Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
luka


__ADS_3

.


.


.


ketika Rovert memasuki Mansionnya, Ia terkejut melihat Xabara dan Ratu tengah berpelukan seperti Ibu dan anak kandung.


"ada apa ini?" tanya Rovert sambil tersenyum tipis.


Xabara dan Ratu pun melepaskan pelukan lalu melihat Rovert yang ternyata sudah kembali, Rovert memutar kedua bola matanya dengan malas melihat tatapan kedua perempuan yang penting dalam hidupnya itu tengah bertanya-tanya kenapa Rovert sudah pulang saja? . hal itu membuat Rovert kesal seolah mereka tidak ingin Rovert pulang.


"ahh!? kamu kangen sama suamimu kan sayang?" Ratu menarik tangan Xabara yang tersenyum kikuk lalu mendorong Xabara ke Rovert yang langsung menangkap pinggang Xabara.


Rovert dan Xabara pun saling pandang begitu dekat, "aku sangat merindukanmu Xabara!" batin Rovert.


"ada apa ini? kenapa tubuhku terasa lemas?." batin Xabara melihat kedua tangannya yang berada di bahu Rovert.


"pelukan saja !" titah Ratu cengar-cengir.


Rovert mengecup pipi Xabara yang melebarkan matanya lalu memeluk Xabara dengan mesra.


"kenapa aku jadi terjebak?." batin Xabara dengan kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa saat Rovert memeluknya.


"aku merindukanmu Xabara!" bisik Rovert.


Xabara menghembuskan nafasnya pelan mengira Rovert hanya ingin terlihat romantis saja didepan Ratu, "bagaimana perjalananmu? apa semua berjalan lancar?." tanya Xabara.


Rovert mengangguk masih memeluk Xabara, "harum sekali!" batin Rovert yang tiba-tiba merasa mengantuk.


Xabara menahan tubuh Rovert yang nyaris tumbang hingga Ratu terbelalak dan menanyakan keadaan Rovert.


"kenapa?" tanya Xabara yang kini menahan tubuh Rovert supaya tidak terjatuh.


Rovert memijit pelipisnya, "aku sangat mengantuk!" jawab Rovert.


"tapi tadi matamu baik-baik saja sayang." kata Ratu lalu menoleh ke Xabara yang dipeluk Rovert langsung mengantuk membuat otak nya traveling kemana-mana.


"ya sudah !! kalian tidurlah ya?" Ratu tiba-tiba saja mendorong Rovert yang nyaris jatuh tapi ditahan oleh Xabara.

__ADS_1


"Mom? dia anakmu." kata Xabara menggeleng kepalanya sedangkan Ratu nyengir saja.


Rovert berjalan meninggalkan mereka semua lalu Ratu memaksa Xabara mengantar Rovert, dengan alis bertaut Xabara menuruti permintaan Ratu.


"Dasar otak Orangtua hanya mau cucu saja." batin Xabara yang langsung faham.


Xabara menuntun Rovert yang merangkul leher gadis yang telah sah menjadi Istrinya itu, walau hanya diatas kertas tapi perhatian kecil keduanya membuat hubungan mereka semakin baik saja.


Rovert melepaskan jasnya, "apa bahumu ada sesuatu?" tanya Rovert tidak nyambung ke Xabara.


Xabara tentu saja melihat bahunya, "apa maksudmu?"


"tiba-tiba saja aku mengantuk dibahumu padahal selama 3 hari aku tidak tidur." jawan Rovert serius lalu melepas dasi serta kemejanya.


Xabara menaikkan sebelah sudut bibirnya, "aku tidak melakukan apapun pada bahuku tapi mungkin saja matamu itu yang sedang butuh istirahat."


Rovert tidak memakai baju hanya celana saja dan Xabara melihat itu hanya sempat kaget tapi Rovert malah berjalan sempoyongan ke Ranjangnya dan terlentang disana tanpa membersihkan diri.


"begitu saja?" gumam Xabara melihat pakaian Rovert berserakan dilantai sambil menghela nafas Xabara mengumpulkannya lalu meletakkannya di kain kotor.


Xabara kembali ke Rovert, Ia menelisik tubuh Rovert hingga matanya tertuju pada bekas Luka panjang di sekujur tubuhnya, tangan Xabara terangkat meraba bekas luka itu.


