
.
.
.
selama seharian itu mereka menghabiskan waktu bersama-sama, bahkan menyuapi sikembar pun berebutan hanya Xabara yang diam saja sambil menonton aksi Rovert dan Ratu berebut menyuapi sikembar.
"sudah punya 2 bayi pun mereka saling berdebat, mereka bisa saja fokus menyuapi 1 bayi saja." batin Xabara menggeleng kepalanya antara lucu dan geli saja melihat tingkah pasangan ibu-anak itu.
"jangan berdebat lah !!?" Xabara akhirnya mengeluarkan suaranya.
Ratu dan Rovert pun terdiam dengan mata saling melotot saja satu sama lain seperti bocah yang memperebutkan 1 mainan saja.
ke esokan harinya,
Xabara dan Rovert yang baru saja selesai membersihkan diri tiba-tiba saja panggilan masuk di ponsel Rovert membuat pandangan pasutri itu tertuju pada Ponsel Rovert.
"hmm?" sahut Rovert mengangkat panggilannya ternyata dari mata-matanya di Pasar.
"Tuan..? Mafia Mawar Hitam itu memang membuat kekacauan Tuan bersama Ketuanya yang perempuan itu, apa yang harus saya lakukan Tuan?" tanya Orang ditelfon Rovert.
Rovert menoleh ke Xabara yang berubah serius seakan tau apa yang Rovert ingin katakan.
"baiklah..!? kau tahan mereka katakan bahwa kami akan datang..!" jawab Rovert.
"Baik Tuan."
Rovert mematikan panggilannya lalu beralih ke Xabara dan memegang kedua tangan Xabara dengan lembut, "sayang? tebakanku benar kalau mereka akan membuat kekacauan di Pasar untuk memancingmu keluar."
"Rovert kamu benar-benar perencana terbaik, bagaimana bisa tebakanmu selalu benar?" Xabara entah memuji atau menyindir Rovert.
Rovert masih bisa tersenyum ditengah masalah yang akan mereka hadapi, "seolah aku adalah dalangnya?"
Xabara mengangguk, "aku harus waspada padamu."
Rovert menggeleng kepalanya sambil memegang kedua bahu Xabara, "jangan pernah berpikir aku adalah penghianatmu sayang..! kamu tidak tau masa lalu yang dikhianati oleh Orang terdekat membuatku bisa menebak-nebak semua rencana jahat orang lain hanya sekali melihat watak orang itu saat berhadapan denganku."
Xabara tersenyum tipis, "terimakasih kamu selalu ada denganku..!"
__ADS_1
Rovert mengecup sayang kening Xabara, "aku akan hadapi apapun yang akan kamu hadapi sayang, masalahmu adalah masalahku juga."
Xabara tersenyum lalu mengecup pipi Rovert dan berbalik karna malu dirinya lah yang berinisiatif mengecup Rovert, Rovert menahan lengan Xabara dan menarik pinggang Xabara masuk dalam dekapannya.
"huuh..! aku hanya memilikimu sayang, jangan pernah malu pada alg*j*mu ya?" bisik Rovert.
Xabara yang tadinya malu seketika tersenyum, inilah yang membuat Xabara nyaman dengan Rovert bisa menyelamatkan harga diri Xabara yang setinggi langit itu.
Xabara adalah wanita yang sangat percaya diri serta harga diri yang begitu tinggi sehingga Xabara mengakui dirinya adalah wanita yang sangat mahal, Rovert tidak membantah itu sebab Ia memang mengakui hal itu benar adanya.
Xabara dan Rovert berpamitan dengan Ratu yang tidak melarang pasangan itu kemanapun pergi asalkan tidak membawa Baby Kembar, bagi Ratu Sikembar adalah kebahagiaan barunya dan melepas cucunya pada Pasutri sibuk itu sama saja membuatnya cemas dan khawatir.
.
Xabara dan Rovert pergi menuju Apartemen dan keluar dengan Mobil biasa yang mereka gunakan sebagai Anita dan suaminya Anita dengan nama samaran Boy.
sementara di Pasar situasi yang kacau karna Ulah Mafia Mawar Hitam itu telah menjadi lebih tenang karena mata-mata Rovert telah menjamin kedatangan Pasutri yang dikenal sebagai Anita dan Boy itu oleh mereka semua.
"dimana dia..?" tanya Ralista yang duduk angkuh di kursi nya yang khusus diletakkan disekitar pasar itu.
"sebentar lagi mereka akan datang!" jawab Bawahan setia Rovert yang ternyata bagian dari Bodyguard pilihannya Rovert.
Ralista memainkan ponselnya dengan angkuh sementara para bawahannya yang membuat kekacauan hanya berdiri dibelakang Ralista seperti minta perlindungan Ralista.
