Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
Bonus Chapter 10


__ADS_3

.


.


.


Ratu memeluk Xabara, mereka menangis bersama sedangkan Rovert ikut berkaca-kaca sebab Ia tidak pernah melihat Xabara menangis tapi sekarang Xabara malah sedih melepas putranya seorang diri ke Luar Negeri.


tringgg!!!


Xabara tersentak lalu melepas pelukannya dari Ratu dan mengeluarkan ponselnya.


"Mommy jangan sedih..! aku sudah besar dan aku berjanji akan rajin menghubungi Mommy, aku sangat sayang sama Mommy tunggu aku kembali ya??." pesan An.


tangis Xabara pecah seketika membuat Rovert panik langsung memeluk Xabara, Xabara seorang Ibu yang sudah lama bersama An tapi di usia masih muda harus berpisah hanya karna cita-cita tak normal anak sulungnya itu.


"sudah sayang? sudah ya?? An akan baik-baik saja, dia anak kita yang kuat, kelak dia akan menjadi seorang Pemimpin yang tangguh membela keluarganya." kata Rovert.


Xabara memukul punggung Rovert, "anakku masih kecil kenapa dia harus melindungi Keluarga? apa keluarga yang kamu maksud Istri dan anaknya??"


Rovert senyam-senyum sambil mengelus kepala Xabara, "ayolah Ratu-Ku..! kenapa menangis hanya karna bocah tidak punya hati itu hmm? kamu mengomelinya tidak punya hati tapi kamu yang malah menangis padahal dia baik-baik saja."


"aku kesal padamu..!" Xabara memukul Rovert lagi dan lagi sampai Ia menjadi tenang.


Ratu berpindah memeluk Alena dan Ana, Alena yang paling sedih ditinggal Abangnya tapi mau bagaimana lagi jika An sudah bersikeras? batu sebesar apapun akan dilangkahi oleh seorang An apalagi batu kecil sebab An memang punya watak keras kepala.


cukup lama mereka berdiam diri ditempat lalu kembali ke Mansion dengan perasaan kosong sebab sudah terbiasa ada An sekarang mereka harus terbiasa tidak ada An selama 2 tahun kedepan.


"Mommy?" Ana memasuki Kamar Xabara yang menatap layar ponselnya saja.


Ana bisa melihat Xabara membaca pesan terakhir An, Xabara memang seorang Ratu Higanbana yang tidak punya hati tapi kepada buah hatinya sendiri tentu saja Xabara akan lemah layaknya seorang Ibu yang normal.

__ADS_1


"Iya sayang?" Xabara meletakkan ponselnya.


Ana duduk disamping Xabara lalu memeluk Xabara dengan manja, "mommy jangan sedih dong? An kan memang keras kepala."


Xabara tersenyum mendengarnya, "abangmu memang keras hati dan keras kepala."


"dia saudara kembar Ana Mommy bukan Abang, kami hanya selisih beberapa menit aja. Mommy harus percaya sama An ya? dia lebih kuat dari Ana sedikit !! jadi Mommy jangan cemaskan anak nakal itu." bantah Ana yang memang punya harga diri tidak mau memanggil Abang pada An yang duluan lahir darinya.


Xabara terkekeh pelan lalu menghapus air matanya, "kamu benar sayang..! dia memang lebih kuat sedikit darimu."


"Mommy harus kuat ya? dia aja tidak menangis masa iya Mommy menangis. seharusnya dia yang sedih tidak bisa bersama kita, tapi bukannya dia yang sedih malah aku yang kesal melihat senyum bahagia nya waktu mau berangkat itu, dia memang anak nakal yang jahat." oceh Ana.


Xabara terhibur dengan ucapan Ana, Ia pun memeluk putrinya begitu erat.


"terimakasih sayang..! dulu Mommy tidak punya kelemahan apapun tapi sejak memiliki kalian, entah kenapa Mommy selalu takut dan khawatir."


