
.
.
.
"aku tidak akan melepaskanmu!" gumam Lios dengan takjub keberanian sosok yang melambaikan tangan ke arahnya itu.
Lios berhasil membuka pintu Balkonnya dan mengedarkan pandangannya melihat sosok Xabara yang tadi meloncat ke bawah dengan ketinggian belasan meter.
"jika aku tidak salah dialah Ratu Higanbana yang sebenarnya." gumam Lios ikut melompat dengan ketinggian yang tidak biasa itu.
Lios berlari mencari sosok tadi dan terkejut melihat banyak bawahannya terkapar tidak berdaya.
"T.. Tuan?" rintih mereka semua serentak menunjuk ke arah Gerbang.
Lios berlari dengan langkah lebar ke arah itu dan melihat Xabara hendak memasuki Mobil yang tidak ada platnya sama sekali.
Lios mencekal lengan Xabara yang dengan cepat mengelak lalu memutar badannya membanting Lios yang kaget tapi dengan cepat bangkit.
"lawan aku! jika kau berhasil mengalahkanku aku akan membiarkan kau pergi." ucap Lios dengan serius.
Xabara yang hendak masuk pun menoleh ke Lios, "kau terobsesi PADAKU bukan? itu sebabnya kau mengurung mereka semua?"
Lios tertegun sambil memperhatikan sekujur tubuh Xabara dengan takjub, "kau melihat penjaraku?."
Xabara tersenyum dibalik maskernya, "tentu saja..! sudah lama aku tidak melihatmu Lios Dirve."
Lios mengerutkan keningnya, "sudah lama? apa kita pernah bertemu dulunya?."
Xabara melipat kedua tangannya, "aku heran kenapa kau begitu terobsesi padaku."
"kita akan menjadi Penguasa yang tidak terkalahkan." kata Lios dengan antusias.
Xabara tersenyum sinis lalu menyerang Lios dengan cepat, Lios terkejut tapi dengan segala kemampuannya melawan Xabara. sungguh pertengkaran yang sangat cepat sehingga sulit bagi seseorang memandang perkelahian kedua Ketua Mafia besar itu berpaling muka.
Lios terpelanting mengenai punggung pagar sampai terbatuk-batuk, "kau adalah Ratu Higanbana yang sebenarnya dan aku akui kau sangat hebat."
Xabara mengusap pakaiannya seperti ada debu saja yang menempel, "kau kalah."
Lios berusaha bangkit dan berjalan cepat ke arah Xabara dan berusaha melepas penutup kepala Xabara sehingga rambutnya yang panjang tergerai bebas mengenai wajah Lios, Xabara yang merasa kesal menendang Lios hingga terlempar 5 meter dari Xabara.
"dasar penipu!." umpat Xabara.
"lebih baik kau lepaskan saja mereka semua." titah Xabara lalu memasuki Mobilnya dan pergi dari sana.
__ADS_1
Xabara merasa aman karna wajahnya tidak terekspos melainkan rambutnya saja yang terlihat walau hari sudah larut malam tapi Mansion Lios sangat terang karna lampu. dan sebenarnya di negara ini juga banyak perempuan memiliki rambut panjang dan mustahil Lios mengenalinya hanya karna warna rambut.
Lios terbatuk-batuk mengusap lengannya yang tergores (lecet-lecet) tapi tidak bisa marah, Ia mengusap bibirnya yang pasti ada luka karna perkelahiannya dengan Xabara benar-benar sangat menantang.
"gila..! dia hebat sekali, aku dan dia bisa menjadi Raja-Ratu yang tidak terkalahkan." ujar Lios merasa semakin tertarik pada Xabara.
Lios memegang tangannya yang menyentuh penutup kepala Xabara sangat wangi, "aku memiliki indera penciuman yang tajam dan aku pastikan bisa menemukanmu."
Lios tidak marah dengan lukanya walau Ia babak belur karna melawan perempuan tapi obsesinya pada Xabara semakin besar, Ia dibantu oleh bawahannya tapi Lios menolak malah meminta mereka mencari sosok Xabara lewat CCTV.
"tapi kenapa dia kekamarku?." gumam Lios seakan mencurigai sesuatu lalu segera Ia bergegas memasuki Kamarnya dan melihat setangkai Bunga Higanbana di Meja nya.
Lios mengambil Bunga itu dan selembar surat yang tertera,
"Lios..! kau sangat merepotkan bisakah kau berhenti mengusikku? kau tidak akan bisa menemukanku jadi tidak usah percaya diri kalau kita akan bersatu. salam dari XeniaXabara untuk yang terakhir kalinya, jika kau tetap memaksa pertemuan berikutnya adalah nyawamu yang akan ku habisi dengan tanganku sendiri."
Lios mencium surat itu memang memiliki bau yang sama dengan rambut Xabara tadi, "kau datang hanya untuk memberiku peringatan? imut sekali."
