Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
tidak ada salahnya


__ADS_3

.


.


.


"sebenarnya apa yang dia cari di Taman Liburan ini?" batin Xabara.


Xabara masih berpelukan mesra dengan Rovert tapi matanya menjelajahi sekitarnya.


"apa menurutmu ada sesuatu yang berharga disini sayang??" tanya Rovert berbisik tepat ditelinga Xabara.


"aku tidak tau apa yang dia cari." jawab Xabara.


tiba-tiba saja Orang-orang Ralista bergerombolan menerobos banyak pengunjung Taman hiburan, mereka tampak mengejar sekelompok Anggota Mafia dari luar (Logo berbeda).


"tangkap mereka..!" teriak Ralista dengan nada meninggi.


"iya Nyonya." balas para bawahannya serentak.


"aaahhhh!!"


jerit kocar-kacir para pengunjung Taman hiburan terdengar pilu, mereka melarikan diri kesana-kemari sampai berpisah dari keluarga yang niatnya untuk liburan.


Sekelompok orang itu berhasil ditangkap oleh Ralista dan diseret paksa Oleh bawahan Ralista begitu tidak manusiawi, walau sempat gaduh serta kesulitan menangkap mereka semua tapi pada akhirnya berhasil didapatkan oleh Ralista.


"lepaskan aku...!" teriak Orang-orang yang tertangkap itu.


Ralista menyeringai sepanjang perjalanan tak menyadari sosok mata tajam memperhatikannya yaitu Xabara, hanya dengan sekali melihat saja Xabara langsung mengerti bahwa wanita itu ingin memperluas daerah kekuasaannya di dunia Mafia.


Rovert memperhatikan itu juga satu pemikiran dengan Xabara, "apa dia melakukan itu demi menemukan XeniaXabara?? memperluas kekuasaan? menundukkan para Mafia anggota lain supaya mendukungnya?" batin Rovert.


Rovert bisa merasakan betapa serakahnya wanita itu, seharusnya Rovert menghabisinya saja tapi demi menemukan dalang dibalik wanita itu harus dilakukan secara hati-hati tidak boleh bertindak gegabah.


Xabara seolah tidak takut dengan kekuasaan Ralista, Ia hanya penasaran siapa sosok yang berada di belakang Ralista sampai berani menunjukkan diri pada Xabara padahal jika dipikirkan secara logika kalaupun Ralista balas dendam pasti secara sembunyi-sembunyi bukan terang-terangan seperti sekarang.


berdasarkan penilaian Xabara sudah jelas Ralista trauma dengannya sebab pernah hampir mati olehnya, menurut Xabara wanita itu pasti koma bertahun-tahun karna penyerangan besar-besaran saat itu.


"sayang?" Rovert menoleh ke Xabara.


Xabara memejamkan matanya, "aku mengantuk Rovert."

__ADS_1


"iya sayang, kita akan pulang ke Mansion." jawab Rovert.


"tidak Rovert, bawa aku ke Apartemen karna ada yang harus aku ambil !?" pinta Xabara.


Rovert pun menggendong Xabara tanpa membantah apapun permintaan Xabara, Ia membawa Xabara ke Apartemen untuk istirahat.


1 jam kemudian,


Rovert terbangun lalu mengedarkan pandangannya mencari Xabara yang tidak ada dipelukannya, "sayang?? kamu dimana?" tanya Rovert khawatir.


Rovert mencari Xabara dimana-mana dan akhirnya menemukan Xabara sedang berada di suatu Ruangan mengenakan Headphone berwarna silver.


"disini rupanya." gumam Rovert lega sembari melangkah mendekati Xabara yang begitu serius mendengarkan sesuatu.


"apa yang dia dengar?" batin Rovert sambil memperhatikan Xabara yang begitu tenang memejamkan mata indahnya.


Rovert malah terpana melihat bulu mata Xabara yang lentik ketika terpejam, bibir merah cery Xabara padahal Istrinya itu sudah menjadi miliknya tapi mengapa Rovert tidak pernah bosan memandang Xabara.


perlahan mata Xabara terbuka lalu menoleh ke Rovert yang dengan wajah penuh kekaguman itu memandangnya, Xabara menyentil kening Rovert yang mengelus keningnya seketika.


"maaf sayang..! kamu dengarkan apa?" tanya Rovert penasaran.


"karna terlalu sibuk aku melupakan benda yang pernah aku letakkan di tempat Lios, mereka yang bodoh belum menemukan alat itu jadi aku bisa mendengar pembicaraan wanita itu." jawab Xabara.


