Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
beraktifitas seperti biasa


__ADS_3

.


.


.


Rovert berlari ke arah Xabara lalu menangkup kedua pipi Xabara dengan cemas.


"sayang kamu tidak apa-apa? ada yang terluka?" tanya Rovert.


Xabara hanya menggeleng dengan wajah datar namun matanya menelisik tubuh Rovert seakan mencari luka karna Ia tidak mau bertanya pada Rovert sebab Xabara masih punya penyakit lama yaitu harga diri yang begitu tinggi.


Rovert menghela nafas lega, "syukurlah..! apa kamu akan pergi 1 minggu yang ditawarkan wanita itu sayang? aku rasa tidak usah."


Xabara mengatakan satu-satunya cara membuat Ralista berhenti harus menghabisinya, Xabara sudah tidak sabar menunggu waktu itu.


"lalu kenapa tidak dihabisi sejak tadi?" tanya Rovert.


Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas, "aku mau tau dia yang dimaksudnya."


"sayang?" Rovert terlihat protes.


Xabara menggeleng kepalanya pelan, "aku bisa jaga diri..! ku harap kamu akan gunakan semua kemampuanmu itu, tapi aku penasaran darimana kamu berlatih bisa menjadi lebih gesit dan lebih cekatan lagi?"


Rovert tersenyum, "ketika kamu mengandung anakku sayang, aku juga berlatih supaya bisa melindungimu dan sedikit berguna untukmu."


Xabara menganggukkan kepalanya percaya alasan Rovert lalu Xabara melirik ke Ade yang mematung saja sejak tadi.


"kenapa dia?" tanya Xabara sembari menunjuk Ade dengan ekor matanya.


Rovert melihat ke arah Ade yang terlihat semakin tegang, "kau terluka?" tanya Rovert dengan datar.


"tidak Tuan..!" jawab Ade dengan kepala tertunduk.


Xabara menoleh ke Rovert, "apa dia bisa dipercaya Rovert?" tanya Xabara.


"dia satu-satunya Bodyguard yang memintaku untuk menjaga Keluarganya karna dia memang ingin setia padaku..!" jawab Rovert.


Xabara pun mengerti, "kau pejuang sejati rupanya tau cara menunjukkan kesetiaan pada Tuanmu." senyum tipis Xabara ke Ade.


"saya merasa terhormat bisa melihat sosok yang sangat di cintai oleh rakyat kecil seperti Nyonya." ucap Ade membungkukkan setengah badannya.


"biasa saja..!" ujar Xabara santai.


Rovert pun membawa Xabara pergi dari Pasar yang sunyi itu sementara Ade bertugas mengganti rugi kerusakan akibat perkelahian Rovert dengan Orang-orang Ralista.


di Apartemen Rovert,

__ADS_1


Xabara tengah memasak dipandang lekat oleh Rovert yang suka sekali memandang Xabara, apapun tentang Xabara selalu yang paling utama untuknya.


"kenapa? ada apa dengan wajahku? ada sesuatu?" tanya Xabara dengan wajah datar ketika makan siang mereka telah tertata di meja makan.


Rovert sumringah, "kamu cantik sekali sayang."


Xabara tidak heran lagi pujian Rovert yang menatapnya seperti bocah begitu berbinar-binar memandangnya, Xabara menonyor kening Rovert.


"makan...! melihat wajahku tidak akan membuatmu kenyang." ketus Xabara.


Rovert tersenyum lebar, "melihat wajahmu sungguh membuatku selalu kenyang sayang, aku tidak ingat makan lagi..!"


Xabara berdecih, "penggoda..!"


Rovert terkekeh, "apa kamu tidak sadar dengan rupamu sendiri sayang? kamu benar-benar sangat cantik dan penuh pesona, semua itu terlalu menjeratku sampai tidak bisa lagi menemukan jalan keluar dari jeratanmu."


Xabara menahan tawa saja sambil menutupi bibirnya, "sejak kapan dia mahir berpuitis?" batin Xabara merasa lucu.


"aku merasa sedang mendapat ungkapan cinta dari anak ABG." ucap Xabara.


Rovert yang diejek malah masih betah melihat Xabara terkadang jari telunjuknya ditekuk mengelus pipi Xabara dan bermain di hidung Xabara yang garisnya sangat indah belum lagi mata Xabara.


mata besar Xabara melirik ke arah Rovert, "tidak mau makan? yakin kenyang melihatku saja?"


