
.
.
.
Xabara tersentak melihat bekas luka di leher Polisi wanita itu akhirnya Ia mengingat Polisi wanita itu.
"akulah yang kau cari" kata Xabara tersenyum tipis sambil bersidakap dada.
"ha?" si Polisi wanita menatap Xabara dengan kaget karna tidak menyangka bertemu langsung dengan Ratu Higanbana.
Rovert memperhatikan saja pembicaraan mereka sebab Rovert tau kalau sosok Ratu Higanbana itu sangat terkenal bahkan anggotanya saja begitu dihormati dan ditakuti apalagi Ratunya.
"Daniah?? kau sudah menepati janjimu jadi Polisi ya?" senyum manis Xabara.
DEG!!
polisi wanita yang dipanggil Daniah itu bersimpuh seketika ke Xabara dan menunduk dengan tubuh gemetar, Xabara memegang bahu Wanita itu yang ternyata menangis.
"kenapa kau malah menangis?" tanya Xabara heran.
"Ha-hanya Nona itu saja yang memanggil saya Daniah." jawab wanita yang memiliki nama asli Putri Daniah dan akrab dipanggil Putri tapi hanya sosok penyelamatnya saja yang memanggilnya Daniah.
nametag Daniah pun tertera Putri dan mendengar sosok gigi kelinci didepannya memanggil Daniah sudah jelas Ia langsung lemas sehingga wajar saja tidak punya kekuatan.
"siapa namamu?" tanya sosok Xabara saat itu yang masih remaja.
"Pu- Putri Daniah." jawab Daniah ketika itu berumur 22 tahun.
"baiklah..! aku panggil Daniah, apa luka dilehermu sakit? sepertinya akan permanen." kata-kata Xabara saat itu masih membekas dalam ingatan Daniah.
perkenalan mereka sangat singkat tapi moment itu begitu membekas dihati Daniah.
Xabara menghela nafas menepuk-nepuk pundak Daniah, "sudah ya? aku harus pergi ! kalau mau balas budi kamu harus hidup untuk rakyat dan aku tidak terima uangmu."
Xabara pun berdiri lalu pergi ke arah Rovert, Rovert dan Xabara melihat ke arah Daniah yang mengucapkan terimakasih pada Xabara berkali-kali.
"ayo sayang..?" ajak Rovert merangkul bahu Xabara.
Xabara yang tidak haus akan ketenaran memang tidak suka diperlakukan berlebihan padahal apa yang Xabara lakukan itu sangat berharga bagi orang-orang yang pernah ditolongnya.
Rovert membukakan pintu Mobilnya untuk Xabara serta menjaga kepala Xabara supaya tidak terbentur Mobilnya, Rovert menutup pintu Mobil dan berlari ke arah kemudi.
Polisi Daniah itu masih bergetar-getar lalu salah satu kawan Daniah juga seorang Polisi Pria mendatangi Daniah serta menanyakan bagaimana Daniah berani berbicara dengan Orang Higanbana.
"di-dia penyelamatku kenapa aku harus takut?" jawab Daniah masih menangis karna terharu.
__ADS_1
"ya sudah..! kalau begitu bangunlah..! kita harus buat artikel yang diperintahkan Tuan tadi." pinta Polisi Pria itu.
Daniah pun mengangguk langsung menghapus air matanya dan menyimpan amplop berisi uang nya tapi sosok yang menyelamatkannya tidak terima pengembalian uangnya.
.
di dalam Mobil,
"bagaimana kamu mengenalnya sayang?" tanya Rovert.
"aku mengenal mereka lewat bekas lukanya masing-masing dan hanya satu perempuan yang aku ingat punya luka di leher itu Daniah." jawab Xabara tenang.
"kamu sangat hebat sayang..! aku yakin anak-anak kita juga akan sama mengikuti jejakmu." jawab Rovert membuat Xabara menoleh ke Rovert.
"aku ingin mereka hidup normal." kata Xabara serius.
Rovert menggeleng kepalanya, "sekali darah mafia akan melahirkan benih mafia baru, kamu seorang Ratu Higanbana yang punya banyak musuh bagaimana bisa kamu membiarkan Putra-Putrimu lemah hmm?"
Xabara terdiam mendengar kata-kata Rovert yang sangat benar.
"aku akan melatih Putra kita dan kamu harus ajari Putri kita supaya menjadi Pribadi yang sangat kuat dan tidak mudah dikalahkan oleh Pria." kata Rovert dengan serius.
