Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
sengaja


__ADS_3

.


.


.


Randy langsung berdiri melihat Rovert tengah menggandeng mesra tangan Xabara.


Barrest menunduk sopan ke Rovert dan Xabara lalu beranjak pergi dari sana meninggalkan Randy dengan kedua atasan Barrest.


"Tuan? Nona?" Randy membungkukkan badannya ke Rovert dan Xabara.


"hmm? ada keperluan apa? hal penting apa yang akan kau katakan?" tanya Rovert sambil mendudukkan Xabara di Kursinya.


Randy melihat perlakuan Rovert pada sosok perempuan incarannya pun mengepalkan tangannya dengan raut wajah berbeda, Xabara yang sudah duduk tentu bisa melihat dengan jelas ekspresi Randy, Xabara sangat puas hanya melihat wajah masam Randy.


Randy menarik nafas dalam-dalam lalu menceritakan maksudnya, Ia bertekat untuk membongkar kejahatan Direkturnya sehingga Randy bisa naik jabatan dan peluangnya dapat gaji berlipat semakin besar lagi.


"benarkah?" Rovert terlihat tidak percaya.


Rovert tidak percaya Randy karna pasti ada maksud sehingga tanpa ragu membocorkan rahasia atasannya.


Randy memberikan bukti-buktinya sehingga Rovert terlihat marah dan berteriak memanggil Barrest, Ia akan mengomeli Pria itu yang bisa kecolongan seperti ini. Rovert sudah izin pada Xabara untuk tidak kemana-mana lagian Rovert yakin Xabara bisa membela diri jikalau Randy macam-macam.


Xabara duduk anggun sambil memainkan ponselnya didekat Randy, Randy benar-benar kagum pada sosok Xabara yang sangat berkelas.


"Nona ada yang ingin saya tanyakan." ucap Randy dengan sopan dan terdengar serius.


"tidak usah sok akrab, kita tidak cukup dekat untuk saling menjawab rasa penasaranmu." jawaban dingin Xabara seketika mengingatkan Randy pada Xabara sidekil.


"ha?" Randy memejamkan matanya.


"sebenarnya siapa anda Nona? kenapa anda bisa begitu mirip dengan orang yang sangat saya benci?" tanya Randy dengan serius.


Xabara terkekeh merasa geli dengan pertanyaan Randy, "aku?? kau fikir aku percaya dan tertarik dengan pertanyaanmu? aku sudah terbiasa mendapatkan godaan murah seperti yang kau katakan itu."


Randy seketika kehabisan kata-kata.

__ADS_1


"apa kau kira aku akan tertarik siapa sosok yang kau benci itu? semua lelaki sama saja. ciih...!! kalau kau mau menggoda perempuan gunakan kata-kata yang lain dan satu hal lagi yang harus kau ingat? aku ini Istri atasan tertinggimu, aku bisa saja memecatmu jika kau berani menggodaku dengan pertanyaan konyolmu itu."


"tapi anda memang benar-benar mirip dia Nona, kata-kata yang anda lontarkan sangat mirip dengan dia." bela Randy dengan muka memerah.


Randy yakin ada sesuatu antara Xabara didepannya dengan Xabara yang Ia kenal, perkataan Xabara sejak tadi bukan tanpa alasan. sungguh semua yang Xabara lontarkan memiliki makna yang sama dengan perkataan Randy dahulu seolah-olah Xabara dihadapannya adalah Xabara yang dulu Ia maki dan rendahkan.


Xabara berdiri seketika, "kau masih keras kepala ya? sepertinya aku harus memberimu pelajaran supaya tidak kurang ajar padaku."


Xabara langsung menampar Randy yang tersungkur ke meja dengan sudut bibir berdarah, pukulan Xabara sangat kuat.


"apa itu sudah membuatmu sadar?" sinis Xabara merendahkan.


Randy berbalik dengan tatapan nyalang, "k--kau?? kenapa harus menamparku? kalian memang mirip seolah-olah kau adalah dia."


Plakkk!!


Xabara menampar sisi wajah Randy yang lain, "kau masih kurang ajar ya? aku tidak pernah melihatmu apalagi mengenalmu."