Rovert pun makan tapi matanya masih tertuju pada Xabara.


sore harinya Aya datang bersama Barrest ke Apartemen Rovert dan Xabara,


Xabara menoleh ke Rovert dengan mata memicing curiga lalu Rovert malah menunjuk Barrest yang selalu memata-matainya sehingga Aya tau, Xabara menghela nafas.


"ayo duduk..!" ajak Xabara.


Xabara tentu menceritakan semuanya dengan singkat dan jelas sehingga Aya hanya bisa menggeram kesal.


"Xabara, kita lawan saja mereka..! ini saatnya kita bangkit dan perlihatkan pada mereka kalau kita bukanlah Higanbana yang lemah sehingga selalu bersembunyi, kita bersembunyi supaya aman dan tenang saja..! aku pikir kita harus muncul ke publik supaya tidak ada yang berani mencari masalah dengan kita." Aya.


"tidak bisa..!" jawab Xabara, Rovert dan Barrest serentak.


Barrest sudah tau Aya adalah seorang Anggota Mafia Higanbana beberapa bulan yang lalu, walau sempat syok sampai Barrest tidur di Perusahaan saking gugupnya kembali ke Rumah, perasaan Barrest antara senang dan takut karna menjadi Orang beruntung yang menemukan Pasangan dari salah satu bagian Higanbana.


Aya mengerjab, "lalu kita harus bersembunyi Xabara? aku benar-benar muak mereka yang menganggap kita lemah sampai berani terus menargetkan kita semua."


"kita akan muncul tapi dengan Pakaian Ninja seperti biasa." ujar Xabara serius.


"aku setuju..!" jawab Rovert.


"aku akan ikut dengan kalian." sahut Barrest.

__ADS_1


"kalau begitu kita harus menyusun rencana A, B, C, D sampai Z sekalian." ujar Aya serius.


mereka semua mengangguk setuju, Rovert sangat ahli menebak rencana Orang-orang licik jadi mengutarakan apa saja yang ada dalam benaknya.


mereka berempat begitu kompak membahas rencana masing-masing menjadi masukan lalu disatukan sesuai dengan situasi yang akan mereka hadapi nanti.


"selama 1 minggu kita jangan bertemu..! ku harap kalian hanya menelfon saja." kata Xabara serius.


Aya dan Rovert mengangguk setuju,


"kalau aku bagaimana kakak ipar?" tanya Barrest.


"bukankah kau bekerja dengan Rovert? tidak akan ada yang mencurigai kalian, bekerjalah seperti biasa sehingga tidak akan ada dicurigai oleh siapapun karena rencana kita sudah tersusun rapi." Xabara.


"baiklah..!" jawab Rovert dan Barrest serentak.


.


Xabara dan Rovert kembali ke Mansion di malam hari, mereka melakukan aktifitas seperti biasa bersama Baby kembar sampai sikembar tertidur pulas.


di ranjang,


Xabara memutar tubuhnya ke arah Rovert dan ketika Ia membuka mata terkejut Rovert tengah memandangnya dengan lembut.


"Rovert kamu belum tidur?" tanya Xabara.


Rovert melebarkan tangannya seakan minta dipeluk oleh Xabara.


"tidur aja sendiri." Xabara memutar badannya ke arah lain sehingga memunggungi Rovert.


Rovert tidak menyerah merapatkan diri ke Xabara lalu memeluk Xabara dengan mesra dari belakang.


"kamu adalah obat tidurku sayang." bisik Rovert.


Xabara tidak mengelak membiarkan Rovert memeluknya, Rovert mengintip Xabara dengan gemas mengelus kepala Xabara.


"aku bertanya-tanya bagaimana bisa aku menemukan sosok wanita seluar biasa dirimu sayang?" tanya Rovert.


Xabara diam saja pura-pura tidur padahal Ia mendengarnya tapi malas menjawab, Rovert mencium bahu Xabara dan memeluknya lebih erat sampai terlelap.


pagi-pagi,


baik Rovert maupun Xabara bekerja seperti biasa yaitu sebagai Rovert Maldev si Presdir utama X Company Group dan Xabara pemilik Perusahaan Tiffany bukan sebagai Anita atau Boy sehingga tidak akan ada celah mata-mata mencurigai mereka.


terkadang karyawan sekitar mereka bisa saja di mintai keterangan tentang Xabara atau Rovert dengan diberi uang yang banyak, jadi mata-mata tidak harus ada pihak musuh tapi bisa saja musuh yang masuk membayar para bawahan Orang yang di curigai demi mendapatkan informasi.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2