Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
teralihkan


__ADS_3

.


.


.


Xabara menghentikan Taksinya dan dengan sengaja bagian depan Mobilnya mengenai Motor yang menghadangnya sehingga semua Motor itu tumbang berturut-turut tidak peduli bagian depan Taksi itu hancur olehnya sebab Xabara sudah membeli Mobil itu kalau dipulangkan pun biaya perbaikannya tidak akan terlalu mahal.


"sil*n !" maki si Ketua perampok.


"mo-motor kami masih ada 16 kali cicilan lagi Ketua." gagap salah satu bawahan Ketua perampok itu.


"kalian pikir Motorku sudah lunas? cepat paksa orang itu keluar!" teriak Si Ketua.


para bawahan Ketua Perampok itu berjumlah 20 Orang berlari kocar-kacir ke Taksi itu lalu mengelilingi Taksi sambil menggedor-gedor kaca Mobil itu memaksa pengemudinya keluar.


Xabara melepas kacamata tebalnya sambil mengambil Pistolnya, Ia membuka pintu Mobil dengan kencang sehingga yang menggedor kaca Mobil terjatuh tak elit.


Xabara keluar dari Mobil itu dengan wajah anehnya, perampok yang jatuh tadi dibantu kawanannya membelalak seketika melihat Xabara dengan penampilan culunnya yang jelek dilihat itu.


"ahahaha!!"


"hanya perempuan jelek!"


"oh ya? kita lihat apakah kalian masih bisa tertawa setelah tau siapa aku." seringai Xabara.


DEG!!


Xabara mengeluarkan pistolnya lalu memainkannya begitu lihai didepan mereka semua yang mematung melihat benda itu.


"apa yang kalian takutkan? itu hanya mainan tidak mungkin ada pelurunya!" teriak si Ketua dengan marah sambil melangkah ke arah Xabara.


Xabara tersenyum tipis nan sangat penuh misteri lalu menarik pelatuknya dan menemb*k kepala Ketua Perampok itu langsung mati ditempat.


"aahhh?"


"Ketuaaa!!" teriak mereka semua membelalakkan mata berlari ke arah Ketua mereka yang mengeluarkan banyak darah.


Xabara mengeluarkan setangkai Bunga Higanbana dan melemparnya ke tubuh Pria yang Ia tembak tanpa hati itu, seketika bawahan Ketua Perampok itu bergetar ketakutan melihat Bunga itu.

__ADS_1


"kalian mengerti kan? singkirkan Kendaraan busuk kalian sebelum peluru ini meletus yang kedua kali dan seterusnya." ancam Xabara.


para perampok itu segera bangkit dengan tubuh gemetar mereka ada yang berjalan dan merangkak ke arah Motor mereka, dengan segala kemampuan yang tersisa harus menyingkirkan kendaraan masing-masing yang menghalangi jalan Ratu Higanbana itu.


"cepatlah!" teriak Xabara.


"I-Iya Nona." teriak mereka kian gemetar sampai ada yang terkencing di celana.


Xabara tidak mengasihani mereka sedikitpun, ketika jalannya sudah kosong dari banyaknya motor yang menghadang jalan.


"kalian? berani pada Ratu Higanbana?" tunjuk Xabara dengan pistolnya.


"I--Iya Nona eeehh?? ka-kami tidak berani Nona." jawab 20 perampok segera bersimpuh ditodongkan pistol oleh sosok wanita jelek dan aneh itu ternyata si Ratu Higanbana yang ditakuti itu.


semua orang mengatakan Ketua Higanbana sangat cantik tapi ternyata malah jelek dan aneh, gosip yang beredar tidak benar namun jujur saja mereka sangat ketakutan saat ini.


"jika kalian berani merampok di jalan ini lagi kalian akan aku habisi, aku mudah menemukan kandang kalian terutama Keluarga yang menjadi alasan kalian mencari nafkah dengan cara seperti ini." ancam Xabara.


"am-ampuni kami Nona! kami janji tidak akan merampok lagi." jawab mereka semua serentak dengan nada gemetar.


Xabara mengeluarkan Uang tunai dari dalam tas yang Ia bawa dan melemparnya ke para perampok itu, tidak ada yang berani mengutip uang pemberian Xabara malah tubuh mereka semua semakin gemetar.


