
.
.
.
Dr. Shen ingin berbicara tapi tiba-tiba Ponselnya bergetar terpaksa Dr. Shen mengurungkan niatnya.
"aku harus melihat Pasien !" izin Dr. Shen.
"silahkan saja." jawab Xabara dengan tenang seakan itu bukan masalah besar baginya.
Dr. Shen melihat tangannya yang ingin sekali menyentuh kepala Xabara tapi ditatap datar oleh Xabara saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri, sungguh nyalinya tidak sebanding dengan Xabara tapi jika Xabara butuh dicintai maka dengan senang hatilah Dr. Shen memberikan segala isi hatinya untuk Xabara.
.
Xabara pulang setelah memastikan Aya sadar dari biusnya, Ia berpamitan dan akan kembali esok hari. Xabara memperlakukan Aya seperti saudara kandung sendiri, itulah penyebab utama Aya sangat sayang pada Xabara bahkan rela menggantikan keselamatan Xabara dengan nyawanya demi Xabara terbebas dari bahaya.
Xabara menemui Rovert di Apartemen,
"kenapa aku harus diajak?" tanya Xabara dengan datar.
Rovert mengangguk, "baiklah akan aku jelaskan, inilah akibat jika seorang Rovert Maldev tidak mengadakan pesta besar."
Xabara tersenyum tipis menanggapinya.
"beberapa hari lagi Tuan Obel akan datang ke Perusahaanku dan dia membawa Istrinya, aku rasa Istrinya sangat menyukaimu sampai Tuan Obel sendiri memintaku untuk membawamu." kata Rovert serius.
Xabara lagi-lagi hanya tersenyum, Ia lagi mode malas bicara.
malam itu juga Xabara pergi bersama Rovert yang katanya ada acara Reunian kampus, padahal Rovert lulusan Luar Negri tapi teman-teman dari Lulusan tempat yang sama malah berkumpul di tempat yang dijanjikan.
"Rovert?"
8 Pria berpakaian Formal mendatangi Rovert, mereka semua membawa pacar entah itu memang pacar sungguhan atau bayaran tidak ada yang tau juga selain diri mereka sendiri.
Rovert mengangguk menerima jabatan teman-teman kampusnya itu, sebenarnya mereka semua juga tidak terlalu dekat tapi tiba-tiba ngajak berkumpul sudah jelas memiliki maksud.
"woo!!"
"Oh God !!"
"Cantik sekali." (Translete bahasa asing)
__ADS_1
Xabara tidak berubah ekspresi sama sekali tetap datar dan tampak tidak tertarik sama sekali dengan penampilan 8 Pria gagah itu.
Rovert merangkul pinggang Xabara "jangan pandang atau berani menyentuh Istriku." tegas Rovert dengan bahasa Inggris.
8 Pria itu pun berwajah masam lalu membawa Rovert duduk, Xabara ingin sekali mencekik 8 Pria itu yang menatapnya dengan pandangan menggelikan.
"Orang luar Negri memang seperti ini." batin Xabara membuang nafas pelan.
"apa perlu kita pergi saja?" tanya Rovert seakan tau rasa kesal Xabara padahal raut wajah Xabara terlihat baik-baik saja.
Rovert memukul meja dan bertanya apa alasan mereka mengajak bertemu, Rovert melihat mereka membawa perempuan lalu kenapa memandang Istrinya kalau punya sesuatu untuk dipandang.
alhasil 8 Pria itu memegang Kekasih mereka, Xabara merasa jijik mendengar des*h*n pelan wanita didepannya pasti terjadi sesuatu dibawah meja sampai para wanita seperti itu, mata mereka memandang dan melirik Xabara tapi tangan mereka semua sibuk ke tubuh kekasih masing-masing.
Rovert merangkul bahu Xabara dan mendekatkan bibirnya di telinga Xabara.
"aku rasa mereka ingin memamerkan kalau aku ini g*y ke kamu Xabara, mereka sangat suka pergaulan bebas." bisik nya lembut.
"dari tatapan mereka sudah jelas aku tau kalau mereka semua itu hanyalah sampah." balas Xabara.
Rovert memicingkan matanya, "jangan membunuh mereka didalam negeri nanti akan bermasalah." bisik Rovert.
Xabara tertawa pelan sungguh cantik sekali Xabara seperti itu, Ia menoleh ke Rovert yang juga menoleh ke arahnya sehingga hidung mereka berdua bertemu.
