
.
.
.
hari-hari berlalu sampai hari yang dijanjikan Mex telah tiba,
Xabara dan Rovert menemui Mex yang kebetulan sedang keluar bersama sementara Mex dan Yeri yang terperangah melihat Rovert, jujur saja ini pertama kalinya bagi rakyat kecil sepertinya melihat seorang Pria yang paling berkuasa di Negara Indonesia.
"Tuan, Nona." sapa Mex menundukkan kepalanya lalu Ia menoleh ke Yeri menganga seperti anak kecil membuatnya menahan tawa melihat tingkah Istrinya yang menggemaskan.
"Ehh?" Yeri gelagapan segera menundukkan kepalanya.
"biasa saja, kalian Orang kepercayaan Istriku jangan terlalu berlebihan." kata Rovert dengan datar.
Yeri mengangkat pandangannya, "benarkah Tuan? boleh diperlakukan sebagai teman? soalnya saya berteman dengan semua Anggota Higanbana termasuk Nona Xabara."
Rovert mengangguk, "boleh."
Yeri sumringah, "anak laki-laki saya ngefans berat sama Tuan dan dia sering bilang ingin membangun Perusahaan seperti Tuan."
Rovert mengangguk, "aku tunggu dia besar."
Yeri menutupi mulutnya yang terlihat bahagia sekali lalu menyembunyikan wajahnya di bahu Mex.
"maaf Tuan Muda, Istri saya sangat kekanakan tapi dia sangat bisa dipercaya." ucap Mex.
Rovert mengangguk, "aku tau."
"kalau begitu kita to the point saja." Xabara memotong pembicaraan mereka dengan wajah datarnya.
Rovert dan Mex pun berdehem pelan lalu diam menunggu Xabara memulai pembicaraan.
"bagaimana?" tanya Xabara serius.
Mex pun mengeluarkan sebuah foto dari tas Istrinya dan memperlihatkan foto Pria yang telah Ia cari tau latar belakangnya adalah yang terbaik.
"dia adalah Ketua Mafia yang dikenal Singa tersembunyi Nona, dia jarang memperlihatkan diri tapi saya kenal dia memang tidak pernah main wanita." ujar Mex.
"apa masalahnya?" tanya Xabara yang tau pasti ada masalah dengan Ketua Mafia yang satu itu sehingga tidak pernah bermain perempuan.
"hmm?? dia malah alergi perempuan Nona, kalau Sahabat baik Nona bisa membuat Alerginya sembuh saya pikir dia akan menjadi wanita yang paling beruntung." jelas Mex menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"apa dia setuju perjodohan ini?" tanya Xabara memiringkan pandangannya ke Mex.
__ADS_1
Mex mengangguk, "dia bilang wanita yang Nona rekomendasikan pasti bisa dipercaya sampai Ratu Higanbana yang biasanya hidup bersembunyi mau menunjukkan diri demi perempuan pilihan Nona itu."
Xabara tersenyum puas, "baiklah..! aku tidak akan mengecewakan kepercayaannya, kapan dia bisa bertemu?"
Rovert melihat foto Pria yang Xabara lihat memang terlihat sangat maskulin dan macho, melihat dari ekspresinya saja sudah bisa ditebak bagaimana dilihat secara langsung?
"Singa tersembunyi?" batin Rovert yang tidak menyangka Pria itu mau menunjukkan diri demi menemui perempuan pilihan seorang Ratu Higanbana.
Ratu Higanbana dikenal sangat bersih juga lebih suka bersembunyi sehingga tidak ada yang tau wajahnya tapi sosoknya sangat terkenal di dunia Mafia baik dari Mafia yang paling terkenal dibawah Higanbana maupun Mafia tersembunyi sekalipun.
"baiklah..! aku akan menemuinya besok siang bersama sahabatku." jawab Xabara tenang.
"apa kamu yakin mau menunjukkan dirimu sayang? dia bisa saja jatuh cinta padamu." selah Rovert tiba-tiba dengan raut wajah serius.
Xabara menoleh ke Rovert, "cemburumu tidak tepat..! dia tidak akan jatuh cinta pada wanita yang sudah berkeluarga apalagi dia alergi wanita."
"apa sahabat Nona bisa dipercaya?" tanya Mex penasaran.
Xabara mengangguk, "dia sangat baik."
Mex mendengar pujian Xabara tersentak pantas saja Xabara mau mencarikan langsung Pria untuk sahabatnya itu malah mau menunjukkan diri padahal tidak pernah ada manusia selain anggota Higanbana yang dekat dengan Xabara.
