
.
.
.
waktu berlalu begitu cepat hingga tidak terasa pernikahan Kontrak Rovert dan Xabara tersisa 50 hari lagi, tapi kedua pasangan itu seakan sudah melupakan kontrak itu.
Apartemen mewah,
"Xabara kau berhasil mendirikan Toko Perhiasan ternama dalam waktu yang sangat cepat." Rovert memuji kepandaian Xabara.
"tentu saja !? bagaimana Produk kalian? aku dengar dari Aya Produk kalian sangat meledak di Pasar Internasional." tanya Xabara serius.
"iya, apa Aya salah satu dari Penggemar Produk kami?" tanya Rovert.
Xabara mengangkat bahunya yang artinya Ia tidak tau kebenaran itu.
"kamu mau kemana Xabara?" tanya Rovert seketika melihat penampilan Xabara yang sangat cantik.
"apa terlalu berlebihan?" tanya Xabara menanyakan penampilannya.
"apa kamu tipe gadis yang berlebihan? aku pikir kamu tidak suka jika penampilanmu disorot." tanya Rovert menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"apa kamu tidak tau kalau aku sedang mengenalkan Perhiasan baruku, statusku sebagai Istrimu sangat berpengaruh dengan penghasilanku." kata Xabara dengan kesal.
Rovert menautkan kedua alisnya, "apa perhiasanmu terkenal karna seorang Istri Tuan Maldev?"
Xabara mengangguk lalu menoleh ke arah Kaca sambil memperlihatkan penampilannya, "aku harus sampai di puncak kesuksesan lalu berangkat bersama denganmu ke Amerika untuk mengetahui dalang pembunuh King Demon." gumam Xabara.
Rovert mengangguk faham karna memang itu alasan Xabara mau berkecimpung didunia bisnis dengan modal uang tabungan Xabara.
"apa Bramasta mendatangimu lagi?" tanya Rovert.
"Huuh..!! hidupku sangat tidak menyenangkan karna mereka berempat." gerutu Xabara.
"siapa?" tanya Rovert.
"Bramasta, Ibunya yang sombong itu, Shen belum lagi Tunangannya si Clara itu." jawab Xabara.
"kan aku sudah bilang serahkan saja urusan itu padaku." Rovert menghela nafas berat mendengar keluhan Xabara.
"biarkan saja, aku sedang menyusun strategi untuk menghancurkan karir Clara itu tanpa bantuanmu." jawab Xabara dengan enteng.
__ADS_1
"dengan cara apa? Bunga Higanbana?" tanya Rovert.
Xabara mendengus lalu mendorong tubuh Rovert, "jangan membuat moodku rusak ya."
Rovert melihat Xabara berjalan anggun dengan pakaian formalnya itu, "aneh !!? pakaiannya tidak terbuka sama sekali tapi kenapa mataku tidak bisa lepas melihat tubuhnya? pakaiannya juga tidak ketat."
Rovert mengelus dada, "tenanglah Rovert..! Xabara sudah mempercayaimu tinggal membuatnya jatuh cinta padamu tanpa ada rasa kasihan atau rasa bersalah."
.
.
di Bandara,
Xabara di Undang ke Bandara untuk meresmikan pelantikan Direktur Utama (wanita) yang merupakan pelanggan setianya Xabara.
"selamat datang Nona Maldev !?" ucap para bawahan Direktur Utama Bandara itu.
"hmm...! dimana Irene?" tanya Xabara.
"Nona Irene sedang menunggu anda di Bangku VVIP." balas para pekerja Irene itu.
Xabara pun dibimbing menuju tempat Irene berada, Irene berumur 26 tahun berbeda 1 tahun dengan Xabara tapi mereka sangat dekat sebab beberapa hari yang lalu Irene adalah orang yang pernah dipermalukan oleh Toko Emas besar karna tidak bisa membayar belanjaan, Irene kehilangan dompet serta kartu Atmnya tapi tidak ada pekerja yang percaya apalagi mau menolongnya hanya Xabara yang membantu Irene sehingga mereka menjadi begitu dekat.
Clara bersebrangan Jalan dengan Xabara pun berusaha menghentikan Xabara karna Xabara dijaga ketat layaknya Tuan Putri membuat Clara di dorong sampai tersungkur dianggap tidak berguna sama sekali padahal Clara adalah Model baru di Bandara tempat mereka bekerja.
"dimana suamimu Xabara?" tanya Irene celingukan.
"aku malas membawanya siang ini, tapi aku sudah mengirim pesan untuk menjemputku malam." jawab Xabara.
"kenapa malam? apa kamu tidak bawa mobil?" tanya Irene.