"siapa kau berani mengusir sandera ku?" bentak Ralista.
"aku jaminanmu kan?" kata Ade dengan tenang.
Ralista memukul kursinya dengan geram, Ia menebak Ade adalah bagian dari Orang Higanbana yang bisa menjatuhkan puluhan Orang dalam sekejab, tanpa Ralista ketahui Ade adalah Orang-orang baru pilihan Rovert.
"pergi.. !" usir Ade lagi.
Orang-orang Pasar pun segera melarikan diri karna tidak mau terlibat dan tidak berani melihat perkelahian tidak wajar antara Mafia kejam itu nantinya.
Ade mendekati mereka tapi ditahan oleh Ralista dengan tangan di udara padahal Ade hanya maju satu langkah saja.
"aku hanya perlu ketuamu saja.!" kata Ralista dengan tegas.
Ade menautkan kedua alisnya melihat mereka semua terlihat takut padanya, "Ketuaku? Tuan Rovert kan? sebenarnya siapa yang mereka takuti? mereka mengira Tuanku siapa?" batin Ade.
__ADS_1
Ade tiba-tiba teringat perkataan Rovert ketika diberi tugas penting untuknya bahwa Xabara adalah Ketua Mafia Higanbana, Ade sempat gemetar mendengarnya tapi Ia berjanji akan setia pada Rovert maupun Xabara seolah kepercayaan Rovert adalah harga mati baginya (sangat penting).
Ade dipercaya oleh Rovert karna Ade memberikan Orang tercintanya pada Rovert sebagai sandera sekaligus menunjukkan bentuk kesetiannya, Keluarga Ade disembunyikan oleh Rovert disuatu tempat tapi tidak melarang Ade untuk menemui keluarganya itu.
"apa mereka mengira aku Orang Higanbana?" batin Ade yang langsung mengerti alasan mereka tidak berani memandangnya.
Ade segera memutar pandangannya mendengar suara Mobil, Ralista yang tadi duduknya tidak tenang semakin tidak tenang saja.
"kuat kau Ralista..! yang kuat jika kau mau seorang Pemimpin wanita satu-satunya didunia Mafia...!" batin Ralista menguatkan diri.
sosok Rovert dan Xabara telah tiba di hadapan mereka semua.
"akhirnya kau datang juga XeniaXabara.!" kata Ralista berdiri dari duduknya.
Ade melihat Rovert dengan kulit sawo matang dan Xabara bergigi kelinci hanya diam saja seolah sudah tau samaran itu, Ade sudah dapat peringatan dari Rovert bahwa mereka akan datang dengan penampilan berbeda.
Xabara tersenyum miring, "apa kau tidak bisa berubah juga Ralista? kenapa kau selalu main sandera Orang tidak bersalah?"
Ralista tersenyum tidak berdosa, "karna aku tau kau adalah seorang Pahlawan orang tidak bersalah."
Xabara menatap tajam Ralista lalu memiringkan pandangannya, "apa kau mau melakukan serangan terbuka lagi?"
"kau sudah tau keinginanku kan? sekalian aku akan memamerkan sosok Pria yang begitu mengagungkanmu." senyum terlebar Ralista.
Rovert diam-diam mengepalkan tangannya sementara Ade melipat tangannya kebelakang punggungnya, kepalan tangannya jujur saja bergetar saking takutnya dengan sosok XeniaXabara yang dikenal banyak orang itu.
"aku beruntung menjadi Orang pilihan Tuan Muda Rovert." batin Ade yang berkeringat dingin padahal Ia tidak bersalah hanya saja efek takutnya begitu terasa olehnya melihat sorot mata tajam Xabara.
Xabara melangkahkan kakinya ke arah Ralista, Ade bisa melihat Para bawahan Ralista melangkah mundur pasti merasa takut pada sosok yang dikenal beringasnya itu dalam membant*i musuh atau target nya seorang Ratu Higanbana.
"stop...! berhenti disana XeniaXabara..! aku tidak mau pingsan lagi, kita harus saling menyerang ditempat terbuka dan jangan lupa bawa semua para bawahanmu." tantang Ralista.
Xabara tertawa menggelegar, "bawahanku? apa kau tidak sadar betapa penakutnya para bawahanmu itu padaku? bagaimana jika mereka melihat 32 bawahanku memegang Bunga Higanbana dan Jarum beracun ditangan mereka?"
Para bawahan Ralista hanya saling berpegangan satu sama lain seakan membayangkan hal itu, mereka bertekat harus kuat melatih mental jika ingin melihat Orang-orang yang dikenal sangat hebat itu.
"kau harus adil tidak bermain senjata tapi kemampuan tenaga saja." teriak Ralista.
.
__ADS_1
.
.