Randy tak lagi berbicara tapi tangannya benar-benar terkepal marah, Ia ingin mencabik-cabik sesuatu untuk melampiaskan rasa geramnya akan perlakuan Xabara. jika bukan karna cantik dan Istri Rovert mungkin Randy sudah meninjunya seperti begitu yakin saja Xabara adalah perempuan sombong yang hanya bisa nya bersolek bukan berkelahi.


"sekali lagi kau berani melakukan itu padaku akan aku usir kau dari kamarku!! jangan kau kira aku tidak tau kalau kau ingin mencari perhatianku dengan wajah jelekmu itu." ingatan Randy.


Xabara mendecih lalu berbalik seketika Randy mencekal tangan Xabara yang langsung menendang perut Randy sampai melangkah mundur.


"dasar tidak tau diri !! sudah jelek dan miskin berani sekali kau menyentuhku !" teriak Xabara.


Randy tertegun sambil memegang perutnya, "ka--kau Xabara itu kan?? kau sedang balas dendam padaku?? ba--bagaimana bisa kau mendapatkan Tuan Rovert? kau merayunya !!?"


Xabara menarik nafas dalam-dalam, "sepertinya aku harus memberitau suamiku kalau kau adalah orang gila !" kata Xabara yang enggan mengakui diri tapi sengaja membuat Randy gila.


ceklek!!


Xabara membuka pintu dan ada Rovert yang kebetulan ingin masuk.


"sayangg?" Rovert menangkup wajah Xabara yang terlihat tidak senang.


Barrest menoleh sekeliling hingga melihat Randy yang sudut bibirnya berdarah, "apa kau melakukan sesuatu pada Nona Maldev?" sambar Barrest seketika.

__ADS_1


Rovert menatap tajam Randy, "si*lan kau!!? berani kau membuat istriku kesal ?"


Xabara diam saja melihat Rovert yang berjalan cepat ke arah Randy, Randy berusaha menjelaskan semuanya bahwa Ia merasa Xabara sangat mirip dengan mantan Istrinya sehingga Ia bertanya hubungan mereka namun Xabara salah faham lalu memukulnya. Rovert tidak percaya memukul Randy sampai Barrest memisahkan keduanya memanggil Satpam mengusir Randy dari Perusahaan.


Randy dipermalukan seperti Pria gila yang menggoda Xabara tapi beruntung Xabara bukan perempuan murah*n, para karyawan Rovert merendahkan Randy yang tidak berkaca begitu berani menggoda Nona Xabara, jika mereka berada di posisi Xabara tentu saja sangat jijik dan benci padahal Rovert jauh dari segala-segalanya dibanding Randy.


.


di Apartemen,


Xabara menyunggingkan senyum tipisnya merasa senang dengan apa yang terjadi dengan Randy, inilah balas dendam paling menyenangkan baginya tidak membun*h tapi rasanya begitu berbeda sehingga Xabara berdebar saking senangnya dengan penderitaan Randy.


"Rovert sangat cermat dan bisa diandalkan." gumam Xabara tersenyum tipis mengingat amarah Rovert beberapa saat yang lalu.


Rovert hanya melakukan perannya sebagai Suami Xabara jadi tidak bertanya apa yang terjadi diantara Xabara berdua dengan Randy.


"sekarang aku tinggal menemui wanita itu di Panti Jompo." seringai Xabara.


Xabara sudah tau dari Aya yang bertugas mengawasi Nandini, wanita itu benar-benar dilempar oleh Randy ke panti asuhan sesuai dengan tebakan Xabara.


Xabara menyamar menjadi Xabara sidekil yang tidak ada cantiknya sama sekali, sungguh dilihat saja jijik apalagi diperhatikan seksama. sebenarnya jika dilihat dengan teliti Xabara masih cantik tapi dengan Kulit yang gelap itu benar-benar bisa menutupi kecantikannya.


didepan gedung Rumah Sakit Jompo.


"apa kau yakin disini Aya?" tanya Xabara menoleh ke Aya yang juga memiliki kulit hitam sepertinya.


setiap orang yang ada disekitar mereka memilih menghindar daripada bersenggolan dengan kedua perempuan hitam itu yang sedang dalam misi penyamaran.


"iya Nona." jawab Aya mengangguk yakin.


Xabara mengikat rambut palsunya berwarna hitam, Ia sudah mempersiapkan dirinya sebagai Xabara yang hitam berbeda jauh dengan Xabara yang cantik dan sempurna dimata siapapun.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2