"takutnya aku mengantuk! pekerjaanku sangat banyak akhir-akhir ini dan jarang tertidur." jawab Xabara.
Irene mendengus sebal, "sebaiknya kamu ikut aku Xabara !" Irene menarik tangan Xabara keluar dari Ruangan pengap itu.
"mau apa sih?" tanya Xabara sembari melangkah mengikuti Irene.
Irene membawa Xabara ke Acaranya bahkan meminta Xabara untuk menggunting pita untuk meresmikannya sebagai Direktur Bandara besar itu. Clara melihat Xabara begitu dekat dengan Irene pun terbelalak kaget dengan geram Ia mendekati Irene lalu bertanya mengapa Xabara harus ikut menggunting pita jika Xabara bukan dari kalangan selebriti.
Irene kaget dengan teguran Clara, "Clara apa sifat aslimu seperti ini?" tanya Irene.
DEG !!?
__ADS_1
seketika Clara tersadar lalu melihat sekitar semua orang berbisik mencelanya dan Clara menoleh ke Xabara yang terlihat olehnya tengah tersenyum tipis seperti meledeknya.
plakk !!
Clara kehilangan akal sehatnya menampar Xabara didepan banyak orang.
"kau?? kau menjebakku ya?" maki Clara.
Irene membulatkan matanya lalu menampar Clara hingga wanita itu terjerembab, Xabara tidak melakukan apa-apa hanya menghela nafas sambil memejamkan mata seperti seorang gadis yang teraniaya berusaha untuk lebih sabar lagi.
"apa kau gila?? aku tidak menyangka Modelku sekejam ini pada sahabat baikku." teriak Irene tak terima.
Clara direkam oleh banyak orang yang ada bahkan sebagian ada yang jadi siaran langsung, Karir Clara pun jatuh dengan sendirinya hanya karna Xabara merelakan pipinya ditampar oleh jal*ng kurang ajar yang selalu mencari masalah dengan Xabara akhir-akhir ini.
"Xabara kamu tidak apa-apa? maafkan aku ya? aku tidak menyangka kalau aku akan menemukan Model kejam seperti itu sampai memukulmu." Irene menangkup pipi Xabara yang memerah serta mengelus-ngelus pipi Xabara yang tercetak jemari tangan Clara.
"tidak apa Iren ! dia memang selalu sinis padaku, dia mengira aku merebut Tunangannya sampai pernikahannya batal." kata Xabara dengan senyuman.
"OMONG KOSONG!!? apa dia GILA?? udah jelas kamu itu Istrinya Tuan Maldev, aku rasa Tunangannya itu yang tergila-gila padamu maka nya hubungan mereka berakhir." amuk Irene menatap tajam Clara yang menutupi wajahnya ketika direkam banyak orang.
"mungkin aku juga yang salah." balas Xabara tersenyum pasrah.
Clara mendengar perkataan Xabara pun segera naik pitam, Ia kembali ke Xabara tapi Irene mendorong Clara sehingga mengenai para penonton yang merekam.
"dasar rubah betina...!" jerit Clara.
"kalian usir wanita gila ini !?" titah Irene.
"baik Bos." jawab para bawahan Irene seketika bergerak cepat mengangkat Clara serta menendangnya keluar seperti sampah.
Irene memeluk Xabara dan mengatakan kecantikan Xabara itu bukan petaka tapi anugerah terkadang lelaki kurang ajar saja yang terobsesi pada Perempuan cantik, nama Shen semakin terkenal karna Clara pernah memposting Fotonya bersama Dr. Shen jadi ditebak sebagai tunangan Clara.
Seperti mendayung 2 Pulau terlewati, Dr. Shen yang semakin tersudut mau tidak mau harus menikahi Clara demi nama baiknya yang tercoreng karna perbuatan Clara sendiri, Shen mengancam akan membuat Clara hidup dalam Neraka karna telah menjadikan Shen sebagai penjahat yang menginginkan Istri lelaki lain.
itulah kehancuran Clara yang kedua saat menikahi Shen akan semakin menderita, Xabara mengenal watak Shen yang paling tidak suka nama baiknya dijatuhkan karna itu masalah harga dirinya, tanpa segan Ia akan mengeluarkan sifat buruknya pada siapapun yang telah membuat nama Shen tercemar.
di ruangan istirahat (tunggu),
Xabara tersenyum miring melihat berita yang sedang jadi trending topik, foto Shen telah terekspos dan sangat bermasalah.
nama Xabara semakin melunjak tinggi karna mendapat pembelaan dari netizen untuk tetap kuat. menjadi wanita cantik memang terkadang tidak nyaman padahal bagi sebagian perempuan itu adalah impian.
.
__ADS_1
.
.