Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
sosok bergigi kelinci


__ADS_3

.


.


.


Xabara tersenyum, "baiklah aku akan gunakan sesuka hatiku."


Rovert memeluk Xabara dengan erat, "besok Bodyguard nya akan mulai bekerja sayang, waktu terus berjalan dan aku yakin mereka akan menemukanmu."


Xabara menganggukkan kepalanya, "aku akan datang ke Pasar dengan menggunakan gigi kelinciku."


"aku akan ikut denganmu sayang, aku juga ingin merayakan pesta pernikahan denganmu dengan tenang sambil menggendong kedua anak kembarku di umur mereka yang 1 tahun." Rovert.


"baiklah." jawab Xabara yang tidak menolak tawaran Rovert.


Xabara dan Rovert berjalan saling bergenggaman tangan memasuki Mansion, mereka menikmati hari-hari bersama Ratu dengan kedua Baby Kembarnya.


di Kamar Baby Kembar.


"Mom sore ini kami akan ke Pasar." ujar Xabara.


Ratu menoleh ke Xabara lalu tersenyum lebar, "kalian bermainlah berdua biar Cucu Mom yang urus."


Xabara mendekati Ratu lalu memeluk Ratu dengan gemas, "Mom jangan terlalu memaksakan diri ya? aku tidak mau Mom sampai sakit."


"sayang? mereka adalah Obat Mom bagaimana Mom bisa sakit hmm? selama ini Mom sangat kesepian hanya mereka lah kebahagiaan mom sayang, Mom seperti melihat Rovert ketika masih bayi." Ratu.


Xabara terkekeh pelan, "aku mungkin akan pulang malam atau besok pagi Mom, Asi yang aku kumpulkan sangat banyak. aku mohon Mom langsung menghubungiku kalau ada apa-apa ya?"


Ratu mengangguk melepas pelukannya dengan Xabara lalu menangkup pipi Xabara, "Mom tau sayang, jaga dirimu ya?"


"Maafkan aku Mom..! aku janji akan menyelesaikan semua dengan cepat lalu Aku bisa fokus dengan bayi-bayiku." ucap Xabara memelas.


Ratu tertawa, Ia tidak tau apa permasalahan Xabara dan Rovert tapi Ratu hanya berpikir kalau Xabara punya masalah serius. namun, masalah serius apapun kalau Xabara ditemani oleh Rovert pasti bisa diatasi.


Xabara pun tak lupa mencium kedua anaknya yang sudah pandai duduk dan berpegang ke penyanggah Box Bayi, terkadang bisa berdiri walau hanya dalam beberapa detik.


Ratu terkekeh melihat tangan mungil Baby kembar *******-***** udara seperti mengelus pipi Xabara, Xabara merasa bersemangat mendengar pekikan gemas kedua Baby kembarnya.


"Mom akan pulang sayang..! kalian baik-baik ya? jangan susahin Nenek ya?" ujar Xabara.

__ADS_1


Rovert pun tiba-tiba datang dengan pakaian biasa juga mencium kedua anaknya bergantian, lalu Rovert berpamitan pada Ratu untuk mendoakannya baik-baik saja.


kening Ratu berkerut dalam mendengar perkataan Rovert seperti seorang Tentara yang akan berperang saja, tapi Ia menepis pikiran buruk jauh-jauh sebab Ia tau anaknya kuat.


Rovert dan Xabara pun pergi dari Kamar Baby Kembar, sedangkan Ratu melihat kepergian mereka berdua sampai pintu tertutup.


"masalah apa yang mereka hadapi?" gumam Ratu.


Ratu menggeleng kepalanya pelan, "Rovert dan Xabara akan baik-baik saja pasti masalah penyusup yang berani merampok gudang saja."


Ratu berpikiran positif saja lalu kembali bermain dengan sikembar.


.


Rovert dan Xabara sudah menyamar sebagai Anita serta suami Anita yang punya kulit sawo matang.


"kamu siap sayang?" tanya Rovert.


Xabara melirik Rovert dan menyunggingkan senyum tipisnya, "aku sudah memikirkan semuanya..! mereka tidak akan mengenaliku sebagai Xabara yang dikenal Istri Rovert Maldev kan?"


Rovert menggeleng kepalanya, "seorang Istri Tuan Muda Maldev tidak akan pernah menginjakkan kaki di Pasar ini, percayalah tidak akan terbesit dalam pikiran Orang terjenius sekalipun."


Xabara terkekeh pelan, "benar juga..! kalian Orang kaya tidak akan pernah ke Pasar."


