
.
.
.
Aya menghela nafas berkali-kali sambil menatap datar ke arah depan, Xabara melirik Aya pun tersenyum tipis.
"Aya kenapa sifat pemarahmu itu belum juga baikan hmm?" tanya Xabara dengan serius.
Aya mengerucutkan bibirnya, "Nona saya akan menghabisi wanita tadi."
Xabara menggeleng kepalanya, "Aya aku merasa kita harus berhati-hati sekarang!"
Aya menoleh ke Xabara dengan pandangan bingung lalu Xabara menjelaskan kecemasannya.
"jadi Tuan Lios tau kalau Nona menyamar jadi perempuan hitam?" tanya Aya dengan kesal.
Xabara menganggukkan kepalanya, "aku sudah lelah bersembunyi !?"
Aya menatap tak suka, "kenapa Nona harus lelah Bersembunyi? apa Nona tidak sayang pada kami lagi?"
"tentu saja aku sayang kalian maka nya aku minta kita harus berhati-hati." jawab Xabara.
Aya berubah serius, "jika Identitas Nona terbongkar maka kami siap menjadi tameng anda."
Xabara tersenyum, "mungkin aku harus temui Lios."
"Hah?" Aya syok mendengarnya.
"Nona ??! anda tau itu semua bahaya." sambung Aya tak terima.
Xabara tersenyum tipis, "tidak masalah !? aku mau kamu harus fokus dengan pemulihan selama beberapa hari Aya ! aku akan pergi ke Kanada bersama Rovert."
"Nona disana lebih berbahaya !?" pekik Aya menahan tangisnya mendengar nama Negara itu.
"Aya kenapa kamu tidak berubah hmm? aku ini XeniaXabara yang tidak takut apapun. bagaimanapun aku berusaha bersembunyi pasti lama-lama semua Orang akan tau kalau aku adalah XeniaXabara."
"bagaimanapun kau menyimpan bangkai pasti akan tercium juga kan?" sambung Xabara lagi.
"baiklah Nona jika Nona memang ingin ke Negara itu tapi saat pergi ke Pemakaman Kakek Nona itu anda harus ditemani oleh Tuan Rovert, kalian harus menyamar dengan baik." Aya seperti Kakak yang rewel jika membahas keselamatan Xabara.
Xabara mengangguk, "baik kak Aya." jawab Xabara meledek.
Aya mendengus, "saya juga akan melatih diri lagi menjadi lebih gesit sehingga bisa mengalahkan Lios itu Nona, saya tidak akan biarkan ada Lelaki dari kalangan musuh lebih kuat dari saya."
"semoga saja masih ada waktu." kata Xabara tersenyum tipis.
sesampainya di Apartemen bertemu dengan Ratu yang kebetulan baru saja tiba di parkiran.
"sayangg?" Ratu berlari ke arah Xabara.
__ADS_1
Xabara menoleh lalu mengerutkan keningnya melihat gaya berpakaian Ratu seperti wanita biasa yaitu cuma Kaos panjang dan Celana panjang, tidak ada perhiasan di sekujur tubuh Ratu.
"Mom?." Xabara pun cemas mendekati Ratu memegang bahu Ratu.
"sayang? Mom kangen loh." Ratu nyelonong memeluk Xabara dengan gemas.
"Mom? kenapa Mom berpakaian biasa seperti ini? apa terjadi sesuatu?" tanya Xabara cemas.
Xabara tau kalau Ratu adalah wanita glamor tapi sekarang Mertuanya malah berpenampilan biasa sama seperti Xabara kalau bertemu dengan Ratu kecuali jika ada urusan penting.
Ratu tertawa lebar, "sekarang Mom mengerti kenapa kamu sangat nyaman berpakaian seperti ini sayang, Mom sangat suka."
Xabara menepuk keningnya, "Mom?"
Ratu terkikik lalu melihat sosok Aya yang diam saja didekat Mobil Xabara.
"itu siapa sayang?" tanya Ratu ke Xabara.
Xabara menoleh ke Aya pun segera memanggil gadis itu, Aya tiba disamping Xabara.
"Mom? kenalkan ini Aya, dia adik angkatku." Xabara memperkenalkan Aya ke Ratu.
"kenapa Mom tidak tau sayang?" omel Ratu dengan mata melotot.
Xabara nyengir, "dia sangat tertutup Mom dan tidak mau dikenalkan pada Mom ! sebenarnya Aya tinggal di depan Apartemen kami."
Ratu menangkup pipi Aya, "ya ampun!!? adik angkatmu cantik juga sayang."
Ratu langsung jatuh hati juga dengan Aya, "andai saja Mom punya 2 Putra."