"jika Nona sudah menjaminnya saya percaya." kata Mex tersenyum tipis lalu menoleh ke Yeri yang mengeluarkan Ponselnya.
"Bo-bolehkan aku memotret kalian? aah..? kita Foto berempat?" tanya Yeri semangat.
salah satu pelayan Restaurant membantu mereka berfoto bersama lalu Yeri kegirangan dan banyak sekali membungkuk mengucapkan terimakasih.
Xabara terkekeh, "aku mengerti kenapa kau sangat mencintainya Mex." ujar Xabara membuat Mex garuk-garuk kepala dengan kikuk.
Rovert menggeleng kepalanya sebab Ia tidak suka tipe wanita seperti Yeri yang kekanakan, Xabaralah tipe ideal Rovert yaitu wanita mahal dan tidak banyak tingkah. setiap Pria memiliki tipe nya masing-masing tapi Rovert tidak benci pada Yeri hanya saja bukan tipe idealnya saja.
.
Rovert menggenggam tangan Xabara menemani Istrinya mendatangi Perusahaan Irene.
"pergilah temui klienmu..! aku menunggumu disini." usir Xabara.
Rovert bukannya marah sebab mendengar kata Aku menunggumu disini itu membuat jantung Rovert berdentum keras.
"iya sayang..! hati-hati ya?" pinta Rovert senyam-senyum sendiri sambil mengelus pipi Xabara yang memutar kedua bola matanya dengan malas.
Rovert adalah pria yang mudah sekali tergoda dengan kata-kata Xabara dan hanya Xabara yang bisa membuat hati Rovert melayang-layang.
Xabara melambaikan tangan sekali saja ketika Mobil Rovert meninggalkan tempat parkir lalu Ia berbalik berjalan memasuki Perusahaan Irene langsung disambut baik oleh Karyawan Irene, Xabara tersenyum akan keramah-tamahan para pekerja Irene.
__ADS_1
tok...tok..
"Nona? ada Nyonya Xabara."
Irene berdiri seketika, "Xabara?" pekik Irene berlari dengan heelsnya itu sehingga terlihat menggemaskan.
Xabara tersenyum melihat tingkah Irene sedangkan para karyawan Irene langsung mengerti bagaimana dekatnya Irene dengan sosok Ratu Maldev itu, Perusahaan Irene juga begitu laris dipasaran dalam waktu singkat juga karna Xabara. sungguh persahabatan mereka begitu unik yaitu saling mempromosikan satu sama lain.
"Kenapa berlari? apa kamu bocah?" ejek Xabara.
Irene mengerucutkan bibirnya, "aku bosan bersandiwara sok berkharisma."
Xabara tergelak mengelus pipi Irene jujur saja karna Irene-lah Xabara tidak menghabisi Ray yang sedang berada di Rumah Sakit Jiwa.
Irene menuntun Xabara berjalan ke sofanya dan meminta bawahannya pergi lalu Irene hendak pergi dicekal oleh Xabara.
"mau kemana?" tanya Xabara.
"aku mau ambilkan minuman untukmu." jawab Irene.
"tidak usah..! aku dan Rovert baru saja makan dan minum." jawab Xabara sambil mendudukkan Irene disampingnya.
Irene mengerjabkan matanya, "ada masalah apa?"
"besok mau makan bersamaku?" tanya Xabara.
"tentu saja..! kenapa harus menemuiku langsung? apa kamu tidak sibuk? sikembar gimana?" cecar Irene.
"tidak usah rewel..! mereka sangat aman di Mansion apalagi bersama Neneknya yang sangat-sangat mencintai mereka." jawab Xabara.
Irene tertawa hambar, "kamu sangat tidak asik untung saja aku sayang." kata Irene dengan wajah berubah masam.
"kenapa?" tanya Xabara heran.
"aku ini jomblo masa kamu cerita anak sih? aku belum bersuami jangan buat aku iri ingin punya anak kembar seperti anakmu." cerocos Irene.
Xabara tertawa lalu menonyor kening Irene, "siapa yang bertanya tentang Anak terlebih dahulu hmm?"
Irene nyengir, "aku akan makan denganmu besok."
"kalau begitu aku pulang." kata Xabara
Irene tentu tidak mengizinkan Xabara pergi malah membawa Xabara ke Cafe dalam Perusahaannya memesan minuman sambil bercerita tentang Perusahaan Irene, sesekali Xabara memberi masukan dan Irene terlihat serius sekali menerima masukan Xabara.
.
__ADS_1
.
.