Lios terkekeh membaca surat Xabara seolah sebuah hiburan tersendiri baginya.
.
ke esokan harinya,
Xabara perpakaian seperti lelaki ke Perusahaan Rovert untuk membahas pernikahan mereka yang tertunda karna masalah Kontrak Rekan Kerja yang terpaksa harus diakhiri dengan ketidakterimaan seluruh rekan.
Xabara melepas topinya sehingga rambut panjangnya tergerai, kali ini Xabara mewarnai rambutnya menjadi abu-abu lalu membuka maskernya.
"aku Xabara! katakan pada Rovert aku datang padanya." pinta Xabara.
kedua Reseptionis merasa gugup dengan kecantikan Xabara lalu tersadar saat Xabara menepuk tangan diwajah keduanya.
"Xabara??." panggil seseorang.
Xabara menoleh dan ternyata Rovert berjalan ke arahnya di ikuti oleh banyak rombongan, Xabara berlari ke arah Rovert sambil tersenyum sungguh memikat sekali kecantikan Xabara.
"dia mewarnai rambutnya." batin Rovert tersenyum tipis karna suka dan merasa Xabara sangat cocok dengan warna rambut yang baru itu.
"apa kita jadi menikah?" tanya Xabara merangkul lengan Rovert.
Rovert tersenyum, "kita akan menikah..! ingat kontrak 99 hari kita belum dimulai." bisik Rovert terlihat sangat mesra.
"baiklah." balas Xabara.
"kalian bubarlah..! aku akan bicara dengan calon Istriku." titah Rovert.
__ADS_1
semua rombongan yang mengikuti Rovert pun segera membubarkan diri, Rovert menggenggam tangan Xabara membawa gadis itu memasuki Lift khusus. para Karyawan segera berkumpul yang pastinya menggosip karna kecantikan Xabara diatas kecantikan Ariel Terre walau tidak berdandan sungguh mereka takjub dan akhirnya terjawab sudah mengapa Rovert sampai memilih membatalkan Kontrak daripada memberikan Xabara pada Lelaki lain.
di Ruangan Kerja Rovert, Xabara yang tadinya memasang wajah ramah berubah datar dan serius lalu melangkah menuju Sofa kerja Rovert yang segera menyusul Xabara.
"apa Perusahaanmu baik-baik saja?." tanya Xabara.
Rovert duduk dihadapan Xabara, "baik-baik saja."
Xabara melipat kakinya dengan anggun lalu Rovert meminta maaf karna tidak bicara sejak awal sehingga masalah mereka semakin rumit.
Xabara menghela nafas, "tidak apa..! masalah kecil tidak akan mengusikku."
Rovert tersenyum tipis, "ternyata anggota Higanbana sangat sesuai dengan cerita yang disampaikan oleh orang lain."
"hmm? cerita apa?." Xabara menaikkan sebelah alisnya.
Rovert menceritakan bahwa Higanbana sangat populer di kalangan lelaki Pengusaha karna anggotanya sangat sedikit tapi kemampuan mereka adalah yang terkuat terlebih lagi anggota Higanbana kebanyakan perempuan.
"tapi aku penasaran, bagaimana rupa Ratu kalian? apa dia memang cantik yang dikatakan orang-orang?" tanya Rovert penasaran.
Xabara menyunggingkan senyum tipisnya, "memang apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengannya?."
"entahlah." Rovert menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil sesekali melihat Xabara.
"rambutmu cantik." puji Rovert.
Xabara mengangguk saja tanpa baper pujian yang terlontar dari Pria setampan dan sekaya Rovert.
"apa kau yakin kita harus adakan pesta besar? aku pikir pernikahan sederhana juga tidak buruk." saran Xabara serius.
Rovert memijit pelipisnya seketika, "bisakah kau membujuk Mom? aku tidak bisa membujuknya karna dia itu sangat keras kepala."
"serahkan padaku..! lagian pernikahan Kontrak ini akan berakhir 99 hari." kata Xabara.
"ya! tapi aku dengar dari Barrest kalau Randy terluka menolongmu, apa itu benar?." tanya Rovert mengalihkan pertanyaan.
"mau dia mati atau hidup bukan urusanku yang jelas aku senang jika dia mati ditangan orang lain bukan tanganku." jawab Xabara santai.
Rovert mengangguk saja, "kenapa tidak langsung kau utus seseorang untuk menghabisi mereka? aku pikir hidupmu akan jauh lebih buruk jika berada disisiku kau bisa terluka. dengan menghabisi mereka dendam mu terselesaikan dan kau tidak akan masuk dalam masalah rumit kami."
"aku bukan perempuan lemah dan kau tidak mengenal karakterku." jawaban tegas Xabara membuat Rovert bungkam.
Xabara merasa Rovert menganggapnya takut terlibat masalah Rovert yang akan membahayakan nyawa Xabara sendiri.
.
__ADS_1
.
.