"kami tidak selemah itu Mom." bantah Ana yang tidak mau menjadi kelemahan Xabara.


selama berhari-hari, berminggu-minggu dilalui di Mansion Maldev mulai sudah terbiasa tanpa ada An dan An melakukan Vidio Call setiap hari pada Mommynya.


Alena mulai menyibukkan diri dengan mengikuti kelas balet, Anggar, beladiri dan hobi lain Alena adalah main Game juga bermain komputer. Alena tidak lagi sedih ditinggal oleh An yang malah bahagia di Negeri Lain menimba ilmu. setiap VC, An tidak terlihat menderita dan menurut Alena itu semua sudah cukup membuktikan kalau Abangnya bahagia disana.


Ana juga sibuk berlatih dengan Xabara siang dan malam sampai benar-benar mahir, Xabara bangga dengan Ana yang begitu semangat membuat semua jenis racun versi Ana sebagai generasi baru.


"Mommy??? Neneeeekkkkk ?? Papaaaa???" panggil Alena berlari semangat memasuki Mansion dengan ceria.


"ada apa sayang?" tanya Xabara muncul di lantai atas.


Ratu pun muncul di dapur dan Rovert baru saja keluar jalan belakang tempat Kolam Berenang, Rovert sudah mengenakan pakaian tapi rambutnya masih basah dengan handuk kecil di lehernya.


"Kakaaak mana Mommy?" tanya Alena mendongak lalu melompat-lompat bahagia.

__ADS_1


semua Keluarga Alena berkumpul di Ruang Tamu. Xabara terkejut mendengar cerita Alena yang terpilih menjadi perwakilan Anggar di sekolahnya untuk beradu antar provinsi ternyata Alena sudah lama mengikuti lomba antar murid sampai Alena menjadi yang terpuncak dan terpilih sebagai perwakilan Provinsi.


"coba belajar sama Papa?" Rovert berdiri lalu berpose seperti ala Anggar yang membuat Alena tertawa lebar.


Xabara menggeleng kepalanya pelan sementara Ratu tersenyum bangga dengan prestasi Cucunya.


Rovert dan Alena bertarung tanpa alat tapi dengan sebelah tangan saja, ternyata kemampuan Alena memang sangat hebat dan pantas menjadi yang pertama.


"Papaaa??" panggil Ana yang baru saja tiba menjatuhkan belanjaannya lalu berlari ke arah Alena.


Ana melindungi Alena dibelakangnya, "Papa kenapa menyerang adek?"


Rovert menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menatap gemas Xabara yang tertawa lepas melihat Ana membela Alena yang malah melototi Rovert karna mencoba menyerang Alena, mereka memang bersaudara yang saling melindungi satu sama lain.


"Mommy kenapa ketawa? tadi Papa nyerang adek." tanya Ana heran ke Xabara.


Alena menyembulkan kepalanya lalu terkikik menatap Xabara yang tertawa selepas itu, sudah lama juga Xabara tidak pernah tertawa seperti itu sejak An pergi.


Ratu menjelaskan situasi Alena dengan Rovert yang akhirnya membuat Ana jadi kikuk dan malu lalu meminta maaf pada Rovert telah salah faham, Rovert memeluk Ana dan Alena dengan sayang serta mengatakan bahwa mereka harus selalu seperti ini sampai dewasa kelak.


2 hari kemudian,


Keluarga Alena menyamar untuk ikut pergi ke Lampung untuk melihat Alena yang lomba Anggar dengan lawannya, lawan Alena ternyata seorang anak laki-laki yang umurnya 13 tahun dengan postur tubuh besar dari Alena yang masih terbilang kecil di mata anak laki-laki itu.


Alena satu-satunya Murid Anggar yang paling muda perwakilan Provinsi di semua Provinsi, awalnya lawannya meremehkan Alena yang pasti menggunakan koneksi karna bocah kecil bisa apa? kenapa bisa jadi perwakilan Provinsi? pasti sedang melawak, begitulah ejekan banyak orang yang meragukan kemampuan Alena.


Alena tidak memperdulikan ejekan serta sindiran banyak orang, Ia hanya berpikir harus menang untuk mendapat kesempatan sebagai perwakilan Negara.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2