
.
.
.
"sayangg?" Ratu mengelus punggung Xabara dengan cemas.
Xabara semakin merasa mual saja ketika Ratu memintanya untuk periksa dengan tespek yang dibelinya.
"Mom?" Rovert masuk bersama seorang perempuan yang memakai baju dokter.
Xabara menatap Rovert dengan mata penuh ancaman dan Rovert hanya nyengir seakan merasa bersalah telah membuat Xabara berada di situasi yang pelik itu.
"kebetulan ada dokter!" Ratu tersenyum lebar merangkul bahu Xabara.
Rovert mendekati Xabara lalu menggendongnya meletakkan Xabara di ranjangnya, lalu Dokter wanita yang dibawa oleh Rovert pun memeriksa Xabara.
Ratu tampak antusias sambil berharap-harap cemas kalau Xabara belum hamil padahal keinginannya adalah Xabara hamil.
"bagaimana dok?" tanya Ratu penuh harap.
"Nona Muda hanya masuk angin Nyonya, Tuan ! Nona tidak hamil sama sekali, saya sudah memeriksanya berulang kali kalau takut salah, tapi Nona memang belum mengandung." kata dokter wanita itu dengan serius.
Ratu terduduk lemas sedangkan Rovert melihat arah lain sementara Xabara merasa kasihan dengan ekspresi Ratu yang begitu putus asa.
Dokter itu memberikan resep ke Rovert lalu pergi, Rovert pamit ke Ratu akan menebus obat ke Apotik. Ratu terlihat melamun cukup lama, Xabara melihat tingkah mertuanya itu yang sangat berharap Xabara hamil.
"maaf Mom !? aku tidak mungkin mengandung cucumu." batin Xabara merasa kasihan.
"Hoeeekk!" Xabara kembali mual lalu turun dari ranjang berlari ke Kamar Mandi.
ke esokan harinya,
Xabara menghela nafas melihat Ratu tampak sedih melihat hasil tespek itu tidak sesuai dengan keinginannya.
"Mom?" Xabara memeluk Ratu dari samping.
"tidak apa nak !? Mom pulang ya?" izin Ratu mengelus kepala Xabara lalu pergi.
Xabara menatap kepergian Ratu sampai tidak lagi terlihat, "Huuhh...!"
Rovert keluar dari dapur sembari membawa sarapan untuk Xabara, Rovert mengedarkan pandangannya mencari Ratu.
"dimana mom?" tanya Rovert celingukan.
__ADS_1
"Mom pulang, sepertinya dia sangat kecewa hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya." jawab Xabara.
Rovert menarik nafas dalam-dalam, "sudahlah tidak usah pikirkan Mom! dia akan baik-baik saja."
Rovert mengambil segelas air putih lalu meneguknya, Xabara memperhatikan tubuh Rovert yang sangat bagus sungguh Xabara merasa ikut sedih dengan ekspresi Ratu yang sangat kecewa, Xabara menyadari permainannya disini sangat melukai hati Ratu.
"apa perlu aku hamil juga?" tanya Xabara tiba-tiba.
"Uhuk--Uhukkk!!" Rovert terbatuk-batuk seketika menyemburkan air yang sudah masuk ditenggorokannya.
Xabara tidak merasa bersalah sama sekali, Ia menyangga kedua pipinya dengan kedua tangannya diatas meja sembari memperhatikan Rovert.
"kalau aku hamil anakmu aku yakin anakku kelak akan diperlakukan dengan baik oleh Mom-mu!" kata Xabara.
"ap-apa maksudmu Xabara?" tanya Rovert dengan wajah memerah.
Xabara menghela nafas, "aku tidak pernah merasakan hal seperti ini! rasa bersalah telah mempermainkan hati Mom-mu, dia sangat ingin punya keturunan sementara aku pikir-pikir kau adalah Pria yang bersih dari perempuan, tidak buruk juga jika aku berhubung*n se*s denganmu."
Rovert membulatkan matanya, "ap-apa kau mencintaiku?"
Xabara mengerutkan keningnya, "memangnya melakukan hubung*n s**s harus mencintai mu? lalu bagaimana dengan dunia mafia? hubungan seperti itu sudah biasa."
"lalu kau akan memberikan tubuhmu padaku? kau seorang Ratu Mafia." jawab Rovert.