Xabara terkekeh sedangkan Aya memerah malu disukai oleh Ratu tapi tidak ada niat Aya ingin menjadi menantu Ratu.
Xabara mengajak Ratu ke Apartemen, Ratu bahkan tidak mau Aya jauh-jauh dari mereka karna Aya adalah Keluarga Xabara maka Aya juga Keluarga Ratu, sungguh Aya merasa terharu sebenarnya Aya tidak punya siapa-siapa selain Higanbana dan Xabara saja.
Aya bisa melihat betapa bawelnya Ratu ke Xabara, Ia juga tau Xabara begitu terbuka pada Ratu tanpa sadar bibirnya mengulum senyum seperti mengerti Xabara sedang bahagia merasakan di sayang oleh seorang Ibu.
.
malam harinya,
"Rovert?" Xabara membuka pintu Apartemennya dan kaget melihat Rovert tengah terduduk lemas dan hampir terjatuh.
"Ehh??" Xabara segera menahan kepala belakang Rovert yang sehingga punggung tangannya terluka.
"Rovert? kau kenapa?" tanya Xabara menepuk-nepuk pipi Rovert.
"Xabara?" panggil Rovert.
"iya aku disini, ayo bangkit! aku akan membantumu masuk." Xabara berjongkok membantu Rovert berdiri lalu memapah Rovert masuk ke Apartemen.
Xabara merebahkan Rovert di ranjangnya lalu Xabara sibuk membuka sepatu Rovert, "sebenarnya kenapa Rovert?" gumam Xabara.
__ADS_1
Rovert menarik lengan Xabara hingga gadis itu terhuyung dan terjatuh diatas tubuh Rovert.
"aah?" tubuh Xabara pun di putar balik oleh Rovert sehingga Rovert menindih Xabara.
"bisakah aku bergabung dengan Anggota Higanbana?" tanya Rovert sambil menggeleng-geleng kepalanya berusaha menghilangkan rasa pusingnya.
Xabara menautkan kedua alisnya, "kenapa kau bicara begitu? apa kau tidak tau kami ini dimusuhi oleh banyak orang."
"aku ingin menghabisi 10 lelaki brengs*k itu." jawab Rovert.
"ada apa Rovert? kau bilang kita berteman kan? coba ceritakan padaku apa masalahmu sampai menawarkan diri bergabung dengan kami?" tanya Xabara.
dengan posisi int*m itu Rovert menceritakan beberapa hal yang Ia hadapi tadi, Rovert tidak peduli lagi Reputasinya asalkan bisa menghabisi Pria brengs*k yang membuat moodnya hancur.
Xabara terdiam, "mereka melakukan ini padamu?"
Rovert mengangguk lalu menimpa tubuh Xabara dan memeluk tubuh Xabara dengan erat, Xabara tidak melawan hanya memegang lengan Rovert.
"aku sudah berjanji akan melindungimu tapi mereka benar-benar membuatku geram, aku tidak peduli mereka WNA sekalipun." racau Rovert.
Xabara diam dipeluk Rovert, "Rovert kau mabuk? jangan macam-macam ya?"
Xabara baru sadar aroma tubuh Rovert bau khas minuman mewah namun memabukkan juga jika di konsumsi dengan jumlah banyak.
"Xabara aku tidak akan melakukan apa-apa padamu, bukankah aku sudah bilang akan melindungimu?" kata Rovert membelai lembut kepala Xabara.
Xabara sampai tidak bisa bergerak mendengar perkataan Rovert, diluar sana banyak Pria mabuk yang berusaha melec*hkannya tapi Rovert sepertinya masih bisa mengendalikan akal sehatnya walau sedang tidak sadar.
"kamu akan melindungiku?" tanya Xabara tersenyum tipis.
"hmm! aku ingin menjadi anggota Higanbana dan menjadi kaki tangan Ratu Xabara." kata Rovert dengan yakin.
DEG!!
"Ha?" Xabara membeku ditempat.
"K-Kau tau aku?? Ak-Aku?" Xabara sampai tergagap berbicara dengan Rovert tau yang dirinya adalah Ketua Higanbana.
"jangan takut Ratu Higanbana-ku !? aku akan mengabdikan diri untukmu." racau Rovert kian melemah lalu benar-benar tidak sadarkan diri dileher Xabara.
Xabara memindahkan Rovert disampingnya, Ia menatap Rovert tidak percaya.
"Ke-Kenapa dia bisa tau? K-Kok bisa?"
Xabara terlalu menganggap remeh Rovert yang tidak akan tau Identitasnya ternyata Xabaralah yang selama ini ditipu oleh Rovert yang pura-pura tidak tau.
.
.
.
__ADS_1