Isekai No Tensai

Isekai No Tensai
Teman terbaik


__ADS_3

Setelah di hentikan oleh Shou, Yuzan hanya berdiri di tengah arena tersebut. Bahkan orang-orang yang berkumpul disana sudah bepergian. Lorrie yang merasa kasihan padanya pun menghampiri nya.


“ Aku telah membuat Tuanku marah.” Ucap Yuzan pelan.


“ Itu adalah suatu pembelajaran bagimu.” Ujar Lorrie.


“ Tapi aku telah membuat tuanku sangat marah, itu bukan suatu pembelajaran!” Ucap Yuzan. Dia terlihat sedih dan membenci dirinya sendiri.


“ Itu adalah suatu pembelajaran supaya kau tidak melakukan hal-hal seperti tadi.” Ujar Lorrie. Yuzan pun menghela nafasnya.


“ Kau memang benar, tapi apa yang harus ku lakukan?” Tanya Yuzan. “ Sekarang aku tidak berani menghadap tuanku.” Lanjutnya dengan tangan gemetaran.


“ Kalau begitu aku akan menemanimu!” Ujar Lorrie.


“ Tapi tetap saja....” Ucap Yuzan bimbang.


“ Tidak apa-apa, aku yakin dia akan memaafkan mu. Semua orang pasti pernah melakukan suatu kesalahan, jadi wajar jika kau juga membuat suatu kesalahan.” Ucap Lorrie.


“ Tapi....” Ucap Yuzan masih tetap bimbang. Dia tidak yakin bahwa kesalahan nya bisa dimaafkan begitu saja.

__ADS_1


“ Seperti yang di katakan Lorrie, wajar saja jika sesekali kau melakukan suatu kesalahan. Tapi kau juga harus berusaha supaya kesalahan itu takkan terulang lagi.” Jelas Chelly sambil menghampiri Yuzan.


“ Sepertinya Shou saat ini sedang memiliki masalah.” Ujar Rosse.


“ Ya, menurutku juga begitu. Kali ini dia bersikap lebih dingin dari sebelumnya.” Ujar Lorrie.


“ Memangnya dia biasanya bagaimana?” Tanya Anastasya.


“ Biasanya sikapnya tidak pernah sedingin itu dan juga dari sorot matanya sebelum nya tidak pernah seperti itu.” Jelas Lorrie.


“ Benar, kali ini dia terlihat lebih menakutkan.” Ucap Rosse. Tanpa ia sadari telapak tangan nya gemetaran.


“ Hmmm, aku juga tidak tahu. Tapi untuk itu kita harus tahu dulu penyebab nya!” Jawab Lorrie.


“ Tapi bagaimana caranya?” Tanya Chelly. Semuanya pun terlihat bingung, beberapa saat kemudian Riss dan Lisa datang menghampiri mereka.


“ Apakah Yuzan tidak apa-apa?” Tanya Lisa. “ Aku dengar dia berduel dengan kakak kelas yang dikenal master duel.” Lanjutnya.


“ Dia baru saja menghabisi Ryuzen dan dimarahi Shou.” Jawab Anastasya.

__ADS_1


“ Heh?” Ucap Lisa. “ Lalu Shou sekarang dimana?” Tanyanya.


“ Entah, dia pergi menggunakan sihir teleportnya.” Jawab Rosse.


“ Heh, sepertinya dia sangat marah.” Ucap Lisa. Yuzan pun terlihat semakin sedih


“ Tidak apa-apa, sekarang Shou membutuhkan waktu untuk sendiri. Nanti juga dia akan kembali!” Ujar Lisa sambil menepuk pundaknya Yuzan dan tersenyum padanya. Yuzan pun terlihat lebih tenang


“ Apakah itu benar?” Tanya Yuzan. “ Apakah dia akan memaafkan ku?” Tanyanya. Lisa pun mengangguk


“ Tentu saja, karena kau adalah peliharaan kesayangannya.” Jawab Lisa.


“ Peliharaan kesayangan?” Ucap Yuzan. Lisa pun mengangguk kembali


“ Dia adalah orang terbaik yang pernah ku temui, dia Bahkan memberiku semangat ketika aku sudah tidak tahan lagi dengan dunia ini. Padahal saat itu dia tidak mengenalpun sama sekali bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya, tetapi dia sangat baik. Jadi aku yakin dia juga pasti akan sangat baik padamu!” Jelas Lisa. Kemudian terlihat secercah harapan didalam matanya Yuzan, dia kembali bersemangat dan sudah meneguhkan hatinya untuk menjadi peliharaan yang terbaik bagi tuannya.


Tak lama kemudian terdengar sesuatu


“ Aku sudah lapar, ayo kita makan siang!” Ujar Riss. Semuanya pun tertawa kecuali Yuzan, meskipun begitu dia tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2