"aku sudah melepaskan belenggu kalian dan itu adalah awal modal kalian." kata Xabara lalu segera memasuki Taksi dan pergi dari sana.


beberapa saat kemudian Taksi lain berpapasan dengan Taksi Xabara,


"itu dia Aya." gumam Xabara yang melihat Aya ditaksi tadi.


Xabara mengembalikan taksi itu ke Supir sebenarnya betapa terkejutnya Pria paruh baya itu melihat kerusakan pada Taksinya tapi tidak berani marah karna Xabara telah memberinya uang banyak.


"cepat antar aku ke Hotel ! Taksi ini aku kembalikan masalah perbaikannya cukup kan?" Xabara dengan wajah anehnya itu yang datar terlihat lebih menakutkan.


kalau perempuan seksi dan cantik berwajah datar pasti sangat menarik tapi kalau wajah jelek memasang tampang datar sudah jelas sangat menakutkan.


"ba-baik Nona, sa-saya tidak menyangka an-anda akan memulangkan mobil ini." cicit si Supir.


"cepat!!" titah Xabara.


"ba-baik Nona." jawab si Supir taksi segera keluar dari Mobilnya berpindah posisi sementara Xabara tidak keluar dari Taksi hanya berpindah didalam saja.

__ADS_1


Xabara pun turun di Hotel lalu berganti pakaian setelah memesan kamar, kali ini rambutnya disanggul tinggi seperti gadis culun kutu buku.


Xabara kembali ke Perusahaannya (Tiffany) membawa semua berlian yang Ia dapatkan dari hasil pencariannya, Ia tidak rugi sama sekali walau sudah mengeluarkan uang 100 juta untuk membayar Ronald tapi keuntungan Xabara jauh lebih besar berkali-kali lipat dari Uang yang sudah ia keluarkan itu.


Xabara bisa keluar masuk Perusahaannya tanpa dicurigai oleh Orang-orang yang mengawasinya.


Ray yang sedang memainkan ponselnya seketika terbelalak kaget melihat postingan seseorang yaitu kematian Ketua Pembegal di kepalanya tapi yang membuat Ray syok adalah Bunga Higanbana ditubuh Pria itu.


"peduli amat wanita jal*ng itu." kata Ray segera berlari memasuki Mobilnya dan melaju kencang menuju lokasi kejadian yaitu jalanan sepi menuju Hutan Bola.


Ray tiba di Lokasi yang menjadi titik terakhir sosok Ketua Higanbana yang dikatakan oleh orang yang memposting berita lewat sosmed.


"Lios kau?" Ray tidak percaya Lios sudah ada di Lokasi yang sama.


"diam dan mari bekerja sama mencari bukti." titah Lios.


Ray pun menganggukkan kepalanya lalu melihat Taksi yang pergi dari kawasan itu yaitu Ronald tampak menyembulkan kepalanya melihat Pria yang dikerumuni para bawahan Lios.


"siapa dia?" tanya Ray ke beberapa warga yang membawa kayu bakar.


"itu anak yang memberitau kami Tuan terus kami posting ke Sosmed biar jadi pelajaran sama perampok jangan merampok lagi karna Ketua Higanbana si penegak keadilan para masyarakat kecil ada menolong kami." kata salah satu dari Ibu-ibu itu yang sedang berkumpul dengan serius.


"ya benar!!" teriak Ibu-ibu yang lain.


"apa anak kecil itu melihat pelakunya?" tanya Ray mengorek informasi.


"tidak ada Tuan tapi anak kecil itu bilang ada sekumpulan pengendara motor yang mengutip uang berserakan lalu buru-buru lari dengan motor masing-masing meninggalkan ketuanya."


Ray menoleh ke Lios yang juga mendengar perkataan Ibu-ibu itu.


"terimakasih Informasinya Bu!" ucap Ray.


"apa kalian polisi?" tanya salah satu diantara Ibu-ibu pengangkat kayu bakar.


"bukan tapi kami adalah detektif yang menyamar bu." jawab Ray tersenyum.


mereka pun percaya lalu Ray meminta Ibu-ibu itu kembali dan sisanya biar mereka yang selesaikan. Lios dan Ray teralihkan mencari XeniaXabara bukan Xabara yang sombong karna menurut mereka satu saja anggota Higanbana seperti menemukan harta karun dan memiliki celah menemukan sosok Ketua Higanbana yang asli.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2