Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
Bonus Chapter 1


__ADS_3

.


.


.


Alena berjalan mengendap-ngendap dengan wajah seriusnya yang terlihat sangat menggemaskan itu tengah melihat sekeliling yang sekiranya aman.


"amann." gumam Alena dengan senyuman.


.


Alena tiba di dapur dan melihat ke atas betapa tingginya Kulkas baru yang menjadi tempat persembunyian makanan manis yang sangat ia suka.


"Lena idak mau alah." kata Alena merujuk pada dirinya sendiri yang tidak mau kalah. (Lena adalah Alena).


Alena mengedarkan pandangannya lalu memekik kesenangan menemukan ide dari otak kecilnya yang memang nakal juga seorang pencuri kecil yang handal.


"hihihi." Alena mendorong kursi Pelayan lalu membuatnya seperti tangga sehingga tubuh kecilnya bisa memanjat ketinggian itu.


Alena yang masih kecil begitu keras kepala dan penuh tekat akan mendapatkan apa yang Ia inginkan sampai Ia tiba di Kulkas tertinggi dengan ketinggian yang tidak biasa, akhirnya sikecil menggemaskan itu menjalankan aksinya memakan kue Coklat kesukaan Kakaknya.


"aniiss!!" racau Alena yang baru saja beberapa menit memakan kue coklat yang disembunyikan dengan baik itu sudah belepotan saja wajah serta tangannya.


"Alenaaa?" panggil Ratu kecarian.


Alena tidak mendengar apapun sebab bibir mungilnya begitu betah memakan Kue lembut dan lumer dalam mulutnya itu apalagi Alena sudah punya gigi kecil yang baru tumbuh beberapa bulan yang lalu.


"Aahhh!?" Ratu memekik melihat Alena sudah ada di atas Kulkas yang tingginya sekitar 2 Meter entah bagaimana Alena yang mungil bisa ada di tempat ketinggian yang 10 kali lipat dari tinggi Alena itu.


"nek?" Alena mengerjabkan bola mata besarnya sambil menyodorkan kue coklat yang sudah masuk dalam mulutnya namun karna kaget melihat Ratu malah dikeluarkan lagi dari mulutnya.


"apa yang kamu lakukan diatas sana sayang?" Ratu begitu khawatir lalu dengan cepat mendekati Kulkas itu.


Alena menggeleng kepalanya, "nekk..! ennak!" bantah Alena yang suka berada di ketinggian itu.


Ratu memijit pelipisnya yang terasa pusing detik itu juga, "Roverrrrttt!!" jerit Ratu.


Rovert yang berada di Ruang Tamu ketiduran pun tersentak dengan raut wajah bodohnya.


"apa Mom?" sahut Rovert dengan suara serak membenarkan berkas-berkas yang berantakan.


"katamu jaga Alena lalu kenapa dia bisa ada diatas Kulkas ha?" teriak Ratu dengan suara menggelegar.

__ADS_1


Rovert mendengar perkataan Ratu pun berdiri langsung lari menuju dapur tanpa berpikir lagi dan Ia benar-benar terkejut melihat Alena ada diatas Kulkas yang baru saja dibeli oleh mereka tapi ternyata Alena tetap bisa memanjatnya.


"sayang? cepat turun!" Rovert mengulurkan kedua tangannya.


"ndak!" jawab Alena yang kini punya hoby baru yaitu berada diatas ketinggian.


"Papa panggil Mommy ya?" ancaman serius Rovert.


Alena pun sontak menatap Rovert dengan wajah lucunya yang memang kelihatan takut jika Rovert memanggil Sosok Wanita yang membuatnya takut tapi sebenarnya Alena juga sayang banget pada Sosok itu, hanya saja jika Alena nakal pasti Xabara lah yang akan menegurnya.


"atutt!" jawab Alena.


"iya sayang? takut kan sama Mommy? ayo sini. !" Rovert mengulurkan tangannya lebih dekat ke Alena.


Alena pun melebarkan lengannya dan Rovert langsung menggendong Putri kecilnya yang malah biasa saja sudah membuat Rovert dan Ratu khawatir tingkat dewa.


"bagaimana dia bisa memanjat Mom?" tanya Rovert sambil memeluk erat Alena yang sibuk memakan kue coklatnya.


"mana Mom tau, bukannya kamu kerja di Ruang Tamu untuk menjaganya? kenapa kamu bisa kecolongan olehnya?" Ratu malah mengomeli Rovert balik dan menyambar Alena membawa pergi Cucu kecilnya dari Rovert yang menggaruk kepala.


