
.
.
.
selama beberapa hari Xabara bekerja di Mansion saja, Aya tengah mengoceh lewat VC di Laptop Xabara.
"Ya ampun Nona beneran hamil? lalu bagaimana berlian kita Nonaa? mana mungkin bisa diresmikan jika Nona tidak bisa datang ke Pameran besar-besaran kita digabung dengan Perusahaan Tuan Rovert."
Xabara tersenyum miring, "tidak akan ada halangan untukku ke acara itu kamu tenang saja Aya."
Aya mendengus sebal, "Nona? Janin Nona itu masih terlalu muda nanti kalau kenapa-napa gimana? Mom bisa Koma nanti."
Xabara membayangkan hal itu menggeleng kepalanya, Ratu memang sangat memperhatikan Xabara yang sedang mengandung cucunya tapi kegiatan Xabara tidak dikekang oleh Ratu karna itu menyangkut pemikiran Xabara. Ratu tidak boleh membiarkan Xabara stres.
"kenapa menggeleng Nona?" tanya Aya.
"aku hanya memikirkan Mom kalau Koma karna kehilangan cucunya, tapi aku merasa janinku sangat kuat." kata Xabara mengelus perutnya.
Aya menjatuhkan rahangnya di layar laptop Xabara, "bagaimana Nona bisa tau? memang bayi Nona yang sebesar telur kacang itu bisa bertarung?"
Xabara menepuk keningnya mendengar perkataan Aya, "yang penting kalian siapkan saja 1 set Perhiasan dari mata Berlian itu secepatnya, malam itu aku akan memakainya sebagai Istri Rovert sekaligus Presdir PT Tiffany."
"baik Nona." jawab Aya pasrah.
Xabara mematikan panggilan Vidionya lalu mengambil Ipednya mencari tau tentang berita terkini, sejak hamil Xabara gemar sekali melihat berita dan menonton terkadang Ia tertarik dengan Kue dengan manja nya meminta Ratu membuatkan Kue itu untuknya, Ratu dengan senang hati memasakkan apapun yang Xabara inginkan.
Xabara kaget melihat berita seorang wanita mengaku sebagai Ketua Higanbana, "apa mereka sudah tidak waras? kenapa muncul lagi Xabara palsu?"
Xabara melihat lagi ternyata Lios dan Ray mengadakan pertarungan terbuka di sebuah lapangan bola yang sangat luas, semua wanita yang mengaku Ratu Higanbana dan bukan akan bertarung.
"ehhh?" Xabara seketika menangkap potret seseorang yang tidak asing dimatanya.
Xabara memperbesar Foto itu dan akhirnya Ia bisa melihat sosok wanita itu, Xabara memicingkan matanya lalu sudut bibirnya tertarik keatas.
"Ralista kau masih hidup ya?" seringai Xabara.
"baiklah!!? aku biarkan kau bermain-main terlebih dahulu." gumam Xabara.
Xabara menggeleng kepalanya sambil berdecak dengan kebodohan Lios dan Ray yang sudah begitu gila ingin menemukannya sampai nekat membuat pertarungan terbuka.
__ADS_1
"apa dia pikir aku haus ketenaran?" tawa pelan Xabara sambil memperhatikan banyaknya wanita yang ingin menguji keberuntungan.
"setidaknya sampai anakku lahir semua akan baik-baik saja." Xabara mengelus perutnya.
tak berapa lama kemudian Ratu datang membawa Xabara Keluar Mansion menuju Dokter spesialis mengendalikan Psikologis khusus Ibu yang mengandung.
Xabara tercengang mendengar penuturan Ratu, Ratu mengecup kening Xabara sambil mendorong Xabara masuk ke Dokter Psikolog khusus untuk Ibu hamil itu.
"ehh?? Ratuu?" si dokter Psikolog ternyata teman SMA Ratu dahulu.
Ratu tersenyum lebar, "aku selalu mengikuti akun-mu Nining."
Dr. Nining merasa terhormat di kunjungi oleh Ratu, dulu Nining bukan Orang kaya raya tapi waktu SMA Ratu memang tidak pernah kasar pada Orang yang jauh dibawah dia kelasnya hanya banyak yang iri saja dengan Ratu.
Nining mendengar alasan Ratu mengunjunginya pun memeriksa keadaan Xabara yang sangat cantik, lalu Nining meminta Xabara melewati berbagai tes.
"bagaimana Nining? apa tingkat stres menantu kesayanganku baik-baik saja?" tanya Ratu cemas.
Nining tersenyum lebar, "sangat baik Ratu, aku pikir Nona Muda tidak pernah stress."