"ada apa Nyonya?" tanya bawahan Ralista.


"tidak ada..! aku hanya tidak sabar ingin menemukan XeniaXabara, aku harap bisa membalas penderitaanku yang koma selama 5 tahun karnanya."


"kami tidak bisa mencium aroma Nona Higanbana itu Nyonya, maafkan kami." ucap bawahan Ralista yang lain.


maksud tidak bisa mencium Aroma Higanbana artinya tidak bisa menemukan jejak XeniaXabara.


"kenapa kalian meminta maaf? aku sudah cukup menderita mencari keberadaan Wanita itu sampai aku tau dia adalah pemimpin Higanbana, tanpa berpikir panjang aku langsung ke Indonesia semakin lama aku disini aku semakin yakin kalau wanita itulah yang aku cari-cari."


Rovert melepas Headphone nya lalu meletakkan di meja Xabara dan memandang Xabara dengan serius.


"apa yang dia katakan?" tanya Xabara sambil melihat heran Headphone nya yang dilepas Rovert.


Rovert memegang kedua tangan Xabara, "dia koma selama 5 tahun dan mengatakan cukup kesulitan mencarimu ke negara manapun sampai tau sosok penguasa Higanbana yang di rumorkan sangat cantik, semakin lama dia begitu yakin kalau Ketua Higanbana adalah Orang yang dia cari-cari."


Xabara tertawa kecil mendengarnya, "dia bisa merasakan itu? luar biasa sekali naluri dendamnya padaku sampai bisa merasakan aku hanya karna nama Higanbana."

__ADS_1


"cerita kamu yang berkelahi begitu anggun membuat Wanita itu percaya sayang." balas Rovert.


Xabara mengelus perutnya, "kalau aku sedang tidak hamil anakmu mungkin aku sudah menerobos Mansion Lios itu."


Rovert memegang kedua bahu Xabara dan meminta Xabara untuk bersabar karna Ia benar-benar sangat menginginkan anaknya lahir di dunia ini.


"apa perlu kita ke Luar Negeri sayang?" tanya Rovert dengan serius.


Xabara tampak berpikir, "kemana?"


"Dubai, aku harus mengurus cabang pembangunan Gedung Perusahaanku disana." jawab Rovert.


Xabara terkejut, "kamu buka Perusahaan Cabang di Dubai?"


Rovert menganggukkan kepalanya membuat Xabara takjub bahwa Rovert memiliki uang yang sangat banyak sampai bisa membuka Perusahaan Cabang di Luar Negeri.


"sebenarnya aku Cuti panjang karna masalah ini sayang, Penjualan Perusahaanku meningkat pesat disana tapi karna tidak ada Kantorku disana cukup merepotkan.! kalau kamu mau mungkin kita akan tinggal disana selama 1 tahun, bagaimana sayang?" tanya Rovert memelas.


Xabara pun tersenyum, "aku setuju..!"


Rovert terperangah, "benarkah sayang? kamu mau ikut denganku kesana?"


awalnya Rovert tidak mengira Xabara mau ikut, jika Xabara menolak maka Rovert akan menunda pembangunan Gedung itu walau sudah beli tanah disana tapi Xabara lebih penting bagi Rovert dibanding apapun yang Rovert miliki.


Xabara terkekeh, "iya aku mau, kenapa kamu begitu kaget?"


Rovert mencium seluruh wajah Xabara yang tergelak geli tapi ajaibnya Ia tidak bisa marah ketika Rovert menciumnya seolah Xabara seorang anak kecil.


"lalu Mom bagaimana?" tanya Xabara memegang lengan Rovert yang menangkup kedua pipinya begitu mesra.


"Mom akan ikut jika menantu kesayangannya ikut." balas Rovert menyatukan keningnya dengan kening Xabara.


Xabara mengelus perutnya, "Ralista aku akan kembali setelah anakku lahir." batin Xabara tersenyum miring.


Xabara bukan pengecut tapi Ia hanya memikirkan calon bayinya yang bisa saja dalam bahaya, terlalu banyak masalah jika Xabara memaksakan diri untuk muncul di hadapan Ralista.


bisa saja Ralista akan memanfaatkan kelemahan yang sedang hamil, Xabara takutnya nanti keguguran atau ketika melahirkan Ralista akan menculik anaknya, mungkin masalah besar lainnya yang pasti membahayakan kehidupan anaknya nanti. menurut Xabara resikonya tidak terlalu besar jika Xabara memilih bersembunyi untuk beberapa bulan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2