Jantung Rovert berdetak kencang lalu telapak tangannya tiba-tiba memegang punggung tangan Xabara, "Xabara? kenapa dengan tatapanmu? apa kamu mulai menyukaiku?" batin Rovert menebak.
Xabara melirik tangannya yang digenggam Rovert lalu kembali matanya menatap manik mata Rovert, hanya bertatapan saja membuat 8 Pria tadi memanas.
Rovert sungguh beruntung memiliki Xabara yang merupakan perempuan tercantik dari segala perempuan yang pernah ada, Xabara seperti berlian tersembunyi yang ditemukan Rovert.
"Rovert!!"
Rovert dan Xabara pun menoleh ke mereka semua, wanita yang dipegang-pegang oleh sekumpulan lelaki dengan pandangan kotor itu tengah memerah seperti butuh pelampiasan akan sesuatu.
(Translete)
"mau ke Hotel? kau tertarik kita bertukar wanita?" tanya salah satu dari mereka.
Rovert mengepalkan tangannya, "coba kau bilang lagi?"
"kami suka dengan wanita yang kau bawa, kau tau kami kan?"
"bedeb*h !!? tidak seharusnya aku datang ke sini." geram Rovert dan Xabara diam saja dengan pandangan datarnya.
__ADS_1
Rovert segera berdiri lalu menarik tangan Xabara, 8 Pria itu pun bangkit berlari menghadang jalan Rovert dan Xabara.
"kau tidak akan lolos dari kami cantik." seringai mereka begitu menjijikkan.
Xabara menghela nafas panjang, "huh!? hari yang melelahkan."
"aku menyesal membawamu kesini." ucap Rovert dengan bahasa mereka berdua saja (Indonesia).
"aku hanya ingin berdua dengan Xabara saja tapi masalah terus saja datang, kecantikan Xabara memang membuat lelaki normal menjerit menginginkannya." batin Rovert entah harus bangga atau sedih dengan paras Xabara.
Xabara menendang tangan Pria yang mau menyentuhnya, "Don't Touch Me!!"
Xabara terlihat marah karna tangan mereka menjijikkan setelah memegang wanita begitu berani menyentuh Xabara yang merupakan perempuan penjijik akan sesuatu hal.
"I Like It."
"sudah cukup!? aku tau kalian adalah penggemar pergaulan bebas tapi negara kami tidak seperti negara kalian, jika Kalian ingin mencari perempuan malam silahkan datang ke Kelab malam." tegas Rovert dengan mata tajam melindungi Xabara dengan tubuhnya (Translete).
mereka mengabaikan peringatan Rovert langsung menyerang Rovert, Xabara melangkah mundur sambil bersidakap dada memperhatikan Rovert yang berkelahi dengan 8 Pria ukuran tubuhnya mungkin hanya berbeda sedikit dengan Rovert tapi kekuatan Rovert juga tidak bisa dianggap lemah.
"kalau aku bunuh mereka memang tidak baik." batin Xabara yang sudah menerka apa yang akan terjadi jika WNA meninggal dibun*h diNegara ini.
bugh!! Brakh!!
sorot mata tajam Xabara sungguh memperhatikan gerak-gerik Rovert yang memang sangat cepat, Ia berdecak tak percaya kalau Rovert sungguh-sungguh mengeluarkan taring aslinya setelah memberi tau Xabara kalau Rovertlah Serigala Hitam itu.
Xabara tersenyum tipis, "aku percaya kau Serigala Hitam dari Kanada itu." gumam Xabara seakan mengerti kalau Rovert tengah memamerkan kekuatannya pada Xabara.
seketika 8 Pria itu terkapar tak sadarkan diri sedangkan 8 wanita yang dibawa oleh mereka masih asik dengan dunia melayang-layang akibat sentuhan 8 Pria yang sudah tak sadar itu.
"ayo kita pergi!" ajak Rovert ke Xabara yang tersenyum tipis.
"kau sengaja pamer padaku?" tanya Xabara sambil melangkah mengikuti Rovert yang memegang lengannya.
"ya !? aku hanya ingin kau tau kalau aku bukan penipu, ku harap kedepannya kau mau mempercayaiku seperti aku mempercayaimu." kata Rovert membuat Xabara terdiam seketika tapi masih mengikuti Rovert.
"semua jadi rusak karna mereka semua, aku pikir semua akan baik-baik saja saat mereka bilang bawa pacar sendiri-sendiri tapi mereka malah berani mengincar Xabara-ku." batin Rovert.
.
.
.
__ADS_1