolak bukannya menyalahkan Xabara yang tidak tau apa-apa masalah Kontrak itu.
para wartawan pun mengangguk-ngangguk lalu beranggapan dengan serentak kalau mereka semua balas dendam pada Xabara yang tidak salah apa-apa, Rovert yang mempertahankan Xabara bahkan melamarnya didepan umum padahal Xabara tidak menyangka akan secepat itu menikah sebab mereka belum lama kenal.
Barrest melihat Vidio Xabara yang sempat syok dan kaget dimalam diperebutkan lelaki Rekan Kerja Rovert kembali tersebar luas, tentu saja bukti itu menguntungkan Xabara yang ekpresinya itu benar-benar terlihat tidak tau masalah perempuan diantara para Pengusaha harus dig*liri.
Barrest tersenyum ke arah Xabara, "Nona anda sangat mengerikan !!?" batin Barrest memuji sandiwara Xabara seperti gadis lemah yang tidak berdaya dan butuh perlindungan.
Xabara juga mengatakan karna kejadian malam itu Xabara tidak berani pesta pernikahan harus digelar besar-besaran. Xabara hanya meminta sah dimata hukum saja.
"coba kalian katakan? apa salah aku mengadu pada suamiku untuk memberi pelajaran pada mereka? aku tidak menyangka kalau Rovert akan menutup akses bisnis mereka semua." tanya Xabara yang matanya sudah sembab.
siapapun melihat Xabara saat ini akan merasakan rasa sakit, gadis secantik serta kepolosan Xabara dalam bertutur kata membuat siapapun iba serta ingin memeluk Xabara karna masalah yang ditimpa nya ketika menjadi Nona Muda Maldev.
.
.
.
__ADS_1