Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
lelah


__ADS_3

.


.


.


Xabara melangkahkan kakinya ke arah Enderita yang semakin berdebar kencang.


"Non-Nona?" Enderita menundukkan kepalanya memberi hormat pada Xabara.


Para Karyawan dan Pembeli perhiasan membeku dengan berbagai ekspresi, Netizen sangat tau Enderita adalah seorang Model galak yang tidak pernah tunduk kepada siapapun walau Orang itu berkuasa sekalipun jika berani melec*hkannya. namun yang mereka lihat sekarang Enderita tunduk pada Xabara.


"ada apa Enderita?" tanya Xabara to the Point.


"sa-saya hanya ingin mengucapkan terimakasih pada Nona, saya baru tau dari Madam Key bahwa Nonalah yang merekomendasikan saya kepadanya." jawab Enderita yang tidak malu mengakui dirinya di rekomendasikan oleh Xabara.


Xabara tersenyum mendengar perkataan Enderita, "siapa yang menyuruhmu berterimakasih?"


Enderita seketika mendongakkan pandangannya hingga bisa bertemu dengan mata indah Xabara yang bersidakap Dada memandangnya.


"ha?" Enderita kebingungan.


"aku merekomendasikanmu karna aku tau kamu berbakat hanya saja kurang koneksi, aku hanya merekomendasikan nya saja sisanya kamu yang berjuang kan?"


Enderita menautkan jemarinya, "sa-saya ingin tau alasan Nona menolong saya."


"aku hanya merekomendasikanmu karna kamu membeli Liontin dari Toko Perhiasanku." jawaban Xabara membuat Enderita tidak mengerti.


Xabara menghela nafas, "ya sudah lupakan semua ya? aku tidak melakukan banyak hal jadi tidak perlu berterimakasih padaku..! kamu harus beli Perhiasanku itu cara berterimakasih yang benar padaku." kata Xabara dengan santai sambil melewati Enderita yang tersenyum melihat ke arah lantai merasa Xabara bukan Orang yang haus akan kehormatan.


"Kemarilah Enderita..!" pinta Xabara.


Enderita berbalik pun melangkah ke arah Xabara yang ternyata menawarkan kalung mungil yang harganya masih dalam batas wajar.


"ini kalung yang cocok untuk dipakai harian olehmu, aku yakin akan banyak peminatnya nanti, kamu harus membantuku merekomendasikan Perhiasanku." kata Xabara.


Enderita tersenyum melepaskan topi dan Jaket nya lalu Xabara memakaikan kalung di leher Enderita yang sangat cocok, Xabara tersenyum karna matanya tidak pernah salah menilai.


"Nur..?" panggil Xabara.


"iya Nona." jawab Nur segera mendekati Xabara.


"bagaimana penilaianku?" tanya Xabara malah menanyakan pada Nur yang masih muda.

__ADS_1


Nur tersenyum lebar, "sangat cocok dengan warna kulit dan lehernya yang jenjang Nona Enderita itu, Nona."


Xabara menatap Enderita, "sudah kan? bayar lalu lupakan semuanya, kita impas kan?"


"baiklah..! terimakasih Nona." ucap Enderita dengan sopan.


Xabara mengangguk lalu melangkah pergi tiba-tiba Ia menghentikan langkah kakinya ketika ujung bajunya di tarik oleh seseorang, Xabara menoleh ke bawah dan memiringkan pandangannya.


"ada apa anak kecil?" tanya Xabara.


"Apa Kakak cantik melupakanku?" tanya anak itu yang ternyata adalah Ronald.


Xabara memperhatikan Ronald yang sudah semakin berisi, "Ronald?"


"benar Kakak cantik." jawab Ronald melompat senang ternyata Xabara masih mengenalinya.


Xabara memutar pandangannya lalu membungkuk ke Ronald, "kau tidak bertambah tinggi ya? tapi ngapain kamu disini?"


"Mamaaa??" Ronald berteriak memanggil Ibunya.


Nur, Enderita serta yang lainnya hanya memperhatikan saja tingkah anak itu.


Mama nya Ronald datang lalu membungkukkan setengah badannya, Xabara membantu Wanita itu berdiri yang ternyata langsung menangis tersedu-sedu memeluk Xabara dan mengucapkan banyak terimakasih karna uang yang Xabara berikan pada anaknya merubah hidup mereka berdua.


"tidak usah berlebihan Bu..! saya hanya memberikan harga yang pantas dengan apa yang anak anda jual kepada saya." kata Xabara dengan sopan padahal Wanita didepan Xabara bukan Orang kaya hanya wanita yang lebih tua sedikit umurnya dari Xabara.