"maksudnya?" tanya Ratu.
Xabara melihat Ratu yang tampak begitu bahagia mendengar penuturan Nining, Ia hanya bisa menghela nafas pasrah.
"aku harus kuat!! dulu waktu jadi menantunya Nandini aku tidak pernah diperlakukan seperti ini, disayang oleh Mertua tidaklah buruk." senyum tipis Xabara.
beberapa jam kemudian,
"kenapa kesini Mom?" tanya Xabara melihat ke Supir yang berhenti.
"sayang? Mom harus beli susu Ibu hamil yang ditawarkan oleh teman Mom sayang." kata Ratu dengan gemas mengecup kening Xabara.
Xabara pun diam saja membiarkan Ratu melakukan apa saja yang membuatnya senang, Ratu pergi membawa Supir untuk membawa barang-barang belanjaannya nanti, Xabara ditinggal sendiri dalam Mobil lalu Ia mengelus perutnya.
"kalau Mom tau kebohongan kami saat itu mungkin dia akan kehilangan kewarasannya." gumam Xabara merasa menyesal mengingat dirinya selalu berbohong pada Ratu.
setengah jam kemudian Ratu kembali bersama Supir membawa banyak belanjaan.
"kenapa banyak sekali Mom? katanya cuma beli susu." tanya Xabara.
"mom beli baju untukmu sayang." jawab Ratu.
__ADS_1
"baju? buat apa Mom? bajuku sangat banyak." tanya Xabara.
Ratu terkekeh, "itu semua bukan baju yang nyaman untukmu sayang." kata Ratu dengan kedipan gemasnya.
dalam perjalanan pulang Xabara melihat banyak rambu-rambu yang memberitau tentang kompetisi terbuka mencari XeniaXabara jika bukan Ketua Higanbana setidaknya kalau mampu akan dijadikan anggota baru dari kedua anggota Mafia besar yaitu dibawah kendali Lios dan Ray.
"Orang misterius lebih menarik dari pada yang tenar kan sayang?" Ratu.
Xabara menoleh ke Ratu dengan alis bertaut, "maksud mom? mom suka yang bersembunyi?"
Ratu menganggukkan kepalanya, "terutama Bunga kematian itu siapa? itu Ketuanya di rumorkan perempuan dan dia sangat misterius, kamu lihat saja buktinya sampai sekarang banyak yang mencarinya tapi tidak ada yang berhasil sampai mereka yang gila nekat berbuat seperti itu."
Ratu menunjuk rambu-rambu disepanjang jalan, "hmm!! yang seperti itu saja Polisi tidak bisa berkutik melawan mereka yang melakukan perlawanan terbuka apalagi yang misterius."
Xabara tersenyum tipis lalu menyandarkan sisi wajahnya di bahu Ratu, "mom akulah Wanita Misterius yang mom kagumi itu."
Xabara tidak memperdulikan kompetisi itu, sudah Ia tebak kalau Lios dan Ray akan menggila tidak mendapatkan petunjuk apapun tentang XeniaXabara. Xabara tidak mengira Kedua Ketua Mafia itu akan cepat teralihkan dengan tipuan Xabara sehingga melupakan Xabara sebagai Istri Rovert.
.
di Kamar Xabara,
Xabara menganga selebar-lebarnya melihat pakaian yang dibeli oleh Ratu.
"kain apa ini Mom?" tanya Xabara dengan aneh melihat pakaian itu.
Ratu tertawa, "ini Daster sayang!!? coba pakai sayang? ini sangat nyaman dipakai wanita hamil."
Xabara menggeleng kepalanya geli melihat pakaian aneh itu menurutnya, Xabara sering lihat tapi tidak pernah berniat akan memiliki pakaian itu, menurut Xabara pakaian itu sangat cocok menjadi kain lap ( Nae : Orang kaya yang tidak tau dengan Daster wkwk) karna Xabara sudah terbiasa dengan pakaian tidur atau baju seksi jika di Rumah bukan Daster.
Ratu memaksa Xabara memakainya yang awalnya tidak terima tapi setelah merasakan betapa nyamannya memakai Daster pun menatap Ratu tidak percaya.
"kok bisa bebas Mom?" tanya Xabara dengan takjub sambil mengambil posisi kuda-kuda dan mengangkat sebelah kakinya setinggi-tingginya membuat Ratu menjerit panik.
"ahhh aku lupa Mom tidak tau kalau aku bisa menghabisi orang." batin Xabara dengan wajah datar di perlakukan begitu khawatir oleh Ratu.
.
.
.
__ADS_1