"baiklah..! aku akan mengajari Putriku." jawab Xabara membuat Rovert tersenyum tampan.
Xabara menatap lurus kedepan sambil memikirkan kata-kata Rovert yang bilang sekali Darah Mafia akan melahirkan benih Mafia baru, jadi Ia berpikir sepertinya anak-anaknya pasti akan mengikuti jejaknya dilihat umur mereka yang masih kecil suka mengoleksi benda tajam.
.
berita hantu-hantu Palsu di Taman LoveXabara terungkap, Rovert juga mengeluarkan bukti-bukti rekaman lewat akun resminya bahwa hal ini karena persaingan bisnis.
nama Joko seketika trending topik karna Rovert juga menyerahkan bukti berupa transaksi Joko pada Orang-orang jadi hantu bayarannya, Taman Hiburan milik Joko pun harus di tutup karena diserang Massa dan dilempari dengan batu sampai ada yang rusak.
Joko harus di panggil oleh Pihak berwajib karna bukti nya telah terpampang nyata, Joko melarikan diri ke Luar Negri dengan sengaja tidak mendatangi pihak berwajib dan Taman Hiburannya juga sudah di tutup paksa sehingga Ia jelas sudah bangkrut apalagi kejahatannya juga telah terbongkar dan jadi buronan.
di tempat lain,
"dasar gila...! apa dia sangat bodoh? kenapa Orang bodoh bisa jadi Kaya? otaknya tidak dipake kali ya?" geram Aya.
Xabara diam sambil mengunyah buah-buahan segar di depannya, Irene pun mendelik kesal. mereka bertiga berkumpul di Taman belakang Mansion Maldev.
"bagaimana keadaanmu Iren?" tanya Xabara akhirnya berani juga bertanya pada Irene.
Irene melihat Xabara dan Aya bergantian, "aku baik-baik saja.! walaupun Lion membun*h Romi tapi aku baik kok, yang patut disalahkan itu Romi bisa-bisanya aku tertipu selama ini."
"kamu tau?" tanya Aya kaget.
"iya..! dia mengatakan semuanya tapi dia tidak memberi tau jasat Romi." jawab Irene menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Xabara tersenyum saja, "itu demi kebaikanmu."
Aya menoleh ke Xabara sebab Ia penasaran maksud kata-kata Xabara yang penuh makna.
"kamu sama saja dengannya bilangnya demi kebaikanku." Irene mengerucutkan bibirnya.
Xabara terkekeh lalu mengirim pesan ke Aya yang dibaca langsung oleh Aya, Aya melotot melihat pesan itu.
"diberikan ke Binatang buas." pesan Xabara.
"Aya kenapa?" tanya Irene yang tidak tau apa yang dibaca oleh Aya.
Aya menyimpan ponselnya dan tertawa kikuk, "biasalah punya suami mesum."
Xabara tertawa dengan kebohongan Aya sementara Irene tertawa karna lucu padahal tidak tau Aya tengah berbohong.
"apa kamu sudah hamil?" tanya Aya basa-basi ke Irene.
Irene menggeleng lalu Xabara memukul lengan Aya membuat Aya nyengir.
"kamu pikir bisa langsung jadi?" tanya Xabara dengan mata melebar.
"buktinya aku sekali langsung jadi Barnes." jawab Aya tanpa beban.
"kalian ini kenapa malah bicara anak? aku belum punya anak." potong Irene dengan raut wajah memberengut juga bibir manyun.
Xabara dan Aya pun diam.
tiba-tiba Irene tersenyum manis, "nanti malam aku akan ke Taman LoveXabara dengan suamiku..! katanya dia sudah mereservasi tempat itu untuk kami berdua saja."
"oh!" jawab Xabara dan Aya kompak.
Irene menekuk alisnya, "kalian tidak asik sama sekali."
"hmm!! iya. ! suamimu itu bukan romantis tapi memang karna penyakitnya." ejek Aya.
Xabara terkekeh pelan.
"jangan mengejek suamiku..! dia sangat manis kalian tidak tau betapa romantisnya dan seksi serta tampannya dia waktu memasak." pamer Irene dengan sorot mata berbinar-binar.
Xabara memutar kedua bola matanya dengan jengah, Aya terkikik saja.
"sudah gila karna sendok." gumam Xabara meledek.
(maksudnya gila karna sendok sudah tergila-gila pada Lion lewat makanan).
.
__ADS_1
.
.