"kenapa tidak? aku akan menghabisimu jika kau melukaiku, setelah melalui banyak hal aku pikir kau tidaklah buruk !?" kata Xabara dengan jujur.
Xabara memicingkan matanya ke Rovert, "apa kau mencintai perempuan lain?"
Rovert menatap Xabara tak suka pertanyaan Xabara, "aku menyukaimu."
Xabara seketika melebarkan matanya, "A-Apa?"
Rovert tidak menjawab hanya fokus sarapan sementara Xabara mengusap-ngusap telinganya seolah berusaha memastikan pendengarannya tadi tidaklah salah.
"dia menyukaiku? lalu kenapa selalu mengajak ribut terus denganku?" batin Xabara tak percaya.
"sejak awal aku melihatmu seperti Ular aku sudah jatuh cinta padamu." jelas Rovert sekali lagi.
Xabara mengerjab-ngerjabkan matanya, "apa kau baru saja mengungkapkan perasaanmu padaku?"
"aku mohon batalkan saja Kontrak pernikahan kita, aku berjanji tidak akan mengekangmu dan dipastikan aku selalu mengikutimu, terserahmu memperlakukan aku seperti apa, aku bisa menyerahkan seluruh asetku atas namamu asalkan kamu tidak membahas Kontrak itu. Mom sangat menyayangimu dan aku jamin hidupnya akan hancur jika tau kita tidak saling mencintai."
Rovert malah memohon bukannya menjawab pertanyaan Xabara.
Xabara tertegun, "baiklah."
__ADS_1
Rovert menaikkan sebelah alisnya, "apanya?"
"aku tidak akan bahas Kontrak itu kau bakar saja ! aku menerimamu tapi bukan berarti aku mencintaimu, anggap saja ini balas budiku karna kau telah menyelamatkan hidupku mungkin hidupku hanya untukmu, masalah asetmu itu kau serahkan saja nanti pada anakku nanti."
Rovert terperangah, "ja-jadi?"
Xabara merasa tidak dirugikan sama sekali, Rovert adalah Rival yang bagus dan Pria yang baik maksudnya baik oleh Xabara bukan Pria ranj*ng atau Pria penggila wanita.
"aku setuju dengan tawaranmu !" balas Xabara dengan santai.
Rovert tersenyum lebar, "aku tidak mengira akan mengungkapkan perasaan disaat yang tidak baik ini."
Xabara menatap Rovert dengan datar, "aku tidak butuh hal romantismu tapi kau harus tau apa resikomu jika berani berkhianat padaku."
Rovert sumringah, "aku dengan senang hati menyerahkan kepalaku untukmu Ratu-ku."
Xabara tersenyum tipis saja.
sejak Rovert mengungkapkan Perasaannya pada Xabara dan pujaan hatinya itu menerima perasaan Rovert walau tidak berbalas tak ada lagi pertengkaran diantara mereka selama 1 harian itu, Rovert lebih sabar dan memperlakukan Xabara sangat baik sampai Xabara sembuh dari mual-mualnya yang memang masuk angin.
malam harinya,
"apa besok kau tidak bekerja?" tanya Xabara.
"aku ingin menghabiskan waktu denganmu." jawab Rovert tersenyum lebar.
Xabara menatap datar Rovert tapi Rovert tersenyum lebar mengusap pipi Xabara yang tidak mengelak sama sekali.
"menyingkir!?" ketus Xabara.
Rovert menggeleng seperti anak kecil lalu Xabara menendang tulang kering Rovert yang malah cepat menggendong Xabara.
"aahh." Xabara melayang ke udara (digendong oleh Rovert).
"tidur ya?" Rovert merebahkan Xabara diranjangnya lalu tanpa ragu memeluk Xabara tanpa melakukan apa-apa.
Xabara menghela nafas pasrah, "kenapa aku merasa sifatmu yang seperti ini semakin menjengkelkan?"
Rovert malah menyelusupkan wajahnya dileher jenjang Xabara sambil memeluknya dengan posesif seperti takut Xabara akan pergi.
"kenapa aku bisa senyaman ini dipeluk olehnya? aku tidak mencintainya." batin Xabara heran melirik Rovert yang sudah masuk ke alam mimpi.
Rovert tidak menyangka Ratu yang sangat merepotkan bisa memberikan hal baik pada Rovert yaitu dengan mendapatkan Xabara, awal mula hubungan mereka memang karna kesalahfahaman Ratu.
.
__ADS_1
.
.