Mobil Rovert dan Xabara telah tiba di Pasar yang ternyata sudah banyak Orang-orang Ralista telah berganti Logo pakaiannya yaitu mawar hitam.


"ohh...! dia menantang sang Bunga Higanbana." seringai Xabara sambil melepas seatbeltnya.


Rovert memperhatikan itu pun mengangguk membenarkan, "wanita itu benar-benar langsung jadi Bos besar saja setelah Lios mati."


Xabara mengangguk, "begitulah dunia Mafia, siapa yang mati dialah yang dihilangkan tanpa jejak."


"kejam sekali ya?" senyum kecil Rovert.


"kenapa kejam? kamu tinggal berjuang untuk tetap hidup kan?" ledek Xabara.


Rovert mengelus kepala Xabara dengan gemas, "ayo turun..!"


"hmm." jawab Xabara memastikan gigi kelincinya baik-baik saja lalu membenarkan topi serta kacamata besarnya.


Rovert dan Xabara keluar dari Mobil berlagak sebagai tidak tau apa-apa tentang Orang-orang berlogo mawar hitam itu.

__ADS_1


Ralista ingin menjadi Penguasa wanita satu-satunya yang paling disegani dalam dunia Mafia bukan XeniaXabara yang dikenal sebagai Ratu Higanbana maka Ralista adalah Ratu Mawar Hitam.


"itu dia..!" bisik beberapa bawahan Ralista segera memberi kabar ke rekan-rekannya lewat benda penghubung di telinga masing-masing.


Xabara dan Rovert seperti pasangan normal satu sama lain, mereka tertawa melewati Orang-orang itu seolah tidak menganggap mereka itu ada.


"Ikuti mereka..!" suara wanita terdengar oleh para bawahan Ralista itu.


Ralista langsung bergerak menuju pasar itu dan memastikan kebenaran tentang status wanita yang Ia curigai memang XeniaXabara.


Rovert dan Xabara di datangi banyak para penjual di Pasar serta mengatakan bahwa mereka banyak di cari-cari oleh Orang-orang jahat, Rovert bisa merasakan bahwa Orang Pasar itu begitu menyukai Sosok Anita yang periang serta bawel, memang dikenal kaya tapi bukan Kaya-Raya hanya dibatas kelas menengah bukan kelas atas.


"benarkah?" tanya Xabara tersenyum melihat mereka semua satu persatu.


"itu mereka Anita..! mereka orang-orang yang menanyai kami." tunjuk penjual Ikan yang pernah di tolong oleh Xabara sehingga sosok Anita semakin terkenal di Pasar itu.


Xabara melihat ke arah mereka yang langsung bergetar canggung, bertemu langsung dengan sosok yang dicurigai Ratu Higanbana sudah jelas membuat mereka semua merinding.


"kalian tenang saja..!" Xabara tersenyum ke Orang-orang yang mengkhawatirkannya.


Xabara mendekati mereka yang anehnya celingukan kesana-kemari jelas sekali mereka keliatan takut dan berpencar kesana-kemari, Orang-orang Pasar itu malah menganga lebar melihat hal itu, tubuh mereka 2 kali lipat besarnya dari Xabara yang ramping tapi malah takut seperti Xabara memiliki badan 7 kali lipat besarnya dari Orang-orang jahat itu.


Rovert mengulum senyum melihat hal itu, "mereka takut dengan Ratu Higanbana." batin Rovert.


Xabara melihat mereka berpencar lalu berbalik ke Orang-orang Pasar sambil mengangkat bahunya, "kenapa mereka malah lari?"


"hahaha..!"


Orang-orang Pasar tertawa lalu Xabara pun ikut tertawa dan Rovert terkekeh menutupi bibirnya melihat Xabara bertingkah konyol padahal sosok Xabara yang asli tidak pernah seperti itu, benar-benar ratu akting.


bughh...!


salah satu orang Logo Mawar Hitam itu menabrak Xabara yang sedang tolak punggung dengannya.


"apa kau tidak melihat jalan Hah?" marah Pria berbadan besar itu tapi Ketika Xabara tidak terjatuh bertabrakan punggung dengan tubuhnya yang besar tentu malah membuat Pria itu mengerutkan dahi.


"kenapa kau tidak jatuh?" tanya Pria itu heran.


Xabara hanya memutar wajahnya kesamping lalu rekan-rekan Pria itu memberi tau tentang identitas Sosok wanita bergigi kelinci itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2