Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
diterima


__ADS_3

.


.


.


malam harinya,


Xabara tampak kesulitan mengenakan gaun yang dibelikan Rovert, Ia dengan santainya menerobos ruang ganti Rovert yang sedang tidak memakai baju.


"tolong !!" tanpa beban Xabara membalik tubuhnya menyibakkan rambut abu-abu miliknya dan memperlihatkan punggung mulus Xabara.


Glek..!


"kau menggodaku ya?" dengus Rovert.


Xabara mencebikkan bibirnya, "cepatlah !! aku merasa akan membakar gaun ini jika sampai terjatuh kebawah." kecam Xabara.


Rovert mendelik tapi jantungnya berdegub kencang memasang resleting gaun Xabara, setelah merasa ketat Xabara melenggang pergi tanpa mengucapkan terimakasih ataupun menoleh ke belakang.


Rovert ternganga lalu terkekeh pelan menutupi bibirnya dengan sebelah tangannya, "dia sangat lucu dan jauh dari kesan seorang pembun*h mematikan. pantas saja dia bisa bersembunyi selama ini." gumam Rovert.


Xabara sangat menggemaskan menurut Rovert tapi ditahan sekuat tenaganya, Rovert harus bertindak seolah tidak tau Identitas Xabara walaupun banyak pertanyaan dibenaknya mengenai Xabara.


.


di acara pesta,


kedatangan Rovert menggandeng seorang gadis cantik mengundang perhatian para tamu Undangan, para artis yang di undang merasa penasaran dengan sosok Xabara yang dikatakan seperti boneka hidup belum lagi pinggangnya yang kecil itu. Rovert tampak berbisik dengan gadis cantik itu yang begitu serius mendengarkan, terlihat sangat manis.


"aku mengerti !!" jawab Xabara


Rovert mengelus kepala Xabara yang diam saja tapi gerak-gerik Xabara seperti seorang Tuan Putri.


"aku sudah mencari tau tipe Obel itu, untung saja aku menemukan cara untuk memenangkan keyakinannya menerima Rovert." batin Xabara menyibakkan rambutnya.


Rovert melihat gerakan Xabara tidak bertanya karna Ia tau Xabara itu siluman (maksudnya bisa berakting sesuai dengan keadaan),

__ADS_1


"ayoo ! aku kenalkan sama Pak Obel!" ajak Rovert merangkul pinggang Xabara.


Xabara mengangguk lalu Rovert menjabat tangan Obel yang memuji Rovert akhirnya memiliki Istri, Xabara mendengar perbincangan mereka hingga sampai di titik Obel meragukan pernikahan Rovert dengan Xabara karna setaunya Rovert G*y dan kemungkinan besar Xabara hanya perempuan yang dibayar supaya dapat kerja sama ini.


Xabara tidak tersinggung karna Ia sudah kenal karakter pedas Obel, lalu segera Ia menahan lengan Rovert yang hendak berbicara Rovert menoleh ke Xabara dengan tanda-tanya.


"aku yang akan bicara!" kata Xabara dan Rovert memberi tempat untuk Xabara berbicara dengan Obel.


Xabara tersenyum tipis lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan memberikannya ke Obel, Obel heran lalu membuka isinya berupa gelang rantai berlian yang sangat berkilau. Rovert melihat itu kaget karna Ia berpikir Xabara membelinya untuk Xabara sendiri tapi ternyata untuk hadiah pada Obel.


"serahkan ini kepada Nyonya Vellen, Tuan Besar yang terhormat." ucap Xabara menundukkan sedikit kepalanya dengan elegan.


Obel melihat Rovert yang terlihat menonton saja tingkah Xabara.


"apa anda sedang mencoba menyuapku?" tanya Obel.


"dalam hal bisnis suap-menyuap itu biasa namun perlu anda tau ini bukan untuk anda Tuan Besar tapi untuk Istri Anda. saya pernah melihatnya di pameran lukisan, saya mendengar dari rekan saya Istri anda murung karna Anda tidak pernah memberinya hadiah lagi bahkan dia mengira anda selingkuh." kata Xabara tampak berani memandang Obel.


Obel tersentak, "omong kosong!!? aku tidak mungkin menyelingkuhi Istriku"


"Wanita spesial sebenarnya tidak akan bahagia hanya dengan Uang yang anda berikan, jika Ia mencintai anda maka yakinlah dia hanya akan haus perhatian, sebelumnya anda perhatian padanya lalu semakin lama hubungan kalian merenggang hanya karna pekerjaan dan kurang waktu bersama. menurut anda apa yang dipikirkan perempuan tulus itu??"