Xabara tersadar lalu mengangkat tangannya malah memukul keningnya sendiri, "apa yang kau lakukan Xabara? kau melanggar kontrakmu sendiri. ehh?? tunggu --? tapi dia tadi yang melanggar duluan mencium pipiku tanpa izin, jadi aku tidak salah anggap saja impas."


Xabara mengoceh sendiri lalu Ia hendak keluar tapi baru ingat ini Mansion Ratu bukan Apartemen sehingga Xabara mengurungkan niatnya segera menghubungi Aya.


"ada apa Nona?" tanya Aya terdengar semangat.


"kau berjanji akan Operasi kan?" tanya Xabara serius.


"tapi Nona Wanita di RS Jompo itu masih hidup." elak Aya.


"tidak usah memikirkannya karna sebentar lagi dia akan gila karna stress kehilangan Putranya itu, aku jamin wanita itu akan pindah ke RSJ." ujar Xabara.


"baik Nona!" balas Aya tersenyum lebar.


Xabara pun mematikan panggilannya lalu mengatur jadwal Operasi Aya dengan seorang Dokter Shen berumur 27 tahun, Dr. Shen pun telah berjanji akan mengatur jam Operasi secepatnya untuk Aya.


Xabara sudah selesai dengan urusannya pun menoleh ke Rovert yang masih tertidur pulas bahkan entah sejak kapan sudah berbalik dengan posisi tertelungkup, Xabara menaikkan sebelah alisnya merasa terganggu dengan luka panjang di punggung Rovert.

__ADS_1


"luka itu? kenapa aku merasa terganggu?." batin Xabara sembari memastikan bekas luka itu.


"aku tanya Mom saja." kata Xabara hendak keluar dari kamarnya namun baru beberapa langkah sudah terhenti.


Xabara menepuk keningnya sendiri, "Mom nanti akan mengocehiku balik."


Xabara pun kembali melihat punggung Rovert, "luka ini sudah lama tapi kenapa aku merasa sangat familiar?"


Xabara seketika teringat masa lalunya ketika berumur 5 tahun Keluarganya dibantai oleh 1 Mafia terkuat dimasa itu hanya karna Papanya menolak kerja sama Ilegal yang ditawarkan pada nya, Xabara melihat Keluarganya dibunuh didepan matanya, para Mafia kejam itu langsung membakar Rumah tempat tinggal mereka dan meninggalkan Xabara didalam sana supaya mati terbakar padahal mereka tau Xabara kecil masih hidup.


sepertinya Tuhan belum mengizinkan Xabara kecil mati sia-sia hingga seorang anak laki-laki asing dengan berani menerobos Rumah yang sedang terbakar itu dan membantu Xabara kecil yang tidak bisa melihat dengan jelas saat anak lelaki itu menggendongnya. namun, ketika Xabara kecil dipindahkan ke para warga yang menolongnya Xabara kecil melihat dengan pandangan buram bahwa laki-laki asing itu tertimpa reruntuhan tepat di punggungnya samar-samar Xabara kecil melihat sosok lelaki berpakaian formal memanggil anak itu yang ditebaknya adalah Papa dari Anak laki-laki itu.


"Aku akan balas kebaikanmu dimasa depan! Telimakasih." ucapan Xabara kecil didalam hati saat itu.


Xabara menggeleng kepalanya melupakan moment itu, "aku tidak bisa menemukan lelaki itu tapi melihat Rovert aku teringat sosok itu, aku akan tanyakan dia kalau sudah bangun."


Xabara memperhatikan luka itu seperti sudah sangat lama di punggung Rovert, "kalau kamu adalah lelaki itu aku akan balas kebaikanmu Rovert!!" gumam Xabara sangat pelan meraba bekas luka Rovert.


.


pagi-pagi,


Rovert menggeliat tapi entah mengapa punggungnya terasa berat dengan mata setengah mengantuk Ia melihat ke arah samping dan rasa kantuk Rovert langsung lenyap melihat sosok Xabara tidur dipunggungnya.


"Xabara?" panggil Rovert.


"hhm?" Xabara terbangun dan mengucek kedua matanya lalu Rovert mengeluh punggungnya terasa mau patah.


Xabara terbelalak, "aah?? a-aku tidak sengaja."


Xabara spontan saja memegang punggung Rovert dan memijitnya, diam-diam Rovert tersenyum tipis tapi malah berakting seolah itu sangat menyakitkan.


Xabara yang saat ini terlihat seperti gadis polos yang sangat menggemaskan, bisa-bisanya Xabara yang hebat ditipu oleh Rovert.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2