"seharusnya aku yang marah kenapa malah Mom yang balik marah padaku?" gumam Rovert.


Rovert mengedarkan pandangannya dan melihat kursi serta kain yang menjadi tangga Alena sampai di atas kulkas, Ia menggaruk keningnya yang tidak gatal.


Rovert membuka kulkas atas itu yang sudah habis karna sipencuri kecil itu segera Rovert menghubungi kue langganan nya dan memesan Kue coklat yang sama sebagai ganti makanan yang dicuri Alena.


sejak saat itu Rovert menyediakan Kue di Kulkas bawah dan atas dengan jumlah banyak sampai Xabara marah-marah sebab Rovert seolah memberi izin putri kecilnya makan manis-manis yang bisa saja membuat gigi kecil Putrinya rusak.


.


"lihat ulahmu Rovert!" tunjuk Xabara ke Alena yang memakan kue yang manis.


"sayang aku khawatir dia akan memanjat ke atas lagi, aku takut sayang." jawab Rovert.


"dikunci kan bisa." keluh Xabara


Rovert menggeleng sebab Alena tidak sebodoh yang Xabara tebak, Ia menceritakan semua tentang Alena yang berhasil Xabara ternganga betapa pintar dan jeniusnya Putri kecilnya tak berbeda jauh dengan An dan Ana.


"masa sih?" Xabara memicing tidak percaya.


"sayang? dia sangat ahli mencuri." bisik Rovert.


Xabara sampai pusing mendengar Rovert memuji Alena yang artinya hal itu sangat benar, Xabara sangat tau kalau Rovert tidak pernah memuji apapun jika tidak berkesan bagi Rovert.

__ADS_1


"kenapa sayang?" tanya Rovert cemas.


"Rovert lebih baik kamu jemput An dan Ana." titah Xabara.


"kamu ikut sayang? tapi memangnya Ade kemana?" tanya Rovert balik.


"Ade demam..! dia tidak mau menularkan demamnya ke sikembar maka nya minta cuti." jawab Xabara.


Rovert mengangguk dan tidak marah Ade hanya meminta izin pada Xabara sebab izin Xabara sama dengan Izinnya Rovert.


"kalau begitu aku jemput mereka ya? kamu mau makan sesuatu sayang?" tanya Rovert sambil menangkup pipi Xabara.


"belikan aku pecel ayam biasa." jawab Xabara.


Rovert segera mengambil kunci Mobil dan mencari Alena, Rovert menciumi Alena lalu pergi tapi ternyata Alena malah mengikuti Rovert dengan tingkah imutnya itu bagaimana cara Rovert bisa tahan untuk melarangnya ikut.


"sayang? tidak boleh!" Xabara tiba-tiba muncul didepan Alena dan menggeleng kepala tidak mengizinkan Alena ikut.


"ituuuttttt!" pekik Alena dengan lucunya berkacak pinggang malah menantang Mommynya.


Rovert berjalan dengan sangat hati-hati supaya bisa kabur tanpa diketahui Putrinya tapi Alena malah mengetahuinya langsung memeluk Kaki Rovert sambil menangis keras meminta Ikut.


"iya sayang..! iya..! jangan nangis ya?" Rovert yang tidak sanggup buah hatinya menangis pun menggendong Alena dan menciumi wajah Alena yang menangis.


Alena melingkarkan tangan kecilnya di leher Rovert dan menyembunyikan wajahnya di bahu Rovert terdengar oleh Rovert isak tangis Alena yang berhasil membuat hati Rovert sangat sakit.


Xabara memutar kedua bola matanya dengan jengah, Ia sudah tau kalau Putri Kecilnya sedang berakting saja dengan air mata buaya nya itu menjadi kelemahan Rovert.


"Rovert?" panggil Xabara.


"aku akan jaga Alena sayang!" kata Rovert dengan yakin lalu pergi dari Xabara yang ternganga melihat wajah imut Alena yang menyembul dibahu Rovert tengah tersenyum lebar kepadanya.


"Rovert !! Putriku cuma berakting..! dia menipumu." teriak Xabara sebab jarak mereka sudah cukup jauh.


"aku tidak bisa melihat anak kita menangis sayang." sahut Rovert dengan kuat.


Xabara menggeleng kepalanya lalu tertawa pelan, Ia tidak pernah tertipu dengan wajah polos serta akting Alena malahan Keluarganya yang sering tertipu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2