Xabara tersenyum tipis, "dapat kau!!" batin Xabara yang mendapatkan ikan besar didepannya.


Rovert diam-diam berdecak kagum pesona Xabara yang berhasil mengalahkan Obel, "bagaimana dia bisa bertemu dengan Istrinya Tuan Obel? setauku dia sangat tertutup dari Publik." batin Rovert.


Rovert menoleh arah lain seolah menyadari kebodohannya kalau Xabara adalah Ketua Higanbana sudah jelas informasinya lebih akurat dari Rovert yang memiliki banyak koneksi.


Obel akhirnya bisa berbicara santai dengan Xabara yang memberi banyak masukan tentang Istrinya, memang Obel tidak tau kalau Istrinya sangat sedih belakangan ini karna Istrinya itu sangat ceria dan tidak pernah memperlihatkan setetespun air matanya ke Obel sehingga wajar saja Obel tidak percaya ucapan Xabara, Rovert berada disamping Xabara walaupun Ia tidak berbicara.


"kalau begitu aku akan hubungi Istriku!" seru Obel lalu mengeluarkan ponselnya dan melangkah pergi dari acara.


Xabara membuang nafas, "huuhh!! sangat melelahkan menjadi Tuan Putri." gerutu Xabara memijit lehernya yang sering menunduk.


Rovert menuntun Xabara duduk lalu memijit Xabara yang tersenyum tipis, Rovert bertanya bagaimana Xabara tau tentang kelemahan Obel.


"Pria itu berjuang dari Nol dengan Istrinya, maka nya dia tidak suka jika ada rekan kerja samanya tidak punya Istri." jawaban Xabara membuat Rovert mengangguk.

__ADS_1


"pantas saja dia selalu menolak jika aku menawarkan kerja sama dengannya." gumam Rovert.


acara tetap berlanjut sampai tiba diacara puncak, Obel datang bersama Istrinya lalu menari bersama di sorot lampu, pasangan yang sudah lama menikah tapi masih awet saja hubungannya sampai sekarang.


Xabara tersenyum tipis melihat gelang tangan yang terpasang di tangan Nyonya Vellen, sungguh matanya tidak salah memilih hadiah sehingga wanita itu terlihat bahagia.


beberapa saat kemudian,


"kita bisa bicara Rovert!!" ajak Obel.


Rovert menoleh ke Xabara yang mengangguk, Ia pun beranjak pergi bersama Obel lalu Vellen mendekati Xabara tanpa segan memegang kedua tangan Xabara.


"apa kamu yang meminta suamiku mengajakku kesini??" tanya Vellen tampak menyukai Xabara.


Xabara tersenyum lembut, "saya tidak sengaja melihat Nyonya sedih di acara pameran yang sudah lama juga, lalu tadi saya tidak sengaja Tuan Besar melihat foto anda di ponselnya saat Rovert menyapa nya."


Vellen mengucapkan terimakasih pada Xabara karna sebenarnya Ia memang sempat ragu kalau suaminya masih mencintainya bahkan mengira telah berselingkuh terlebih lagi sering keluar walau alasannya untuk bekerja. namanya perempuan pasti punya perasaan was-was tapi takut bertanya yang akan menyinggung perasaan suaminya sehingga hubungan mereka retak. jadi Vellen memilih diam dari pada berbicara dan berpura-pura tidak tau saja.


lalu tiba-tiba mereka tertawa bersama dengan cara yang elegan lalu Vellen mengajak Xabara berbincang sambil berjalan ke arah sofa terdekat.


.


Xabara merebahkan tubuhnya diatas ranjang setelah melewati malam yang melelahkan di acara Pesta.


"karnamu aku berhasil diterima oleh pak Obel." Rovert duduk di sofa tak jauh dari Xabara.


"hmmm!!? aku sudah menepati janjiku." jawab Xabara melirik Rovert sekilas.


"dia akan datang ke Indonesia seminggu lagi untuk membahas kontrak juga Ide untuk Produk pertama yang akan kami gabungkan lalu diluncurkan ke pasar Internasional." jelas Rovert.


Xabara menoleh ke Rovert, "sepertinya kau sangat menyukai bekerja sama dengan Pria itu."


"tentu saja !!? dia bekerja sendiri tanpa siapapun disisinya selain Nyonya Vellen dibelakang panggung. jujur aku sangat kagum padanya dalam mendirikan Perusahaan dari nol." jawab Rovert.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2