Enderita terperangah, "Nona Xabara jauh lebih menarik dari perkiraanku." batin Enderita yang selama ini tidak banyak mendengar kebaikan Xabara sebab Xabara memang tidak pernah mengumbar kebaikannya pada siapapun bahkan pada media sekalipun.


Ronald pamer ke Xabara bahwa Ia sekarang sudah tamat SMP dan akan memasuki SMA padahal umurnya masih 14 tahun (jenius).


"baiklah..! belajarlah lebih giat ya? jangan lupa bermain basket biar tumbuh tinggi." Xabara menepuk-nepuk kepala Ronald yang sumringah.


Xabara membawa Ronald dan Mama nya Ronald untuk makan di Ruangannya sementara Sekretarisnya memesankan makanan yang enak untuk Xabara dan tamunya.


Enderita mendengar para pembeli Toko Perhiasan Xabara yang memuji Xabara begitu baik pantas saja menjadi Istri Rovert yang rela melepaskan semua demi Xabara, Enderita tersenyum sangat menyukai karakter Xabara yang tidak pernah mengumbar kebaikannya ke Media dan sudah sangat jelas semua itu merupakan nilai ketulusan Xabara.


"ini..!" Enderita mengeluarkan Blackcardnya ke Karyawan toko perhiasan dengan sopan memperlakukan Enderita.


Tiffany satu-satunya Toko Perhiasan yang ramah pada Pembeli baik Kaya maupun miskin diperlakukan begitu hormat, itu sebabnya Enderita sejak dulu suka belanja di Toko itu walau sudah menjadi Model terkenal tanpa diduga Xabara-lah yang menolongnya selama ini.


setelah makan bersama Ronald dan Mamanya, Xabara melanjutkan pekerjaannya sampai malam hari.


"Nona?" sapa Nur.

__ADS_1


Xabara melihat Nur pun kaget, "kau belum pulang juga Nur?" tanya Xabara.


"bagaimana saya bisa pulang jika Nona belum pulang." jawaban Nur membuat Xabara mendengus.


"ya sudah aku pulang." balas Xabara.


Nur memberi jalan pada Xabara yang begitu ramping seperti anak gadis saja sehingga Nur penasaran apakah Xabara sudah melahirkan?


"Nona?" panggil Nur sambil mengekori Xabara memasuki Lift.


"hmm?" sahut Xabara sambil memijit lehernya yang terasa pegal.


"apakah Nona sudah melahirkan?" pertanyaan Nur membuat Xabara menoleh kepadanya.


"kenapa?" tanya Xabara heran.


Nur menarik nafas lalu menceritakan Ia juga korban gosip yang membuatnya juga bisa penasaran apakah yang diceritakan oleh Para Karyawan benar atau tidak karna Xabara terlihat seperti gadis yang benar-benar memiliki pinggang yang kecil.


Xabara terkekeh pelan, "hmm ! aku sudah melahirkan 2 anak kembar berbeda jenis kelamin."


Nur melototkan matanya, "Nona? kenapa saya harus tau dari Orang lain? Nona tidak pernah memberitau siapapun kalau Nona sedang hamil."


Xabara menggeleng kepalanya, "aku tidak mau kalian mengomel kalau aku bekerja di Perusahaan."


Nur mengerucutkan bibirnya, apa yang Xabara katakan memang benar.


ketika pintu Lift telah tiba di Lobi, Xabara terkejut Rovert sudah berjalan ke arahnya.


"Rovert?"


Rovert tersenyum lembut melangkahkan kakinya ke Xabara sedangkan Nur buru-buru pamit pergi yang tidak mau menjadi nyamuk diantara pasangan itu.


"aku menjemputmu sayang, aku bawa Mobil yang ada di Perusahaan." jawab Rovert.


Xabara tersenyum lalu Rovert merangkul Xabara berjalan keluar dari Perusahaan sampai memasuki Mobil.


di dalam Mobil, Rovert menanyakan keadaan Xabara yang pasti sangat lelah baru keluar dari Pesawat langsung bekerja.


"semua terkendali ditangan Nur." jawab Xabara.


Rovert mengangguk lalu menoleh sesekali ke Xabara yang ingin ke Rumah Barrest melihat Aya tapi Rovert meminta untuk datang esok hari saja karna anak kembar mereka pasti kesepian tanpa Xabara, Xabara pun menuruti perkataan Rovert yang memang tidak salah.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2